31 Maret 2016

Asal Usul Nama Indonesia


Kapan nama Indonesia pertamakali dipergunakan? Siapa sang penemunya? Dan bagaimana nama tersebut diadopsi menjadi nama sebuah nation dan negara? Mungkin diantara kita masih ada yang belum mengetahuinya. 

• Nama “Indonesia” pertamakali muncul di tahun 1850, di sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang terbit di Singapura. Penemunya adalah dua orang Inggris: James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl. Saat itu, nama Hindia—nama wilayah kita saat itu—sering tertukar dengan nama tempat lain. Karena itu, keduanya berpikir, daerah jajahan Belanda ini perlu diberi nama tersendiri. Earl mengusulkan dua nama: Indunesia atau Malayunesia. Earl sendiri memilih Malayunesia. Sedangkan Logan yang memilih nama Indunesia. Belakangan, Logan mengganti huruf “u” dari nama tersebut menjadi “o”. Jadilah: INDONESIA.

• Nama Indonesia kemudian dipopulerkan oleh seorang etnolog Jerman, Adolf Bastian. Dia mempopulerkan nama Indonesia melalui bukunya, Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipelsdan Die Volkev des Ostl Asien. Bastian sendiri mengunjungi Indonesia empat kali. Di bukunya, Bastian menggunakan kata Indonesia untuk merujuk pulau besar—Jawa, Sumatera, Borneo (Kalimantan), Celebes (Sulawesi), Molukken (Maluku), Timor, hingga Flores—dan gugusan pulau-pulau yang mengitari pulau tersebut.

• Penjajah Eropa, baik Belanda maupun Portugis, menamai negeri kita ini: India. Namun, agar tidak sama dengan nama India, maka ditambahi huruf ‘H’ di depannya menjadi: Hindia. Di bawah penjajahan Belanda, negeri kita disebut Nederlandsch-Indie, yang berarti ‘Hindia kepunyaan Belanda’. Di bawah penjajahan Portugis, namanya ‘Hindia kepunyaan Portugis’. (Pramoedya Ananta Toer, Angkatan Muda Sekarang, 1999).

• Tahun 1913, Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hajar Dewantara mendirikan Kantor Berita untuk bumiputera di Den Haag, belanda. Namanya: Indonesische Persbureau, disingkat IP. Saat itu Ki Hajar sedang menjalani pembuangan di negeri Belanda akibat aktivitas politiknya di tanah air.Sebelumnya, di tahun 1912, Ki Hajar bersama dua kawannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangkukusumo, mendirikan partai politik bernama Indische Partij (IP). IP merupakan organisasi politik pertama yang terang-terangan memperjuangkan kemerdekaan Hindia—terpisah dari kolonialisme Belanda. Saat itu, IP mengusulkan agar nama negeri kita ini adalah Hindia. Slogan IP yang terkenal: Hindia untuk Hindia! Sayang, usulan IP ini kurang berterima luas di kalangan kaum pergerakan.

• Pada bulan Februari 1922, para pelajar Indonesia di negeri Belanda sepakat mengadopsi nama Indonesia. Mereka mengubah nama organisasinya dari Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging. Kemudian, di tahun 1924, koran organisasi ini, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Setahun kemudian, giliran nama Indonesische Vereeniging resmi diubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

• Di tanah air, organisasi politik yang pertama sekali menggunakan nama Indonesia adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Itu terjadi pada tahun 1924. PKI sendiri berdiri tanggal 23 Mei 1920, dengan nama Perserikatan Komunis Hindia. Baru pada bulan Juni l924, melalui sebuah Kongres di Weltevreden, Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia.

• Pada tahun 1927, Soekarno bersama Tjipto Mangunkusumo serta kawan-kawannya di Algemene Studieclub mendirikan gerakan politik nasionalis bernama Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Setahun kemudian, Perserikatan Nasional Indonesia berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). Soekarno dan PNI punya kontribusi besar dalam mempopulerkan nama Indonesia di kalangan rakyat jelata: petani, buruh, dan kaum melarat lainnya.

