21 Agustus 2015

Download Film Dengan Torrent - Siapa Takut?

Walaupun mendownload film dengan torrent sudah jamak dilakukan, tapi masih banyak juga teman-teman yang bertanya bagaimana caranya. Apalagi setelah beberapa situs download film seperti Ganool, nontonmovie, dan lain-lain telah diblokir oleh Kemeninfo baru-baru ini.

Mula-mula kita harus memiliki software torrent client. Ada banyak software torrent yang gratis, di antaranya adalah uTorrent, BitTorrent, TorrentReactor dan lain-lain. Saya sendiri menggunakan Mediaget  ataupun Vuze yang bisa didapat dengan mudahnya karena itu adalah freeware. Sengaja tidak menggunakan client yang ada kata torrentnya, untuk alasan kamuflase, dan klise. 

Tapi sebelumnya, mari kita cari tahu apa itu torrent.

Mudahnya begini: Kalau biasanya kita mendownload sebuah aplikasi atau software dari Download.com kita akan mendownload file tersebut dari server Download.com, secara tidak langsung mereka harus menyediakan file tersebut untuk bisa di download banyak orang, bisa kita bayangkan jika dalam satu waktu ada 100 ribu orang yang mendownload file tersebut secara bersamaan dari situs Download.com, berapa bandwidth yang mereka habiskan? (setahu saya) yang pasti akan sangat boros. 

Berbeda dengan torrent, secara logika server tetap menyediakan file aplikasi atau software tersebut sebagai sumber untuk di download (server disini bukan berarti sebuah situs ataupun penyedia file, namun dapat juga sebagai seseorang yang mendistribusikan file tersebut) yang terdaftar pada tracker didalam file .torrent, namun bedanya jika sudah ada beberapa orang dari 100 pendownload yang mendownload file tersebut selesai, maka pendownload yang lain tidak perlu mendownload file langsung dari sumbernya, melainkan dapat mengambil bagian atau bits dari beberapa orang yang juga ikut atau yang selesai mendownload file tersebut, orang orang yang selesai mendownload ini biasanya di sebut seeders, dan yang mendownload dari seeders ini biasa di sebut peers atau leechers. Contoh: jika dalam sebuah file torrent untuk sebuah film tertulis angka: seeders 1200, peers/leechers 800; artinya adalah terdapat 800 unit/orang yang mendownload film tersebut dari 1,200 pemilik file, baik file nya sudah lengkap ataupun belum.

Bingung dengan penjelasan di atas? Gapapa, lanjut aja ke cara-cara di bawah ini.

Setelah torrent client terinstal di pc atau laptop anda, begini langkah-langkah berikutnya bagi yang belum tahu:

  1. Cari film yang ingin anda download di situs-situs penyedia torrent, seperti www.yts.ag  atau dapat langsung ke portal torrent yang sering saya kunjungi, yaitu www.mkavecage.com .Masukkan kata kunci berupa judul film di kolom search.
  2. Cari film dengan kode BRRip, Bluray Rip, HDRip, WEB DL, ataupun DVDRip, artinya kualitas gambarnya merupakan rip dari Bluray, High Definition, ataupun dari DVD. Selain itu ada pula Screener. Yang dimaksud screener adalah film-film yang didistribusikan untuk dinilai oleh kritikus, badan sensor dan lain-lain. Kebanyakan file film dengan kode Screener selalu memiliki running teks yang isinya menyatakan bahwa copy film tersebut hanya untuk screening (screening purpose only), tapi kualitas gambar dan suaranya lumayan bagus. Jenis file lain seperti CAM (rekaman bioskop), TS atau RS sebaiknya jangan didownload karena biasanya mutu gambar dan suaranya ancur.
  3. Baca komen-komen user yang sudah mendownload. Jika ada komen yang menyebutkan A=9 dan V=9 itu artinya nilai Audio dan Videonya 9, dari skala 1 hingga 10.
  4. Perhatikan ukuran file. Untuk film standar dengan durasi hingga 2 jam dengan kualitas Bluray Rip, DVDRip dengan ukuran gambar 720p, rata-rata ukuran file nya mulai dari 700 MB. 
  5. Pilih file film yang berasal dari Verivied Source (sumber yang telah diverifikasi). Ditunjukkan dengan kode centang hijau. File-file dari sumber yang tidak diverifikasi bisa berbahaya, karena sering ada sisipan trojan, malware ataupun virus.
  6. Perhatikan rasio seeder vs leecher. Jika jumlah seeder lebih banyak daripada leecher, maka downloadnya akan lebih cepat. Jika jumlah leecher lebih banyak daripada seeder, maka downloadnya akan lebih lambat, karena filenya jadi rebutan.
  7. Untuk file ukuran 700an MB, dengan koneksi standar misalnya, dan rasio seeder vs leecher nya bagus, maka film tersebut kira-kira akan selesai didownload dalam waktu 4 jam. Tenang saja, karena downloadnya selalu bisa disambung lagi jika koneksi internet terputus atau komputer kita matikan. Jika anda memanfaatkan internet di kantor, anda bisa menyambung downloadnya besok jika kantor ditutup. Yang penting pada saat komputer dihidupkan, software Bittorrent nya jalan, dengan logo di sudut kanan bawah menunjukkan proses download.
  8. Kebanyakan file film yang didownload formatnya .avi, mp4 dengan kompresi DIVX maupun XVID, juga H264, namun sekarang juga ada file dengan format mkv (matroska) dengan kompresi yang lebih tinggi. Kompresi demikian membuat file nya kecil (file film DVD aslinya 4 GB lebih), namun kualitas gambar dan suaranya masih tetap bagus. File seperti ini bisa diputar di DVD Player yang ada logo mp4 atau DivX.
  9. Jika Windows Media Player default anda tidak bisa memainkannya, gunakan VLC Media Player, Gom Player, ataupun KM Player yang bisa didownload di internet.
  10. Tidak hanya film, dengan BitTorrent kita bisa mendownload games, software, musik dan lain-lain.
  11. Torrent client lain yang bisa anda gunakan selain BitTorrent adalah Deluge.
  12. Jika anda butuh subtitle, bisa cari subtitle untuk film yang telah anda download di subscene.com atau opensubtitles.org, di mana saya juga merupakan salah satu kontributor di kedua portal tersebut.



