11 Juni 2023

MERAKIT PC GAMING BUDGET 10 JUTAAN

 Mau Bikin PC Game Yang Super Powerful Budget 10Jutaan? 

Banyak yang nanya resep merakit PC Gaming super powerful dengan budget terbatas. Bisa main game berat apapun, apalagi video editing ultraHD. Apalagi buat nonton film resolusi 4K. Komponen baru semua ya, bukan barang bekas. 

Ini resepnya:

1. Casing.

Casing Infinity Poseidon V2 mATX adalah casing dengan airflow yg bagus dan punya clearance untuk CPU cooler sampai 170mm, barangkali mau pasang CPU cooler tipe tower. Harga Rp376,000.

2. Power Supply. 

PSU pakai Superflower Leadex III Pro 650 Watt merek yang juga reputasinya sangat baik di dunia PSU. Harga Rp1,283,000.

3. Motherboard.

Pake ASRock B550M. Harga Rp1,238,000.

4. Processor.

AMD Ryzen 5600 6Core masih cukup mumpuni untuk main game2 terbaru. Performance setara Intel 12400 tapi harga lebih murah. Gak perlu Intel laah. Harga Rp2,198,000.

5. Graphic Processor

GPU pakai RX 6600 8GB DDR Speedster, harga ekonomis performance cukup bagus utk di resolusi 1080p, Horizon Zero Dawn bisa dapat sekitar 80-an fps, AC Oddyssey sekitar 70 fps. Kinclong! Harga Rp2,854,000.

6. RAM 

RAM Adata 16 GB DDR4 RGB XPG 3200. Masih cukup lega untuk penggunaan jaman sekarang baik utk gaming maupun productivity kaya video editing yang butuh RAM besar. Harga Rp780,000

7. Hard Disk

SSD 512 GB merek Adata. Merek yg cukup bagus reputasinya. Kalau mau 1 TB nambah sekitar 400ribuan lagi dari harga ini. Harga Rp488,000.

8. System dan Software.

Win10 atau Win11, Office, game-game download aja dengan crack dan serial key nya di PirateBay. Asal hati-hati dengan malware.🤫 Harga Rp0.

9. Untuk monitor 1080p, keyboard, mouse dan headphone, budget total kira-kira Rp2 jutaan. 

*Harga-harga diambil dari Tokopedia.  

Siapa tau bermanfaat. Thank you. 👌🏽

20 Maret 2023

BECAK IKLAN BIOSKOP


Ini adalah sebuah becak, yang sekitar pukul 4 sore berkeliling di jalan-jalan utama kota Tembilahan, sambil mengiklankan film bioskop yang akan tayang malam itu. Becak ini dilengkapi dengan toa, ada orang di dalam becak sambil cuap-cuap mengumumkan judul film, sinopsis, dan bintang-bintang utama dari film yang diiklankan. 

Di foto ini kebetulan becak tersebut sedang mengiklankan film klasik Arnold Schwarzenegger dan James Belushi, yang berjudul Red Heat sekitaran tahun 1989.

Iklan keliling seperti ini digunakan oleh Bioskop Indra, bioskop theater yang dulu ada di Jalan Jenderal Sudirman di Tembilahan. (Kira-kira letaknya di samping Plaza Gemilang, dulu hanya disebut "Pasar Bertingkat"). Ada satu lagi bioskop misbar di daerah Tembilahan Hulu yang dikelola oleh angkatan darat, namanya Bioskop Taman Hiburan Kartika. 

Bioskop Indra sendiri memiliki layar lebar yang mengesankan, dan sound systemnya juga lumayan. Ada 3 kelas tiket kalau tidak salah, yaitu kelas kambing (lantai bawah paling depan dengan kursi kayu), lalu kelas loge seat (dari bahasa Belanda, dibaca 'lose', dengan kursi  lumayan empuk) di arah belakang, lalu kelas paling mahal yaitu balkon, terletak di lantai dua.

Harga tiketnya pada zaman itu adalah berkisar antara Rp250,- hingga Rp700,- , tergantung kepopuleran film yang diputar. Jaman itu kebetulan memang jamannya film one man hero dengan aktor yang berotot, sehingga film-filmnya Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, Jean Claude Van Damme, Dolph Lundgrend, Barry Prima, George Rudy menjadi sangat populer dan tiketnya dijual semahal mungkin. Film-film genre silat semacam Jaka Sembung dan Si Buta Dari Goa Hantu juga sangat populer waktu itu. Juga film-filmnya Chen Lung, alias Jacky Chan yang berantemnya lucu kalo lagi mabok nenggak arak satu kendi. 

Di sekitaran bioksop ada tukang catut. Tukang catut ini kerjaannya memborong tiket banyak-banyak, lalu dijual dengan harga lebih mahal kepada orang-orang yang kebelet nonton, namun kehabisan tiket ataupun kehabisan seat yang diinginkan. Di sekitar bioskop juga marak pedagang asongan yang menjual kacang goreng, kacang asin, tisu cologne, dan permen pagoda pastilles. 

Meskipun pada masa itu rental kaset video dengan format Betamax sudah mulai marak, namun orang tetap datang ke bioskop. Karena gambar dan suaranya lebih bagus, dan film-film baru belum ada kaset videonya. Lagian mutu gambar dan suara di kaset-kaset Betamax tidak begitu bagus seperti DVD dan Bluray sekarang, gambarnya sekelas VGA dan dialognya sering tidak sinkron. Orangnya sudah mengatupkan mulut tapi dialognya masih terdengar.  Baru pada jaman munculnya laser disc dan kemudian diikuti oleh VCD, bioskop-bioskop tunggal mulai bangkrut dan tutup. Yang bertahan adalah franchisenya Studio 21.

Nah, jaman itu pada jam 4 sore di Kota Tembilahan, akan ada iklan bioskop keliling, dan juga akan ada seseorang membawa nampan di atas kepala, berkeliling kota sambil meneriakkan nama-nama kue seperti amparan tatak, paparik, kue lapis, dan lain-lain. Siapakah itu? Al Fatihah buat beliau.


13 Maret 2023

MAGIC MUSHROOM

Waktu masih bekerja di Bali dulu, ada suatu hari di mana saya dan dua rekan berniat mencoba magic mushroom. Waktu itu tahun 2011, magic mushroom dijual bebas di gang-gang dan tepi jalan di Bali. Dulu saya sering melihat papan iklan kecil di tepi jalan, yang isinya dalam bahasa Inggris menyatakan hal-hal seperti: "We Sell Magic Mushroom", atau "Have A Lovely Dream with Magic Mushroom".

Intinya waktu itu saya berkesimpulan bahwa magic mushroom masih merupakan hal yang legal, terbukti dengan banyaknya iklan-iklan di sepanjang jalan di Legian dan Kuta, dan lebih banyak lagi di gang-gang seperti Poppies Lane. Artinya magic mushroom adalah komoditi yang tidak saja dijual bebas, mengkonsumsinya pun tidak melanggar hukum. 

Jadi pergilah kami ke Jalan Legian yang terkenal itu. Tak jauh dari Monumen Peringatan Bom Bali (Ground Zero) ada perempatan menuju Poppies Lane II, kami bertiga masuk ke gang tersebut. Seperti biasa di kiri kanan terdapat toko-toko yang menjual souvenir, resto-resto kecil, dan lain-lain. Di depan salah satu warung makan kami menemukan papan iklan itu. Segera kami menghubungi penjaga warung dan menanyakan magic mushroom. Harganya Rp 25 ribu per satu porsi. Kami membeli tiga untuk dikonsumsi langsung, tapi mesti dicampur dengan makanan dan minuman tertentu. Toto (bukan nama sebenarnya, teman dari Jakarta) minta dicampur dengan mie goreng, Ni Wayan (cewek, orang Bali asli) minta dicampur dengan Fanta. Sayapun mengikuti ide Wayan, magic mushroomnya dicampur dengan Fanta biar lebih praktis dan langsung diminum. 

Setelah mengkonsumsi barang laknat tersebut, kami memutuskan berjalan kaki ke arah pantai Kuta melewati Poppies Lane II. Sepanjang jalan saya belum merasakan efek apapun. Setelah lewat setengah jam saya mulai merasakan efeknya. Mula-mula langit terlihat berubah warna, yang tadinya biru perlahan-lahan menjadi hijau, lalu kecoklatan, lalu tiba-tiba ada corak mirip batik di langit. Ya benar, langitnya bermotif batik seperti batik parang rusak dan gambar-gambar terong, lalu berubah jadi ungu. Melihat itu saya tertawa ngakak, dan memanggil Toto dan Wayan, menunjuk-nunjuk ke langit. Kedua rekan saya bingung melihat saya dan langit, sepertinya mereka belum mendapatkan efeknya. 

Lalu anehnya, saya lihat orang-orang bergerak lambat. Seperti slow motion di film-film gitu. Atau seperti sloth atau kukang di film kartun Zootopia. Saya ngakak sejadi-jadinya melihat semua orang terlihat lambat begitu. Saya lihat Toto, dan saya ngakak lagi. Rahang Toto jatuh ke lehernya, mulutnya melar ke bawah. Kemudian saya lihat tangan saya tiba-tiba memanjang, menjuntai ke bawah seperti permen karet. Sayapun ngakak.

"Hey bro, kenapa tangan saya seperti Mr. Fantastic di komik Fantastic Four? Hahahahaha..."

Pada saat Toto dan Wayan memandang saya, merekapun tertawa gelak-gelak. Menurut Toto saya berjalan meloncat-loncat seperti astronot di bulan, padahal saya tidak merasa demikian. Saya merasa leher saya memanjang, dan tiap kali saya berjalan, kepala saya tertinggal sekitar dua meter di belakang karena leher panjang tersebut. Alhasil saya harus berhenti tiap sebentar agar kepala saya bisa menyusul. Begitu kepala saya berada di atas badan, saya berjalan lagi, dan kepala saya tertinggal lagi, jadi saya harus berjalan pelan-pelan. 

Waktu itu kemungkinan kami sampai di Jalan Pantai Kuta. Di seberang jalan ada tembok panjang yang menutupi pemandangan ke pantai. Saya waktu itu sempat mikir bagaimana cara kami pulang. Kami bertiga sudah terkena efek magic mushroom. 

Tiba-tiba saya lihat Wayan menarik tangan kami berdua. "Ayo kabur!!" katanya. Saat ditarik Wayan, tangan saya tentu melar lebih panjang, dan saya tertinggal di belakang, sementara Wayan dan Toto tiga atau empat meter di depan. Tetap saja mereka bergerak seperti slow motion. Saya bertanya ada apa? Rupanya Wayan baru saja melihat T-Rex yang berjalan ke arah kami. Bayangkan, ada dinosaurus predator di Jalan Pantai Kuta. 

Setelah merasa aman, kami duduk-duduk di depan Circle K, itupun dengan susah payah. Tiba-tiba Toto berdiri, lalu berjalan slow motion ke sudut halaman, tak jauh dari trotoar. Dia berdiri mematung di situ. Lamaaaaaa banget. Setengah sadar saya berteriak," Toto, kamu ngapain di situ?"

