01 Mei 2011

Love In The Time Of Cholera

"Fermina, aku telah menunggu kesempatan ini selama 51 tahun, 9 bulan dan 4 hari. Selama itulah aku mencintaimu sejak saat pertama aku bertemu denganmu.. sampai saat ini."

Demikian ungkap si tua Florentino Ariza (Javier Bardem) kepada wanita pujaannya, Fermina Daza. Florentino tak pernah berhenti mencintai Fermina (Giovanna Mezzogiorno), walaupun 51 tahun telah berlalu dan Fermina menikah dengan seorang dokter. Ketika suami Fermina meninggal, Florentino tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengungkapkan kembali perasaan cintanya kepada Fermina, tak peduli usia mereka sudah tua.

Florentino dan Fermina saling jatuh cinta ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya. Waktu itu Florentino muda sedang mengantarkan telegram untuk ayah Fermina. Mereka kemudian saling berkirim surat dan puisi, dan saling memahami satu sama lain. Betapa surat menyurat mereka menjadi begitu romantis, karena hanya melalui suratlah satu-satunya cara mereka bisa berkomunikasi, setiap surat yang terkirim terasa indah dan mendebarkan. Setiap baitnya dibaca ulang tanpa bosan, karena setiap kata merupakan ungkapan dari perasaan hati mereka masing-masing.

Namun hubungan tersebut ditentang oleh ayah Fermina, Lorenzo Daza (John Leguizamo). Lorenzo menemui Florentino dan mengatakan bahwa ia ingin anaknya berhubungan dengan orang terpandang, bukan dengan orang biasa seperti Florentino. Lorenzo bahkan mengancam Florentino dengan pistol. Mendapat ancaman demikian, Florentino berkata: "Shoot me. There is no greater glory than to die for love." Merasa hilang akal, kemudian Fermina dibawa paksa oleh ayahnya pindah ke daerah terpencil di pegunungan. Pada saat berpisah, Fermina memotong rambutnya, lalu potongan rambut tersebut dikirim ke Florentino melalui kurir. Dari sinilah awal penantian Florentino dimulai.

Florentino tidak tahu Fermina pergi ke mana, namun ia setia menunggu. Florentino menunggu setiap malam di mercusuar sembari menantikan kedatangan kapal laut yang menghantarkan Fermina kembali kepadanya. Namun, semua itu sia-sia. Bertahun-tahun setiap hari ia ke mercusuar namun ia tak pernah melihat kapal Fermina datang.

Selang beberapa waktu akhirnya Fermina kembali, namun Fermina yang sekarang telah berubah, bukan lagi Fermina yang Florentino kenal dahulu. Bahkan Fermina telah menganggap kisah mereka berdua di masa lalu hanyalah ilusi belaka. Dan, itulah momen yang menyesakkan dalam kehidupan Florentino. Fermina ternyata telah berusaha melupakan semua kenangan akan mereka berdua. Semua bertambah perih disaat Fermina memilih menerima pinangan Dokter Juvenal Urbino (Benjamin Bratt),  dokter yang ia temui ketika ia diduga terkena kolera, yang juga disetujui oleh Ayahnya. Maka Fermina pun menikah dengan Dr. Urbino, sebagai orang terpandang Dr. Urbino sering membawanya ke dalam pertemuan-pertemuan kelas atas di masa itu.

Fermina telah dikarunia anak, dan saat itu menjadi titik balik dari kehidupan Florentino. Dengan kepandaiannya menulis kata-kata cinta nan puitis ia diangkat menjadi juru tulis di The River Company of Carribean, perusahaan di bidang surat menyurat, yang dijalankan oleh pamannya. Pilihan Florentino untuk bekerja semata-mata agar ia bisa dipandang terhormat oleh para wanita, yang digambarkan pada masa itu hanya memandang pria dari segi materi saja. Karier Florentino berjalan pesat, apalagi ketika pamannya memutuskan untuk mewariskan tampuk seluruh usahanya kepada keponakannya itu. Semua orang di kota kini telah mengenal Florentino baik sebagai pemimpin perusahaan The River Company of Carribean, juga sebagai seorang penulis puisi handal. Akan tetapi, semua itu tidak sejalan dengan kehidupan cinta Florentino. Meski, ia telah berkencan dengan 623 wanita, namun tak ada satu pun dari mereka yang mampu memudarkan cintanya kepada Fermina, cinta pertama dan sejatinya.