Jadi, jika ada koneksi internet, terutama yang unlimited, manfaatkan sebaik-baiknya. Download lah film-film kegemaran anda yang belum sempat anda tonton. O ya, dengan menulis artikel ini berarti saya termasuk salah satu dari sekian juta orang yang memberi peluang  pembajakan film. Tak apalah, asal jangan film-film yang anda download anda jual lagi dalam bentuk DVD di lapak-lapak kaki lima. 

Artikel ini merupakan update dari artikel sebelumnya yang saya posting pada bulan Juli 2010 dengan judul sama: http://blog.ferdot.com/2010/07/download-film-dengan-torrent-siapa.html

31 Juli 2015

Perbedaan Dolby 3D, Real3D, dan IMAX 3D

Bagi yang suka menonton film, baik di jaringan bioksop XXI maupun Blitz, tentu pernah menonton film 3D, yang mengharuskan penontonnya menggunakan kacamata khusus. Di Indonesia sudah tersedia 3 macam sistem 3D, yakni Dolby 3D, Real 3D, dan IMAX 3D. Apa sih bedanya?

Dolby 3D
Dolby 3D merupakan teknologi terbaru untuk integrasi film berformat 3D. Menonton film dengan teknologi Dolby 3D hampir mirip dengan teknologi RealD 3D. Bedanya adalah teknologi Dolby 3D menggunakan polarisasi 3 warna yang terlihat dari kacamatanya (merah, hijau, hitam) yang menggunakan lensa khusus sehingga harganya lebih mahal dari kacamata 3D yang digunakan di bioskop RealD 3D. Selain itu, Dolby 3D tidak perlu menggunakan layar khusus untuk memproyeksikan gambar dalam film, sehingga investasinya lebih murah dibanding bioskop RealD 3D.



Positif: Investasi lebih murah (karena menggunakan layar bioskop biasa), lebih tajam karena menggunakan lensa khusus.
Negatif: Kacamatanya lebih berat karena dipasang chip anti-pencurian karena harganya mahal.
Pengguna: Cinema XXI


RealD 3D
RealD 3D merupakan teater yang dibuat dengan menggunakan layar berwarna perak (silver screen) dan stereoskopik dan kacamata 3D yang digunakan menggunakan circular polarized (proyeksi gelombang yang berputar) sehingga memungkinkan kepala kita bergerak bebas saat menyaksikan film dalam format 3D. Perbedaan dengan IMAX 3D, teknologi RealD 3D lebih melihat gambar tersebut ke dalam layar, bukan seolah-olah muncul di depan layar.



Positif: Kepala lebih bebas bergerak, mata tidak cepat lelah, kacamata lebih murah.
Negatif: Biaya investasi tinggi.
Pengguna: Blitzmegaplex



IMAX 3D
IMAX merupakan singkatan dari Image Maximum, merupakan teater komersial pertama dengan layar terbesar dari bioskop kebanyakan. Di Indonesia, teater IMAX menggunakan layar berukuran 20 x 11 meter. IMAX 3D menggunakan teknologi 3D polarized (teknologi visualisasi dengan gelombang elektromagnetik dan cahaya melalui dua proyeksi yang berbeda). Untuk kacamata 3D, IMAX 3D menggunakan teknologi linear polarized(menggunakan proyeksi gelombang yang membuat satu mata melihat satu gambar). Sehingga saat menggunakan kacamata 3D tersebut, kedua proyeksi yang ditampilkan akan menjadi lebih nyata dan seakan-akan keluar dari layar proyeksi di bioskop. Dengan layar yang besar dengan jarak lebih dekat, film 3D akan terlihat sangat hidup.