"Aku kan tiang bendera. Tapi udah nunggu lama, belum ada yang pasang bendera niiih." Hahahahaaha. Wayan pun beranjak dengan cara slow motion juga. Akhirnya ia sampai di depan Toto, dan berlagak memasang dan menaikkan bendera. Toto ngakak kesenangan karena sudah berhasil menjadi tiang bendera. Lama setelah itu mereka kembali duduk. 

Sementara itu langit berubah warna lagi, kali ini berwarna-warni seperti lukisan abstrak. Orang-orang masih bergerak slow motion. Tiba-tiba Wayan memegang tanganku. Dia seperti ketakutan. "T-Rex lewat! T-Rex lewat,"katanya kuatir. Kami tidak bergeming, kemudian Wayan tenang kembali. Ternyata T-Rex hanya lewat.

Entah kenapa Wayan kemudian berhasil memanggil taksi. Saya tak ingat bagaimana, tiba-tiba kami sudah di dalam taksi menuju rumah Wayan. Sepanjang perjalanan di taksi, Toto membuka jendela kaca mobil dan menjulurkan lidahnya ke orang-orang di pinggir jalan. Saya dan Wayan udah mulai merasa normal.

Tapi ternyata efek magic mushroom masih ada. Entah kenapa, pendengaran kami lebih tajam. Bunyi air keran menetes di kamar mandi terasa keras. Kami tertawa ngakak hanya karena mendengar bunyi keran, bunyi pintu, dan bunyi angin menggerakkan gorden. Pokoknya begitu ada suara atau bunyi sekecil apapun, kami lantas tertawa ngakak. Terus ada beberapa lama kami kehilangan Toto. Dicari ke sana kemari di dalam rumah tidak ketemu. Akhirnya Wayan menemukannya sedang merapat di balik pintu. Rupanya Toto merasa dia adalah gantungan baju, dan sedang menunggu seseorang menggantungkan baju ke tubuhnya. 

Setelah enam jam, efek magic mushroom sudah mulai berkurang. Kami bertiga bengong beberapa lama, sampai Wayan nyelutuk bilang bahwa dia lapar. Saya sendiri mengantuk parah, lalu ketiduran. 

Saat ini, magic mushroom masuk dalam kategori Narkotika Golongan I dalam UU Narkotika No.35. Tapi semua orang sebenarnya bisa mendapatkannya. Magic mushroom atau Psilocybin Mushrooms adalah sejenis jamur yang mengandung zat aktif bernama psilosibina yang bisa menimbulkan efek halusinasi tingkat tinggi sesuai dengan situasi psikologis saat mengonsumsinya. Orang yang mengonsumsi magic mushrom ini bisa mengalami efek berupa bingung, halusinasi, panik, psikosis dan ketidakmampuan membedakan fantasi dari kenyataan.

Saya bersumpah tidak akan mengkonsumsinya lagi.

Apple Developer Academy Di Batam

 


(Di bagian bawah tulisan ini ada link untuk mendaftar di Apple Developer Academy batch ke 3 untuk tahun 2024)

Beberapa malam yang lalu Mas Hadi pulang dengan ransel yang terlihat berat. Dia mendatangi saya di kamar, lalu dari dalam tas ranselnya dia mengeluarkan satu buah laptop Macbook Pro M2, kemudian satu unit Apple Watch 8, lalu satu unit iPhone 14. Sambil senyum-senyum, dia mengatakan bahwa per tanggal 6 Maret, dia akan menjadi pelajar sekaligus magang di Apple Developer Academy di Nongsa Digital Park. Hadi lalu menunjukkan badge-nya yang dikeluarkan oleh Apple Developer Academy yang bekerjasama dengan Infinite Learning. 

Lalu bagaimana pekerjaannya sebagai Business Analyst di OnebyOne Logistical yang ditekuninya selama setahun terakhir? Ternyata dia mendapatkan dispensasi dari atasannya untuk dapat bekerja setengah hari dalam 5 hari kerja. Jadi pengaturannya begini: Dari jam 07.00 wib sampai dengan jam 12.00 tengah hari dia bekerja untuk OnebyOne Logistical, bisa dari rumah maupun dari kantornya di Gedung Graha Pena Batam Center. Tentu saja ada konsekuensinya, gajinya bakalan dipotong separuh. Kemudian pukul 13.00 hingga 18.00 dia harus sudah berada di Gedung Apple Developer Academy yang berada di kawasan Nongsa Digital Park, di daerah berhutan ujung di Nongsa sana. 

OnebyOne Data Products sendiri sebuah perusahaan startup yang menyediakan layanan logistik dengan memanfaatkan pengembangan aplikasi dan integrasi sistem dari multiplatform. ( www.onebyone.io) . Dia dulu mendapatkan pekerjaan itu sekembalinya dari Jepang, karena klien utamanya adalah perusahaan-perusahaan Jepang seperti Matsushita, Yanmar, Rakuten dan lain-lain

Nah, Apple Developer Academy adalah sebuah akademi yang didirikan dengan tujuan untuk mempelajari pembuatan dan pengembangan software yang telah dibuat oleh Apple sehingga para lulusan dari akademi ini dapat menjadi profesional developer. Saat ini hanya ada 4 negara yang terdapat Apple Developer Academy, yaitu Brazil, Italia, India dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, hanya ada 3 Apple Academy, yaitu yang di Universitas Ciputra Surabaya, dan di BINUS yang ada di Tangerang, dan terakhir di Infinite Learning di Batam.

Mas Hadi selain diberikan idevice seperti iWatch, Macbook dan iPhone seri terbaru, juga akan mendapat gaji dari Apple Developer Academy. Makanya dia rela dan ikhlas mengorbankan pekerjaan dan gajinya setengah, karena setengah lagi akan dibayarkan oleh Apple. Selama di Apple Developer Academy, para peserta akan dibimbing oleh para mentor untuk membuat sebuah aplikasi yang mampu memberikan solusi bagi seluruh permasalahan yang ada di tengah masyarakat, tentu saja dengan platform yang bekerja di iOS, Macbook dan idevice lainnya.  Agar para peserta benar-benar membuat sebuah aplikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, Apple Developer Academy membuat sebuah program yang diberi nama Challenge-Based Learning (CBL), bukan BCL atau Bunga Citra Lestari ya?

Program ini memberikan tantangan kepada para peserta academy untuk selanjutnya dijadikan dasar pembuatan aplikasi. Meski begitu, para peserta academy tidak akan bekerja sendiri-sendiri melainkan secara berkelompok (teamwork). Jadi tidak berkutat membuat coding saja sendirian, melainkan juga ada diskusi, permainan, field trip dan lain-lain. 

Academy ini hanya berjalan selama 9 bulan, lalu pesertanya akan diwisuda. Peserta akan memiliki sertifikasi/ijazah langka yang banyak diburu dan diminati, karena skill yang dimiliki akan mampu mengelola web system development, Progressive Web App (PWA), Mobile App Development, dan Digital Marketing, pekerjaan masa depan yang tentu saja berkait erat dengan teknologi, internet, dan artificial intelligent (kecerdasan buatan), yang nantinya bakalan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari (bahkan sekarangpun, internet dan AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari). 

Berikut keuntungannya mengikuti program di Apple Developer Academy:

1. Berkonsep scholarship-internship, membuat Anda tidak perlu lagi untuk mengeluarkan uang saat melakukan pendaftaran untuk mengikuti program ini. Justru, Anda akan mendapatkan allowance (semacam gaji/income) dari Apple selama mengikuti program ini.

2. Para peserta juga akan mendapatkan fasilitas penunjang untuk mengembangkan aplikasi berbasis iOS, seperti iPhone dan MacBook. Selain itu, dengan mengikuti academy ini, Anda juga bisa mendapatkan fasilitas lain, seperti Apple Watch serta perangkat Apple lainnya jika memang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi yang ingin dibuat.

3. Setelah berhasil membuat aplikasi, maka secara otomatis Anda akan langsung mendapatkan hak cipta aplikasi (Intellectual Property/ IP) secara utuh tanpa memberikan royalti kepada Apple. Hal ini tentu akan membuat Anda dapat mencantumkan nama Anda pada aplikasi tersebut di portfolio Anda.

4. Pada akhir program academy, terdapat sebuah ajang bernama Talent Spark, yaitu suatu ajang dimana Apple Developer Academy akan mempertemukan para peserta academy dengan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan Apple sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi sebuah proses rekrutmen.

5. Anda juga akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti acara tahunan dari Apple yang bernama WWDC (Worldwide Developer Conference). Di sini, Anda akan mendapatkan banyak training lanjutan, termasuk mendapatkan training langsung di kantor pusat Apple.

6. Dengan menjadi peserta Apple Developer Academy, Anda akan dibentuk menjadi seorang profesional developer yang mempunyai banyak kemampuan, seperti teknologi, bisnis, desain, dan berkomunikasi di antara sesama tim.

7. Menjadi peserta Apple Developer Academy, tentu akan membuat Anda mempunyai koneksi atau jaringan yang cukup banyak bahkan hingga ke dunia internasional. Hal ini tentu akan membuat Anda mempunyai banyak relasi saat melamar sebuah pekerjaan atau berbisnis.

Saat ini Apple Developer Academy yang di Nongsa Batam per tanggal 6 Maret 2023 akan menjalankan program magang batch yang ke dua. Batch berikutnya untuk tahun 2024 sudah dibuka lowongannya. Bagi yang tertarik bisa mengklik link ini:

https://apply.developeracademy.infinitelearning.id/register

15 September 2022

Orang Pendek

Jangan salah paham, yang dimaksud dengan Orang Pendek di sini bukanlah orang dengan tinggi di bawah rata-rata, tapi mengacu pada makhluk kriptid yang mendiami kawasan hutan-hutan di Kerinci, Jambi. Penampakan Orang Pendek ini banyak dilaporkan sejak lebih dari 1 abad terakhir oleh suku terasing yang tinggal di hutan, penduduk kampung di sekitar hutan, kolonis Belanda, juga oleh penjelajah dan ilmuwan Barat. Menurut para saksi, binatang ini merupakan primata bergerak yang hidup di tanah dan ditutupi oleh bulu pendek dan memiliki tinggi sekitar 80 cm, tidak lebih 1 meter.

Di sejumlah daerah di Indonesia banyak beredar informasi penampakan tentang orang pendek dengan nama lokal masing-masing. Pada daerah Kerinci, Provinsi Jambi, orang mengenalnya dengan sebutan uhang pandak, digambarkan setinggi 4-5 kaki namun bertubuh kokoh dengan bahu lebar serta lengan berotot panjang. Banyak laporan penampakan bahwa makhluk ini berjalan tegak seperti manusia. Tubuhnya ditutupi dengan rambut gelap ataupun bercorak madu, serta bisa jadi mempunyai rambut panjang. Di daerah Indragiri Hulu makhluk ini disebut Bandan, digambarkan jalannya terbalik dengan tumit di depan. Di Bengkulu makhluk ini disebut Sebaba, ada juga yang menyebutnya Sengguguh. 