• Pada tahun 1928, Kongres Pemuda Indonesia ke-2 mengikrarkan ‘satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa: INDONESIA”. Sejak itulah Indonesia sebagai nama dari sebuah negeri yang diperjuangkan makin berterima luas di kalangan kaum pergerakan dan rakyat banyak. Dua tahun sebelumnya, Wage Rudolf Supratman menciptakan lagu berjudul “Indonees, Indonees”, yang kemudian di tahun 1944 diubah menjadi “Indonesia Raya”. Lagu itu diperdengarkan tanpa lirik oleh WR Soepratman di Kongres Pemuda Indonesia ke-2 di gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, tahun 1928. Sejak itulah cita-cita “Indonesia Raya” bergema di hampir semua pulau-pulau sepanjang Semenanjung Malaya hingga Papua. Tahun 1937, di Malaya (sekarang Malaysia), berdiri organisasi nasional bernama Kesatuan Melayu Muda (KMM). Dalam programnya, KMM menyatakan ingin mempersatukan Malaya ke dalam satu ikatan dengan ‘Indonesia Raya’.

• Tetapi Pramoedya Ananta Toer kurang setuju dengan nama Indonesia. Menurutnya, penggunaan nama itu kurang politis dan ahistoris. Kata Pram, Indonesia berarti kepulauan India; belum keluar dari cara kolonialis menamai negeri kita. Pram sendiri mengusulkan dua nama yang dilahirkan oleh sejarah bangsa ini, yaitu Nusantara dan Dipantara. Nusantara muncul semasa dengan Majapahit, yang berarti: kepulauan Antara (dua benua). Sedangkan Dipantara muncul di era Singasari, yang berarti: Benteng Antara (dua benua).

Disarikan dari Berdikari Online.

15 Januari 2016

8 Mitos Yang Salah Tentang Menyelam

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, 10 Alasan Kenapa Anda Harus Mencoba Scuba Diving, kali ini saya membahas mengenai beberapa mitos yang secara langsung atau tidak langsung membuat orang orang takut untuk mencoba olahraga yang sehat ini. Apa saja mitos-mitos itu? 

1. Scuba diving itu mahal 
Persepsi mahal sudah dimulai ketika akan mengambil kursus diving. Sebagian orang menganggap bahwa biaya kursus diving cukup mahal. Sehingga enggan untuk mengambil kursus. Hal ini tidak sepenuhnya benar, kursus diving juga ada yang relatif terjangkau. Persepsi mahal juga karena harus membeli perlengkapan diving. Mungkin ada benarnya jika anda membeli semua peralatan diving. Perlengkapan diving paling mahal adalah BCD, regulator dan dive computer. Tetapi anda tidak harus membeli langsung semua perlengkapan itu. Anda hanya perlu membeli perlengkapan standar dahulu, yaitu masker, snorkel dan fins. Perlengkapan lainnya bisa menyewa. 



2. Takut dimakan hiu 
Kasus orang dimakan hiu kebanyakan terjadi di film-film Hollywood, thanks to Steven Spielberg dengan trilogi thriller Jaws nya. Faktanya dari 400an jenis hiu, hanya 3 jenis hiu yang terkait dengan penyerangan terhadap manusia, yaitu bull shark, tiger shark dan great white shark. Namun serangan hiu-hiu tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada pemicunya. Cara menghindarinya: 1. Tetap dalam kelompok, karena hiu segan untuk mendekati kelompok orang, 2. Jangan menggunakan perhiasan mengkilap karena hiu menangkapnya sebagai mangsa, 3. Hindari memakai baju berwarna cerah, karena hiu dgn mudah menerima warna kontras, 4. Tidak membuat percikan air yang besar, karena hiu menangkapnya sebagai pergerakan mangsa yang terluka, 5. Jangan bermain di laut jika sedang terluka, karena hiu peka terhadap darah (berbeda dengan darah menstruasi, dibahas pada poin selanjutnya). Sekali lagi ditegaskan, ketiga hiu tersebut tidak menyerang jika tidak ada pemicu. Sementara jenis hiu lainnya cenderung pemalu, yang akan segera menghindar jika kita mendekatinya.  
3. Bila menstruasi tidak bisa diving 
 Pertama, jika anda sedang menstruasi, bukan berarti anda akan menghasilkan teh celup drakula di laut. Memang banyak yang beranggapan bahwa jika sedang menstruasi tidak bisa diving karena hiu peka terhadap darah dan akan memangsanya. Hal ini tidak tepat. Menstruasi tidak menjadi halangan untuk diving. Sebuah riset menyatakan bahwa hiu tidak tertarik dengan darah menstruasi dikarenakan darah menstruasi mengandung unsur-unsur kimia yang tidak disukai hiu. Darah menstruasi sangat berbeda dengan darah yang mengalir di sistem tubuh lain. Hiu mempunyai kemampuan untuk mendeteksi jenis darah tersebut (hebat ya :)). Jika memang ada anjuran tidak memaksakan diri untuk diving pada saat menstruasi, itu lebih kepada physiological dan psychological changes pada wanita. Teori mengatakan ‘sebaiknya tidak menyelam dulu’, karena selain masalah kram perut, mood jadi agak terganggu dan bisa mengganggu justifications while diving. 