Positif: Film sangat hidup, layar besar, lebih dekat dan merasakan sensasi menonton yang berbeda dibanding dengan bioskop konvensional.
Negatif: Mata cepat lelah, akan lebih mudah blur apabila sudut kemiringan kepala tidak horizontal.
Pengguna: Teater IMAX di Jakarta dan Bekasi.


Sebagai informasi tambahan, ketiga kacamata tersebut tidak bisa ditukar untuk menonton film yang bukan ditujukan untuk bioskop yang menggunakan teknologi tersebut.

06 Februari 2015

10 Alasan Kenapa Anda Harus Mencoba Scuba Diving

Pernah membayangkan diri anda melakukan scuba diving? Yang tadinya anda cuma bisa melihat adegan bawah air di film-film James Bond, Into the Blue dan lain-lain, hal-hal yang menurut anda tidak terjangkau, sebenarnya jauh lebih mudah dan terjangkau, dan anda akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan. 



Tadinya saya juga terpesona dengan adegan-adegan bawah air di film-film tersebut, dan merasa hal tersebut jauh dari jangkauan saya. Pada saat bekerja di Bali, salah satu teman mengajak saya dan ternyata scuba diving itu jauh lebih mudah dari yang saya bayangkan sebelumnya. Hingga saya pun mengambil lisensi menyelam. Ada beberapa lisensi selam, yaitu open water diver, advanced open water diver, advanced adventure diver, dan di atasnya masih banyak lagi, hingga instructor. Saat ini saya memegang lisensi Advanced Adventure Diver dari asosiasi SDI (Scuba Diving International). Selain itu lisensi semacam itu juga bisa diperoleh dari asosiasi PADI (Professional Association of Diving Instructors), atau SSI (Scuba Schools International). 

Saya jadi tergila-gila dengan suasana underwater, dan berusaha setidaknya dua bulan sekali saya harus menyelam. Suasana bawah air yang tenang, kebiruan, misterius, segalanya seperti slow-motion, tidak ada rush atau terburu-buru, dan waktu seakan berhenti. Terkadang suasana bawah air membuat saya terharu. Belum lagi kesempatan bertemu langsung dengan makhluk-makhluk unik dan aneh yang tadinya cuma bisa kita lihat di National Geographic atau Discovery Chanel. Menyelam merupakan salah satu cara saya untuk escape dari dunia yang penuh drama dan kepalsuan, gunjing menggunjing, kebanggaan semu, berita tentang politik dan perang yang bertubi-tubi, yang seakan membuat kita skeptis bahwa dunia sedang menuju ke arah kebaikan.

Di dalam air, itu semua lenyap, yang ada adalah keindahan ciptaan Tuhan. Diam, tenang, slow motion, misterius, dan majestic!

Saya mencoba menjabarkan kenapa anda harus mencoba scuba diving. Tapi sebelumnya, mari kita bahas dulu apa itu sebenarnya scuba diving.

Scuba diving adalah kegiatan menyelam di bawah air dengan menggunakan peralatan scuba, singkatan dari self contained underwater breathing apparatus. Penggunaan scuba adalah agar kita dapat bernafas di dalam air. Jadi tidak perlu menahan nafas, tapi kita bernafas dengan menggunakan udara yang dikompres dengan tekanan tertentu di dalam tangki. 

Inilah sepuluh alasan kenapa anda harus mencoba scuba diving.

1. Lebih Mudah Dari Yang Anda Bayangkan
Scuba diving mungkin sejenis olahraga ekstrim, karena tetap ada bahaya yang mengancam, tapi tidak seekstrim olahraga balap mobil, motor, parasut dan lain-lain. Secara statistik, scuba diving tidak lebih berbahaya dari mengendarai mobil atau sepeda motor ke tempat kerja. Asalkan kita selalu mengikuti prosedur keamanan yang telah distandarkan. Selain itu, ada aturan yang menggariskan bahwa tidak ada penyelam yang boleh menyelam sendirian. Dan skill yang diperlukan cuma anda bisa berenang, dan bernafas. Pertama kali anda menyelam, anda didampingi instruktur berlisensi yang akan menjelaskan hal-hal yang harus anda ketahui. Begitu anda di air, beratnya peralatan scuba diving, terutama tangki udaranya, tidak akan terasa. Yang harus anda ingat adalah untuk melakukan equalising, dan selalu tetap bernafas dengan tenang. Bernafas, dan nikmati pemandangan.