Belum pernah ada dokumentasi yang jelas tentang Orang Pendek ini, sehingga sejak dulu makhluk ini belum berhasil difoto ataupun divideokan, disebutkan bahwa makhluk ini bersifat pemalu, dan bisa memanjat dan berjalan dengan sangat cepat, sehingga banyak saksi yang melihatnya hanya sekilas, tak lebih dari beberapa detik. Namun menurut penduduk asli Suku Anak Dalam, yang juga dikenal sebagai Orang Kubu, Orang Batin Sembilan, ataupun Orang Rimba, yang hidupnya nomaden di perbatasan dan sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat di Jambi, keberadaan Orang Pendek sudah diakui sejak berabad-abad dan menjadi bagian dari kehidupan mereka di hutan. 

Orang-orang Belanda yang mendiami wilayah tersebut di awal abad ke 20, memberikan informasi yang cukup detil mengenai keberadaan Orang Pendek tersebut. Salah satu laporan dari Mr. Van Heerwarden, mengatakan bahwa:

"Saya berjumpa dengan makhluk gelap dan berbulu di dahan sebuah pohon. Makhluk ini juga berbulu di bagian depan, dengan warna yang lebih muda dari bagian punggungnya. Rambut hitam di bagian kepalanya jatuh hingga ke bahu, bahkan hingga ke pinggang. Pada saat berdiri, panjang kedua lengannya berada sedikit di atas lutut, namun kakinya terlihat lebih pendek. Saya tidak sempat melihat kakinya secara jelas. Wajahnya tidak terlihat jelek, dan sama sekali tidak seperti kera."

Dr. W.G. Wheatcroft, ahli antropogi budaya secara khusus merangkum cerita orang pendek dalam artikel berjudul “Orang Pendek, The Little Bipedal Hominid of Sumatra [2018]” yang dimuat di portal bigfootencounters.com. Pada jurnal itu, Wheatcroft merinci catatan pencarian orang pendek sejak abad ke-20.

Salah satu kesaksian yang menguatkan Wheatcroft adalah Aripin, seorang penjaga hutan TNKS yang mengaku melihat orang pendek ketika berpatroli di wilayah Sungai Penuh, Gunung Kerinci pada 2001. Pengakuan Aripin, ia melihat orang pendek dari sisi belakang, warnanya cokelat tua, namun ketika makhluk itu sadar diperhatikan dia segera masuk semak belukar.

Wheatcroft juga mencatat kesaksian Debbie Martyr, konservasionis satwa liar yang banyak melakukan penelitian di TNKS. Debbie mengaku, pernah tiga kali bertemu orang pendek selama 18 tahun terakhir, bermula pada Juli 1989, di tahun itu melihat orang pendek dua kali. Selanjutnya pada 30 September 1994.

“Ia berjalan lurus melintasi lembah yang jaraknya tiga puluh meter; sangat dekat dan sangat jelas!” kata Debbie dikutip oleh Wheatcroft. “Ia tampak primata yang sangat kekar, berjalan dari semak. ”Ketika melihat orang pendek itu, kata Debbie, ia sadar betul sedang melihat makhluk yang tidak pernah ia lihat di buku, begitu juga di film, atau di kebun binatang yang pernah ia kunjungi. “Saya lihat ia bergerak cepat secara bipedal dan berusaha untuk tidak terlihat, saya bersembunyi, melihat lembah yang dangkal. Sedang primata bipedal non-manusia itu berjalan di depan. Saya memegang kamera saat itu, namun jatuh karena sangat terkejut.”

Dua penjelajah dari Inggris, yaitu Adam Davies dan Andrew Sanderson pada 2001 melakukan perjalan ke Danau Gunung Tujuh dan Hutan Kerinci. Pada perjalanan itu, mereka mengabadikan sebuah telapak dengan cetakan gips. Telapak kaki itu diduga milik orang pendek karena tidak biasa. Telapak itu seolah-olah jempol kaki secara struktural muncul dari sisi kaki, sekitar tiga perempat dari jarak tumit ke jari depan. “Orang pendek ini sangat tertutup, mereka selalu saja bersembunyi. Kemungkinan juga secara biologis mereka pada waktunya akan diklasifisikan dalam genus homo, bersama dengan manusia yang hidup, homo sapiens,” tulis Wheatcroft. “Berdasarkan penelitian hominid [primate], saya berpendapat orang pendek adalah hominid yang cerdas, sensitif, cenderung sadar diri, berjalan tegak dan mereka bukan kera [pongidae].”

Dmitri Bayanov, ahli hominologi asal Rusia dalam artikelnya “Some Thoughts Regarding Dr. Wilson Wheatcroft’s Overview of Orang Pendek Evidence” mendukung pernyataan Wheatcroft bahwa orang pendek adalah hominid, bukan kera, karena ia bipedal. “Mungkin tampak kontroversial bagi pembaca mana pun,” tulis Bayanov. Sebagai ahli biologi evolusioner dan genetika, Dmitri Bayanov mengatakan referensi yang paling relevan ketika berdiskusi tentang orang pendek adalah karya “Historiae Naturalis et Medicae Indiae Orintalis” oleh Jacob De Bondt atau Jacobus Bontius [1592-1631], seorang dokter Belanda yang datang ke Batavia [Jakarta] pada 1826 hingga kematiannya.

Cetakan kaki yang diduga milik orang pendek yang ditemukan Dally Sandradiputra di hutan Kerinci, Sumatera. Foto: Dok. Dally Sandradiputra

Kesaksian lainnya dari Huzein Alrais: "Di tempat saya Tanggamus Lampung sering disebut gugu mempunyai tapak kaki terbalik.. beberapa kali nampak diantara hutan dan kebon kopi saat mendekati magrib .. adakalanya mau membongkar umbulan/gubuk yang dekat dengan hutan .. suaranya hanya bunyi U terdengar singkat dan jelas badan pendek sangat kekar mampu menggeser satu galung kayu hutan yang mau di potong."

Banyak lagi kesaksian lainnya dari para pekerja hutan, penebang pohon, driver bulldoser. Kawasan terlihatnya Orang Pendek ini di hutan mulai dari bagian selatan Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu hingga Lampung. Rata-rata menggambarkan posisi kaki terbalik, berjalan tegak, tinggi tak lebih dari 1 meter, menyukai ikan dan dapat kabur dengan cepat. Ada juga kesaksian yang mengatakan jika Orang Pendek kepergok, makhluk itu akan mengumpat dan marah-marah sebelum menghilang. 

Pada tahun 2017, beberapa pengendara motor trail sempat merekam makhluk aneh yang mereka temui di jalur setapak di hutan yang di duga di Aceh. Banyak yang menganggap mereka bertemu dengan Orang Pendek, namun banyak juga yang menganggap ini suku terasing yang berbeda. Berikut videonya:


Semoga suatu waktu Orang Pendek ini berhasil didokumentasikan dengan baik, menambah daftar species yang masuk entah dalam keluarga primata, ataupun keluarga homo. Yang jelas bukan Homo Sapiens. 

13 September 2022

Pembunuhan Seorang Waiter Hotel Hilton


Kejadiannya di malam tahun baru, pergantian tahun 2004 ke 2005. Sekitar pukul 4 pagi seorang waiter yang bernama Rudy Natong yang bekerja di Fluid Lounge di Hotel Hilton (sekarang Hotel Sultan) menagih bill pada seorang wanita bernama Novia Herdiana. Bersama Novia Herdiana yang juga dipanggil Tinul, ada seorang laki-laki. Ada masalah dengan kartu kredit milik Novia, sehingga waiter Rudy Natong mengusulkan agar pembayaran bill dilakukan cash. Selang beberapa saat, laki-laki yang bersama Novia mengeluarkan pistol revolver kaliber 22 mm, dan menembak Rudy Natong di bagian kepala. 

Laki-laki yang sama juga pernah menambak keponakan musisi rock Ahmad Albar dan Camelia Malik pada bulan Oktober 2004.

Siapa laki-laki tersebut, dan apa hubungannya dengan aktris Dian Sastro Wardoyo? Dan di mana laki-laki tersebut sekarang?

Dia adalah Adiguna Sutowo, anak dari Ibnu Sutowo, seorang jenderal korup yang dipercaya Soeharto untuk memimpin Pertamina. Memimpin Pertamina dari tahun 1957 hingga 1976, saat kesalahan manajemen yang korup telah memungkinkan Ibnu Sutowo mengumpulkan kekayaan keluarga yang sangat besar dan hampir membuat perusahaan bangkrut, meskipun terjadi ledakan minyak global pada tahun 1970-an.

Adiguna Sutowo sendiri merupakan anak paling bungsu. Pada Oktober 2004, Adiguna mengancam akan membunuh David Reynaldo Titawono (saat itu 22), keponakan musisi rock Achmad Albar dan penyanyi Camelia Malik. Insiden tersebut terjadi di Kemang, Jakarta Selatan, dilaporkan di properti pemilik waralaba KFC Indonesia Ricardo Gelael, yang merupakan suami dari mantan istri Achmad Albar, Rini S. Bono. Adiguna, yang ditemani oleh pengawalnya, menembak David melalui atau dekat telinganya. Setelah kejadian tersebut, polisi mencabut izin senjata api Adiguna dan menyita senjata api yang menembakkan peluru karet. Ricardo Gelael tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi, namun keluarga Achmad Albar yang melaporkannya. Adiguna dan Ricardo kemudian diperiksa di Polda Metro Jaya, namun kasus tersebut kemudian diselesaikan oleh kedua keluarga dan pihak keluarga Achmad Albar mencabut laporan polisi tersebut.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya dinihari tanggal 1 Januari 2005, setelah merayakan tahun baru, Adiguna bersama Novia Herdiana alias Tinul minum-minum di bar Fluid Lounge Hotel Hilton. Tinul memesan vodka tonik untuk Adiguna dan leci martini untuk dirinya sendiri. Dia bertanya kepada waiter yang bernama Rudy Natong apakah minuman itu bisa dibebankan ke kamarnya. Rudy mengatakan itu tidak mungkin, maka Tinul melunasi tab Rp150.000 dengan kartu Visa HSBC miliknya.

Adiguna kemudian memesan lagi dua minuman yang sama dan berusaha untuk membayar dengan kartu debit BCA . Rudy mengambil kartu tersebut dan bertanya kepada kasir Hari Suprasto apakah bisa digunakan. Hari menjawab mesin tidak tersedia. Rudy kemudian mengembalikan kartu tersebut kepada Tinul, yang kemudian diberikan kepada Adiguna. 

Rudy menjelaskan, kartu tersebut tidak dapat diterima karena bar tersebut tidak memiliki mesin yang dapat memprosesnya. Penolakan itu membuat Tinul kesal. “Apa kau tidak tahu siapa dia? Dia pemegang saham terbesar hotel ini! ” katanya, menunjuk ke arah Adiguna, yang duduk di sebelahnya.

Ponco Sutowo, saudara kandung Adiguna saat itu memang menguasai saham terbesar Hotel Hilton, di mana kawasan di situ memang dikelola oleh perusahaan milik keluarga Sutowo. 


Kemudian Adiguna ikut marah. "Dia bertanya kenapa..., kenapa. Gue tembak juga lu," katanya. Adiguna lalu mengeluarkan  pistol kaliber Smith & Wesson .22 dari pinggangnya, dan menempelkannya di jidat Rudy. Rudy, yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, tersenyum kecut. Dia mengira si tamu bercanda. Lalu terdengar suara klik dua kali, dan dor,  Rudy terkapar. Kepalanya berlubang. Dua bartender, Daniel dan Cut Nina, yang berada di sampingnya berusaha menolong. Pemuda Flores ini akhirnya tewas di rumah sakit.