4. Orang yang punya penyakit asma dilarang diving 
Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan telinga, rongga sinus, sistem pernafasan, fungsi jantung, dan hal-hal yang berhubungan dengan kesadaran memang dapat dianggap sebagai kekawatiran dalam mengikuti olahraga selam. Namun begitu, hanya seorang dokter yang dapat melakukan pemeriksaan fisik terhadap seseorang calon peselam, serta menyimpulkan apakah calon tersebut boleh atau tidak mengikuti pelatihan selam. Sebaiknya konsultasikanlah terlebih dahulu mengenai kondisi fisik anda dengan dokter pribadi anda. Dalam kenyataannya, banyak orang yang berpenyakit asma, termasuk saya, masih bisa melakukan diving. Penyakit asma timbul karena suatu pemicu, misalnya asap dan alergi terhadap serbuk, kotoran dan jamur. Jika seseorang jarang mengalami serangan asma, dan hanya dipicu karena asap misalnya, kemungkinan besar masih bisa melakukan olah raga selam. Tapi sekali lagi, tetap harus dikonsultasikan dengan dokter ahlinya. 

 5. Tidak mahir berenang tidak bisa ikut kursus 
Tidak mahir renang tidak menjadi halangan untuk mengikuti kursus selam. Anda tidak dituntut untuk mahir renang, cukup hanya mampu renang non stop sejauh 200 meter tanpa batasan waktu, maka anda layak mengikuti pelatihan Scuba Diving. Untuk yang tidak bisa berenang, biasanya instruktur juga akan mengajarkan secara singkat bagaimana cara berenang. 

6. Wanita yang out of shape lebih mudah terserang sakit karena cuaca panas 
 Nyatanya studi terbaru menyimpulkan bahwa pria yang besar lebih mudah terserang sakit karena cuaca panas. 

7. Terlalu tua untuk menyelam 
Sewaktu menyelam di Tulamben, Bali, saya bertemu dengan pasangan penyelam dari Jepang yang umurnya masing-masing 67 dan 63 tahun. Terdapat kasus di beberapa Negara, seorang kakek/nenek berumur 80an tahun masih bisa melakukan diving dan mendapat lisensi selam. Dalam suatu survey, kelompok divers yang paling aktif adalah yang berusia 38 s/d 53 tahun. Mereka lebih banyak travelling untuk melakukan diving. 



8. Takut hitam 
Kulit anda bisa jadi gelap di mana saja, tidak hanya di laut. Jika anda nonton konser di siang bolong di tengah lapangan terbuka, atau anda hanya datang ke pantai, mencelupkan kaki sedikit lalu berfoto-foto selfie, itu sudah bisa membuat kulit anda gelap. Tapi hei, kan sudah ada yang namanya sunblock lotion. Lagian, di dalam air, kulit anda tidak akan terpapar matahari, apalagi dengan dive suit anda yang keren itu. Saya sendiri tidak pernah takut hitam, karena kulit saya memang sudah hitam dari sananya. Hahahaha. Jangan sampai Anda tidak bisa menikmati hidup dan keindahan alam hanya karena masalah kosmetika.(ferdot)


11 November 2015

14 Things You Could Learn From "The Wolf of Wall Street"

Have you watched the 2013's movie of Leonardo Di Caprio's The Wolf of Wall Street? It's directed by Martin Scorsese and the story is about Jordan Belfort, a sales person who become super rich in Wall Street. There are things you could learn from the movie, especially if you are a sales person, and want to be aggressively be in business. If you haven't watched this movie, well, you should.

1. Execute on Ideas
Stratton Oakmont’s initial success was based on two premises:
• That Belfort had come up with a way of teaching young, uneducated people how to sound like professional stock brokers over the phone.
• That rich people love to gamble – especially when the gamble seems like a legitimate business opportunity.
While there had been other people on Wall Street who’d had the same idea, Jordan Belfort was the first person to execute on this idea.