2. Anda Akan Bertemu Makhluk Yang Belum Pernah Anda Bayangkan
Begitu di dalam air, anda akan bertemu dengan berbagai macam ikan dan makhluk laut. Bertemu dengan ikan besar maupun kecil yang berwarna warni dan unik adalah pengalaman favorit, tapi anda akan terpukau bertemu dengan makhluk-makhluk lain yang belum pernah dilihat sebelumnya, semuanya unik dan aneka ragamnya luar biasa. Anda akan tahu, ada jagat lain di bumi yang berbeda dengan di darat. Untuk bertemu alien, tidak perlu keluar angkasa. Di dalam air banyak banget.


3. Anda Akan Ikut Melindungi Biota dan Terumbu Karang 
Dengan menjelajahi bawah air, anda otomatis ikut dalam melindungi keanekaragaman hayati samudra. Dengan melihat dan menikmati keindahan terumbu karang, dolphin, penyu laut, clown fish (Nemo), anda akan otomatis ikut berusaha melindungi makhluk-makhluk tersebut dari kepunahan. Anda otomatis akan membenci polusi laut, dan jadinya juga akan bangga dengan kekayaan bawah laut Indonesia. Melihat lumba-lumba dan penyu laut berusia puluhan dan ratusan tahun dalam jarak dekat, seakan anda bermain dengan mereka dan pengalaman ini tidak akan bisa dilukiskan dengan kata-kata, dan pengalaman tersebut menjadi milik anda.


4. Indah dan Damai

Dunia bawah air sangat tenang dan damai. Selain bunyi nafas anda, anda tidak akan mendengar bunyi yang lain. Bawah air merupakan tempat yang tepat untuk relax dan untuk sementara melupakan hiruk pikuk dunia. Tinggalkan beban dan rasa kuatir anda di darat. 


5. Seperti Terbang
Bayangkan, anda bisa bergerak 360 derajat, ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan, anda seakan Superman yang sedang terbang, hanya anda terbangnya dalam air. Anda bisa menjelajahi terumbu karang warna warni, atau mengikuti gurita yang melayang dengan tenang. 


6. Diving Bikin Liburan Anda Menjadi Luarbiasa.
Ke mana liburan? Ke mall? Tidakkah anda bosan, bahwa mall di mana-mana isinya sama saja. Adanya kopi yang mahal, donat yang penuh kalori, orang-orang yang memaksakan diri untuk terlihat berkelas, membuat kita konsumtif, dan semua kebanggaan palsu dan semu yang lain. Diving membuat kita dekat dengan alam, menghargai kehidupan, menghargai ciptaan Tuhan, dan membuat liburan kita menjadi lebih bermakna.


7. Anda Menjadi Bagian Dari Komunitas Elite.
Hey, tidak semua orang bisa diving, terutama anak-anak mall dan dugem. Sementara, semua orang yang punya uang atau tidak punya uang, tetap bisa ke mall dan nongkrong di situ. Begitu anda melakukan scuba diving, anda akan merasa menjadi bagian dari komunitas rahasia yang tidak semua orang bisa menjadi anggotanya. Lisensi nya berlaku seumur hidup dan berlaku internasional. Punya video dan foto bawah air jauh lebih keren dari pada punya foto nongkrong di mall. Bener kan?


8. Anda Mendapatkan Teman Baru.
Scuba diving sama seperti hobi yang lain, yang memberikan kita peluang untuk mendapatkan teman baru. Jadi walaupun anda tidak bisa mengajak teman dekat yang hobbynya ke mall untuk ikut scuba diving, teman-teman baru dalam komunitas yang keren sedang menanti anda.


9. Anda Akan Terbiasa dan Berusaha Hidup Sehat

Scuba diving membutuhkan tubuh yang sehat. Orang pilek dilarang scuba diving, jadi kita akan berusaha untuk hidup sehat, menjauhi rokok, menjauhi dunia malam yang semu, dan kesehatan merupakan harta yang paling berharga.


10. Tidak Mahal.

Scuba diving tidaklah semahal golf, balap motor, tennis, balap mobil ataupun yang lain. Dan harga perlengkapannya tidak semahal biaya rokok anda setahun. 


Jadi, scuba diving adalah olahraga yang sehat, relax, rekreasional dan sangat bermanfaat. 

Surabaya, 6 February 2015.
(C) Ferdy
Diposting pertama kali di www.ferdot.com 



27 Agustus 2014

Lucy : More Science Fiction Than Action Flick

Lucy adalah film besutan sutradara kawakan Perancis Luc Besson yang terbaru. Luc Besson adalah filmmaker yang menghasilkan film-film box office semacam The Fifth Element (science fiction dengan Bruce Willis), Leon (yang mengangkat nama Natalie Portman dan Jean Reno), juga merupakan produser dari film-film action seperti Taken, Taken 2, Taxi, dan film-film bertema parkour.