Adiguna kemudian menyeka gagang senjata, menyerahkan pistol kepada disc jockey Werner Saferna alias Wewen, yang berdiri sekitar satu meter jauhnya. Adiguna kemudian meninggalkan klub.

Polda Metro Jaya menetapkan Adiguna sebagai tersangka. Kamar hotelnya, Kamar 1564, berisi 19 peluru jenis yang sama yang telah membunuh Rudy. Peluru itu disembunyikan di toilet. Laporan media, mengutip temuan awal polisi, berdasarkan tes urine, mengatakan Adiguna telah mengkonsumsi metamfetamin dan alkohol pada saat pembunuhan itu.

Meskipun penembakan tersebut disaksikan banyak orang, di tengah suara musik yang keras dan hiruk pikuk, Adiguna membantah menembak Rudy. Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia hanya melewati Fluid Club untuk mencari kerabatnya. Dia membantah duduk di bar. Dia membantah berbicara dengan Tinul. Dia membantah membawa pistol. Dia mengaku telah membantu menggendong Rudy, yang menyebabkan darah mengucur di bajunya. Namun, pengacaranya mengatakan darah di baju itu berasal dari Adiguna dan bukan dari Rudy.

DJ Wewen yang telah menerima senjata pembunuh dari Adiguna, menyimpan pistolnya di rumahnya selama lima hari sebelum menyerahkannya kepada polisi dan memberikan pernyataan. 

Pemeriksaan balistik polisi menemukan kecocokan antara pistol dengan peluru yang ditembakkan ke kepala Rudy. Kepala Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Suyitno Landung Sudjono pada Januari 2005 mengatakan sampel darah dan urin Adiguna positif mengandung obat-obatan terlarang: sabu dan fenmetrazin. Pengacaranya membantah Adiguna menggunakan narkotika. 

Pada awal Februari 2005, polisi mengatakan mereka masih mengumpulkan bukti dan menunggu hasil untuk menuntut Adiguna dengan pelanggaran narkotika, terpisah dari tuduhan pembunuhan dan senjata api. Polisi kemudian mengklaim bahwa tes berikutnya pada kuku dan sampel rambut Adiguna negatif, sehingga tuduhan narkoba ditarik. Kepala Detektif Polisi Suyitno Landung, yang kemudian dipenjara karena menerima suap dari keluarga Sutowo, menolak menjelaskan mengapa hasil tes darah dan urine berbeda.

Korban berusia 25 tahun, Rudy Natong, berasal dari keluarga berpenghasilan rendah di pulau Flores di provinsi Nusa Tenggara Timur dan telah bekerja paruh waktu di Hilton untuk mendukung studi hukumnya di Universitas Bung Karno Jakarta. Dia juga menghidupi kedua adiknya. Ia dijadwalkan lulus tahun 2005. Orangtuanya semula diberi tahu bahwa ia ditembak mati dalam protes terhadap kenaikan harga BBM di Jakarta.

Sebelum persidangan Adiguna dimulai, saudara laki-lakinya Pontjo Sutowo melakukan perjalanan ke Flores, di mana ia menghadiahi keluarga Rudy dengan isyarat belasungkawa tradisional berupa kepala sapi. Dia juga menyerahkan sejumlah uang yang dirahasiakan. Ayah Rudy menulis surat, kemudian dibawa ke pengadilan, meminta hakim memberikan hukuman yang ringan kepada Adiguna Sutowo.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara bagi Adiguna Sutowo. Maaf dari keluarga korban dianggap meringankan hukuman.Majelis hakim menyatakan, Adiguna terbukti membunuh Johannes Chaerudy Natong alias Rudy di Fluid Bar, Hotel Hilton, Jakarta pada 1 Januari 2005. Karena itu, Adiguna dinyatakan terbukti melanggar pasal 338 KUHP dan pasal 1 ayat 1 UU nomor 12 tahun 1951. Putusan majelis hakim yang dipimpin Lilik Mulyadi ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa, yang meminta hakim menghukum terdakwa seumur hidup. Majelis menganggap, sikap keluarga korban yang sudah memaafkan terdakwa sebagai hal yang meringankan. Terdakwa juga diringankan karena "merupakan tokoh publik, sopan dalam persidangan, masih muda, dan merupakan kepala keluarga yang di kemudian hari bisa menjadi panutan keluarga, serta belum pernah dihukum.

Setelah ditangkap, Adiguna awalnya ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Dia kemudian dipindahkan ke penjara Salemba Jakarta, di mana dia tinggal di Blok K, yang disebut sebagai "sayap eksekutif". Narapidana terkenal lainnya di Blok K pada saat itu termasuk Gubernur Aceh Abdullah Puteh dan taipan Partai Golkar Nurdin Halid.

Pengacara Amir Karyatim mengatakan Adiguna bisa tertawa di dalam penjara Salemba dan bisa memesan kopi dari Starbucks dan nasi padang.

Adiguna kemudian dibebaskan dua tahun kemudian. Mirip bukan dengan Jaksa Pinangki, yang hanya dibui dua tahun padahal divonis 7 tahun penjara? Pesta diskon masa tahanan ini selalu ada di Indonesia, siapapun pemimpin negaranya. 

Adiguna memiliki seorang anak laki-laki bernama Maulana Indraguna Sutowo. Pada tahun 2010, Maulana menikah dengan aktris Dian Sastro Wardoyo. Adiguna Sutowo sendiri meninggal bulan April tahun lalu, di Jakarta. 

Tinul, alias Novia Herdiana, terakhir masih bekerja sebagai Senior Director of Sales di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.


Baca juga: Orang PendekKasus Pembunuhan Munir | Perjalanan Ke Baduy Dalam | Ngopi Yuk 

05 September 2022

10 Fakta Menarik Tentang Batam

Di Batam tidak ada teh es ataupun es teh, adanya teh o beng. Kalau mau pesan secangkir kopi hitam, Anda menyebutnya kopi O, sebagaimana kalau teh manis panas Anda menyebutnya teh O.  Selain soal teh o beng ini, ada beberapa fakta unik dan menarik tentang kota Batam yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau ini. Langsung saja kita simak di bawah ini:

1. Memiliki studio film terbesar di Indonesia

Infinites Studio Batam

Di Batam ada Infinite Studio, dengan luas lebih dari 1 hektar, terletak di daerah Nongsa. Secara administratif berada di bawah manajemen PT Kinema Systrans Multimedia juga disebut Infinite Frameworks (IFW) Studios yang memiliki afiliasi dengan studio yang berada di Singapura. Fasilitas yang dimiliki Infinite Studios Batam ini tak main-main. Mulai dari ruang produksi film dan animasi, workshop untuk membuat set dan properti yang dibutuhkan dalam film, soundstage atau area syuting dalam ruangan, sampai backlot atau area terbuka dengan beberapa konsep misalnya konsep Chinatown, dan lain-lain.

Infinite Studios Batam memiliki dua soundstage besar dengan luas 1.300 meter persegi dan 2.800 meter persegi mirip hanggar di bandara. Bangunan soundstage atau panggung kedap suara yang diklaim terbesar di Indonesia itu berfungsi untuk syuting adegan di dalam ruangan.

Sejak didirikan pada 2005, Infinite Studios Batam sudah digunakan memproduksi puluhan film, bahkan beberapa di antaranya ada film barat garapan sineas Hollywood dan serial televisi HBO. Antara lain Dead Mine (2012), Blackhat (2015), Beyond Skyline (2015), Hitman Agent 47, Buffalo Boys (2017), Headshot (2017), dan masih banyak lagi. Sementara ada Serangoon Road (2011), Halfworlds 2 Season (2015-2016), dan Grisse (2018) di tayangan serial televisi HBO dan Mediacorps.

2. Memiliki Landasan Pacu Terpanjang Di Indonesia

Bandara Internasional Hang Nadim di Batam memiliki runway (landasan pacu) terpanjang di Indonesia. Dengan panjang 4025 meter, Hang Nadim mengalahkan panjang runway di beberapa negara lain, termasuk mengalahkan runway Bandara Changi, Singapura (4000 meter), juga Bandara Narita (4000 meter) di Jepang. 

3. Memiliki Pelabuhan Internasional Terbanyak Di Indonesia

Saat ini Batam memiliki 5 pelabuhan internasional, yang terbuka dengan kedatangan tamu baik tamu wisata maupun pebisnis dari luar negeri. Pelabuhan-pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Internasional Sekupang, Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Pelabuhan Ferry Internasional Nongsa Pura, Pelabuhan Ferry Internasional Marina Waterfront City, dan Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay.

4. Hanya Hak Guna Bangunan

Luas Batam yang hanya 1595 km2 sangat terbatas, dan sebagian besar diperuntukkan untuk industri. Lahan ini dikelola oleh BP Batam (tadinya Otorita Batam), sehingga kepemilikan tanah di Batam hanya sebatas Hak Guna Bangunan. Pemegang hak kelola lahan umumnya diberi izin kelola selama waktu tertentu dan bisa diperpanjang, dengan syarat membayar uang sewa lahan atau lebih dikenal dengan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). 

Ketentuan tersebut dibuat karena Batam merupakan kota industri dengan lahan yang sangat terbatas. Jika tanah dibuat hak milik, pemerintah sepertinya khawatir akan kesulitan mengembangkan Batam. Apalagi pembebasan lahan dari masyarakat terkadang alot dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bisa-bisa malah nantinya dimonopoli oleh segelintir orang saja kalau di buat menjadi Hak Milik pribadi.

5. Pengelolaan Air Bukan Oleh Pemerintah Kota

Berbeda dengan kota lain di Indonesia, ternyata Walikota Batam tidak memiliki kewenangan mengelola air bersih. Pengelolaan air bersih di Batam berada dibawah kewenangan BP Batam, yang menunjuk perusahaan PT. Adya Tirta Batam untuk mengelola air dan pendistribusiannya. Hal tersebut dikarenakan pengelolaan air bersih sudah berjalan jauh sebelum Pemerintah Kota Batam terbentuk.

6. Punya Dua Pemerintahan/Badan Pengelolaan

Bila kewenangan kota-kota lain di Indonesia hanya ditentukan oleh seorang walikota, kalau di Batam sedikit berbeda. Ada dua penentu kebijakan di Batam, yakni walikota dan Ketua BP Batam (dulunya bernama Otorita Batam yang diketuai oleh alm BJ Habibie, di bawah langsung Presiden RI). Alhasil Batam juga memiliki dua sumber dana untuk pembangunan, yakni dana yang bersumber dari APBD dan juga dana yang bersumber dari APBN. Namun sejak 2019 lalu, Walikota Batam juga menjabat sebagai ex-officio Ketua BP Batam, sesuai PP No 62 Tahun 2019.

7. Tidak Rawan Gempa

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Kota Batam memiliki banyak sekali pulau-pulau kecil. Selain itu dikarenakan Batam berlokasi di Pantai Timur Pulau Sumatera dan tidak memiliki patahan bumi aktif makanya jarang sekali terkena gempa maupun tsunami. Pulau-pulau kecil yang mengitari pulau utama juga berfungsi seperti benteng. Sehingga, Batam relatif aman dari bahaya gempa bumi dan tsunami.