2. Simplify
The reason Belfort was able to transform young, uneducated people into charismatic stock brokers was because he was able to impart his knowledge by giving simple instructions in a way that even the most stupid employees could easily understand.
“And as word of this little secret began to spread throughout Long Island—that there was this wild office, in Lake Success, where all you had to do was show up, follow orders, swear your undying loyalty to the owner, and he would make you rich—young kids started showing up at the boardroom unannounced.” – Jordan Belfort

3. Put Together a Loyal Team
Guys like Kenny Greene and Danny Porush weren’t the smartest guys around. But, they were long-term friends who were fiercely loyal to Jordan Belfort.
What does this mean?
That it might be a good idea to work with old friends who knew, and liked you, before you got rich and successful. By doing this you will reduce the risk of:
• Becoming betrayed or backstabbed by two-faced people.
• Making stupid decisions because you’re surrounded by yes-men who don’t give you accurate feedback.

4. Diversify Competence
Why were Jordan Belfort and Danny Porush a good team?
Because they were very different:
• Belfort had sleeping problems. Porush could fall asleep everywhere – even during bumpy plane rides.
• Belfort was a highly strategic leader who specialized in delegation. Porush was a good enforcer –brutal enough to eat a gold fish to put employees in their place.
• Belfort was analytical and had a long-term orientation. Porush was emotional and short-sighted.
They were both good at different things – but together they were a great combination.

5. Dress for Success
From day one, employees were instilled with the mantra that they had to act as if – starting by dressing well and looking the part. The purpose of this was to improve their self-esteem and charisma.
Jordan Belfort even hired a guy to create tailor-made suits for the up-and-coming employees of Stratton Oakmont.

6. Gather Intelligence on Rivals and Enemies
Belfort gathered intelligence by:
• Bugging the SEC people who were investigating Stratton Oakmont.
• Befriending FBI agent Jim Barsini and getting information about the ongoing investigation on Stratton Oakmont. 

7. Guard Your Secrets
Jordan Belfort carefully guarded his secrets by:
• Drafting legal documents to create plausible deniability for shady deals.
• Having the office of Stratton Oakmont and the houses of the top employees swept for bugs regularly.
• Never speaking over the phone about past business deals.
• Using pay phones and other covert forms of communication to ensure that no one listened in on what was being said.
Note: While your business probably differs from Belfort’s by being legal, it’s still a good idea to gather intelligence. For example, you might meet an employee of a rival firm for drinks to learn about the internal gossip going on over there.

8. Study History and Learn From Past Mistakes
Said by Belfort to a Swiss “master forger” while discussing banking laws:
“I’m a student of history, Roland, and I’m a firm believer that he who doesn’t study the mistakes of the past is doomed to repeat them”. – Jordan Belfort
You should follow Belfort’s example by:
• Studying past events in your profession to see what it was that made other people succeed or fail.
• Studying the great men who came before you.

9. Establish a Concrete Reputation
There was never any doubt to the employees, nor the public, that anyone could make a ton of money by working for Stratton Oakmont. To confirm this, the only thing you had to do was take a look at the young, racially diverse, sometimes acne-ridden, well-dressed young men that spread havoc on Long-Island.
“The very idea of Stratton is that it doesn’t matter what family you were born into, or what schools you went to, or whether or not you were voted most likely to succeed in your high-school yearbook. The idea of Stratton is that when you come here and step into the boardroom for the first time, you start your life anew. The very moment you walk through the door and pledge your loyalty to the firm, you become part of the family, and you become a Strattonite.” – Jordan Belfort

10. Create a Set of Core Values that is Easy to Grasp
The core value of Stratton Oakmont was to seize the day. What this really meant to the employees was to:
• Make as much money as possible.
• Compete with colleges who could spend more money and live a crazier and more luxurious lifestyle.
–And what are some common core values of contemporary companies?
• Sustainability.
• Environmental friendliness.
• Integrity.
Which core values do you think are easier to communicate to the employees and make them live by?