Lucy dibintangi oleh Scarlett Johansson. Bagi yang mengenal Scarlett Johansson hanya di jagatnya Marvel sebagai Black Widow yang muncul di Iron Man, The Avengers, dan Captain America, tentu saja hanya menganggap Scarlett Johansson sebagai kicking ass lady tanpa kemampuan akting. Namun jauh sebelum itu, dia sudah bermain di film-film drama bagus seperti Lost In Translation, Vicky Christina Barcelona, dan tentu saja The Girl with Pearl Ear Ring yang fenomenal.

Film ini dengan bebas mengeksplorasi teori bahwa hingga detik ini umumnya manusia menggunakan hanya 10% dari kemampuan otaknya. Namun dengan angka 10% ini, kita sudah lama mengirim manusia ke bulan, menciptakan komputer, iPhone, robot, mobil yang canggih, dan kemajuan-kemajuan luarbiasa baik di bidang sains, teknologi, maupun seni. Nah, apa jadinya jika manusia mampu menggunakan lebih dari 10% dari kapasitas otaknya?

Teori ini mengingatkan saya akan novelnya Dan Brown, yang berjudul The Lost Symbol, yang pernah saya ulas di link ini: http://blog.ferdot.com/2010/03/lost-symbol.html . Novel ini membahas ilmu Noetics, sejenis filsafat metafisik yang menyatakan bahwa ide dan pikiran manusia bisa diukur dengan ukuran fisik. Dan membahas hal ini, novel Paulo Coelho yang berjudul The Alchemist mau tidak mau juga bisa jadi bahan referensi. 

Dengan tagline mengenai kemampuan dan kapasitas otak ini, tentu saja film ini tidak diharapkan untuk menjadi semacam brainless action movie sebangsa The Expendables ataupun The Raid. Film ini jauh lebih dalam daripada itu, dengan filosofi mengenai manusia dan eksistensi manusia di jagat ini, sejak awal kehadiran manusia, tahapan-tahapan evolusi, hingga kemungkinan-kemungkinan tak terbatas di masa depan. 

Di film ini, Lucy yang terjebak dalam jaringan penyelundup narkoba internasional yang berpusat di Taiwan, secara tak sengaja mendapat asupan CPH4 yang bocor dari bungkusannya. CPH4 ini adalah sejenis drug yang bahan dasarnya merupakan sejenis molekul yang diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil oleh setiap wanita di awal kehamilannya, yaitu dalam masa 6 minggu. Walaupun CPH4 adalah nama yang dibikin untuk kepentingan film ini, zat ini memang ada, dan adalah benar bahwa kemampuan zat ini bagi bayi laksana bom atom. Namun jika overdosis dapat mengakibatkan kematian.

Asupan CPH4 inilah yang membuat Lucy bisa menggunakan kapasitasnya secara maksimal, lebih dari 10%. Dia menjadi superhuman, sosok yang menyerupai dewa, yang tidak saja mampu mengontrol metabolisme tubuhnya sendiri dengan pikirannya, namun juga mampu berkomunikasi secara cellular (melalui setiap sel), dan menangkap sinyal-sinyal elektromagnetik yang berseliweran di udara. Kita tahu bahwa setiap materi memiliki massa, gravitasi dan memancarkan radiasi, makin besar massa nya, makin besar gravitasinya, dan makin besar pula radiasinya. Namun Lucy mampu menangkap pancaran sinyal sekecil apapun, dan segala bentuk informasi di dunia yang selama ini hanya mampu kita akses melalui kabel, gelombang radio, bluetooth dan inframerah, Lucy mampu mengaksesnya melalui setiap sel dari segala bentuk materi, dan tentu saja seluruh pancaran gelombang elektromagnetis yang memang berseliweran di udara, angkasa, dan di mana-mana. Dan tentu saja kemampuan telekinesis (menggerakkan benda-benda) merupakan bagian kecil dari kemampuan Lucy.

Pada tahapan 100%, Lucy memiliki kemampuan untuk menembus dimensi ruang dan waktu, dia dapat menyerap pengetahuan sejak awal terbentuknya alam semesta, evolusi makhluk hidup, dan mengesampingkan batasan-batasan ruang. Pada tahapan itu, sel-sel di tubuhnya menyatu dengan alam semesta, yang dalam kepercayaan agama tertentu dikenal dengan istilah moksa, yaitu bersatunya raga dan jiwa dengan nirvana.

Lucy, terlepas dari kebenaran teori human brain capacity,  adalah film yang unik, yang menjelajah kemungkinan-kemungkinan baru, yang membahas eksistensi dan fungsi manusia di alam, yang memiliki filosofi bagus tentang bagaimana manusia dapat menguasai diri dan alam semesta, dan mempertanyakan fungsi kehadiran kita tidak saja di planet yang kita tinggali ini, tapi juga di jagat raya.