8. Memiliki Banyak Waduk

Batam merupakan kota dengan sumber air baku yang sangat terbatas. Walaupun memiliki banyak wilayah dengan awalan Sei/Sungai – seperti Sei Panas, Sei Ladi, Sei Lekop, tidak ada aliran air yang membentang di Kota Batam seperti halnya Ciliwung, Cisadane, dan Citarum. Sungai benar-benar hanyalah sebuah nama, mungkin dulunya ada namun sekarang menyempit menjadi parit-parit kecil.

Kota yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia itu juga tak memiliki mata air alami karena tidak memiliki gunung. Hanya ada bukit-bukit berbatu yang berjejer di beberapa titik kota. Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Batam membangun enam waduk, salah satunya Waduk Duriangkang yang berkapasitas 78.180.000 m3, Waduk Muka Kuning, Waduk Nongsa, Waduk Sei Harapan, Waduk Sei Ladi dan Waduk Tembesi.

9. Bukan Ibukota Provinsi, Tapi Memiliki Mapolda dan BI

Meskipun Kota Batam hanya berstatus sebagai kotamadya, ternyata disana terdapat Markas Kepolisian Daerah, Polda Kepri yang terletak di Nongsa. Selain itu Bank Indonesia (BI) juga menempatkan kantor perwakilan untuk Kepulauan Riau di Batam. Berdasarkan pertimbangan tertentu, kedua instansi tersebut tidak ditempatkan di Tanjungpinang – ibukota Provinsi Kepulauan Riau – meski pelayanannya mencakup seluruh provinsi Kepulauan Riau.

10. Memiliki Banyak Tempat Wisata Yang Indah dan Beragam

Dan yang terakhir tentu saja yang banyak menarik minat para pelancong baik dalam negeri maupun asing untuk datang ke Kota Batam adalah obyek wisatany. Di sini memang banyak sekali ragam obyek wisata, mulai dari objek wisata belanja, hingga objek wisata alam serta obyek bangunan-bangunan menarik lainnya belum lagi wisata kuliner bagi para pecinta makanan. Dan karena ini adalah kepulauan, Batam memiliki banyak pantai yang indah, contohnya Pantai Nongsa, Pantai Batu Besar, Pantai Tanjung Pinggir, Pantai Melur, Pantai Viovio, Pantai Melayu, Pantai Elyora dan lain-lain.

Baca Juga : The Year of Living Dangerously | Doea Tanda Mata | Perjalanan Ke Baduy Dalam


22 Agustus 2022

10 Rumah Makan Padang Terenak Di Batam

Rumah makan yang menyediakan masakan Minang ada di mana-mana. Di Batam sendiri rumah makan Padang bermunculan sejak dulu, ada yang masih eksis hingga kini, tetapi lebih banyak lagi yang dulunya legendaris dan terkenal, kini tidak dijumpai lagi. Seingat saya di daerah Nagoya dulu ada RM Mak Ateh, ada RM Salero Bagindo, RM Puti Bungsu, dan RM Minang Raya. Juga ada RM Dua Putri Padang Hutan yang sempat populer namun tutup gara-gara dinilai overpriced, dikomplain melalui media sosial lalu terpaksa tutup. Ini sempat menjadi kasus viral secara nasional pada tahun 2018.
Ini bill RM Dua Putri Padang Hutan yang heboh di media sosial tahun 2018. RM Padang tersebut diberitakan
memberikan pelayanan yang jelek, terlalu mahal. Seorang pelanggan memposting bill tersebut dan merasa ditipu karena harus membayar hingga setengah juta rupiah. Setelah itu banyak warga yang mengeluhkan hal yang sama, hingga RM Padang tersebut akhirnya tutup karena sepi pembeli.

Saya mencoba menyusun 10 Rumah Makan Padang yang masih eksis hingga kini di Batam, berdasarkan keenakan rasanya. Karena selera manusia itu sifatnya relatif dan berbeda-beda, tentu saja daftar ini adalah preferensi saya pribadi, yang bisa saja disetujui, bisa juga tidak. Dan harap diketahui, tentu ada lebih banyak Rumah Makan Padang yang enak di Batam, lebih dari 10 tentunya, tapi di sini saya batasi menjadi 10 besar, dan daftar ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika kuliner Batam yang tak pernah berhenti berkembang.

Di sini rumah makan atau restoran Padang yang franchise (waralaba) sengaja tidak saya sertakan, karena harga mereka relatif lebih mahal, misalnya RM dan Restoran Sederhana, dan juga Bundo Kanduang.

1. RM Ranah Minang

Setahu saya di Batam ada 3 tempat memakai nama RM Ranah Minang, ketiganya memiliki ciri khas yang sama, yaitu sambal hijau mentah, sambal merah yang lezat, dan adanya gulai gajebo. Lokasinya ada di Sekupang, di ujung jalan melewati Terminal Ferry Internasional, juga ada di ruko samping Hotel Harmoni One Batam Center, dan juga ada di sudut persimpangan yang sibuk antara KDA dan RS Santa Elisabeth Batam Kota (Jalan M. Thahir). Ciri khasnya adalah nasinya pulen, selain sambal hijau mentah juga ada ada sambal petai dan samba buruak-buruak (campuran sambel dengan ikan asin dan lain-lain), sering ada gulai gajebo yang langka, dan ayam kampung. Soal harga juga terjangkau. Dan mereka menyediakan teh goyang gratis untuk pelanggan. Teh goyang adalah teh hangat sedikit manis yang banyak disediakan di Rumah Makan Padang.

Tempat parkir tersedia cukup luas dan gratis, kecuali di cabang yang di sebelah Hotel Harmoni One. 

2. RM Ampera Densiko

Juga memiliki 3 cabang, dengan cabang utama ada di daerah Bengkong Indah di Jalan Laksamana Bintan. Cabang lainnya ada di dekat Pasar Cik Puan, dan di daerah Bengkong Baru. Yang di Bengkong Indah, bersebelahan dengan toserba Indomaret, adalah yang terbesar. Pada jam makan siang, agak susah untuk mendapatkan kursi di sini, dan pelayan juga sibuk melayani pembeli yang memesan bungkusan. Namun jika ingin makan di tempat, pelanggan sebaiknya langsung duduk di kursi dan meja yang kosong, menunggu pelayan menghampiri dan mencatat pesanan. Pembeli tinggal menyebutkan lauk yang diminta, lalu pelayan akan menyediakan sepiring nasi, sepiring kecil sayur, sepiring kecil sambal hijau, dan sepiring lauk yang dipesan. Teh goyangnya yang gratis bisa dipesan, hangat atau dingin dengan es batu. Nasinya pulen tidak keras, dan sambal hijau diberikan melimpah. 

Yang memudahkan, terdapat daftar harga makanan berbentuk poster, seingat saya nasi dengan lauk rendang sapi adalah Rp 19,000,- , nasi dengan cincang adalah Rp21,000.- 

Parkir cukup dan tidak dipungut biaya.

3. RM Pangek Ombilin
Pada jam makan siang, rumah makan yang terletak di Jalan Laksamana Bintan Sei Panas ini sangat ramai. Tidak ada tempat parkir khusus, jadi pelanggan hanya bisa parkir di tepi jalan, bahkan sampai ke seberang jalan. Dan parkirnya tentu berbayar.  Pangek adalah teknik memasak ala Minang dan Melayu, yang kuahnya lebih kental daripada gulai, dengan cara mengentalkan bahan bumbu dan santan terlebih dahulu sebelum bahan utama dimasukkan.

Signature dish nya tentu saja pangek itu tadi, yakni pangek ikan mas ataupun ikan nila. Selain itu juga terdapat bakwan udang, ikan bakar dan belut. Harga standar dan terjangkau, pelayanan cepat dan ramah. Pada hari-hari tertentu ada pengamen tradisional yang diundang pemilik rumah makan untuk menghibur pelanggan. Harus diperhatikan bahwa RM Pangek Ombilin tidak buka sampai malam, di atas jam 4 sore biasanya mereka sudah tutup. Mereka berencana membuka cabang di pertigaan  Bengkong Ratu dan Bengkong Dalam.

4. RM Pusako Lintau
Jika Anda kebetulan berada di daerah Batu Besar ataupun Nongsa, Anda bisa menemukan rumah makan khas Lintau ini di Jalan Hang Jebat, sebelum arah Polda Kepri. Lokasinya berada di ruko sudut di tepi sungai kecil. Yang jadi andalan di sini adalah gurame bakar dan sambal jengkol, juga dendeng bakarnya. Kalau siang selalu penuh, dan jam 2 siang beberapa menu andalan sudah habis.

5. RM Goyang Lidah.
Rumah Makan Goyang Lidah relatif baru, namun sudah lumayan terkenal. Berlokasi di Greenland, di sebelah perumahan Citra Batam, rumah makan ini terletak di sudut, dengan parkir berbayar tersedia. Pilihan lauk cukup banyak, dan mereka menyediakan gratis teh goyang. Telur dadarnya enak, demikian juga gulai babatnya lumayan lembut. Harga standar dan terjangkau.

6. RM Family Raya
Di antara deretan rumah makan yang ada di sekitaran KDA Batam Center, RM Family Raya berukuran sedang, dengan nama yang tidak meyakinkan. Namun masakan Padangnya cukup lezat, dan sedikit dipengaruhi masakan negeri Kapau. Ini karena di rumah makan ini selalu tersedia sayur gulai kapau, dan juga gulai tambunsu. Sayur kapau terdiri atas kol, kacang panjang, nangka dan rebung. Gulai tambunsu adalah usus yang diisi dengan telur yang dicampur santan. Selain itu juga ada gulai kakap, gulai kepala kakap, dan tunjang, serta sambal lado tanak. Harga di sini relatif terjangkau, dan kondisi rumah makannya juga sangat bersih. Kalau kita beli bungkus, biasanya diselipkan sedikit sambal buruak-buruak. 

7. RM Arai Pinang
Ini termasuk rumah makan yang sudah lama eksis di Batam. Berlokasi di Kompleks Abadi Tama, Seraya, bersebelahan dengan Apotik Kimia Farma dan tepat di seberang Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Ciri khasnya adalah ayam pop, soto padang, dan lain-lain. Mereka juga menyediakan ruangan berAC, parkir gratis dan teh goyang. Harga cukup murah namun masakan cukup lezat.

8. RM Bareh Solok
Kalau Anda sedang berada di seputaran Jalan Trans Barelang, ada rumah makan Padang kecil yang terletak sebelum Jembatan ke tiga. Rumah Makan di pinggir sungai ini bersifat semi terbuka dan walaupun kecil masakannya cukup lezat. Menunya selain rendang dan menu rumah makan padang lainnya, juga menyediakan lauk ikan yang cukup bervariasi. Ikan-ikannya sebagian besar berasal dari nelayan setempat, jadi terkadang kita mendapatkan menu ikan-ikan karang yang biasanya jarang ada di rumah makan Padang. 

Pulang berenang dari pantai di seputaran Trans Barelang, sudah sangat cocok jika lapar mampir makan di sini. Parkir tentu saja gratis. 