11. Lead by Example and Set the Standard
No one over at Stratton Oakmont spent more money on buying luxury items, drugs, prostitutes, or partying than Jordan Belfort. He represented the epitome of the lifestyle that the employees sought to achieve.
“It’s important to keep these guys chasing the dream. And it’s even more important to keep them broke.” I gestured over to the plate glass. “Look at them; as much money as they make, every last one of them is broke! They spend every dime they have, trying to keep up with my lifestyle. But they can’t, because they don’t make enough”. – Jordan Belfort

12. Create Expectations
At Stratton Oakmont employees were expected to work their asses off and make a lot of money. Anything else was frowned upon.
“A rookie stockbroker was expected to make $250,000 his first year. Anything less and he was suspect. By year two you were making $500,000 or you were considered weak and worthless. And by year three you’d better be making a million or more or you were a complete laughingstock.” – Jordan Belfort

13. Provide Incentives for Hard Work
Not only were the employees of Stratton Oakmont paid far above the going rate for stock brokers – but a select few of the hardest working employees were also eligible to branch out on their own and start brokerage firms under Belfort’s guidance.
“It was what every Strattonite dreamed of and something I touched upon in all my meetings—that if you continued to work hard and stay loyal, one day I’d tap you on the shoulder and set you up in business. And then you would get truly rich.” – Jordan Belfort

14. Keep People Dependent on You
To ensure that employees were not only motivated to work, but literally had to stay at the firm and continue making lots money, Belfort encouraged employees to live beyond their means.
“I want you to deal with all your problems by becoming rich! I want you to attack your problems head-on! I want you to go out and start spending money right now. I want you to leverage yourself. I want you to back yourself into a corner. Give yourself no choice but to succeed. Let the consequences of failure become so dire and so unthinkable that you’ll have no choice but to do whatever it takes to succeed.” – Jordan Belfort



04 November 2015

Madihin

Madihin (berasal dari kata madah dalam bahasa Arab yang berarti "nasihat", tapi bisa juga berarti "pujian") adalah sebuah genre puisi dari suku Banjar. Madihin ini cuma ada di kalangan etnis Banjar saja. Sehubungan dengan itu, definisi Madihin dengan sendirinya tidak dapat dirumuskan dengan perspektif dan khasanah di luar kultur Banjar. Tajuddin Noor Ganie (2006) mendefinisikan Madihin dengan rumusan sebagai berikut: puisi rakyat anonim bertipe hiburan yang dilisankan atau dituliskan dalam bahasa Banjar dengan penampilan fisik dan mental tertentu sesuai dengan konsep yang berlaku secara khusus dalam khasanah budaya Banjar.

Bentuk fisik Madihin merupakan pengembangan lebih lanjut dari pantun berkait. Setiap barisnya dibentuk dengan jumlah kata minimal 4 buah. Jumlah baris dalam satu baitnya minimal 4 baris. Pola sajaknya merujuk kepada pola sajak akhir vertikal :
a/a/
a/a 
a/a/b/b 
a/b/a/b. 

Contoh:
Laki bagawi iringi dua rastu 
supaya bagawi kada taganggu 
bulik ka rumah kira-kira pukul satu 
jaga di pintu wan bari sanyum dahulu 

(Suami bekerja, iringi doa restu
supaya bekerja tidak terganggu
pulang ke rumah kira-kira jam satu
jaga di pintu dan beri senyum dahulu)

Amun balajar jangan angin-anginan 
bahanu rancak, bahanu kada mangaruwan 
Buku mambuku pina bahilangan 
bahimad balajar bila handak ulangan 
pikiran kalut awak gagaringan 
bulik ka rumah disariki kuitan 

(kalau belajar jangan angin-anginan
kadang sering, kadang tidak karuan
buku-buku sering kehilangan
rajin belajar jika mau ulangan
pikiran kalut, badan sakit-sakitan
pulang ke rumah, di marahi orang tua)

Semua baris dalam setiap baitnya berstatus isi (tidak ada yang berstatus sampiran sebagaimana halnya dalam pantun Melayu) dan semua baitnya saling berkaitan secara tematis. Madihin dituturkan di depan publik dengan cara dihapalkan (tidak boleh membaca teks) oleh 1 orang, 2 orang, atau 4 orang seniman Madihin. 

Tradisi penuturan Madihin (bahasa Banjar: Bamadihinan) sudah ada sejak masuknya agama Islam ke wilayah Kerajaan Banjar pada tahun 1526. Madihin dituturkan sebagai hiburan rakyat untuk memeriahkan malam hiburan rakyat yang digelar dalam
rangka memperintai hari-hari besar kenegaraan, kedaerahan, keagamaan, kampanye partai politik, khitanan, menghibur tamu agung, menyambut kelahiran anak, pasar malam, penyuluhan, perkawinan, pesta adat, pesta panen, upacara tolak bala, dan upacara adat membayar hajat (kaul, atau nazar). 