Di sisi lain, saat kehidupan rumah tangganya tengah dilanda masalah, Fermina terkadang terbayang akan kenangan masa mudanya dengan Florentino, namun sekali lagi ia anggap itu hanya ilusi masa lalu.

Segala penantian pasti ada akhirnya, dan penantian yang dinantikan dengan penuh rasa cinta niscaya akan berbuah manis. Dan itulah yang dirasakan Florentino. Pasca kematian Dokter Juvenal Urbino, ia kembali mengirimkan Fermina surat demi surat, meski Fermina selalu menolaknya, ia terus mengirimkan surat-surat itu. Sampai akhirnya Fermina menyetujui untuk bertemu kembali setelah 51 tahun berlalu. Dan dengan usulan Fermina pula, mereka berdua melakukan perjalanan dengan kapal laut, sekaligus melanjutkan lagi kisah-kisah masa lalu mereka yang sempat tertunda. Akhirnya, penantian Florentino akan mendapatkan cinta sejati Fermina berakhir pada 54 tahun 4 bulan 11 hari. Dalam jangka waktu tersebut, ia telah melewati wabah kolera yang melanda desanya, perang saudara, sakit hatinya kepada sang wanita, dan mengencani sebanyak 623 wanita, yang dia anggap sebagai pelarian atas rasa sakit hatinya. Selama itu pula Florentino tetap menyimpan kata-kata di dalam hatinya bahwa, “perjalanan hidupnya akan berakhir di hati Fermina.”

Love in the time of Cholera adalah film romans menawan yang  diangkat dari sebuah novel sastra masterpiece, salah satu yang paling banyak dipuji kritikus, karya pemenang Nobel Gabriel Garcia Márquez. Inti kisahnya adalah tentang cinta, sebuah janji, dan perjuangan panjang dalam menemukan kembali cinta sejati yang hilang. Bahwa cinta Florentino kepada Fermina yang telah melewati rentang ruang dan waktu, yang tak pernah terkikis oleh perang, kelaparan, wabah penyakit, godaan dan usia, adalah benang merah utama kisah ini. Berapa lama manusia sanggup menunggu untuk mendapatkan kembali cinta sejati.

Novel inilah yang dicari-cari tokoh Jonathan Trager dalam film Serendipity. Saya sendiri belum sempat membaca novelnya sebagai perbandingan, walaupun saya sudah mulai mencarinya sejak tiga tahun yang lalu. Filmnya sendiri disutradari oleh Mike Newell, sutradara Inggris yang sudah menelurkan Four Wedding and a Funeral, Harry Potter and the Goblet of Fire, dan Prince of Persia: The Sands of Time. Filmnya sendiri sudah saya tonton beberapa waktu yang lalu, dan saya sudah menyiapkan beberapa catatan kecil sewaktu menontonnya. Baru hari ini saya sempat menuliskannya di blog saya.

Baca selengkapnya di www.ferdot.com

(Kuta, 1 May 2011)

29 Januari 2011

Ikan Yang Bisa Berjalan Dan Memanjat

Di lumpur-lumpur berhutan bakau di sekitar Sungai Indragiri, terdapat ikan dengan keunikan dan keindahan yang sering diabaikan orang. Kita mungkin melihatnya setiap hari, namun tak terpikirkan oleh kita bahwa ikan tersebut memiliki keunikan dan keindahan yang tidak kita temukan pada ikan lain. Orang-orang bisa menulis tentang keindahan cendrawasih, yang habitatnya di Papua, atau keunikan komodo yang habitatnya di Pulau Komodo. Saya ingin menulis tentang ikan yang jarang kita perhatikan, namun ada di tanah kelahiran kita, yaitu ikan cempakul. 

Saya juga akan berbagi keindahan ikan tersebut melalui foto-fotonya yang saya dapatkan di sana-sini. Mudah-mudahan fotografer-fotografer lokal yang skillnya udah pro mau menjadikan cempakul menjadi objek fotografi yang layak dan berkualitas. Keindahan bisa didapatkan di mana saja, bahkan dari ikan yang hidup di lumpur sekalipun.

Cempakul disebut unik karena ikan ini bisa berjalan di lumpur menggunakan siripnya, dan bahkan bisa memanjat akar-akar bakau yang menyembul dari permukaan air. Disebut indah karena pada saat sirip punggungnya dikembangkan, akan terlihat bias warna warni indah dengan berbagai corak. Bagai seekor naga kecil dalam film animasi, atau reptil purba lain yang mungkin pernah kita lihat di film Jurassic Park.