9. RM Budi Mulia
Ini salah satu dari sedikit rumah makan Padang yang buka 24 jam. Jadi jika Anda sedang begadang atau ngalong, dan tiba-tiba perut lapar, di sinilah tempatnya. Berlokasi di Kompleks Ruko Villa Marina Blok B No. 12 A, tidak jauh dari Hotel Utama dan Nagoya Food Court, Anda bisa pastikan lauknya masih banyak tersedia meskipun Anda datang jam 3 dinihari. Yang bikin nagih di sini adalah paduan gulai ayam dan gulai ikan, dengan nasi yang lumayan pulen dan tidak keras. Pelayannya juga ramah. Parkir kalau malam gratis. 

10. RM Berjaya. 
Rumah Makan Padang yang murah meriah dan ada banyak cabang. Ada di Jodoh tak jauh dari Pasar Toss 3000, ada di daerah Batu Batam di belakang RS Awal Bros, ada di daerah Patam, Sekupang, ada di daerah Tanjung Uncang juga, Ciri khasnya adalah Rumah Makan Padang ini menyediakan menu standar serba Rp10,000. Namun lauk-lauk tertentu seperti kikil, rendang, cincang dan lain-lain diharga antara Rp12,000 hingga Rp15,000. Meskipun murah meriah, pilihan lauk-lauknya sangat lengkap, dan rasanya juga lumayan enak. Pelayannya kebanyakan wanita, berbeda dengan rumah makan Padang lain yang kebanyakan pelayannya adalah pria. Mereka memakai baju seragam khas. Tadinya saya pikir mereka ini sejenis franchise atau waralaba, ternyata mereka hanya memiliki banyak cabang, hingga gampang kita jumpai di mana-mana. 

Demikian 10 Rumah Makan Padang yang menurut referensi saya terenak di Batam. Seperti yang saya sebutkan tadi, daftar ini sifatnya adalah preferensi pribadi, dan tentu saja berbeda dengan preferensi pembaca. Namun bila Anda ingin mengusulkan rumah makan padang yang layak saya coba untuk dimasukkan ke daftar selanjutnya, silakan beri saya input melalui kolom komentar di bawah ini.

Selain itu buat Anda yang laper tengah malam, dan kebetulan pengen melakukan penyelewengan terhadap diet Anda, ada beberapa rumah makan Padang yang buka 24 jam atau nyaris 24 jam di Batam. Yaitu: RM Budi Mulia yang saya tulis di atas, RM Berjaya cabang Jodoh (dekat pasar Toss 3000), RM Ayam Batokok dan RM Cinta Minang, keduanya di seberang RS Budi Kemuliaan Batam.

Tulisan Terkait : Pembunuhan Atas Mus Musculus | Willy | Jambul | The Year of Living Dangerously

12 Agustus 2022

Backmasking


Dalam tulisan tentang kisah absurd yang surealis Radio, saya menceritakan sekilas tentang adanya fenomena backmasking. Yaitu sebuah teknik perekaman suara di mana sebuah pesan tersembunyi direkam ke dalam sebuah lagu dan pesan itu baru bisa terdengar jika lagu tersebut diputar secara terbalik.

Saya menyebutkan lagunya Led Zeppelin, Stairway to Heaven sebagai salah satu lagu yang mengandung backmasking. Lagu tersebut dirilis pada tahun 1971, di mana pada tahun 1970-an orang-orang masih banyak yang menggunakan piringan hitam sebagai media penyimpan dan pemutar lagu. Nah, piringan hitam ini berputar searah jarum jam untuk playback yang normal. Namun kita bisa memutarnya berlawanan arah jarum jam secara manual, dengan demikian lagu yang dimainkan akan terdengar terbalik. Dan ini kalimat yang bisa kita dengar jika kita memainkan lagu Stairway to Heaven secara terbalik:

Pada lirik "If there's a bustle in your hedgerow, don't be alarmed now..."  jika diputar terbalik akan terdengar referensi tentang setan, yang berbunyi kira-kira:



Sebenarnya masih banyak lagi lagu-lagu yang mengandung backmasking. Justru pelopornya adalah band legendaris paling populer di dunia, The Beatles. John Lennon menyelipkan sebuah pesan tersembunyi dalam lagu Rain di album Revolver yang dirilis tahun 1966. Pesan yang terselip adalah dalam kalimat “...when the rain comes, they run and hide their heads.”

Eminem, rapper kulit putih itu juga menggunakan backmasking di lagunya yang berjudul My Name Is yang dirilis tahun 1999. "Why? / My Name is / What? / My Name is / Who? / My Name is," adalah penggalan lirik yang diputar secara normal. Ternyata ketika diputar secara mundur, kata-kata tersebut berubah yang semula pertanyaan menjadi sebuah jawaban. "It is Slim / It's Eminem/ It's Eminem/ It's Eminem."

Tentu hampir semua orang kenal dengan band The Eagles. Mereka adalah pelantun tembang hits berjudul Hotel California, band asal Los Angeles, California. Lagu yang dirilis pada tahun 1977 ini pernah merajai puncak di chart Billboard Hot 100. Liriknya berkisah seputar perjalanan surealis dari para pelancong ke sebuah hotel mewah. Para pelancong ini digambarkan sangat menikmati tempat yang diinapinya dengan menggambarkan kata 'lovely place' dan 'lovely face'. Namun semua kenyamanan berubah ketika mereka tak diperbolehkan untuk keluar dari tempat yang nyaman ini. Ketika dimainkan secara reverse lewat pemutar piringan hitam ternyata lagu ini adalah salah satu karya yang mempunyai pesan rahasia, berbunyi sebagai berikut: "Yeah satan had us. How he organized his own religion. Eh, would he know she should? Oh man, it was delicious!" dan "Yeah satan hear this! He had me believe in him."

Band asal Inggris, Pink Floyd juga menyelipkan backmasking dalam lagunya yang berjudul Empty Space yang dirilis tahun 1979. David Gilmore dan rekan seband di Pink Floyd menyelipkan pesan ringan sebagai berikut: "Congratulations. You have just discovered the secret message. Please send your answer to Old Pink, care of the Funny Farm, Chalfont... Roger! Carolyne's on the phone! Okay,"

Jadi mengapa para musisi tersebut menggunakan backmasking, dan apa tujuannya?

Metode ini sangat populer di kalangan artis Amerika untuk memberikan suatu pesan secara tidak langsung dalam lagunya. Unsur pembentukan kata secara mundur ini dapat didukung dari lirik yang telah ada ataupun dari musik lagu tersebut. Kata-kata yang terbentuk ini tidak selalu jelas, beberapa terdengar berbisik, sangat pelan, sedikit ribut sehingga perlu mendengarkannya beberapa kali dengan seksama. Namun, tidak sedikit pula yang terdengar sangat jelas sehingga dengan mendengarnya seperti biasa sudah bisa ditangkap. 

Dengan tercetusnya konsep backmasking pada lagu band terkenal ini, tidak sedikit band-band terkenal berikutnya menggunakan metode ini untuk berbagai tujuan. Backmaskingpun menjamur di dunia musik Amerika. Seringkali, metode ini digunakan untuk menyembunyikan pesan yang tidak baik di kalangan musik rock, seringkali untuk mempromosikan satanisme, dan menyebutkan kata-kata kotor. Seperti beberapa lagu yang dibawakan oleh Styx, Queen, Judas Priest, Pink Floyd, Slayer, dan masih banyak lagi. Karena banyaknya penyanyi yang menyelipkan pesannya dengan cara ini, banyak dari penyiar-penyiar radio Amerika pada saat itu yang mecoba-mencoba untuk memutar lagu secara terbalik dan tidak jarang dari lagu-lagi tersebut memang mengandung pesan terselubung. Dengan perkembangan teknologi yang kian maju, keberadaan pesan terbalik ini menjadi sulit untuk diidentifikasi. Pemutaran terbalik kebanyakan menggunakan sumber suara dari perekaman magnetic sound tape dan piringan hitam yang merupakan teknologi yang tidak digunakan lagi pada jaman sekarang. Perekaman di CD membuat hal ini menjadi sulit untuk dilakukan. Hal ini jugalah yang menyebabkan pesan terbalik tidak terdeteksi. Namun, hal ini tidak berarti backmasking juga berhenti dilakukan oleh si pembuat.

Band masa kini, sejauh yang saya tahu yang menggunakan metode ini adalah Linkin Park dan Avril Lavigne. Pasti masih banyak lagi atau bahkan bertambah banyak penggunaan metode ini dalam berbagai jenis genre musik, band apapun dengan tujuan yang berlainan pula.

Ferdot 12082022.


Artikel Terkait : Radio | Radio 2 | Atheis | Traveling Adalah Hak Segala Bangsa | Boya 


06 Januari 2019

Batam, Salah Satu Destinasi Wisata Selam Terbaik


Sekitar enam tahun yang lalu, saya telah menulis tentang snorkeling di Pulau Hantu, dan menyebutkan perairan di Batam, terutama di daerah selatan seperti Pulau Abang dan sekitarnya, memiliki potensi yang besar untuk menjadi destinasi wisata selam bertaraf internasional. Di akhir tulisan tersebut saya menyebutkan bahwa ke depannya akan banyak penyelam yang datang ke perairan ini, dan Batam akan menjadi salah satu pusat wisata bahari yang terkenal, selain Bali, Bunaken, Sabang dan Raja Ampat.

Pulau Hantu yang saya sebutkan di atas terletak di sekitaran Pulau Abang. Wisata snorkeling dan diving di area tersebut awalnya di kelola oleh tokoh wisata setempat, yaitu Ledi Seman, yang dengan segala keterbatasan yang ada berusaha untuk menjadikan Pulau Abang dan sekitarnya sebagai tujuan wisata bahari berbasis penduduk tempatan. Maksudnya adalah, Ledi Seman berusaha untuk menggali potensi wisata bahari sekaligus meningkatkan taraf perekonomian penduduk yang tinggal di pulau-pulau di sekitar Pulau Abang.

Jadi pada waktu itu sudah banyak penyelam manca negara yang datang ke Pulau Abang, menyewa perahu dari nelayan setempat, dan diantar menyelam ke lokasi tertentu. Mereka bebas menyelam di perairan tersebut tanpa ada pihak yang berkompeten yang melayani dan mengawasi.

Ternyata perkembangan dunia selam di Batam sejak itu cukup pesat. Beberapa penyelam dari Singapore dan Malaysia yang selama ini menyelam di dive site terdekat, yaitu Pulau Tioman, Malaysia, berusaha mencari alternatif lain. Terutama karena pada bulan-bulan tertentu perairan di Pulau Tioman tidak mendukung, sementara keinginan menyelam terkadang tidak ingin terkendala oleh bulan-bulan di mana cuaca tidak bersahabat. Singapore sendiri memiliki banyak dive company dengan penyelam bersertifikat yang antusias yang semakin banyak dan bertambah setiap tahunnya.

Secara domestik, orang-orang Indonesia yang  mencari pilihan lain selain ke Bali dan kawasan Indonesia timur lainnya, tentu saja mulai melirik Batam. Secara geografis, Batam lebih dekat ke Jakarta daripada Sabang, beberapa penyelam Jakarta yang selama ini menyelam di Kepulauan Seribu juga mulai menjadikan Batam sebagai alternatif.