Orang yang menekuni profesi sebagai seniman penutur Madihin disebut Pamadihinan, seniman penghibur rakyat yang bekerja mencari nafkah secara mandiri, baik secara perorangan maupun secara berkelompok. Setidak-tidaknya ada 6 kriteria profesional yang harus dipenuhi oleh seorang Pamadihinan, yakni: 

  1. keahlian mengolah kata sesuai dengan tuntutan struktur bentuk fisik Madihin yang sudah dibakukan secara stereotype 
  2. keahlian mengolah tema dan amanat Madihin yang dituturkannya 
  3. keahlian olah vokal ketika menuturkan Madihin secara hapalan (tanpa teks) di depan publik 
  4. keahlian mengolah lagu dan irama ketika menuturkan Madihin 
  5. keahlian mengolah musik penggiring penuturan Madihin (menabuh gendang Madihin), 
  6. keahlian mengatur keserasian penampilan ketika menuturkan Madihin di depan publik. 
Tidak hanya di tempat asalnya, Kalimantan Selatan, Madihin juga menjadi sarana hiburan alternatif yang banyak diminati orang, terutama sekali di pusat-pusat pemukiman etnis Banjar di luar daerah seperti di Tembilahan, Indragiri Hilir, di Kuala Tungkal, Jambi, atau bahkan di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura. Namanya juga tetap Madihin. 

Rupa-rupanya, orang Banjar yang pergi merantau ke luar daerah atau ke luar negeri tidak hanya membawa serta keterampilannya dalam bercocok tanam, bertukang, berniaga, berdakwah, bersilat lidah (berdiplomasi), kuntaw (seni bela diri), tetapi juga membawa serta keterampilannya bamadihinan. Pada zaman dahulu kala, ketika etnis Banjar masih belum begitu akrab dengan sistem pembayaran menggunakan uang, imbalan jasa bagi seorang Pamadihinan diberikan dalam bentuk Pinduduk. Pinduduk terdiri dari sebatang jarum dan segumpal benang, selain itu juga berupa barang-barang hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. 

Madihin tidak hanya disukai oleh para peminat domestik di daerah bersuku Banjar saja, tetapi juga oleh para peminat yang tinggal di berbagai kota besar di tanah air kita. Salah seorang di antaranya adalah Pak Harto, Presiden RI di era Orde Baru ini pernah begitu terkesan dengan pertunjukan Madihin yang penuh humor yang dituturkan oleh pasangan Pamadihinan dari kota
Banjarmasin Jon Tralala dan Hendra. Saking terkesannya, beliau ketika itu berkenan memberikan hadiah berupa ongkos naik haji plus (ONH Plus) kepada Jon Tralala.

Pada zaman dahulu kala, Pamadihinan termasuk profesi yang lekat dengan dunia mistik, karena para pengemban profesinya harus melengkapi dirinya dengan bantuan kekuatan supranatural yang disebut Pulung. Pulung ini konon diberikan oleh seorang tokoh gaib yang tidak kasat mata yang mereka sapa dengan sebutan hormat Datuk Madihin. Pulung difungsikan sebagai kekuatan supranatural yang dapat memperkuat atau mempertajam kemampuan kreatif seorang Pamadihinan. Berkat tunjangan Pulung inilah seorang Pamadihinan akan dapat mengembangkan bakat alam dan kemampuan intelektualitas kesenimanannya hingga ke tingkat yang paling kreatif. Faktor Pulung inilah yang membuat tidak semua orang Banjar dapat menekuni profesi sebagai Pamadihinan, karena Pulung hanya diberikan oleh Datu Madihin kepada para Pamadihinan yang secara genetika masih mempunyai hubungan darah dengannya. Datuk Madihin yang menjadi sumber asal-usul Pulung diyakini sebagai seorang tokoh mistis yang bersemayam di Alam Banjuran Purwa Sari, yang tidak kasat mata, tempat tinggal para dewa kesenian rakyat dalam konsep tradisonal etnis Banjar purba. Datuk Madihin diyakini sebagai orang pertama yang menjadi cikal bakal keberadaan Madihin di kalangan etnis Banjar. 