Cempakul adalah sekelompok ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam suku Oxudercinae. Nama-nama lainnya adalah cempakul, belodog, tembakul, dan belacak. Dalam bahasa Inggris disebut mudskipper, karena kebiasannya melompat-lompat di lumpur itu. Tampang ikan ini sangat khas, kedua matanya menonjol di atas kepala seperti mata kodok, wajah datar, dan sirip-sirip punggung yang terkembang menawan. Panjang tubuhnya bervariasi dari beberapa sentimeter hingga mencapai 30 cm.

Keunikan lain dari ikan ini, ia menghabiskan sekitar 90 persen waktunya dihabiskan di darat, dapat melompat jauh, memanjat akar-akar pohon bakau dan kayu-kayuan di tepi sungai, dan juga berjalan di atas lumpur. Pangkal sirip dadanya berotot kuat, hingga dapat ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap dan merangkak.

Daya bertahan di daratan ini didukung pula oleh kemampuannya bernafas melalui kulit tubuhnya dan lapisan selaput lendir di mulut dan kerongkongannya, yang hanya bisa terlaksana dalam keadaan lembab. Oleh sebab itu cempakul setiap beberapa saat perlu mencelupkan diri ke air untuk membasahi tubuhnya. Ikan cempakul jenis Periophthalmus koelreuteri setiap kalinya bisa bertahan sampai 7-8 menit di darat, sebelum masuk lagi ke air. Di samping itu, cempakul juga menyimpan sejumlah air di rongga insangnya yang membesar, yang memungkinkan insang untuk selalu terendam dan berfungsi selagi ikan itu berjalan-jalan di daratan.

Hidup di wilayah pasang surut, cempakul biasa menggali lubang di lumpur yang lunak untuk sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang naik, cempakul umumnya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan pemangsa yang berdatangan. 

Ikan jantan memiliki semacam alat kopulasi pada kelaminnya. Setelah berkopulasi (bercinta), telur-telur ikan cempakul disimpan dalam lubangnya itu dan dijaga oleh induk betinanya. Telur-telur itu lengket dan melekat pada dinding lumpur. Cempakul periophthalmodon schlosseri dapat bertelur hingga 70.000 butir.

Cempakul memangsa aneka hewan, mulai dari ketam binatu, udang tampoi, ikan, kerang, cumi-cumi, sampai ke semut ngangrang dan lalat. Ikan ini juga diduga memakan sedikit tumbuhan.

Ketika menjelajah daratan, cempakul juga sering menyerang dan mengusir cempakul yang lainnya, untuk mempertahankan teritorinya.

Ikan cempakul hanya dijumpai di pantai-pantai beriklim tropis dan subtropis di wilayah Indo-Pasifik sampai ke pantai Atlantik Benua Afrika.

Saat ini telah teridentifikasi sebanyak 35 spesies ikan cempakul. Terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Boleophthalmus, Periophthalmus dan Periophthalmodon. Beberapa spesies contohnya adalah Pseudapocryptes elongatus, Periophthalmus gracilis, Periophthalmus novemradiatus, Periophthalmus barbarus, Periophthalmus argentilineatus dan Periophthalmodon schlosseri.

Belum banyak terkuak nilai dari ikan ini. Namun ikan ini termasuk yang paling tahan terhadap kerusakan lingkungan hidup dan dapat tetap hidup dalam kondisi yang “memprihatinkan” sekalipun. 
Namun di Tiongkok dan Jepang, ikan cempakul menjadi santapan, selain juga digunakan sebagai obat tradisional, terutama sebagai peningkat tenaga lelaki.

Di Malaysia minyak ikan ini dijual sebagai obat penambah energi atau obat kuat, dan laris manis. Nama kemasannya "Minyak Ikan Belacak". Apa salahnya ikan cempakul yang berlimpah di kampung ini dibudidaya untuk dijadikan industri obat kuat tadi, dan diekspor ke negeri jiran. Siapa tau ikan cempakul kita lebih kuat daripada cempakul sana.  Bisa menciptakan lapangan kerja baru. Tak apa-apalah menjual sugesti, yang penting kita tidak selalu mengharapkan pemasukan dari industri raksasa di Guntung dan Pulau Burung itu. Dan bagaimana jika diekspor sebagai pangan ke China dan Jepang, entah dikalengkan entah dikirim segar. Bisa jadi sumber income alternatif terutama apabila harga kelapa jatuh. (Dari berbagai sumber).