Jadi kenapa Batam? Karena Batam gampang diakses, baik dari luar negeri seperti Singapore dan Malaysia, juga dari kota-kota lain di Indonesia. Plus, penyelaman di Batam tidak begitu terpengaruh dengan kondisi pasang surut. Anda bisa menyelam kapan saja.

Adalah Max Dean, kelahiran Lousiana, Amerika Serikat yang sudah mengenal area Singapore dan Batam sejak tahun 2005, yang mendirikan dive center resmi pertama di Batam. Max Dean sendiri merupakan Master Scuba Trainer, dan mendapat lisensi dive center PADI (Professional Association of Diving Instructors). Berkantor di kawasan Mega Legenda Batam Center, Max Dive Center yang secara resmi berdiri sejak Desember 2012, telah menelurkan banyak penyelam berlisensi PADI. Dan hingga saat ini, Max Dive Center menjadi satu-satunya dive center resmi di Batam. Di dive center tersebut kita bisa mendaftar untuk mengikuti kursus selam bersertifikat. Max Dice Center melayani kursus untuk mendapatkan spesifikasi Open Water Diver, Advance Open Water Diver, Emergency First Response, dan Dive Master. Belakangan Max Dive Center juga melayani lisensi dari RAID (Rebreather Association of International Divers).

Ada beberapa dive center minor yang juga beroperasi, dan beberapa dive resort yang juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan para penyelam. Sebutlah misalnya resort Pulau Labun, Pulau Petong dan yang pemain baru yang telah menyulap Pulau Ranoh yang tadinya menjadi bagian dari wisata bahari Pulau Abang. Namun secara resmi para operator minor ini hanya melayani snorkeling dan day trip saja.

Sebagai pionir, Max Dive Center beserta kru nya telah banyak mengeksplorasi dive site yang ada di sekitar Pulau Batam. Banyak ditemukan dive site yang baru, yang tentu saja diregister lokasi lintang dan bujurnya untuk ditandai. Beberapa dive site yang ditemukan yaitu di seputaran Pulau Nguan, yaitu Pulau Samak, Tanjung Gemuk, Pokok Bara. Di area Pulau Petong, dive site yang bisa dieksplorasi adalah Pulau Mentigi, Pulau Cik Dolah, Pulau Petong Barat, dan Pulau Jong. Sementara di area Pulau Abang sendiri, selain Pulau Dedap dan Pulau Pengalap, juga ditemukan di Pulau Sepintu, Pulau Meriam, Pulau Kalo, Malang Siakong yang memiliki wall dive dengan kedalaman 37 meter, juga Pulau Air Taung, Pasir Tumpang, Pulau Ujung Baran, Pulau Coy, Pulau Udik, Pulau Sekate, Air Siaga. Wreck muck dive bisa dilakukan di Sungai Daget.

Mereka membeli sebuah kapal yang kemudian didesain secara khusus untuk membawa penyelam-penyelam dan peralatan selam ke lokasi dive site, diberi nama KM Asad. Dengan kesiapan dan perlengkapan seperti itu, kebutuhan dan sistem logistik para penyelam dapat dipenuhi dengan nyaman. Max Dive Center juga menjadi pusat pelatihan resmi (LPK) yang ditunjuk instansi pemerintah, yaitu Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pariwisata.

Untuk kemudahan dan kenyamanan penyelam, dive trip nya digabung menjadi sebuah paket, yang biasanya termasuk transportasi, makan siang, coffee break, dan menginap. Dan nyatanya, harga yang diberikan lebih baik daripada jika para penyelam manca negara ini menyelam di Tioman ataupun di Koh Tao.

Dengan ratusan pulau dan begitu banyaknya dive site yang telah ditemukan dan dieskplorasi, potensi Batam sebagai destinasi selam sangat sangat besar. Dengan fasilitas dan kemampuan logistik yang sudah sangat memadai, event-event internasional sehubungan dengan wisata bahari termasuk penyelaman sudah tentu bisa dilakukan, di mana Batam juga memiliki international airportt, infrastruktur jalan yang baik, dan hotel-hotel berbintang berskala internasional. 

Juga tak menutup kemungkinan berdirinya dive center-dive center resmi yang baru, yang tentu saja dapat memperluas eksplorasi dan pada pada akhirnya ikut menjaga kelestarian terumbu karang dan biota laut yang ada di Pulau Batam dan sekitarnya. [ferdot]




Artikel terkait:




19 Agustus 2018

Perjalanan Ke Pemukiman Suku Baduy Dalam

Tepat tanggal 17 Agustus kemarin, saya dan teman-teman mengunjungi pemukiman Suku Baduy Dalam, antara lain untuk melihat adakah relevansinya 73 tahun Indonesia merdeka dengan kehidupan sehari-hari mereka.


Suku Baduy Dalam, atau disebut juga Urang Kanekes, adalah suku pedalaman Banten yang paling misterius dan paling terisolir di Pulau Jawa. Misterius karena mereka menolak teknologi, dan terisolir karena tidak ada akses kendaraan ke perkampungan mereka, baik roda dua apalagi roda empat. Mereka tinggal di pedalaman di tengah pegunungan Kendeng di pelosok Banten. Untuk mencapainya, saya dan teman-teman harus berjalan kaki menempuh perjalanan 4.5 jam, menyusuri jalur pencari kayu bakar dari pemukiman Baduy Luar di Desa Ciboleger. Perjalanannya benar-benar menguras fisik dan menguji mental, karena medannya tidak mudah, penuh tanjakan curam dengan kemiringan hingga 45 derajat, apalagi di usia yang sudah tidak "tua" lagi seperti saya,  dan di saat tenaga kita sudah terkuras dan mengira kita sudah di puncak dan akan menemui turunan, ternyata kita bahkan belum mencapai separuh perjalanan. Tanjakannya termasuk berbahaya dan kalau tidak berhati-hati bisa tergelincir, ke bawah ataupun ke jurang di samping.


Beruntung kami ditemani guide yang merupakan penduduk asli Suku Baduy Dalam, bernami Sarid, panggilannya Agus. Dan satu lagi bernama Lidong, yang tugasnya membantu membawakan barang-barang buat yang kecapean membawa tas dan ransel. Mereka bertelanjang kaki dan dengan lincah menapaki jalan berbatu-batu licin dan tajam, tanpa kelihatan cape, sementara napas kami sudah ngos-ngosan.

Jadi untuk bisa mencapai Desa Cibeo, salah satu dari 3 desa pemukiman Suku Baduy Dalam ini, stamina harus fit dan ada baiknya fisik memang dipersiapkan jauh-jauh hari. Karena ini perjalanan bak Ninja Hattori: "mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualang."

Namun tentu saja pemandangannya luar biasa indah, di kiri kanan lembah, sungai dan ngarai menjadi hiburan tersendiri yang bikin kita tetap semangat. Saat mencapai Desa Cibeo, ditandai dengan adanya deretan lumbung-lumbung padi yang berjajar rapi dan cantik, hari sudah mulai gelap. Kami beristirahat di rumah orantuanya Agus, bernama Pak Asmin dan Ibu Sarah. Ini keluarga asli Baduy Dalam, namun sudah bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Rumah Suku Baduy Dalam terbuat dari bambu dan kayu. Di semua struktur yang dibangun, baik rumah, jembatan, saung maupun lumbung tidak menggunakan paku, hanya tali dari ijuk atau sabut kelapa dan pasak. Mereka juga tidak melubangi tanah, jadi tiang rumah tidak menembus tanah, tapi dialas lagi dengan lempengan batu. Mirip sistem knock down, gampang dibongkar pasang namun tetap kokoh. Rombongan kami 14 orang dan rumah keluarga Pak Asmin cukup besar untuk menampung kami semua.


Nah, karena orang Baduy Dalam menolak teknologi, di sini waktu seakan berhenti. Kita serasa hidup di abad 17, tidak ada kendaraan, tidak ada listrik, tidak ada barang elektronik. Mirip dengan suku Amish di Amerika, penggunaan teknologi merupakan pelanggaran berat dengan resiko diusir dari pemukiman. Jadi sebelum masuk ke perbatasan antara Baduy Luar dan Baduy Dalam kita sudah diwanti-wanti untuk tidak mengeluarkan handphone dan kamera dan barang elektronik lain, untuk menghormati adat istiadat dan pilihan hidup orang Baduy Dalam.

Desa Cibeo sendiri merupakan desa yang bersih dan teratur, kehidupan penduduknya sangat erat dengan alam, mereka berusaha untuk tidak mengotori bumi, menjaga agar tanah dan air tidak tercemar. Jadi penggunaan detergen, sabun mandi, pasta gigi dilarang, jadi kami mandi di sungai yang jernih secukupnya tanpa sabun dan bahan kimia. Walaupun mereka tidak memakai sabun, tidak ada yang bau badan, kulit mereka bersih dan terawat, posturnya langsing dan tegap, sama sekali tidak ada yang kegemukan, semua langsing-langsing. Ini yang bikin saya ngiri. Pemukiman Suku Baduy Dalam terdiri atas 3 desa utama: Desa Cibeo tempat kami berkunjung, Desa Cikeusik dan Desa Cikertawana.

Sampah tidak boleh menyentuh tanah, agar racun dari plastik dan bahan kimia tidak merembes ke dalam tanah. Mereka menyediakan tempat sampah dari bambu dengan posisi cukup tinggi dengan permukaan tanah. Dalam bercocok tanam, penggunaan pupuk tidak diperbolehkan, sehingga kita yakin 100% bahwa hasil bumi dari Kampung Baduy Dalam merupakan produk yang 100% organik.

Semua rumah bentuk dan besarnya sama, jadi kita tidak bisa mengukur kekayaan di sana, jadi tidak ada tetangga sirik dan lain-lain. Kepemilikan tanah tidak ada, semua berhak dan bebas mengolah ladang dan sawah kering, yang di sana disebut huma. Ini seperti masyarakat sosialis, semua orang sama kaya atau sama miskin, selalu bergotong royong dan hidup dalam kesederhanaan.

Secara adat, mereka tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan apapun kalau bepergian, dan tidak menggunakan alas kaki. Jadi kalau ada keperluan misalnya mengunjungi kerabat di Jakarta atau di tempat lain, mereka akan pergi berjalan kaki tanpa alas kaki menempuh ratusan kilometer, bahkan sampai ke Bandung. Bu Sarah bercerita, kakak laki-lakinya pernah ke Bandung dan karena kelelahan akhirnya menumpang kendaraan. Pada saat ituw, kepala suku Baduy yang disebut Pu'un langsung mendapat penglihatan soal pelanggaran tersebut, dan berhari-hari kemudian ketika kakaknya pulang ke desa, dia langsung diusir dari pemukiman.

Pu'un ini adalah orang yang memiliki kemampuan luar biasa, Tugasnya menentukan masa tanam dan panen, memutuskan hukum adat bagi yang melanggar, namun juga mengobati yang sakit. Pu'un jugalah yang menentukan siapa-siapa yang melakukan pelanggaran berat untuk kemudian diusir.