Konon, Pulung harus diperbarui setiap tahun sekali, jika tidak, tuah magisnya akan hilang tak berbekas. Proses pembaruan Pulung dilakukan dalam sebuah ritus adat yang disebut Aruh Madihin. Aruh Madihin dilakukan pada setiap bulan Rabiul Awal atau Zulhijah. Dalam ritual tersebut konon Datuk Madihin diundang dengan cara membakar dupa dan memberinya sajen berupa nasi ketan, gula kelapa, 3 biji telur ayam kampung, dan minyak likat baboreh. Jika Datu Madihin berkenan memenuhi undangan, maka Pamadihinan yang mengundangnya akan kesurupan selama beberapa saat. Pada saat kesurupan, Pamadihinan yang bersangkutan akan menuturkan syair-syair Madihin yang diajarkan secara gaib oleh Datuk Madihin yang merasukinya ketika itu. Sebaliknya, jika Pamadihinan yang bersangkutan tidak kunjung kesurupan sampai dupa yang dibakarnya habis semua, maka hal itu merupakan pertanda mandatnya sebagai Pamadihinan telah dicabut oleh Datuk Madihin. Tidak ada pilihan bagi Pamadihinan yang bersangkutan, kecuali mundur teratur secara sukarela dari panggung pertunjukan Madihin.

Kesenian tradisional seni bertutur Madihin di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, terancam punah karena tidak adanya regenerasi baru seni tersebut. Pemain Madihin di Indragiri Hilir, Ahmad Alatas pernah menyatakan kebimbangannya bahwa seni tradisional tersebut bakal punah karena langkanya penutur. Menurut dia, Madihin merupakan seni yang telah menjadi ikon Kabupaten Indragiri Hilir yang dibawa masyarakat Banjar. "Seni Madihin ini juga tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah untuk melestarikannya," ungkap Ahmad.

Ia mengatakan, tidak adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah ini membuat mereka kesulitan melakukan pembinaan bagi generasi muda yang tertarik menekuni dan belajar Madihin. "Perhatian pemerintah daerah Inhil terhadap seni Madihin ini tidak ada sama sekali, bahkan kami pernah meminta bantuan pakaian seragam dan gendang tidak dibantu. Padahal kalau sanggar tari, Pemda Inhil sanggup memberangkatkannya sampai ke Perancis," ungkapnya.

Para pemain Madihin yang tersebar di Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu, Batang Tuaka dan Kempas selama ini hanya mengandalkan orderan dari peminat seni ini, yang biasanya digelar saat ada hajatan perkawinan, terutama di kalangan masyarakat suku Banjar. Kadang-kadang juga menerima tawaran pementasan saat ada acara pengukuhan paguyuban.

"Selama ini kami menerima tawaran manggung dari masyarakat yang tertarik dengan seni Madihin, seperti pada hajatan perkawinan. Kami pernah manggung sampai ke Batam, Kepulauan Riau, Jambi, Palu (Sulut), bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura," sebutnya.

Biasanya ia mempertunjukkan seni Madihin ini bersama rekan wanitanya, Masniah dan juga rekannya Abdurrahman.

Bayaran atas pementasan Madihin, dihitung berdasarkan jauh atau dekatnya tempat pementasan. Kalau masih dalam kota biasanya mereka dibayar Rp 300 sampai 400 ribu untuk sekitar 2-3 jam pementasan. Sedangkan jika keluar kota biaya carterannya Rp2,5 sampai Rp3 juta.

"Biaya yang kita tawarkan tergantung jauh dekatnya tempat manggung, kalau masih didalam kota biasanya Rp300 ribu masih kita terima. Kalau jauh, seperti Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah Rp2 juta, Kuala Tungkal, Jambi Rp3 juta, Tanjung Pinang, Kepri Rp4 juta, ini diluar ongkos keberangkatan dan akomodasi kita," imbuh Ahmad Alatas.

Saat ini kesenian bertutur yang positif ini makin tenggelam di tengah maraknya kultur digital dan ketertarikan generasi muda pada budaya Korea, Jepang dan Barat.


07 Oktober 2015

Sains di Balik Film The Martian


Apa yang anda lakukan jika Anda ditinggalkan oleh rekan-rekan tim misi, dan anda terdampar sendirian di Planet Mars?

Dalam sebuah misi ke Mars yang dilakukan oleh tim NASA, astronot Mark Watney dianggap telah tewas setelah tersapu badai dan ditinggalkan oleh rekan-rekan nya. Sendirian di planet tersebut dengan supply terbatas, dia harus bergantung pada kecerdasan, akal, dan semangatnya agar dapat bertahan dan mencari jalan untuk mengirimkan pesan ke Bumi bahwa dia masih hidup.