Bukalah pikiran anda, dan tontonlah Lucy.

Jika Anda terbiasa dengan stereotype good guy shoot the bad guy atau dalam hal ini mindless stereotype kicking ass action movie, film ini memang jelas bukan untuk anda. 

Ditulis pertama kali di www.ferdot.com
Copyright (C) August 2014.

10 Juni 2014

Melacak Jejak Peninggalan Tentara Jepang di Batam

Mengapa kawasan bisnis di Batam disebut Nagoya, tentu menimbulkan rasa penasaran di benak kita. Dari mana nama tersebut berasal? Kenapa namanya sama persis dengan nama sebuah kota besar di negeri Sakura? Siapakah yang memberi nama, karena nama atau istilah nagoya tidak ada sama sekali dalam kosa kata bahasa Melayu.

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, Batam bersama pulau Rempang dan Galang merupakan salah satu basis pertahanan pasukan Jepang di Kepulauan Riau dan Singapura. Mereka mendirikan markas darurat dan barak di beberapa kawasan, seperti di Nongsa, Pulau Moi Moi, Tanjung Piayu Laut, Pulau Sambu, Pulau Belakang Padang, termasuk juga di kawasan pulau-pulau di selatan, seperti Pulau Rempang, Pulau Galang, Pulau Galang Baru, dan beberapa pulau kecil di sekitarnya.

Pada masa-masa itu, konon sebagian dari mereka menyusuri daerah perbukitan Batam di tempat yang sekarang menjadi pusat bisnis. Dan salah satu komandan pasukan Jepang itu menamakan daerah perbukitan tersebut Nagoya, sesuai dengan nama daerah asal sang komandan. Siapa persisnya nama komandan tentara Jepang yang memberi nama Nagoya tersebut, hingga sekarang masih belum diketahui. Namun kondisi Nagoya dulu dan sekarang telah banyak mengalami perubahan, beberapa bukit telah dipangkas dan berubah menjadi kompleks pertokoan, dan sebagian lagi menjadi mall.

Minggu lalu saya bersama Okta dan Ojie melakukan perjalanan touring ke sebuah kampung pesisir di Pulau Galang, yang menurut sejarah, merupakan salah satu basis pertahanan Jepang yang kuat. Tujuan kami adalah Kampung Pasir Merah, yang terletak di Sembulang, berjarak sekitar 35 kilometer dari Pulau Batam. Lokasi nya adalah setelah Jembatan ke IV dan sebelum Jembatan ke V.

Di Kampung Pasir Merah inilah kami menemukan apa yang disebut penduduk setempat sebagai Misesebo, yang letaknya tidak jauh dari jalan, dinaungi oleh rimbunnya pohon-pohon mangga. Misesebo adalah sebuah tugu peringatan yang didirikan oleh Rempang Friendship Association, yaitu sebuah organisasi sosial yang dibentuk oleh eks tentara Jepang yang dulunya bertugas di barak-barak darurat di Pulau Galang dan sekitarnya. Menurut plakat yang terdapat pada Tugu Jepang tersebut, tugu itu didirikan pada 23 Agustus 1981. Lebih lanjut, plakat tersebut menjelaskan bahwa sebanyak 112,708 tentara Jepang yang bermarkas di Pulau Rempang dan Galang dipulangkan ke negaranya antara tahun 1945 - 1946. Sebanyak 128 lagi meninggal. "Monumen ini dibangun oleh para kontributor yang namanya tercantum di sini, dengan harapan baik akan persahabatan antara Indonesia dan Jepang dan perdamaian dunia." , demikian lebih lanjut tertulis di plakat.




Pada plakat kedua, di bagian bawah, terdapat 21 foto para kontributor yang dulu setiap tahun mengunjungi Kampung Pasir Merah, sekedar untuk bernostalgia, mengenang masa-masa suram ketika Jepang kalah dalam Perang Dunia ke 2, dan mereka yang tinggal di barak-barak dengan fasilitas dan sanitasi seadanya, menunggu proses pemulangan ke negera mereka.

Tak jauh dari Misesebo, kami menemukan sebuah warung, dan sambil membeli minuman, kami pun bertanya-tanya kepada pemilik warung, seorang mantan guru bernama Bu Rosni. Menurut Bu Rosni, hampir setiap tahun Kampung Pasir Merah didatangi oleh orang-orang Jepang. Mereka datang bersama kerabat-kerabatnya, dan biasanya langsung berkunjung ke rumah Pak Amin Bujur. Rumah Pak Amin Bujur, yang oleh penduduk setempat biasa dipanggil Pak Long ini memang terletak bersebelahan dengan Misesebo. Menurut Bu Rosni, Pak Long banyak memiliki informasi mengenai keberadaan tentara Jepang di Pulau Rempang dan Galang menjelang berakhirnya Perang Dunia ke 2. Ketika kami menyampaikan niat untuk mengunjungi Pak Long, Bu Rosni mengatakan bahwa Pak Long hanya bisa ditemui hari Jumat, karena pada hari lainnya beliau akan ada berada di Batam, dan hanya pulang setiap hari Jumat ke Kampung Pasir Merah.


Karena tidak bisa mengunjungi Pak Long, kamipun bertanya-tanya lebih lanjut pada Bu Rosni. Informasi yang kami dapat adalah bahwa dulu memang ada barak-barak tentara Jepang tak jauh dari pantai, tapi sekarang sudah hancur. Namun petunjuk mengenai keberadaan mereka bisa dilihat dari adanya dua buah sumur, yang sekarang sudah tertutup belukar. Penduduk setempat menamakannya perigi buta. Keadannya sangat tidak terawat, dan nyaris tidak bisa lagi disebut sebagai perigi, namun menurut sejarah, kedua perigi tersebut dibuat oleh tentara Jepang sebagai bagian dari logistik mereka.

Jejak lain yang masih bisa dilihat dari bekas markas tentara Jepang adalah adanya jalan tanah setapak yang lebarnya lebih kurang 3 meter. Jalan itu masih digunakan penduduk hingga kini, sebagian diaspal dan sebagian diberi paving block. Jalan peninggalan Jepang tersebut melintasi beberapa kampung, mulai dari Kampung Camping, Kampung Pasir Merah, Kampung Hulu, Kampung Sungai Raya, Tanjung Banun hingga Kuala Buluh. Posisinya melingkar dan membentang hingga ratusan hektar, mengelilingi hampir seluruh wilayah Sembulang.




Dengan adanya jalan ini, bisa dipastikan bahwa barak mereka dulunya tersebar di beberapa titik. Dan mereka juga membangun dermaga kecil, yang bernama Takara port, yang lokasinya di Sungai Lujin. Dulu ada bangkai dua kapal Jepang di situ, yang sekarang, menurut Bu Rosni, tidak ada lagi sisanya karena dijarah oleh beberapa warga dari pulau lain.

Banyak kisah menarik yang bisa digali lebih lanjut, antara lain misteri di mana tepatnya lokasi kuburan tentara Jepang yang 128 orang itu, yang menurut penduduk setempat meninggal karena luka, penyakit kolera, dan malaria. Mayat-mayat mereka konon tidak dipulangkan ke negaranya. Juga kemungkinan adanya bunker, karena menurut riset, kebanyakan tentara Jepang yang ditempatkan di pulau-pulau mulai dari lautan Pasifik hingga Asia Tenggara, mereka menggali lubang untuk menyimpan ransum dan logistik, juga amunisi. Lubang-lubang ini terkadang cukup besar untuk didiami. Salah satu desas-desus yang beredar di antara warga setempat adalah adanya bunker Jepang di bukit Kandap, yang bentuknya seperti gunung. Bukit ini terlihat jelas pada saat kami berkunjung ke Pulau Labun untuk snorkeling dan menyelam.

Lebih lanjut, jika para eks tentara Jepang tersebut datang ke Kampung Pasir Merah untuk bernostalgia, biasanya mereka mengunjungi tempat-tempat tertentu, seperti Pantai Serangoon, Pantai Niki Sakai, juga Pulau Semukit. Nama-nama tempat yang disebut ini asing bagi kami, dan menimbulkan rasa penasaran. Pada saat ditanya di mana lokasi pantai-pantai tersebut, menurut Bu Rosni tidak jauh dari jalan masuk ke kawasan Sembulang. Menurut Bu Rosni, di Pulau Semokit kita bisa menemukan air terjun. Nah lho.

Jadi kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan melacak jejak peninggalan tentara Jepang. Target berikutnya adalah Pantai Serangoon. Namun sebelum itu, tak jauh dari Misesebo kami menemukan sebuah vihara yang terletak di atas bukit. Ternyata pemandangan dari vihara itu indah sekali, di mana pantai dan laut kelihatan dengan jelas.

Awalnya perjalanan menuju Pantai Serangoon sangatlah mudah, namun makin lama, jalan yang dilalui makin terjal dan berbatu, serta banyak lobang di sana-sini. Melintasi bukit-bukit yang curam, dan sempat kehilangan arah sebentar, kami akhirnya menemukan Pantai Serangoon, yang ternyata sangat indah. Pantai tersebut terletak di bawah bukit, di mana dari bukit tersebut pemandangannya luar biasa, dengan angin semilir yang seketika membuat lelah, lapar, dan dahaga menjadi hilang.



Pantai Serangoon tidak bisa diakses langsung dengan kendaraan roda empat. Untung kami mengendarai dua buah moge yang tahan banting, yaitu Yamaha Vixion 2009 yang telah dimodifikasi, dan Yamaha Byson 2014, dengan ban yang sesuai. Sebelumnya di perjalanan kami menemukan pengendara Kawasaki Ninja yang berbalik arah karena tidak sanggup melewati perbukitan terjal yang berbatu-batu dan sangat licin.




Di lereng bukit arah ke pantai, kami menemukan sebuah pendopo yang dibangun permanen. Kami pun beristirahat di pendopo tersebut, dan makan siang. Setelah makan siang, kantukpun menyerang, ditambah dengan angin semilir yang bertiup dari arah laut. Pemandangannya yang indah memaksa saya untuk tidak menyerah pada kantuk. Lalu sayapun turun menyusuri lereng bukit yang lumayan curam, dan berhasil ke pantai. Saya menyusuri Pantai Serangoon yang panjang dan melingkar, hingga ke kawasan yang berawa-rawa. Saya menemukan beberapa pondok rusak, joran kayu yang patah,  juga kaleng-kaleng berkarat yang kemungkinan besar dulunya adalah ransum eks tentara Jepang. Setelah puas menyusuri pantai, sayapun kembali ke arah pendopo. 

Tadinya kami bermaksud melanjutkan perjalanan untuk mencari lokasi pantai Niki Sakai dan juga Pulau Semokit. Namun berhubung hari sudah sore, kami memutuskan untuk pulang ke Batam. Begitu sampai di kediaman Okta, saya melihat odometer yang tadinya saya reset ke angka nol. Ternyata pada perjalanan ini, kami telah menempuh jarak 118 kilometer. Hmmm., not bad.

Kami akan kembali untuk mencari lokasi Pulau Semukit yang katanya ada air terjunnya, dan juga Pantai Niki Sakai.

Video mengenai touring ini bisa dilihat di sini: http://www.youtube.com/watch?v=UosmOyaVa5U


28 April 2014

Vincent

Vincent adalah single yang ditulis dan dinyanyikan pertama kali oleh Don McLean, sebagai tribut buat maestro lukis Vincent Van Gogh. Lagu ini juga memiliki judul alternatif “Starry Starry Night” yang juga merupakan awal lirik lagunya, dan merujuk pada salah satu lukisan Van Gogh yang berjudul The Starry Night.

Lagu ini ditulis pada tahun 1971, setelah Don McLean terpukau membaca kisah kehidupan sang pelukis post-impressionism.  Dalam liriknya, secara jelas dilukiskan secara puitis kekaguman sang pemusik, tidak saja pada karya-karya Van Gogh, tapi juga pada sang pelukisnya sendiri. Beberapa lirik merujuk pada karya-karya lanskap sang pelukis, misalnya pada lirik “sketch the trees and the daffodils”, juga “morning fieldsof amber grain”. Juga beberapa penggalan yang merujuk pada lukisan potret diri Van Gogh, yaitu “weathered faces lined in pain, are soothed beneath the artist’s loving hand.”

McLean juga menggambarkan betapa karya-karya Van Gogh pada awalnya gagal diapresiasi oleh masyarakat. Dan barulah setelah sang maestro meninggal, orang-orang mulai menghargai karyanya.

“They would not listen, they did not know how, perhaps they’ll listen now…”

Sekarang lukisan Van Gogh bernilai puluhan hingga ratusan juta dolar.

Kita baru menyadari sesuatu itu berharga setelah tiada.


















Starry, starry night
Paint your palette blue and gray
Look out on a summer's day
With eyes that know the darkness in my soul
Shadows on the hills
Sketch the trees and the daffodils
Catch the breeze and the winter chills
In colors on the snowy linen land

Now I understand what you tried to say to me
And how you suffered for your sanity
And how you tried to set them free
They would not listen, they did not know how
Perhaps they'll listen now



Starry, starry night
Flaming flowers that brightly blaze
Swirling clouds in violet haze
Reflect in Vincent's eyes of China blue
Colors changing hue
Morning fields of amber grain
Weathered faces lined in pain
Are soothed beneath the artist's loving hand

Now I understand what you tried to say to me
And how you suffered for your sanity
And how you tried to set them free
They would not listen, they did not know how
Perhaps they'll listen now

For they could not love you
But still your love was true
And when no hope was left inside
On that starry, starry night
You took your life as lovers often do
But I could have told you, Vincent
This world was never meant
For one as beautiful as you

Starry, starry night
Portraits hung in empty halls
Frameless heads on nameless walls
With eyes that watch the world and can't forget
Like the strangers that you've met
The ragged men in ragged clothes
A silver thorn, a bloody rose
Lie crushed and broken on the virgin snow

Now I think I know what you tried to say to me
And how you suffered for your sanity
And how you tried to set them free
They would not listen, they're not listening still
Perhaps they never will