Baca tulisan lain Coffee Break With Ferdy atau di www.ferdot.com

26 Januari 2011

DAFTAR NOMINASI OSCAR 2011

Kemarin AMPAS sudah menetapkan film, aktor, aktris dan sutradara yang akan menjadi nominator dalam pembagian Oscar, yang akan dilaksanakan tanggal 27 Februari nanti. Di Indonesia akan tayang tanggal 28 pagi (belum tahu stasiun TV nya). Inilah daftarnya (bukan ranking): 
Catatan: yang berhuruf tebal merupakan film/aktor/aktris/sutradara yang saya jagokan. 

NOMINASI FILM TERBAIK :
1. 127 Hours (2010)
2. Black Swan (2010)
3. The Fighter (2010)
4. Inception (2010)
5. The Kids Are All Right (2010)
6. The King's Speech (2010)
7. The Social Network (2010)
8. Toy Story 3 (2010)
9. True Grit (2010)
10. Winter's Bone (2010)

NOMINASI AKTOR TERBAIK
1. Javier Bardem dalam Biutiful (2010)
2. Jeff Bridges dalam True Grit (2010)
3. Jesse Eisenberg dalam The Social Network (2010)
4. Colin Firth dalam The King's Speech (2010)
5. James Franco dalam 127 Hours (2010)

NOMINASI AKTRIS TERBAIK
1. Annette Bening dalam The Kids Are All Right (2010)
2. Nicole Kidman dalam Rabbit Hole (2010) (wow)
3. Jennifer Lawrence dalam Winter's Bone (2010)
4. Natalie Portman dalam Black Swan (2010)
5. Michelle Williams dalam Blue Valentine (2010)

NOMINASI AKTOR PENDUKUNG TERBAIK
1. Christian Bale dalam The Fighter (2010)
2. John Hawkes dalam Winter's Bone (2010)
3. Jeremy Renner dalam The Town (2010)
4. Mark Ruffalo dalam The Kids Are All Right (2010)
5. Geoffrey Rush dalam The King's Speech (2010)

NOMINASI AKTRIS PENDUKUNG TERBAIK
1. Amy Adams dalam The Fighter (2010)
2. Helena Bonham Carter dalam The King's Speech (2010)
3. Melissa Leo dalam The Fighter (2010)
4. Hailee Steinfeld dalam True Grit (2010)
5. Jacki Weaver dalam Animal Kingdom (2010)

NOMINASI SUTRADARA TERBAIK
1. Darren Aronofsky untuk Black Swan (2010)
2. Ethan Coen, Joel Coen untuk True Grit (2010)
3. David Fincher untuk The Social Network (2010)
4. Tom Hooper untuk The King's Speech (2010)
5. David O. Russell untuk The Fighter (2010)

NOMINASI FILM ANIMASI TERBAIK
1. How to Train Your Dragon (2010)
2. The Illusionist (2010)
3. Toy Story 3 (2010)

NOMINASI VISUAL EFEK TERBAIK
1. Alice in Wonderland (2010)
2. Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 (2010)
3. Hereafter (2010)
4. Inception (2010)
5. Iron Man 2 (2010) Ian Barnes, Samantha Waite

09 Januari 2011

Nonton Film Apa Di Tahun 2011

Film Dari Komik/Serial TV
1. The Green Hornet (Januari)
   Seth Rogen/Jay Chou.
   Masih ingat serial TV yang melejitkan nama Bruce Lee tahun 70-an, sekarang karakter Cato dimainkan oleh Jay Chou.
2. Thor (Mei)
   Chris Hemsworth, Natalie Portman
   Tokoh komik Thor dengan palu raksasanya akan muncul di bulan Mei.
3. Captain America (Juli)
   Chris Evans, Hugo Weaving
   Chris Evans yang main di komik Marvel sebelumnya Fantastic Four, menjadi Captain America.
4. X-Men : First Class (Juni)
   James McAvoy, Michael Fassbender
   Akan ada dua film X-Men tahun ini, yang ini dan kisah Wolverine yang masih tetap dilanjutkan.
5. Green Lantern (Juni)
   Ryan Reynolds, Blake Lively
   Masih dari komik dan kartu-kartu gambar yang sering kita lihat waktu kecil.
6. The Wolverine (Desember)
   Hugh Jackman
   Hugh Jackman masih setia dengan karakter Wolverine.
7. The Muppets Show (November)
   Amy Adams, Emily Blunt
   Masih ingat serial boneka yang tokohnya Kermit si kodok dan Miss Piggy?
8. Conan The Barbarian (Agustus)
   Jason Momoa
   Karakter yang dulunya diperankan oleh Arnold Schawzenegger kali ini diperankan oleh Jason Momoa. (Huehuehue siapa ya, gak kenal).
9. The Smurfs (Agustus)
    Diangkat dari serial kartun TV tahun 80-an.




FILM SEKUEL/LANJUTAN YANG PALING DINANTI
1. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (Mei)
   Johnny Depp, Penelope Cruz
2. Transformers III: Dark of the Moon (Juli)
   Shia LaBeouf, Rosie Huntington
3. Fast & Furious 5 (April)
   Paul Walker, Vin Diesel, The Rock
4. The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1 (November)
   Kristen Stewart, Robert Pattinson
5. Harry Potter & The Deathly Hallows Part 2 (Juli)
   Daniel Radcliffe, Emma Watson
6. Scream 4 (April)
   Neve Campbell, Courteney Cox
7. Sherlock Holmes 2 (Desember)
   Robert Downey Jr, Jude Law
8. Mission Impossible: Ghost Protocol (Desember)
   Tom Cruise, Jeremy Renner
9. Kungfu Panda 2 (Mei)
   Jack Black, Angelina Jolie
10. Cars 2 (Juni)
    Owen Wilson, Michael Keaton
11. The Adventures of Tintin: The Secret of The Unicorn (Desember)
    (Sutradara Steven Spielberg)
12. Spy Kids 4 (Agustus)
    Jessica Alba, Jeremy Piven
13. xXx 3: The Return of Xander (belum tahu kapan)
    Vin Diesel,Samuel L Jackson
14. The Witches of Oz (Belum tahu kapan)
    Lanjutan Film The Wizard of Oz (1941)
15. National Treasure 3 (Belum tahu kapan)
    Nicolas Cage
16. Wanted 2 (Belum tahu kapan)
    James McAvoy
17. Final Destination 5 (Agustus)
    Emma Bell
18. Red Sonja
    Rose McGowan (remake filmnya Arnold Schwarzenegger)
19. Commando
    Sam Worthington (remake filmnya Arnold Schwarzenegger)
20. Happy Feet 2 (November)
    Elijah Wood
21. The Chronicle of Narnia: The Silver Chair
    (Belum tahu kapan)
22. Puss In Boots (November)
    Antonio Banderas
    Spin-off dari film Shrek
23. Johnny English 2 (Oktober)
    Rowan Atkinson, Rosamund Pike
24. Universal Soldier: A New Dimension (Desember)
    Jean Claude Van Damme, Dolph Lundgren


FILM PILIHAN SAYA
1. Cowboys & Aliens (Juli)
   Daniel Craig, Harrison Ford
2. True Grit (Februari)
   Jeff Bridges, Matt Damon
3. The Mechanic (Februari)
   Jason Statham, Ben Foster
4. The Girl With The Dragon Tattoo (Desember)
   Daniel Craig, Rooney Mara
5. Red Riding Hood (Maret)
   Amanda Seyfried, Gary Oldman
6. The Three Musketeers (Oktober)
   Matthew McFadyen
7. World Invasion: Battle LA (Maret)
   Aaron Eckhart, Michelle Rodriguez
8. The Next Three Days (Januari)
   Russel Crowe
9. The Lincoln Lawyer (Maret)
   Matthew McConaughey, Ryan Philippe
10. Kill The Irishman (Maret)
    Val Kilmer
11. The Killer Elite (Belum tahu kapan)
    Robert De Niro, Jason Statham 
12. The Beaver (April)
    Mel Gibson, Jodie Foster
13. The Son of No One  (Belum tahu kapan)
    Al Pacino, Juliette Binoche




(Batam, 9 Januari 2011-Dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya di www.ferdot.com

27 Desember 2010

Saodah

Waktu itu pertengahan bulan Desember tahun 1957, udara selalu dingin karena hujan yang terus menerus. Di tengah gerimis malam, Atan Dempul bergegas meniti pelantar nibung yang licin dan mengetuk pintu rumahnya yang terbuat dari kayu beratap rumbia, di tepi Sungai Indragiri. Tangan kanannya membawa lampu teng.

"Saodah... buka pintu Dek, abang Atan datang ni."seru Atan Dempul memanggil istrinya.
"Assalamualaikum Saodah, di mana engkau, cepatlah sedikit. Bukan main dingin di luar sini."
"Saaodaaaaaaaah... hoiiii..."

Sang istri, wanita manja bertubuh besar, sengaja tidak cepat-cepat membukakan palang pintu. Ia menunggu sang suami menyebutkan kata keramatnya.

"Hoooiii Saodaaaaaaaah... Mati abang kedinginan di sini."

Tanpa beban sedikitpun Saodah masih melanjutkan kegiatan kesukaannya, meringkuk nikmat dalam kehangatan selimut belacu. Sejurus kemudian barulah kata keramat yang diharapkannya terdengar.

"Adindaku Saodah sayaaaaaaang, bukalah pintuuuuu."

Barulah Saodah membukakan palang pintu, lalu bersiap-siap memasang ekspresi kesal di wajahnya.

"Amboi, untunglah engkau cepat membuka pin.."belum sempat Atan Dempul menyelesaikan kalimatnya, Saodah sudah menyambar.
"Apalah abang ni, tengah malam buta macam inipun teriak-teriak. Ketuk pintu saja kan Adek dengar."
"Abang dah panggil dari tad..."
"Kenapa lambat betul balik, katanya habis Isya. Apa yang abang buat dekat pekan di Sapat itu?"
"Berniagalah. Tak ada lain."
"Berapa kaleng abang jual dempul? Kalau pulang tengah malam begini mestilah habis. Kalau tak habis abang jangan pulang. Itu baru bagus."
"Memang habis terjual."
"Jadi apa pasal abang baru balik tengah malam begini?"sambar Saodah sambil berkacak pinggang. 

"Amboi Saodah, abang masuk dan duduk dululah. Rebuslah air, abang nak minum teh panas ini."
"Jawab dulu pertanyaan adek, abang dari mana ha?"
"Inilah abang mau cerita. Lepas berniaga abang langsung balik tengah hari tadi. Tapi ada hal pula di jalan."
"Hal apa tu bang?"nada tinggi Saodah mulai surut dan dia bergegas ke bilik dapur untuk menghidupkan api.

"Sampan abang bocor dekat Sungai Junjangan."
"Terus, abang tak ke tepi?"
"Abang ke tepi lah. Abang ingat masih ada tali sabut kelapa dekat haluan. Abang cari-cari tak ada pula. Dempul pun tak ada."
"Kenapa abang tu bodoh sangat? Kalau berniaga dempul tu jangan sampai habis terjual semua. Sisakanlah satu untuk di sampan!"kata Saodah sambil menaruh teko aluminium di atas api.
"Ai? Serba salah aja ni."
"Itulah, kalau masih ada kan senang abang tambal sampan tu."
"Sampan abang bawa ke tepi, abang tambat dulu, naik ke pelantar Sei Junjangan tu, abang bertemu Utoh, kawan abang yang orang Banjar tu."
"Ha, terus?"
"Utoh tak bisa bantu abang lah, jadi abang jalan terus, bersyukur abang ketemu saudara kita."
"Siapa bang?"tanya Saodah ingin tahu.
"Sepupu jauh engkaulah"
"Siapa bang?"
"Bang Samad lah. Yang dulu tinggal dekat Sungai Bela tu."

Mata Saodah langsung terbelalak lebar, mulutnya ternganga. Lalu wajahnya memucat.

"Aduh abang ni, alamat sial lah nasib kita ni bang!"
"Kenapa?"
"Nasib buruk akan segera menimpa kita ini bang. Astaghfirullah apa dah jadi ni. Pertanda apa ni..."kata Saodah sambil geleng-geleng kepala." Terus bang?"

"Engkau ni apa pasal Saodah. Ya Bang Samadlah yang bantu abang cari tali sabut dan dempul, dia pula yang bantu abang naikkan sampan jadi tegak di tepi jerambah tu. Biar senang abang menambal. Diapun ikut abang pulang ni, Saodah kan dah lama tak jumpa dia. Sekarang dia sedang menambatkan perahu abang di ujung. Kalau tambat perahu di depan rumah nanti hanyut tenggelam lah kena hujan."
"Dia ikut abang ke sini?"wajah Saodah semakin memucat. Lalu nafasnya mulai memburu, wajahnya memerah karena mulai marah.
"Abang niiiiiiii. Kenapa lah abang bodoh sangat. Apa hal ni bang, sial betul lah nasib kita ni."
"Apa pula ni Saodah. Engkau bicara apa?"
"Matilah kita bang. Alamat nasib buruk akan menimpa kita. Sial hidup kita ni bang."
"Apa hal ni Saodah?"
"Abang Atan ni bodoh kah gila kah? Bang Samad tu kan dah mati?"

Atan Dempulpun tertegun. Lalu dia menggeleng-gelengkan kepala.

"Abang tak gila Saodah. Itu betul Bang Samad yang ikut abang pulang. Dia sudah bantu abang menambal, kalau tidak entah macam mana abang balik ke Tembilahan ni."

"Astaga bang. Bang Samad itu sudah meninggal kena malaria. Sudah setahun. Kita memang tak pergi ke sana karena ada wabah."

"Eh, ini betul-betul Bang Samad, masih hidup, diapun sempat bertanya kabar engkau Saodah. Dia cakap begini: 'apa kabar sepupu aku yang gendut tu?' "

"Abang niiiiii. Geram aku. Bang Samad tu dah mati!"
"Jadi, siapa yang ikut pulang dengan abang tu?"
"Entahlah bang, orang Bunian mungkin, jin, mambang laut, setan hantu belawu, manalah tau."
"Tapi dia bercakap macam manusia. Dia kan saudara engkau,saudara aku juga, tak ada yang janggal dengan dirinya. Nampak lebih tua sedikit, ompong. Itu saja, tak ada hal lain yang janggal."
Saodah geleng-geleng kepala.
"Jangan sampai hantu tu masuk ke rumah kita ni bang."kata Saodah lagi.

Tiba-tiba pintu diketuk dari luar.

Atan Dempul dan istrinya saling berpandangan. Saodah memandang suaminya dengan tajam. Tatapan matanya mengisyaratkan agar Atan tidak membuka pintu.

Pintu diketuk lagi. Dua kali, tiga kali. Saodah langsung lari ke dapur mencari pisau, lalu kembali ke samping suaminya.

Terdengar suara pintu diketuk lagi. Saodah lalu berteriak.
"Siapa di luar?!"
"Akulah. Samad, abang sepupu engkaulah Saodah. Dingin sangat ni, mana Atan tadi? Jemput aku masuklah."
"Saodah,"kata Atan kepada istrinya. "Jangan engkau gila Saodah, dia itu sepupu engkau sendiri."
"Jangan sampai abang buka pintu itu."bentak Saodah.
"Atan!" teriak suara dari luar. "Bukalah pintu, engkau nak bunuh aku ya. Basah kuyup aku ni Atan."

Selama kehidupan rumah tangganya, Atan Dempul selalu menurut kata-kata istrinya. Atan sadar bahwa istrinya lebih pintar dari dia, hingga dia percaya dan mengiyakan apapun yang dikatakan Saodah. Namun malam itu, didorong oleh rasa kasihan yang amat sangat pada sosok tua Bang Samad yang telah ditemuinya di Sei Junjangan, Atan Dempul menuju pintu dan mengangkat palangnya. 

Pintupun terbuka, dan berdirilah di sana, disertai kilatan petir yang sekilas membutakan mata dan diiringi suara guntur beberapa saat kemudian, sosok tua Bang Samad, dengan rambut putih, wajah pucat kedinginan dan tubuh basah kuyup. Bang Samad mengenakan jas hitam model Belanda dan kemeja yang sudah lusuh. Senyumnya mengembang, memperlihatkan deretan gigi keemasan yang ompong di sana sini. Mulutnya merah kehitaman karena terlalu banyak makan sirih.

Tubuh Saodah bergetar karena hembusan angin yang disertai tempias hujan. 

Atan mengajak Bang Samad masuk dan mempersilakannya duduk. Bang Samad menyeret tubuhnya ke kursi dengan tertatih-tatih, lalu memandang tajam kepada Saodah.

"Untuk apa pisau tu Saodah? Lagi menyiang ikan tengah malam buta ni? Apa kabar engkau?"

"Hiss.. aku tak kan tertipu dengan iblis macam kau. Kau sudah mati tahun lalu, kau ni bukan Samad, tapi setan."hardik Saodah dengan gemuruh, dadanya naik turun.

Bang Samad terkekeh.

"Hehehehe.. apa hal ni. Ini aku Samad, sepupu engkau, Atan mengajak aku ke sini."

Atan mengangguk membenarkan. 

Nyala lampu dinding bergoyang-goyang ditiup angin yang masuk melalui celah-celah pintu dan jendela. 

"Apalah bang Atan ini. Abang buta kah? Ini hantuuuuuuu bang... hantuuu...."kata Saodah. " Bang Samad sudah mati kena demam malaria tahun lalu."

Bang Samad geleng-geleng kepala. 

"Kalau tak suka aku datang, tak apalah. Biar aku pergi, tapi janganlah aku disebut hantu. Aku masih hidup, memang banyak saudara kita yang mati kena malaria, adik aku Si Amatpun mati juga seperti yang lain. Tapi aku sembuh, Saodah. Berkat kiriman kina dari kantor PNI."kata Bang Samad.

"He iblis,"kata Saodah sambil berkacak pinggang." Suamiku bisa kau bodohi. Tapi jangan harap kau bisa bodohi aku. Haa, bang Atan, tengok ni.."

Lalu Saodahpun menusukkan pisau ke dada Bang Samad. Bang Samad tertegun, Atan Dempul ternganga mulutnya.

Tusukan itu menghasilkan lubang di dada Bang Samad, menembus jas hitamnya yang lusuh dan basah kuyup. 

"Haaaaaa... kau tengok ni bang. Tengok yang kau bilang manusia ni. Aku tusuk tak adapun keluar darah. "kata Saodah.

Atan memandangi Bang Samad dengan heran. Dan rupanya Saodahpun belum puas.

"Sinilah aku tusuk lagi." Saodahpun menusuk dada kanan Bang Samad, kali ini sedikit lebih dalam. Sekarang ada dua lubang kecil di jas Bang Samad.

"Haaaaaaa.. kau tengok itu Bang Atan. Tak ada darahpun. Muka diapun selamba saja."

Atan masih terdiam terpaku. Bang Samadpun dengan susah payah beranjak dari kursi. Dengan tertatih-tatih ia menyeret tubuhnya ke pintu, sambil mulutnya komat-kamit bergumam. Saodah masih sempat mendengar samar-samar Bang Samad berkata: "Saodah.. Saodah..." 

Bang Samad keluar menghilang di balik pintu, dan pintupun terbanting menutup tertiup angin.

Di luar hujan deras. Sesekali kilat menyambar di horison. Bang Samad melangkah melintasi jerambah nibung dengan susah payah. Hampir dekat ujung jerambah, ia terjerembab karena licin. Dadanya terasa perih. Cuaca dingin yang mendera tubuh rentanya telah membuat peredaran darahnya bergerak lebih lambat. Darah mulai merembes keluar menembus jasnya yang berwarna hitam. Iapun oleng ke kanan dan tiba-tiba jatuh ke air, menembus rimbunnya kiambang di bawah jerambah. Tubuhnya lenyap di bawah kiambang, lalu terseret arus sungai Indragiri ke arah muara.

"Kau tengok tu bang,"kata Saodah di dalam rumah. Sudah dua kali adek tusuk dia dengan pisau dapur ni, dia selamba saja. Macam tak ada kejadian. Kalau manusia betul pastilah dia memekik. Darahpun tak ada keluar."

Atan masih tak bisa berkata-kata. 

"Jangan abang diam saja. Tengoklah keluar, pasti dia sudah hilang."kata Saodah lagi.

Atan Dempulpun beranjak ke pintu, tubuhnya gemetar, tidak saja oleh hawa dingin, namun juga karena ketakutan. Dia melihat keluar, ke arah hujan, ke arah jerambah, ke kanan dan ke kiri. Ia tak melihat apapun. Si hantu agaknya telah lenyap.

Bang Samad yang sudah tua tewas karena ketidaktahuan, tahyul, salah paham, juga karena adanya keterbatasan komunikasi dan transportasi pada masa itu. 

Akan halnya Atan Dempul dan Saodah, mereka melanjutkan hidupnya di tepian Sungai Indragiri tersebut. Sesudah peristiwa itu Saodah bercerita kepada setiap orang bahwa suatu malam mereka didatangi hantu Bang Samad dan mereka berhasil mengusirnya. Sementara Atan Dempul sendiri lebih banyak diam, hanya sesekali mengangguk mengiyakan apapun yang dikatakan Saodah.

Dan Saodah yang malang itu, tak pernah terbersitpun dalam pikirannya, bahwa pada malam dingin berhujan itu ia telah melakukan sebuah pembunuhan. 
=Ferdiansyah= (Batam, 27 Desember 2010).
Baca selengkapnya di www.ferdot.com