Film ini menarik karena berdasarkan pendekatan sains dan fakta-fakta yang didapat NASA dari hasil eksplorasi planet Mars sejauh ini. Beberapa hal yang menyangkut sains yang bisa kita dapat dari film ini antara lain:


  • Produser dan tim pembuat film berkonsultasi dengan pihak NASA (National Aeronautics and Space Administration), sebuah lembaga antariksa Amerika Serikat, agar film ini memiliki aspek yang paling akurat mengenai ruang angkasa dan perjalanan ruang angkasa, terutama yang bersangkut paut dengan Planet Mars.
  • Pada tanggal 28 September 2015 yang lalu, empat hari sebelum film ini dirilis, NASA mengumumkan bahwa bukti adanya air di Planet Mars telah ditemukan.
  • Tekanan artmosfir di Planet Mars berkisar antara 600 Pa (0.087 psi), atau setara dengan 0.6% dari tekanan atmosfir Bumi.
  • Misi ke Mars di film ini didasarkan pada rencana terdokumentasi NASA untuk mengirimkan manusia ke planet tersebut dalam waktu dekat.

  • Suhu rata-rata di permukaan Mars adalah -63°C, bandingkan dengan suhu rata-rata seluruh permukaan planet Bumi, yaitu 15°C.
  • Nama pesawat ruang angkasa dan nama misi dalam film ini adalah Ares 3, diambil dari nama dewa Perang Yunani, Ares, yang dalam versi Romawi dewa perang tersebut disebut Mars.
  • Teknologi roket di film ini didasarkan pada teknologi roket plasma  aktual yang didesain dan dibangun oleh Ad Astra Rocket Company, yang didirikan oleh mantan astronot NASA, Franklin Chang Diaz.
Perbandingan besar planet Bumi dan Mars

  • Satu tahun di Mars (satu kali putaran planet Mars mengelilingi matahari) adalah setara dengan 686.98 hari di Bumi. Siang dan malam di sana lebih panjang, karena itulah untuk pembagian waktu di planet Mars, hitungan harinya menggunakan Sol. Satu tahun di Mars adalah 668.5991 sol.
  • Adegan peluncuran Ares IV sebenarnya adalah peluncuran roket SLS (Space Launch System), roket terbaru NASA dan dimaksudkan untuk misi beneran selanjutnya ke Planet Mars.
  • Di film juga disebutkan bahwa NASA dibantu oleh lembaga antariksa China. Secara faktual, China memang memiliki teknologi ruang angkasa yang sangat maju dan banyak para ahli menilai bahwa teknologi ruang angkasa China hanya setingkat di bawah NASA.
Dengan kata lain, pengiriman misi ke Planet Mars dengan awak manusia akan terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi, dan kita di Indonesia masih sibuk membahas sinetron murahan, dan urusan rumah tangga para artis.

Cyber Security Jobs

Keamanan komputer atau dalam Bahasa Inggris computer security atau dikenal juga dengan sebutan cybersecurity atau IT security adalah keamanan infromasi yang diaplikasikan kepada komputer dan jaringannya. Computer security atau keamanan komputer bertujuan membantu user agar dapat mencegah penipuan atau mendeteksi adanya usaha penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi. Informasinya sendiri memiliki arti non fisik.

Sistem keamanan komputer merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mengamankan kinerja dan proses komputer. Penerapan computer security dalam kehidupan sehari-hari berguna sebagai penjaga sumber daya sistem agar tidak digunakan, modifikasi, interupsi, dan diganggu oleh orang yang tidak berwenang. Keamanan bisa diindentifikasikan dalam masalah teknis, manajerial, legalitas, dan politis. computer security akan membahas 2 hal penting yaitu Ancaman/Threats dan Kelemahan sistem/vulnerabillity.

Cybrary adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang cyber security. Baru-baru ini, dalam laman web nya menawarkan pelatihan cyber security secara gratis. Anda hanya perlu mendaftar di laman Cybrary atau di sini, dan kemudian mengikuti prosedur selanjutnya. Ini dikarenakan Cybrary menyadari bahwa ada cukup banyak lowongan untuk pekerjaan di bidang cyber security, kira-kira 1 juta posisi lowong yang belum terisi, dikarenakan mahalnya biaya pelatihan dan pendidikan mengenai cyber security tersebut.

Semua orang berhak mendapatkan pelatihan tersebut. Silakan daftar di https://www.cybrary.it/cyber-security-jobs.