Orang-orang yang terusir inilah yang nantinya disebut Suku Baduy Luar, ditandai dengan ikat kepala biru. Orang-orang Suku Baduy Dalam memakai ikat kepala putih. Mereka masih berinteraksi satu sama lain karena masih ada ikatan kekerabatan, bahkan hampir setiap hari juga orang Suku Baduy Dalam mendatangi Desa Ciboleger untuk menemui dan memandu rombongan pendatang seperti kami. Berbeda dengan Suku Baduy Dalam, orang Suku Baduy Luar lebih terbuka dan mulai tidak menolak teknologi, karena itulah penggunaan kamera dan handphone di pemukiman Baduy Luar bisa dilakukan.

Peralatan kebanyakan terbuat dari bambu dan kayu, seng dan tanah liat. Logam dipakai sebagai senjata, sejenis keris atau badik. Jadi kita minum dari gelas bambu, makan makanan yang dimasak di tungku tanah liat dengan kayu bakar. Tuan rumah memasakkan ayam yang merupakan makanan mewah di sana untuk kami semua, dengan sayur kol dan wortel yang direbus, nasi dan sambal. Sederhana namun enak karena dimasak menggunakan kayu bakar.

Saat malam semuanya gelap gulita, tidak ada penerangan yang cukup, hanya lilin dan obor. Sebagai tamu, kami diperkenankan menggunakan senter terutama untuk ke sungai. Senternya harus diarahkan ke tanah, tidak boleh ke depan karena takut membuat silau penduduk asli yang terbiasa dengan gelapnya malam. Sukurnya langit bersinar cerah tanpa awan, dan bintang-bintang terlihat jelas, bahkan samar-samar kami bisa melihat sebentuk sabuk Bimasakti, juga beberapa bintang jatuh. Duduk-duduk di teras rumah, kami didekati beberapa kunang-kunang. Kapan terakhir kali kita melihat kunang-kunang? Sudah lama sekali, itupun waktu saya masih kecil.


Makan malamnya ibarat candle light dinner, karena cuma diterangi lilin. Beberapa teman menghidupkan senter dengan hati-hati agar tidak terlalu terang. Setelah makan malam kami duduk melingkar di dalam rumah, berbincang-bincang dengan Pak Asmin dan Bu Sarah. Beberapa pengetahuan yang kami dapatkan tentang Suku Baduy saat berbincang-bincang tersebut antara lain:


  • Cita-cita yang sederhana. Orangtua suku Baduy Dalam tidak memiliki pengharapan muluk bagi anak-anaknya, mereka hanya ingin anaknya bisa "membantu orangtua di ladang."
  • Kebahagiaan yang sederhana. Tidak banyak aktifitas dan hiburan di malam hari karena keterbatasan cahaya. Ada alat musik kecapi untuk menghibur mereka, dan dengan itu mereka sudah bahagia dan terhibur.
  • Memanfaatkan alam untuk kehidupan sehari-hari. Gelas, alas makan, dan tempat air terbuat dari bambu. Tali dibuat dari ijuk, dan mereka memintal dan menenun sendiri untuk pakaian mereka. Para wanitanya menggunakan baju putih dan laki-lakinya putih dan hitam, semua dengan ikat kepala putih.
  • Perjodohan. Seorang gadis mulai dari 14 tahun sudah dijodohkan oleh orangtua mereka. Jadi Si Agus atau Sarid yang ganteng sudah dijodohkan. Pernikahan paling awal adalah di usia 16 tahun. Tidak ada perceraian, karena setelah menikah itu hingga maut memisahkan, "till dead do as apart."
  • Warga Baduy Dalam menjalankan tradisi Kawalu. Kawalu adalah puasa yang dijalankan oleh warga Baduy Dalam yang dirayakan tiga kali selama tiga bulan. Pada puasa ini warga Baduy Dalam berdoa kepada Tuhan agar negara ini diberikan rasa aman, damai, dan sejahtera. Pada saat tradisi Kawalu dijalankan, para pengunjung dilarang masuk ke Baduy Dalam. Apabila ada kepentingan, biasanya pengunjung hanya diperbolehkan berkunjung sampai Baduy Luar namun tidak diperbolehkan menginap.
  • Ayam merupakan makanan mewah. Walaupun saya melihat banyak ayam berkeliaran, Suku Baduy hanya makan ayam sebulan sekali. Jadi saat kami disuguhi ayam untuk makan malam, percayalah, itu adalah makanan termewah yang bisa kami dapat.
  • Gemar bergotong royong. Pak Asmin bercerita, karena kehidupan mereka termasuk nomaden, berpindah-pindah, mereka harus bergotong royong memindahkan atau membangun rumah. Dia bercerita bahwa 30 rumah dikerjakan hanya dalam waktu 3 hari secara bergotong royong.
  • Kekayaan tidak dilihat dari bentuk rumah. Tidak seperti orang yang tinggal di kota pada umumnya yang memiliki rumah besar selalu identik dengan orang kaya, berpangkat tinggi, dan dipandang banyak orang. Lain halnya dengan Suku Baduy Dalam yang bentuk rumahnya hampir serupa satu sama lainnya. Mungkin, jika ini bisa dianggap ukuran, yang membedakan status kekayaan mereka adalah tembikar yang dibuat dari kuningan yang disimpan di dalam rumah. Semakin banyak tembikar yang disimpan, menandakan status keluarga tersebut semakin tinggi dan dipandang orang.
  • Tidak ada kriminalitas. Waktu ditanya apa hukuman adat apa yang dibisa ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat kriminal atau kejahatan, seperti mencuri, merampok, perkosa, pembunuhan, Bu Sarah menegaskan tidak pernah ada kejadian seperti itu. 
  • Ke mana-mana berjalan kaki. Jika mereka mengunjungi kerabat ataupun untuk barter ataupun menjual hasil kerajinan penduduk Baduy Dalam, mereka akan berjalan kaki tanpa alas kaki ke mana-mana, termasuk ke Jakarta, Bandung, Bogor dan Bekasi. Mereka tidak bisa keluar pulau Jawa karena penggunaan kapal tidak dibenarkan.
  • Kepercayaan yang mereka anut adalah Sunda Wiwitan, ajaran leluhur turun temurun yang berakar pada penghormatan kepada karuhun atau arwah leluhur dan pemujaan kepada roh kekuatan alam.
  • Mereka tidak bersekolah, karena pendidikan formal berlawanan dengan adat istiadat mereka.
  • Pintu rumah harus menghadap ke Utara atau Selatan, bukan Timur atau Barat, kecuali rumah sang Pu'un.
  • Moto hidup mereka: "Lojor heunteu beunang dipotong, pèndèk heunteu beunang disambung."
    (Panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung), yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu tidak merubah kontur tanah, rumah tidak menusuk bumi, dan perkataan dan tindakan mereka pun jujur, polos, tanpa basa-basi, bahkan dalam berdagang mereka tidak melakukan tawar-menawar.
Sebelumnya saya mendapat kesan bahwa mereka adalah suku yang menyeramkan, yang gampang tersinggung dankalau kita pergi ke sana akan beresiko dengan kemungkinan kita tidak akan bisa kembali ke tempat asal kita. Ternyata mereka sangat ramah, bisa bercanda, dan sebagian kecil bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Orang luar tidak akan pernah menjadi bagian dari suku Baduy Dalam, baik melalui pernikahan ataupun pengangkatan. Dan kita cuma diijinkan untuk menginap semalam di sana,

Saya ingin membagikan tips buat teman-teman yang ingin ke sana:
  1. Persiapkan fisik, karena medannya tidak gampang, dan butuh antara 4 hingga 5 jam berjalan kaki. Pulangnya juga sama.
  2. Peralatan. Bawa sepatu gunung yang nyaman dengan kaos kaki tebal, karena tanjakan dan turunan yang terjal dan licin. Juga jaket karena malam di atas jam 10 sangat dingin. Bawa juga senter dan kantung plastik. 
  3. Bawa oleh-oleh. Ini gesture yang baik untuk menghargai tuan rumah. Saya sendiri membawa dua bungkus isi 5 Indomie aneka rasa dalam kantung kain cantik edisi Asian Games, dan saya bercerita tentang adanya event Asian Games kepada mereka.
  4. Taati dan hormati aturan setempat. Tidak dibenarkan penggunaan barang elektronik seperti handphone, kamera, radio, alat musik elektronik dan sebagainya. Tidak boleh menggunakan sabun, pasta gigi dan detergen. Pelanggaran terhadap aturan ini, satu rombongan bisa diusir keluar saat itu juga.
  5. Tidak meninggalkan sampah. Bawa kantung plastik untuk membawa pulang sampah-sampah kita sendiri. Sampah ini bisa dibuang di tempat sampah pada saat kembali ke Rangkasbitung ataupun desa luar terdekat.

Nah, untuk menjawab rasa ingin tahu apakah ada relevansinya 73 tahun kemerdekaan Indonesia dengan kehidupan sehari-hari mereka, secara umum tidak ada karena mereka sendiri memang menolak teknologi. Menurut Bu Sarah sudah beberapa kali utusan pemerintah datang untuk menawarkan listrik tetapi selalu ditolak. Namun secara umum mereka mengakui adanya pemerintahan nasional yang dipimpin oleh Presiden RI. Pu'un dan tetua adat Baduy Dalam pernah diundang berkunjung ke Istana Negara.

Jadi hingga saat ini Pemerintah lebih memilih tidak mengusik mereka, baik urusan pembangunan maupun agama, namun menjadikan mereka sebagai salah satu destinasi wisata yang unik, menarik dan menantang. Barter sudah mulai ditinggalkan namun masih bisa dilakukan di lingkungan mereka. Sebagian sudah tau nilai uang akibat interaksi dengan pihak luar. Saat ini mereka menggunakan uang untuk mencukupkan kebutuhan mereka, seperti membeli ikan, beras (sebagian penggunaan padi di lumbung untuk upacara), dan terkadang benang untuk dijadikan bahan pakaian.

Besoknya, setelah sarapan kami dengan berat meninggalkan desa Cibeo yang tenang, bersih, tanpa polusi, dan damai tersebut. Perjalanan kembali melewati rute yang berbeda yang berakhir di Desa Cakuem, namun tidak kalah menantangnya. Dalam perjalanan, di wilayah pemukinan Baduy Luar kami menemukan jembatan akar, yang terbuat dari dua akar pohon yang saling jalin menjalin dan diperkuat dengan ikatan bambu. Di bawahnya mengalir sungai yang jernih dan segar, tempat kami melepas lelah selama 1 jam.

Perjalanan dilanjutkan hingga kami mencapai Desa Cakuem, lalu menunggu jemputan untuk membawa kami kembali ke Kota Rangkasbitung. Dengan demikian perjalanan ini selesai. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas pengalaman dan perjalanan ini kepada semua anggota rombongan yang selama 24 jam terakhir bersama-sama menempuh perjalanan, saling menyemangati, dan saling berbagi cerita. Terima kasih buat Mas Aswin, Yoga Kitink, Egy, Tina Tampubolon, Nanda Ginting, Ryan Martin dan Meta, Ardi, Indah, Ita, Tiwi, Billy, dan tentu saja pihak Rani Journey, juga Pak Asmin dan Bu Sarah sebagai tuan rumah, Agus Sarid, juga Lidong. Mohon maaf jika ada penyebutan nama yang salah.

Berikut videonya: