<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428</id><updated>2011-10-10T14:29:27.246+07:00</updated><category term='Nostalgia'/><category term='Komputer dan Teknologi'/><category term='Literatur'/><category term='Santai'/><category term='Film'/><category term='Kuliner'/><category term='Opini'/><category term='Musik'/><category term='Fenomena'/><title type='text'>Coffee Break With Ferdy</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>152</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-823626325353443006</id><published>2011-05-01T17:18:00.000+07:00</published><updated>2011-05-01T17:18:59.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><title type='text'>Love In The Time Of Cholera</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-C1-Y_rgwMVo/Tb0yd0S_jMI/AAAAAAAAC6U/xt_hTA5NQxo/s1600/love-in-the-time-of-cholera-poster-0.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-C1-Y_rgwMVo/Tb0yd0S_jMI/AAAAAAAAC6U/xt_hTA5NQxo/s200/love-in-the-time-of-cholera-poster-0.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Fermina, aku telah menunggu kesempatan ini selama 51 tahun, 9 bulan dan 4 hari. Selama itulah aku mencintaimu sejak saat pertama aku bertemu denganmu.. sampai saat ini."&lt;/i&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Demikian ungkap si tua Florentino Ariza (Javier Bardem) kepada wanita pujaannya, Fermina Daza. Florentino tak pernah berhenti mencintai Fermina (Giovanna Mezzogiorno), walaupun 51 tahun telah berlalu dan Fermina menikah dengan seorang dokter. Ketika suami Fermina meninggal, Florentino tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengungkapkan kembali perasaan cintanya kepada Fermina, tak peduli usia mereka sudah tua.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Florentino dan Fermina saling jatuh cinta ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya. Waktu itu Florentino muda sedang mengantarkan telegram untuk ayah Fermina. Mereka kemudian saling berkirim surat dan puisi, dan saling memahami satu sama lain. Betapa surat menyurat mereka menjadi begitu romantis, karena hanya melalui suratlah satu-satunya cara mereka bisa berkomunikasi, setiap surat yang terkirim terasa indah dan mendebarkan. Setiap baitnya dibaca ulang tanpa bosan, karena setiap kata merupakan ungkapan dari perasaan hati mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Namun hubungan tersebut ditentang oleh ayah Fermina, Lorenzo Daza (John Leguizamo). Lorenzo menemui Florentino dan mengatakan bahwa ia ingin anaknya berhubungan dengan orang terpandang, bukan dengan orang biasa seperti Florentino. Lorenzo bahkan mengancam Florentino dengan pistol. Mendapat ancaman demikian, Florentino berkata: &lt;i&gt;"Shoot me. There is no greater glory than to die for love."&lt;/i&gt; Merasa hilang akal, kemudian Fermina dibawa paksa oleh ayahnya pindah ke daerah terpencil di pegunungan. Pada saat berpisah, Fermina memotong rambutnya, lalu potongan rambut tersebut dikirim ke Florentino melalui kurir. Dari sinilah awal penantian Florentino dimulai.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Florentino tidak tahu Fermina pergi ke mana, namun ia setia menunggu. Florentino menunggu setiap malam di mercusuar sembari menantikan kedatangan kapal laut yang menghantarkan Fermina kembali kepadanya. Namun, semua itu sia-sia. Bertahun-tahun setiap hari ia ke mercusuar namun ia tak pernah melihat kapal Fermina datang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Selang beberapa waktu akhirnya Fermina kembali, namun Fermina yang sekarang telah berubah, bukan lagi Fermina yang Florentino kenal dahulu. Bahkan Fermina telah menganggap kisah mereka berdua di masa lalu hanyalah ilusi belaka. Dan, itulah momen yang menyesakkan dalam kehidupan Florentino. Fermina ternyata telah berusaha melupakan semua kenangan akan mereka berdua. Semua bertambah perih disaat Fermina memilih menerima pinangan Dokter Juvenal Urbino (Benjamin Bratt),&amp;nbsp; dokter yang ia temui ketika ia diduga terkena kolera, yang juga disetujui oleh Ayahnya. Maka Fermina pun menikah dengan Dr. Urbino, sebagai orang terpandang Dr. Urbino sering membawanya ke dalam pertemuan-pertemuan kelas atas di masa itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Fermina telah dikarunia anak, dan saat itu menjadi titik balik dari kehidupan Florentino. Dengan kepandaiannya menulis kata-kata cinta nan puitis ia diangkat menjadi juru tulis di The River Company of Carribean, perusahaan di bidang surat menyurat, yang dijalankan oleh pamannya. Pilihan Florentino untuk bekerja semata-mata agar ia bisa dipandang terhormat oleh para wanita, yang digambarkan pada masa itu hanya memandang pria dari segi materi saja. Karier Florentino berjalan pesat, apalagi ketika pamannya memutuskan untuk mewariskan tampuk seluruh usahanya kepada keponakannya itu. Semua orang di kota kini telah mengenal Florentino baik sebagai pemimpin perusahaan The River Company of Carribean, juga sebagai seorang penulis puisi handal. Akan tetapi, semua itu tidak sejalan dengan kehidupan cinta Florentino. Meski, ia telah berkencan dengan 623 wanita, namun tak ada satu pun dari mereka yang mampu memudarkan cintanya kepada Fermina, cinta pertama dan sejatinya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di sisi lain, saat kehidupan rumah tangganya tengah dilanda masalah, Fermina terkadang terbayang akan kenangan masa mudanya dengan Florentino, namun sekali lagi ia anggap itu hanya ilusi masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Segala penantian pasti ada akhirnya, dan penantian yang dinantikan dengan penuh rasa cinta niscaya akan berbuah manis. Dan itulah yang dirasakan Florentino. Pasca kematian Dokter Juvenal Urbino, ia kembali mengirimkan Fermina surat demi surat, meski Fermina selalu menolaknya, ia terus mengirimkan surat-surat itu. Sampai akhirnya Fermina menyetujui untuk bertemu kembali setelah 51 tahun berlalu. Dan dengan usulan Fermina pula, mereka berdua melakukan perjalanan dengan kapal laut, sekaligus melanjutkan lagi kisah-kisah masa lalu mereka yang sempat tertunda. Akhirnya, penantian Florentino akan mendapatkan cinta sejati Fermina berakhir pada 54 tahun 4 bulan 11 hari. Dalam jangka waktu tersebut, ia telah melewati wabah kolera yang melanda desanya, perang saudara, sakit hatinya kepada sang wanita, dan mengencani sebanyak 623 wanita, yang dia anggap sebagai pelarian atas rasa sakit hatinya. Selama itu pula Florentino tetap menyimpan kata-kata di dalam hatinya bahwa, “perjalanan hidupnya akan berakhir di hati Fermina.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Love in the time of Cholera adalah film romans menawan yang&amp;nbsp; diangkat dari sebuah novel sastra masterpiece, salah satu yang paling banyak dipuji kritikus, karya pemenang Nobel Gabriel Garcia Márquez. Inti kisahnya adalah tentang cinta, sebuah janji, dan perjuangan panjang dalam menemukan kembali cinta sejati yang hilang. Bahwa cinta Florentino kepada Fermina yang telah melewati rentang ruang dan waktu, yang tak pernah terkikis oleh perang, kelaparan, wabah penyakit, godaan dan usia, adalah benang merah utama kisah ini. Berapa lama manusia sanggup menunggu untuk mendapatkan kembali cinta sejati. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Novel inilah yang dicari-cari tokoh Jonathan Trager dalam film Serendipity. Saya sendiri belum sempat membaca novelnya sebagai perbandingan, walaupun saya sudah mulai mencarinya sejak tiga tahun yang lalu. Filmnya sendiri disutradari oleh Mike Newell, sutradara Inggris yang sudah menelurkan Four Wedding and a Funeral, Harry Potter and the Goblet of Fire, dan Prince of Persia: The Sands of Time. Filmnya sendiri sudah saya tonton beberapa waktu yang lalu, dan saya sudah menyiapkan beberapa catatan kecil sewaktu menontonnya. Baru hari ini saya sempat menuliskannya di blog saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1062207081"&gt;www.ferdot.com &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(Kuta, 1 May 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-823626325353443006?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/823626325353443006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2011/05/love-in-time-of-cholera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/823626325353443006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/823626325353443006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2011/05/love-in-time-of-cholera.html' title='Love In The Time Of Cholera'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-C1-Y_rgwMVo/Tb0yd0S_jMI/AAAAAAAAC6U/xt_hTA5NQxo/s72-c/love-in-the-time-of-cholera-poster-0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-2897389971664139727</id><published>2011-01-29T15:44:00.001+07:00</published><updated>2011-01-29T15:49:04.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Santai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Ikan Yang Bisa Berjalan Dan Memanjat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPP7_ffo8I/AAAAAAAAC5g/jaU9bNz6ICc/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPP7_ffo8I/AAAAAAAAC5g/jaU9bNz6ICc/s200/2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Di lumpur-lumpur berhutan bakau di sekitar Sungai Indragiri, terdapat ikan dengan keunikan dan keindahan yang sering diabaikan orang. Kita mungkin melihatnya setiap hari, namun tak terpikirkan oleh kita bahwa ikan tersebut memiliki keunikan dan keindahan yang tidak kita temukan pada ikan lain. Orang-orang bisa menulis tentang keindahan cendrawasih, yang habitatnya di Papua, atau keunikan komodo yang habitatnya di Pulau Komodo. Saya ingin menulis tentang ikan yang jarang kita perhatikan, namun ada di tanah kelahiran kita, yaitu ikan cempakul.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPROuBX9cI/AAAAAAAAC58/ls8Zenj-3NQ/s1600/Boleophthalmus+pectinirostris.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="171" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPROuBX9cI/AAAAAAAAC58/ls8Zenj-3NQ/s200/Boleophthalmus+pectinirostris.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Saya juga akan berbagi keindahan ikan tersebut melalui foto-fotonya yang saya dapatkan di sana-sini. Mudah-mudahan fotografer-fotografer lokal yang skillnya udah pro mau menjadikan cempakul menjadi objek fotografi yang layak dan berkualitas. Keindahan bisa didapatkan di mana saja, bahkan dari ikan yang hidup di lumpur sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Cempakul disebut unik karena ikan ini bisa berjalan di lumpur menggunakan siripnya, dan bahkan bisa memanjat akar-akar bakau yang menyembul dari permukaan air. Disebut indah karena pada saat sirip punggungnya dikembangkan, akan terlihat bias warna warni indah dengan berbagai corak. Bagai seekor naga kecil dalam film animasi, atau reptil purba lain yang mungkin pernah kita lihat di film Jurassic Park.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPRKnBuNWI/AAAAAAAAC50/l2DkCTdQav0/s1600/10.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPRKnBuNWI/AAAAAAAAC50/l2DkCTdQav0/s200/10.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Cempakul adalah sekelompok ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam suku &lt;i&gt;Oxudercinae&lt;/i&gt;. Nama-nama lainnya adalah cempakul, belodog, tembakul, dan belacak. Dalam bahasa Inggris disebut &lt;i&gt;mudskipper&lt;/i&gt;, karena kebiasannya melompat-lompat di lumpur itu. Tampang ikan ini sangat khas, kedua matanya menonjol di atas kepala seperti mata kodok, wajah datar, dan sirip-sirip punggung yang terkembang menawan. Panjang tubuhnya bervariasi dari beberapa sentimeter hingga mencapai 30 cm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Keunikan lain dari ikan ini, ia menghabiskan sekitar 90 persen waktunya dihabiskan di darat, dapat melompat jauh, memanjat akar-akar pohon bakau dan kayu-kayuan di tepi sungai, dan juga berjalan di atas lumpur. Pangkal sirip dadanya berotot kuat, hingga dapat ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap dan merangkak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPRQgUuy-I/AAAAAAAAC6A/bgU0Bx4GEVA/s1600/DSC_0056.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPRQgUuy-I/AAAAAAAAC6A/bgU0Bx4GEVA/s200/DSC_0056.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Daya bertahan di daratan ini didukung pula oleh kemampuannya bernafas melalui kulit tubuhnya dan lapisan selaput lendir di mulut dan kerongkongannya, yang hanya bisa terlaksana dalam keadaan lembab. Oleh sebab itu cempakul setiap beberapa saat perlu mencelupkan diri ke air untuk membasahi tubuhnya. Ikan cempakul jenis &lt;i&gt;Periophthalmus koelreuteri&lt;/i&gt; setiap kalinya bisa bertahan sampai 7-8 menit di darat, sebelum masuk lagi ke air. Di samping itu, cempakul juga menyimpan sejumlah air di rongga insangnya yang membesar, yang memungkinkan insang untuk selalu terendam dan berfungsi selagi ikan itu berjalan-jalan di daratan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Hidup di wilayah pasang surut, cempakul biasa menggali lubang di lumpur yang lunak untuk sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang naik, cempakul umumnya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan pemangsa yang berdatangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPRErJkNrI/AAAAAAAAC5o/EMNn-QsmOCM/s1600/Mudskipper+3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPRErJkNrI/AAAAAAAAC5o/EMNn-QsmOCM/s200/Mudskipper+3.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ikan jantan memiliki semacam alat kopulasi pada kelaminnya. Setelah berkopulasi (bercinta), telur-telur ikan cempakul disimpan dalam lubangnya itu dan dijaga oleh induk betinanya. Telur-telur itu lengket dan melekat pada dinding lumpur. Cempakul &lt;i&gt;periophthalmodon schlosseri&lt;/i&gt; dapat bertelur hingga 70.000 butir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Cempakul memangsa aneka hewan, mulai dari ketam binatu, udang tampoi, ikan, kerang, cumi-cumi, sampai ke semut ngangrang dan lalat. Ikan ini juga diduga memakan sedikit tumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Ketika menjelajah daratan, cempakul juga sering menyerang dan mengusir cempakul yang lainnya, untuk mempertahankan teritorinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Ikan cempakul hanya dijumpai di pantai-pantai beriklim tropis dan subtropis di wilayah Indo-Pasifik sampai ke pantai Atlantik Benua Afrika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Saat ini telah teridentifikasi sebanyak 35 spesies ikan cempakul. Terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Boleophthalmus, Periophthalmus dan Periophthalmodon. Beberapa spesies contohnya adalah Pseudapocryptes elongatus, Periophthalmus gracilis, Periophthalmus novemradiatus, Periophthalmus barbarus, Periophthalmus argentilineatus dan Periophthalmodon schlosseri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Belum banyak terkuak nilai dari ikan ini. Namun ikan ini termasuk yang paling tahan terhadap kerusakan lingkungan hidup dan dapat tetap hidup dalam kondisi yang “memprihatinkan” sekalipun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Namun di Tiongkok dan Jepang, ikan cempakul menjadi santapan, selain juga digunakan sebagai obat tradisional, terutama sebagai peningkat tenaga lelaki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPTLw_8lII/AAAAAAAAC6I/_nOgyR9_Fzk/s1600/minyak-belacak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPTLw_8lII/AAAAAAAAC6I/_nOgyR9_Fzk/s200/minyak-belacak.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Di Malaysia minyak ikan ini dijual sebagai obat penambah energi atau obat kuat, dan laris manis. Nama kemasannya "Minyak Ikan Belacak". Apa salahnya ikan cempakul yang berlimpah di kampung ini dibudidaya untuk dijadikan industri obat kuat tadi, dan diekspor ke negeri jiran. Siapa tau ikan cempakul kita lebih kuat daripada cempakul sana. &amp;nbsp;Bisa menciptakan lapangan kerja baru. Tak apa-apalah menjual sugesti, yang penting kita tidak selalu mengharapkan pemasukan dari industri raksasa di Guntung dan Pulau Burung itu. Dan bagaimana jika diekspor sebagai pangan ke China dan Jepang, entah dikalengkan entah dikirim segar. Bisa jadi sumber &lt;i&gt;income&lt;/i&gt; alternatif terutama apabila harga kelapa jatuh. (Dari berbagai sumber).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Baca tulisan lain &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;Coffee Break With Ferdy&lt;/a&gt; atau di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;www.ferdot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-2897389971664139727?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/2897389971664139727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2011/01/ikan-yang-bisa-berjalan-dan-memanjat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/2897389971664139727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/2897389971664139727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2011/01/ikan-yang-bisa-berjalan-dan-memanjat.html' title='Ikan Yang Bisa Berjalan Dan Memanjat'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TUPP7_ffo8I/AAAAAAAAC5g/jaU9bNz6ICc/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-8073262186157493018</id><published>2011-01-26T10:06:00.001+07:00</published><updated>2011-01-26T10:06:52.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>DAFTAR NOMINASI OSCAR 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TT-PiQikkgI/AAAAAAAAC5c/WLl7_HFZJXg/s1600/oscar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TT-PiQikkgI/AAAAAAAAC5c/WLl7_HFZJXg/s200/oscar.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kemarin AMPAS sudah menetapkan film, aktor, aktris dan sutradara yang akan menjadi nominator dalam pembagian Oscar, yang akan dilaksanakan tanggal 27 Februari nanti. Di Indonesia akan tayang tanggal 28 pagi (belum tahu stasiun TV nya). Inilah daftarnya (bukan ranking):&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Catatan: yang berhuruf tebal merupakan film/aktor/aktris/sutradara yang saya jagokan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NOMINASI FILM TERBAIK :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;127 Hours&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Black Swan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. The Fighter (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inception &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. The Kids Are All Right (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6. The King's Speech (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;The Social Network&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;8. Toy Story 3 (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;9. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;True Grit &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;10. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Winter's Bone &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NOMINASI AKTOR TERBAIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Javier Bardem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dalam Biutiful (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jeff Bridges&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dalam True Grit (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. Jesse Eisenberg dalam The Social Network (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. Colin Firth dalam The King's Speech (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. James Franco dalam 127 Hours (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NOMINASI AKTRIS TERBAIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Annette Bening dalam The Kids Are All Right (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Nicole Kidman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dalam Rabbit Hole (2010) (wow)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jennifer Lawrence&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dalam Winter's Bone (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. Natalie Portman dalam Black Swan (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. Michelle Williams dalam Blue Valentine (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NOMINASI AKTOR PENDUKUNG TERBAIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Christian Bale dalam The Fighter (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;John Hawkes&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dalam Winter's Bone (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jeremy Renner&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dalam The Town (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. Mark Ruffalo dalam The Kids Are All Right (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. Geoffrey Rush dalam The King's Speech (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NOMINASI AKTRIS PENDUKUNG TERBAIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Amy Adams dalam The Fighter (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. Helena Bonham Carter dalam The King's Speech (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. Melissa Leo dalam The Fighter (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. Hailee Steinfeld dalam True Grit (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. Jacki Weaver dalam Animal Kingdom (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NOMINASI SUTRADARA TERBAIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Darren Aronofsky untuk Black Swan (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ethan Coen, Joel Coen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; untuk True Grit (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. David Fincher untuk The Social Network (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. Tom Hooper untuk The King's Speech (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. David O. Russell untuk The Fighter (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NOMINASI FILM ANIMASI TERBAIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. How to Train Your Dragon (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. The Illusionist (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Toy Story 3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NOMINASI VISUAL EFEK TERBAIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Alice in Wonderland (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. Hereafter (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inception&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; (2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. Iron Man 2 (2010) Ian Barnes, Samantha Waite&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-8073262186157493018?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/8073262186157493018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2011/01/daftar-nominasi-oscar-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/8073262186157493018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/8073262186157493018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2011/01/daftar-nominasi-oscar-2011.html' title='DAFTAR NOMINASI OSCAR 2011'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TT-PiQikkgI/AAAAAAAAC5c/WLl7_HFZJXg/s72-c/oscar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-322429324995505089</id><published>2011-01-09T12:52:00.001+07:00</published><updated>2011-01-09T12:55:21.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Santai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Nonton Film Apa Di Tahun 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKZsmjy6I/AAAAAAAAC5I/GKkm6G8eV_8/s1600/The-Green-Hornet-2011-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKZsmjy6I/AAAAAAAAC5I/GKkm6G8eV_8/s200/The-Green-Hornet-2011-1.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Film Dari Komik/Serial TV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;1. The Green Hornet (Januari)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seth Rogen/Jay Chou.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masih ingat serial TV yang melejitkan nama Bruce Lee tahun 70-an, sekarang karakter Cato dimainkan oleh Jay Chou.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;2. Thor (Mei)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Chris Hemsworth, Natalie Portman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tokoh komik Thor dengan palu raksasanya akan muncul di bulan Mei.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;3. Captain America (Juli)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Chris Evans, Hugo Weaving&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Chris Evans yang main di komik Marvel sebelumnya Fantastic Four, menjadi Captain America.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;4. X-Men : First Class (Juni)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; James McAvoy, Michael Fassbender&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akan ada dua film X-Men tahun ini, yang ini dan kisah Wolverine yang masih tetap dilanjutkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;5. Green Lantern (Juni)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ryan Reynolds, Blake Lively&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masih dari komik dan kartu-kartu gambar yang sering kita lihat waktu kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKb4_bl6I/AAAAAAAAC5M/OHfYusDZXok/s1600/chris-evans-as-captain-america-fake-poster-270x360.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKb4_bl6I/AAAAAAAAC5M/OHfYusDZXok/s200/chris-evans-as-captain-america-fake-poster-270x360.jpg" width="150" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;6. The Wolverine (Desember)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hugh Jackman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hugh Jackman masih setia dengan karakter Wolverine.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;7. The Muppets Show (November)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Amy Adams, Emily Blunt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masih ingat serial boneka yang tokohnya Kermit si kodok dan Miss Piggy?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;8. Conan The Barbarian (Agustus)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jason Momoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karakter yang dulunya diperankan oleh Arnold Schawzenegger kali ini diperankan oleh Jason Momoa. (Huehuehue siapa ya, gak kenal).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;9. The Smurfs (Agustus)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Diangkat dari serial kartun TV tahun 80-an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;FILM SEKUEL/LANJUTAN YANG PALING DINANTI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;1. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (Mei)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Johnny Depp, Penelope Cruz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;2. Transformers III: Dark of the Moon (Juli)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Shia LaBeouf, Rosie Huntington&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKdOSv-UI/AAAAAAAAC5Q/SCFoZVG4Akk/s1600/the_smurfs_movie_poster_2011-530x786.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKdOSv-UI/AAAAAAAAC5Q/SCFoZVG4Akk/s200/the_smurfs_movie_poster_2011-530x786.jpg" width="134" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;3. Fast &amp;amp; Furious 5 (April)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Paul Walker, Vin Diesel, The Rock&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;4. The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1 (November)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kristen Stewart, Robert Pattinson&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;5. Harry Potter &amp;amp; The Deathly Hallows Part 2 (Juli)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Daniel Radcliffe, Emma Watson&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;6. Scream 4 (April)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Neve Campbell, Courteney Cox&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;7. Sherlock Holmes 2 (Desember)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Robert Downey Jr, Jude Law&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;8. Mission Impossible: Ghost Protocol (Desember)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tom Cruise, Jeremy Renner&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. Kungfu Panda 2 (Mei)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jack Black, Angelina Jolie&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;10. Cars 2 (Juni)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Owen Wilson, Michael Keaton&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;11. The Adventures of Tintin: The Secret of The Unicorn (Desember)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(Sutradara Steven Spielberg)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;12. Spy Kids 4 (Agustus)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jessica Alba, Jeremy Piven&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;13. xXx 3: The Return of Xander (belum tahu kapan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Vin Diesel,Samuel L Jackson&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;14. The Witches of Oz (Belum tahu kapan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lanjutan Film The Wizard of Oz (1941)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;15. National Treasure 3 (Belum tahu kapan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nicolas Cage&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;16. Wanted 2 (Belum tahu kapan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;James McAvoy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;17. Final Destination 5 (Agustus)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Emma Bell&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;18. Red Sonja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Rose McGowan (remake filmnya Arnold Schwarzenegger)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;19. Commando&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sam Worthington (remake filmnya Arnold Schwarzenegger)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;20. Happy Feet 2 (November)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Elijah Wood&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;21. The Chronicle of Narnia: The Silver Chair&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(Belum tahu kapan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;22. Puss In Boots (November)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Antonio Banderas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Spin-off dari film Shrek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;23. Johnny English 2 (Oktober)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Rowan Atkinson, Rosamund Pike&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;24. Universal Soldier: A New Dimension (Desember)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jean Claude Van Damme, Dolph Lundgren&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;FILM PILIHAN SAYA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKrMN_3fI/AAAAAAAAC5U/F6T1z08YSwE/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKrMN_3fI/AAAAAAAAC5U/F6T1z08YSwE/s200/images.jpg" width="134" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;1. Cowboys &amp;amp; Aliens (Juli)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Daniel Craig, Harrison Ford&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;2. True Grit (Februari)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jeff Bridges, Matt Damon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;3. The Mechanic (Februari)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jason Statham, Ben Foster&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;4. The Girl With The Dragon Tattoo (Desember)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Daniel Craig, Rooney Mara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;5. Red Riding Hood (Maret)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Amanda Seyfried, Gary Oldman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;6. The Three Musketeers (Oktober)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Matthew McFadyen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;7. World Invasion: Battle LA (Maret)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aaron Eckhart, Michelle Rodriguez&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlK5umq3qI/AAAAAAAAC5Y/YNVioQVJCwA/s1600/images+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlK5umq3qI/AAAAAAAAC5Y/YNVioQVJCwA/s200/images+%25281%2529.jpg" width="134" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;8. The Next Three Days (Januari)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Russel Crowe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;9. The Lincoln Lawyer (Maret)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Matthew McConaughey, Ryan Philippe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;10. Kill The Irishman (Maret)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Val Kilmer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;11. The Killer Elite (Belum tahu kapan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Robert De Niro, Jason Statham&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;12. The Beaver (April)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mel Gibson, Jodie Foster&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;13. The Son of No One &amp;nbsp;(Belum tahu kapan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Al Pacino, Juliette Binoche&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(Batam, 9 Januari 2011-Dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;www.ferdot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-322429324995505089?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/322429324995505089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2011/01/nonton-film-apa-di-tahun-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/322429324995505089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/322429324995505089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2011/01/nonton-film-apa-di-tahun-2011.html' title='Nonton Film Apa Di Tahun 2011'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TSlKZsmjy6I/AAAAAAAAC5I/GKkm6G8eV_8/s72-c/The-Green-Hornet-2011-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-1119339419796665834</id><published>2010-12-27T23:10:00.001+07:00</published><updated>2010-12-28T09:46:53.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Saodah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TRi30EMjw8I/AAAAAAAAC4o/ylRPr3PJ8KE/s1600/indragiri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TRi30EMjw8I/AAAAAAAAC4o/ylRPr3PJ8KE/s200/indragiri.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Waktu itu pertengahan bulan Desember tahun 1957, udara selalu dingin karena hujan yang terus menerus. Di tengah gerimis malam, Atan Dempul bergegas meniti pelantar nibung yang licin dan mengetuk pintu rumahnya yang terbuat dari kayu beratap rumbia, di tepi Sungai Indragiri. Tangan kanannya membawa lampu teng.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Saodah... buka pintu Dek, abang Atan datang ni."seru Atan Dempul memanggil istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Assalamualaikum Saodah, di mana engkau, cepatlah sedikit. Bukan main dingin di luar sini."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Saaodaaaaaaaah... hoiiii..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Sang istri, wanita manja bertubuh besar, sengaja tidak cepat-cepat membukakan palang pintu. Ia menunggu sang suami menyebutkan kata keramatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Hoooiii Saodaaaaaaaah... Mati abang kedinginan di sini."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Tanpa beban sedikitpun Saodah masih melanjutkan kegiatan kesukaannya, meringkuk nikmat dalam kehangatan selimut belacu. Sejurus kemudian barulah kata keramat yang diharapkannya terdengar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Adindaku Saodah sayaaaaaaang, bukalah pintuuuuu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Barulah Saodah membukakan palang pintu, lalu bersiap-siap memasang ekspresi kesal di wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Amboi, untunglah engkau cepat membuka pin.."belum sempat Atan Dempul menyelesaikan kalimatnya, Saodah sudah menyambar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Apalah abang ni, tengah malam buta macam inipun teriak-teriak. Ketuk pintu saja kan Adek dengar."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Abang dah panggil dari tad..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Kenapa lambat betul balik, katanya habis Isya. Apa yang abang buat dekat pekan di Sapat itu?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Berniagalah. Tak ada lain."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Berapa kaleng abang jual dempul? Kalau pulang tengah malam begini mestilah habis. Kalau tak habis abang jangan pulang. Itu baru bagus."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Memang habis terjual."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Jadi apa pasal abang baru balik tengah malam begini?"sambar Saodah sambil berkacak pinggang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Amboi Saodah, abang masuk dan duduk dululah. Rebuslah air, abang nak minum teh panas ini."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Jawab dulu pertanyaan adek, abang dari mana ha?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Inilah abang mau cerita. Lepas berniaga abang langsung balik tengah hari tadi. Tapi ada hal pula di jalan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Hal apa tu bang?"nada tinggi Saodah mulai surut dan dia bergegas ke bilik dapur untuk menghidupkan api.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Sampan abang bocor dekat Sungai Junjangan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Terus, abang tak ke tepi?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Abang ke tepi lah. Abang ingat masih ada tali sabut kelapa dekat haluan. Abang cari-cari tak ada pula. Dempul pun tak ada."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Kenapa abang tu bodoh sangat? Kalau berniaga dempul tu jangan sampai habis terjual semua. Sisakanlah satu untuk di sampan!"kata Saodah sambil menaruh teko aluminium di atas api.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Ai? Serba salah aja ni."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Itulah, kalau masih ada kan senang abang tambal sampan tu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Sampan abang bawa ke tepi, abang tambat dulu, naik ke pelantar Sei Junjangan tu, abang bertemu Utoh, kawan abang yang orang Banjar tu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Ha, terus?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Utoh tak bisa bantu abang lah, jadi abang jalan terus, bersyukur abang ketemu saudara kita."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Siapa bang?"tanya Saodah ingin tahu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Sepupu jauh engkaulah"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Siapa bang?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Bang Samad lah. Yang dulu tinggal dekat Sungai Bela tu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Mata Saodah langsung terbelalak lebar, mulutnya ternganga. Lalu wajahnya memucat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Aduh abang ni, alamat sial lah nasib kita ni bang!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Kenapa?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Nasib buruk akan segera menimpa kita ini bang. Astaghfirullah apa dah jadi ni. Pertanda apa ni..."kata Saodah sambil geleng-geleng kepala." Terus bang?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Engkau ni apa pasal Saodah. Ya Bang Samadlah yang bantu abang cari tali sabut dan dempul, dia pula yang bantu abang naikkan sampan jadi tegak di tepi jerambah tu. Biar senang abang menambal. Diapun ikut abang pulang ni, Saodah kan dah lama tak jumpa dia. Sekarang dia sedang menambatkan perahu abang di ujung. Kalau tambat perahu di depan rumah nanti hanyut tenggelam lah kena hujan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Dia ikut abang ke sini?"wajah Saodah semakin memucat. Lalu nafasnya mulai memburu, wajahnya memerah karena mulai marah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Abang niiiiiiii. Kenapa lah abang bodoh sangat. Apa hal ni bang, sial betul lah nasib kita ni."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Apa pula ni Saodah. Engkau bicara apa?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Matilah kita bang. Alamat nasib buruk akan menimpa kita. Sial hidup kita ni bang."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Apa hal ni Saodah?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Abang Atan ni bodoh kah gila kah? Bang Samad tu kan dah mati?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Atan Dempulpun tertegun. Lalu dia menggeleng-gelengkan kepala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Abang tak gila Saodah. Itu betul Bang Samad yang ikut abang pulang. Dia sudah bantu abang menambal, kalau tidak entah macam mana abang balik ke Tembilahan ni."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Astaga bang. Bang Samad itu sudah meninggal kena malaria. Sudah setahun. Kita memang tak pergi ke sana karena ada wabah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Eh, ini betul-betul Bang Samad, masih hidup, diapun sempat bertanya kabar engkau Saodah. Dia cakap begini: 'apa kabar sepupu aku yang gendut tu?' "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Abang niiiiii. Geram aku. Bang Samad tu dah mati!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Jadi, siapa yang ikut pulang dengan abang tu?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Entahlah bang, orang Bunian mungkin, jin, mambang laut, setan hantu belawu, manalah tau."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Tapi dia bercakap macam manusia. Dia kan saudara engkau,saudara aku juga, tak ada yang janggal dengan dirinya. Nampak lebih tua sedikit, ompong. Itu saja, tak ada hal lain yang janggal."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Saodah geleng-geleng kepala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Jangan sampai hantu tu masuk ke rumah kita ni bang."kata Saodah lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Tiba-tiba pintu diketuk dari luar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Atan Dempul dan istrinya saling berpandangan. Saodah memandang suaminya dengan tajam. Tatapan matanya mengisyaratkan agar Atan tidak membuka pintu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Pintu diketuk lagi. Dua kali, tiga kali. Saodah langsung lari ke dapur mencari pisau, lalu kembali ke samping suaminya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Terdengar suara pintu diketuk lagi. Saodah lalu berteriak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Siapa di luar?!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Akulah. Samad, abang sepupu engkaulah Saodah. Dingin sangat ni, mana Atan tadi? Jemput aku masuklah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Saodah,"kata Atan kepada istrinya. "Jangan engkau gila Saodah, dia itu sepupu engkau sendiri."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Jangan sampai abang buka pintu itu."bentak Saodah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Atan!" teriak suara dari luar. "Bukalah pintu, engkau nak bunuh aku ya. Basah kuyup aku ni Atan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Selama kehidupan rumah tangganya, Atan Dempul selalu menurut kata-kata istrinya. Atan sadar bahwa istrinya lebih pintar dari dia, hingga dia percaya dan mengiyakan apapun yang dikatakan Saodah. Namun malam itu, didorong oleh rasa kasihan yang amat sangat pada sosok tua Bang Samad yang telah ditemuinya di Sei Junjangan, Atan Dempul menuju pintu dan mengangkat palangnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Pintupun terbuka, dan berdirilah di sana, disertai kilatan petir yang sekilas membutakan mata dan diiringi suara guntur beberapa saat kemudian, sosok tua Bang Samad, dengan rambut putih, wajah pucat kedinginan dan tubuh basah kuyup. Bang Samad mengenakan jas hitam model Belanda dan kemeja yang sudah lusuh. Senyumnya mengembang, memperlihatkan deretan gigi keemasan yang ompong di sana sini. Mulutnya merah kehitaman karena terlalu banyak makan sirih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Tubuh Saodah bergetar karena hembusan angin yang disertai tempias hujan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Atan mengajak Bang Samad masuk dan mempersilakannya duduk. Bang Samad menyeret tubuhnya ke kursi dengan tertatih-tatih, lalu memandang tajam kepada Saodah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Untuk apa pisau tu Saodah? Lagi menyiang ikan tengah malam buta ni? Apa kabar engkau?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Hiss.. aku tak kan tertipu dengan iblis macam kau. Kau sudah mati tahun lalu, kau ni bukan Samad, tapi setan."hardik Saodah dengan gemuruh, dadanya naik turun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Bang Samad terkekeh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Hehehehe.. apa hal ni. Ini aku Samad, sepupu engkau, Atan mengajak aku ke sini."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Atan mengangguk membenarkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Nyala lampu dinding bergoyang-goyang ditiup angin yang masuk melalui celah-celah pintu dan jendela.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Apalah bang Atan ini. Abang buta kah? Ini hantuuuuuuu bang... hantuuu...."kata Saodah. " Bang Samad sudah mati kena demam malaria tahun lalu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Bang Samad geleng-geleng kepala.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Kalau tak suka aku datang, tak apalah. Biar aku pergi, tapi janganlah aku disebut hantu. Aku masih hidup, memang banyak saudara kita yang mati kena malaria, adik aku Si Amatpun mati juga seperti yang lain. Tapi aku sembuh, Saodah. Berkat kiriman kina dari kantor PNI."kata Bang Samad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"He iblis,"kata Saodah sambil berkacak pinggang." Suamiku bisa kau bodohi. Tapi jangan harap kau bisa bodohi aku. Haa, bang Atan, tengok ni.."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Lalu Saodahpun menusukkan pisau ke dada Bang Samad. Bang Samad tertegun, Atan Dempul ternganga mulutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Tusukan itu menghasilkan lubang di dada Bang Samad, menembus jas hitamnya yang lusuh dan basah kuyup.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Haaaaaa... kau tengok ni bang. Tengok yang kau bilang manusia ni. Aku tusuk tak adapun keluar darah. "kata Saodah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Atan memandangi Bang Samad dengan heran. Dan rupanya Saodahpun belum puas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Sinilah aku tusuk lagi." Saodahpun menusuk dada kanan Bang Samad, kali ini sedikit lebih dalam. Sekarang ada dua lubang kecil di jas Bang Samad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Haaaaaaa.. kau tengok itu Bang Atan. Tak ada darahpun. Muka diapun selamba saja."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Atan masih terdiam terpaku. Bang Samadpun dengan susah payah beranjak dari kursi. Dengan tertatih-tatih ia menyeret tubuhnya ke pintu, sambil mulutnya komat-kamit bergumam. Saodah masih sempat mendengar samar-samar Bang Samad berkata: "Saodah.. Saodah..."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Bang Samad keluar menghilang di balik pintu, dan pintupun terbanting menutup tertiup angin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Di luar hujan deras. Sesekali kilat menyambar di horison. Bang Samad melangkah melintasi jerambah nibung dengan susah payah. Hampir dekat ujung jerambah, ia terjerembab karena licin. Dadanya terasa perih. Cuaca dingin yang mendera tubuh rentanya telah membuat peredaran darahnya bergerak lebih lambat. Darah mulai merembes keluar menembus jasnya yang berwarna hitam. Iapun oleng ke kanan dan tiba-tiba jatuh ke air, menembus rimbunnya kiambang di bawah jerambah. Tubuhnya lenyap di bawah kiambang, lalu terseret arus sungai Indragiri ke arah muara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Kau tengok tu bang,"kata Saodah di dalam rumah. Sudah dua kali adek tusuk dia dengan pisau dapur ni, dia selamba saja. Macam tak ada kejadian. Kalau manusia betul pastilah dia memekik. Darahpun tak ada keluar."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Atan masih tak bisa berkata-kata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;"Jangan abang diam saja. Tengoklah keluar, pasti dia sudah hilang."kata Saodah lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Atan Dempulpun beranjak ke pintu, tubuhnya gemetar, tidak saja oleh hawa dingin, namun juga karena ketakutan. Dia melihat keluar, ke arah hujan, ke arah jerambah, ke kanan dan ke kiri. Ia tak melihat apapun. Si hantu agaknya telah lenyap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Bang Samad yang sudah tua tewas karena ketidaktahuan, tahyul, salah paham, juga karena adanya keterbatasan komunikasi dan transportasi pada masa itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Akan halnya Atan Dempul dan Saodah, mereka melanjutkan hidupnya di tepian Sungai Indragiri tersebut. Sesudah peristiwa itu Saodah bercerita kepada setiap orang bahwa suatu malam mereka didatangi hantu Bang Samad dan mereka berhasil mengusirnya. Sementara Atan Dempul sendiri lebih banyak diam, hanya sesekali mengangguk mengiyakan apapun yang dikatakan Saodah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Dan Saodah yang malang itu, tak pernah terbersitpun dalam pikirannya, bahwa pada malam dingin berhujan itu ia telah melakukan sebuah pembunuhan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;=Ferdiansyah=&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;(Batam, 27 Desember 2010).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-1119339419796665834?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/1119339419796665834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/12/saodah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1119339419796665834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1119339419796665834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/12/saodah.html' title='Saodah'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TRi30EMjw8I/AAAAAAAAC4o/ylRPr3PJ8KE/s72-c/indragiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-5431731245896883376</id><published>2010-12-15T15:59:00.010+07:00</published><updated>2010-12-15T18:46:52.530+07:00</updated><title type='text'>RADIO (2)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TQiBVUrUbuI/AAAAAAAAC4k/5x-HLFRRhLs/s1600/pentagram.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TQiBVUrUbuI/AAAAAAAAC4k/5x-HLFRRhLs/s200/pentagram.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagian Dua&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dengan lutut gemetaran, aku mencoba melangkah maju. Monyet-monyet itu masih tak bergeming. Monyet paling depan berada sekitar 2 meter jaraknya dariku. Jalan tertutup rapat oleh mereka, dan aku memberanikan diri terus melangkah, mencoba menganggap bahwa keberadaan monyet-monyet tersebut adalah ilusi. Kupejamkan mataku, lalu kubuka kembali. Monyet-monyet sialan itu masih ada, dan aku semakin mendekati mereka. Dalam jarak sangat dekat begini, barulah aku dapat menangkap suara-suara monyet tersebut, yang ternyata sedang menggeram halus. Pandangan mata mereka tetap mengikutiku. Lalu, entah ide gila dari mana, entah karena panik, kutendang seekor monyet tepat di depanku. Aku bisa merasakan bulu-bulu monyet tersebut dan tubuhnya yang hangat dengan kaki yang telanjang, lalu monyet itu melayang ke udara, hinggap di ranting pohon, dan kemudian dengan teriakan memekakkan telinga, melayang lurus ke arahku. Aku berbalik arah, dan monyet tersebut hinggap di bahuku. Lalu monyet-monyet lain menyusul. Ada yang menduduki kepalaku, hinggap di bahu kanan, bahu kiri, memeluk pinggangku, memeluk kedua kakiku, dan seekor monyet lagi berusaha menggigit pergelangan lenganku. Dan semuanya berteriak dengan teriakan riuh rendah yang ramai dan memekakkan telinga.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Darah mulai keluar dari tanganku, aku mencoba mengibas-ngibaskan tangan tersebut, dan tiba-tiba ikatan lenganku putus, dan kini kedua tanganku bebas bergerak. Aku meraih monyet yang dipunggungku, dan membantingnya ke aspal. Aku berusaha meninju monyet di kedua kakiku, dan tubuhku menggeliat hebat untuk berusaha melepaskan diri dari hewan-hewan ini. Monyet yang kubanting ke aspal bangkit lagi, dan menyerang lagi. Kali ini mereka semua mulai menggigitiku. Telingaku mulai basah, cupingnya terluka karena gigitan. Kedua kakiku mulai goyah, dan aku jatuh berlutut. Aku mengangkat kepala dan kulihat di sekitar jalan, dari arah pepohonan yang gelap, sosok-sosok monyet lain, dalam jumlah ratusan berdatangan ke arahku. Sekarang jalanan dan pohon-pohon di sekitarku penuh dengan monyet-monyet kelabu ini, yang ribut menceracau dan berteriak-teriak menyakitkan telinga.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kini aku terduduk lemah. Seekor monyet mulai menggigiti leherku. Aduh, siapa yang mau mendapatkan monkey bite dari monyet beneran. Mungkin inilah saat-saat terakhirku, tewas secara konyol, dengan tubuh penuh luka bekas gigitan monyet. Bisa saja mereka nanti membuang mayatku, dan aku akan dianggap hilang tak tentu rimbanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Punggungku tak kuat lagi tegak, aku terkapar, telentang tak berdaya. Monyet-monyet sialan itu bertumpuk-tumpuk di atas tubuhku. Kepalaku terasa sakit karena rambutku ditarik-tarik. Pandanganku mulai mengabur, samar-samar kulihat bulan yang pucat, sebagian tertutup awan. Kemudian bulanpun mulai terlihat redup, semakin redup, langit di sekitar bulan mulai menghitam, dan tak lama kemudian bulanpun lenyap. Aku tak bisa melihat apa-apa lagi. Samar-samar aku masih bisa mendengar suara geraman dan lengkingan monyet-monyet, lalu terdengar pula suara yang lain. Yang lembut, yang merdu, yang membuai jiwaku. Inikah proses kematian?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba tubuhku serasa tersentak-sentak, lalu terangkat dari atas tanah. Tubuhku terasa ringan, dan aku melayang ke atas. Kubuka mata, dan kulihat monyet-monyet mulai berjatuhan dariku. Kini aku bebas dari monyet, dan melayang di udara. Aku melihat ke ujung kakiku yang nyaris sejajar dengan tanah, dan di sana kulihat seorang bidadari bergaun putih dengan tatapan mata yang menyejukkan dan senyum yang misterius, laksana senyum Mona Lisa. &lt;i&gt;Mona Lisa!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Itulah dia. Mona Lisa! Itu sebabnya mengapa aku serasa pernah melihat senyum itu. Itu senyuman misterius yang paling terkenal di seluruh dunia. Yang berasal dari lukisan potret karya maestro Leonardo Da Vinci, yang sekarang tergantung anggun di sebuah lorong di Museum Louvre, Paris. Senyuman Ygga adalah senyum Mona Lisa. Senyum misterius yang tak seorangpun tahu hingga sekarang apa artinya. Apakah ia tersenyum karena bahagia, atau tersenyum sinis, atau tersenyum dengan tulus, atau senyuman yang menunjukkan bahwa ia tahu rahasia-rahasia yang orang lain tidak tahu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Itulah sebabnya aku serasa pernah melihat wajah Ygga sebelumnya. Raut wajahnya persis dengan potret Mona Lisa. Ygga adalah Mona Lisa.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku mengangkat kepala, dan kulihat Mammon di sampingku. Rupanya Mammon lah yang mengangkat tubuhku dari kerumunan monyet-monyet itu. Dan sekarang ia yang membopongku kembali ke arah bangunan studio. Dengan segala kengerian ini, aku memang sudah tidak kuat lagi berdiri. Kulihat Ygga mengikutiku dari belakang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mammon meletakkanku di sofa panjang, kemudian ia pergi entah ke mana. Mammon kembali membawa sebaskom air hangat, perban, kapas dan obat luka. Setelah menaruh benda-benda tersebut di atas meja, ia menghilang ke balik pintu. Aku tidak melihat Fausto, mungkin dia masih terkapar di ruang sempit itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ygga duduk di sampingku, dan mulai membersihkan luka-lukaku. Tangannya yang lembut menyentuh wajah dan leherku, aku menahan erangan karena perihnya luka-luka tersebut. Aku bertanya,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;„Siapa kau sebenarnya?“&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ygga tersenyum, tangannya membersihkan luka pada lenganku. Berapa sih umur wanita ini? Dia kelihatan muda, wajahnya halus tanpa kerut, tapi aku tak bisa menebak-nebak berapa umurnya. Dia punya pesona magis yang kuat, dan pandangan matanya menggambarkan seseorang yang sudah sangat lama mengenal dunia, bukan pandangan mata wanita berumur di bawah 30 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Siapa kau sebenarnya?" tanyaku lagi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku punya banyak nama,"jawabnya. "Dulu orang-orang mengenalku dengan nama P&lt;i&gt;andemonium Satanico&lt;/i&gt;, selama berabad-abad namaku Silbi. Pada abad ke 16 namaku Lisa, pernah juga Marie. Sudah setengah abad terakhir ini namaku Ygga."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kau berusia berabad-abad?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku tak berumur. Usia tak bisa menyentuhku."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;„Lisa? Kau adalah Lisa Gerardhini?“kataku lagi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ygga tersenyum lagi. Senyum yang enigmatik. Bikin penasaran. Ia mengangguk.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;„Ya, aku pernah memakai nama itu. Waktu itu aku menikahi orang paling kaya di Italia, Fransesco del Giocondo. Fransesco membayar mahal pada Leonardo Da Vinci untuk melukis potretku. Tadinya aku menolak, tapi maestro ini, Leonardo, sangat terkenal waktu itu, orang yang jenius, akhirnya aku mau. Begitu lukisan selesai, aku minggat, dan meniupkan isu bahwa aku bunuh diri. Aku hanya pindah ke Perancis, mempersiapkan kekacauan di sana dan melakukan provokasi, mempersiapkan revolusi. Lukisan Nyonya Lisa, atau Mona Lisa seperti yang kalian kenal, akhirnya bisa kupindahkan ke Perancis, tak jauh dariku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“Bagaimana kau memindahkan lukisan itu dari Italia ke Perancis?”tanyaku penasaran.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“Bukankah itu gampang? Aku menikah dengan Louis XVI.”jawab Ygga. “Sang Raja membeli lukisan itu untukku. Diapun heran, mengapa lukisan itu mirip dengan diriku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku menggeleng. Rasanya tidak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“Louis XVI menikah dengan Marie Antoinette,”kataku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ygga tersenyum. Ia menatapku lekat-lekat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“Astaga, kau juga adalah Marie Antoinette?”tanyaku.&amp;nbsp; &lt;i&gt;Madame Defisit?&lt;/i&gt; Yang menyebabkan kejatuhan monarki absolut dan menimbulkan revolusi Perancis?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku menggeleng tak percaya. Aku memperhatikan wajah Ygga yang cantik dan misterius, wanita cerdas, yang katanya berusia berabad-abad dan wajahnya telah dilukis oleh Leonardo Da Vinci di atas lembaran poplar. Yang menjelma menjadi Lisa Geradhini, Marie Antoinette, Silbi, dan entah nama apa lagi dalam kurun waktu berabad-abad. Siapa namanya di awal tadi, oh ya, Pandemonium Satanico. Satanico, hmmm, Gereja Setan. Apakah dia ini pengantinnya Lucifer?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dan aku tambah merinding. Aku sedang berbaring terluka dan mengobrol dengan setan. Aku ingat film George Clooney berjudul &lt;i&gt;From Dusk Till Dawn&lt;/i&gt;. Wanita cantik yang diperankan Salma Hayek di film itu bernama Pandemonium Satanico. Tiba-tiba aku ingat sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“Marie Antoinette tewas dipancung dengan guilotin.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ygga tertawa.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“Jangan naif, “katanya. “Itu pembantuku, aku tak sebodoh itu, itu trik lama. Semua orang waktu itu di Perancis memakai makeup tebal. Laki-laki dan perempuan. Semuanya memakai wig, dan tahi lalat palsu. “&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku terdiam. Ygga berkata lagi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“Triknya kuulangi lagi pada akhir Perang Dunia ke Dua. Di sebuah bunker di Jerman, aku menikah dengan Adolf Hitler sehari sebelumnya. Namaku waktu itu Eva Braun. Yang tewas bunuh diri adalah pembantu Hitler dan pembantuku, mayat mereka kemudian dibakar. Orang-orang menganggap itu mayat Adolf dan mayatku. Aku dan Hitler melarikan diri ke Argentina. Kau pikir siapa yang mempengaruhi Adolfku sayang memicu perang dunia kedua?“&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sekarang aku merasa tahu terlalu banyak. Entah personifikasi karakter apa lagi yang diperankannya dalam sejarah manusia. Wanita luarbiasa ini, yang melalangbuana melintasi waktu, hadir di setiap jaman dan menciptakan sejarah, sekarang sedang merawat luka-lukaku dengan lembut dan penuh perhatian. Kuperhatikan mata Ygga yang berbeda warna, kucium bau tubuhnya yang harum. Aku merinding lagi. Kemudian kulihat Ygga mengusap keningku, lalu perlahan-lahan pandanganku mengabur, lalu gelap gulita. Mungkin karena letih, terluka, dan mengalami kejadian-kejadian yang serasa di luar nalar, aku jatuh tertidur.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pada saat aku terbangun, yang pertama kulihat adalah cahaya lilin. Hidungku mengendus bau harum semerbak. Rupanya itu adalah lilin-lilin beraroma, berwarna merah dan berukuran besar, yang diletakkan di lantai di sekelilingku. Aku berdiri tegak di conference room, terikat pada sebuah tiang yang terbuat dari kayu. Tanganku terikat pada palang horisontal, seolah-olah aku disalib. Aku mendengar suara dengungan dalam ruangan. Bukan, bukan dengungan, tapi suara orang-orang ramai berbisik. Aku memperhatikan seberang ruangan, ke arah kursi-kursi biasanya berjejer, namun aku tak melihat kursi apapun.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba lampu &lt;i&gt;downlight&lt;/i&gt; menyala. Dan kini aku bisa melihat ke arah sumber suara itu. Orang-orang berjubah merah dan berkerudung merah, berjumlah ratusan, berada di seberang ruangan. Wajah mereka tak begitu jelas, hanya terlihat sepasang mata dibalik kerudung merah yang gelap. Dari mana datangnya orang-orang ini? Aku ingat penjelasan Mammon bahwa jemaat mereka berjumlah 400-an. Yang kulihat di sini mungkin hanya separuhnya. Tapi ini saja sudah cukup ramai.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku tidak tahu jam berapa saat ini. Kemungkinan sekitar tengah malam. Aku tak tahu apakah radio masih siaran atau sudah &lt;i&gt;sign-off&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; Sekujur tubuhku terasa sakit, dan pikiran bahwa hidupku akan segera berakhir begitu menghantuiku. Dengan terikat begini, dalam posisi yang tak pernah aku impikan sebelumnya, jalan keluar sama sekali tak terlihat. Dalam hati aku berdoa pada Tuhan, bukan untuk keselamatanku, tapi memohon agar aku mengalami proses kematian yang tidak menyakitkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lalu tiba-tiba terdengar musik menggelegar dari sound system. Sebuah lagu lama dari Led Zeppelin berjudul &lt;i&gt;Stairway to Heaven&lt;/i&gt; membahana ke seluruh ruangan. Lagu itu lembut namun terasa menyeramkan. Aku jadi teringat dengan sesuatu yang disebut &lt;i&gt;backmasking&lt;/i&gt;. Lagu Stairway to Heaven mengandung &lt;i&gt;backmasking&lt;/i&gt;, yaitu pesan tersembunyi yang akan terdengar jika lagu tersebut diputar terbalik. Pesan tersebut adalah puji-pujian terhadap Setan. Banyak lagu yang mengandung &lt;i&gt;backmasking&lt;/i&gt;, versi acapela dari lagu Kolam Susu milik Koes Plus juga mengandung unsur &lt;i&gt;backmasking&lt;/i&gt;. Aku pernah diputarkan lagu itu secara terbalik menggunakan turntable oleh seorang temanku yang berprofesi sebagai DJ di &lt;i&gt;club &lt;/i&gt;Five-O. Piringan hitam diputar terbalik secara manual dengan kecepatan tertentu yang konstan, dan yang terdengar adalah suara-suara gemuruh menyeramkan dan sebaris kalimat dalam bahasa Indonesia yang bunyinya membuat aku merinding.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ketika lagu Stairway to Heaven yang terasa panjang itu berakhir, orang-orang mulai maju mendekatiku, dan kali ini musik yang terdengar adalah lagu &lt;i&gt;Walk This Way&lt;/i&gt; dari Aerosmith. Lagunya menghentak dengan irama keras, dan jemaat Gereja Setan mulai bergerak. Tangan mereka ke atas, mirip dengan penghormatan gaya Nazi, lalu meneriakkan kata-kata : &lt;i&gt;„Ave Satana!!“&lt;/i&gt; secara serentak. Bunyinya sungguh gemuruh. Pada saat kalimat ‚walk this way’ berkumandang, mereka menimpanya dengan kalimat ‚ave satana’ tadi. Aku ingat lagu Walk This Way juga mengandung backmasking, dan kalimat yang terdengar jika lagunya diputar terbalik adalah Ave Satana, kalimat Latin yang artinya &lt;i&gt;Hail Satan &lt;/i&gt;(sambutan kepada Setan).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Di tengah gemuruh lagu dan ungkapan tersebut, dari samping kulihat Mammon masuk, memakai jubah merah yang sama namun penutup kepalanya tidak dipakai. Di belakangnya kulihat Fausto, dengan mata lebam dan kepala miring dan langkah yang terseret-seret, mirip zombie. Fausto dan Mammon mengambil tempat di sebelah kiriku, dan berdiri menunggu. Lalu, dari pintu samping yang sama, masuklah sang dewi, Ygga, dengan gaun putih tembus pandang, rambut tergerai indah, dan dengan langkah yang anggun. Ia meluncur mulus melewatiku sambil tersenyum, dan kemudian berdiri membelakangiku, menatap ke arah ratusan sosok-sosok merah tua yang tiba-tiba berhenti bicara.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lalu, semua orang yang hadir di ruangan itu, kecuali aku, sambil meneriakkan kata Ave Satana, semuanya mengacungkan tangan, dan jari mereka membentuk &lt;i&gt;‚signs of horns“&lt;/i&gt;, yang dalam budaya rock disebut sebagai salam metal. Jari kelingking dan telunjuk menghadap ke atas, sementara jari tengah dan jari manis menekuk ke telapak tangan, ditimpa oleh ibu jari. Jari-jari tersebut membentuk ilusi kambing bertanduk. Anak-anak muda tahun 1990-an sering mengacungkan jari seperti ini, tanpa menyadari bahwa yang mereka lakukan adalah penghormatan atau sambutan kepada setan, dan tindakan ini memang diambil dari ritual-ritual gereja setan. Salam ini bahkan dijiplak oleh sebuah partai di Indonesia yang berlambang banteng pada saat kampanye di periode 1990-an, dengan ungkapan yang sama, yaitu salam metal, namun metal di sini dimaksudkan sebagai „merah total“, karena massa nya semua menggunakan baju kaus merah.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pada saat itulah, tubuhku terasa tersentak dan terangkat. Rupanya tiang kayu berbentuk salib tersebut kedua ujung atas dan bawahnya terhubung dengan rantai. Rantai tersebut melintasi tiang batu horisontal di langit-langit, dan kedua ujungnya dihubungkan ke katrol besar di balik pintu, yang kini diputar oleh dua orang jemaat. Tubuhku terangkat tinggi, lalu perlahan-lahan posisiku bertukar. Kali ini kepalaku di bawah, dan kakiku di atas. Lalu perlahan-lahan tubuhku mulai turun, dan pada saat kepalaku yang tergantung mulai sejajar dengan bahu Mammon, rantai itu berhenti bergerak. Katrol dikunci dan aku tergantung terbalik dengan jarak kepala dengan lantai sekitar semeter lebih. Mataku mulai berkunang-kunang. Inilah saat-saat terakhirku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Benar saja, Mammon terlihat membawa nampan yang diatasnya terdapat belati dan cawan besar terbuat dari emas. Jemaat mulai melapalkan kembali kalimat ave satana. Fausto kulihat pucat pasi. Mammon kemudian mendekatkan nampan tersebut ke arah Ygga. Ygga mengambil belatinya dan tersenyum ke arahku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Belati itu berkilat-kilat tertimpa cahaya lilin, dan terlihat sangat tajam. Ygga mendekatiku dengan anggun. Aku sendiri mulai merasa pusing, darah dari sekujur tubuh mulai mengalir dan menumpuk ke kepalaku. Aku memejamkan mata. Ketika kubuka, kulihat Ygga sudah di sampingku dan mulai memegang rambutku. Ia lalu menempelkan belati tersebut ke leherku dan mulai mengiris kulitku dengan tenang dan lembut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku menggigil menahan sakit. Kurasakan leherku terluka sedikit. Ygga menjilat darahku yang ada di belati, kemudian ia tersenyum. Ia berbalik ke arah jemaat berjubah merah, dan menggumamkan kalimat dalam bahasa yang tak kumengerti. Musik sudah lama berhenti. Setiap Ygga menyelesaikan satu kalimat, para jemaat menyambutnya dengan ‚ave satana’.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku memejamkan mata, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi saat-saat terakhirku. Kuucapkan dua kalimat syahadatain, kulafalkan ayat-ayat yang kuingat. Aku memikirkan keadaanku, tergantung terbalik di sebuah bangunan di atas bukit, menjadi bahan pengurbanan dari sekelompok orang-orang anti-Tuhan, dikhianati oleh temanku sendiri. Anehnya, sebuah syair yang sering diucapkan tatkala sedang bermain di masa kecil mulai terngiang-ngiang di kepalaku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;„tam tambuku sederet tiang batu, patah dinding patah batu....“&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku tidak tahu kenapa syair itu terngiang-ngiang di telingaku. Ada yang bilang di saat-saat terakhir kita menuju kematian, kilasan-kilasan kenangan akan berkelebat di benak kita.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“tam tambuku sederet tiang batu, patah dinding patah batu….”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tam Tambuku adalah nama seorang tokoh dalam cerita Melayu lama. Dipanggil Tam karena kulitnya yang hitam. Tambuku sendiri artinya menggeliat, bergoyang-goyang, atau tidak bisa diam seperti cacing kepanasan. Syair itu dipakai sebagai lagu permainan di masa kecil. Lalu akupun menyadari arti dari syair tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;„tam tambuku sederet tiang batu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku berkulit hitam, dan aku akan melakukan tambuku. Aku mulai menggeliat, menggoyang-goyangkan tubuhku, aku meronta sekuat-kuatnya dalam keterbatasan keadaan. Tubuhku mulai berayun, ayunannya makin lama makin keras. Aku ibarat pendulum yang bergerak tak mengikuti kaidah fisika. Tubuhku mulai terlempar ke kanan, dan kekiri, ke depan, ke belakang, laksana bandul pendulum. Makin lama makin keras. Dan di satu saat, tubuhku menghantam bahu Mammon, yang kemudian goyah dan tersungkur ke depan, tubuhnya menimpa deretan lilin di lantai. Api lilin menyambar jubah Mammon, dan dalam sekejap sebagian jubah Mammon terbakar. Aku terus berayun, membentuk kurva yang makin lebar. Aku menimpa tubuh Ygga, yang juga jatuh ke samping, namun ia bangkit lagi dengan tenang dan memandangku. Bunyi rantai yang bergesekan dengan tiang batu mulai terdengar ribut. Bunyinya berderit-derit, mengiringi ayunan tubuhku yang ke sana kemari.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;„tam tambuku sederet tiang batu....“&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mammon sedang terbakar hebat. Ia yang telah membakar Maros dengan fitnahnya, kali ini ia merasakan api membakar tubuhnya. Jemaat lain mulai ribut dan gelisah. Aku terus meronta, menggeliat, bergerak-gerak bagaikan cacing kepanasan. Aku berhasil menyentuh Fausto dengan bahuku. Karena ayunan yang kuat, tubuh Fausto yang sudah lemah itu terpental jauh, menyeret beberapa batang lilin menyala dengan jubahnya ke arah kerumunan jemaat. Api lilin juga menyambar jubah Fausto dan jemaat lain. Jemaat yang jubahnya terbakar meronta-ronta, berlari kian kemari dengan panik, dengan demikian menularkan apinya ke jemaat lain. Keadaan tak terkendali, kelihatannya api sudah berada di mana-mana. Asap mulai banyak terlihat. Akupun mulai batuk-batuk. Aku tak melihat Ygga lagi, Fausto entah menghilang ke mana.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Nampaknya seseorang berhasil membuka pintu dan jemaat-jemaat itu menghambur keluar conference room. Mammon masih terbakar.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Akupun masih meronta-ronta dan berayun. Bunyi gesekan rantai dan tiang batu semakin kuat. Sekarang aku tinggal berdua dengan Mammon di ruangan itu. Api sudah mulai menyambar gorden-gorden. Nafasku mulai sesak karena asap mulai menebal. Pandanganku masih berkunang-kunang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku tidak boleh menyerah begitu saja. Aku tidak ingin mati dengan mudah di sini. Aku harus berjuang. Aku harus tetap hidup, agar suatu saat kelak bisa menuliskan kisah ini dan membagi ceritanya ke orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;‘tam tambuku sederet tiang batu.’&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;‘patah dinding patah batu’&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba bunyi berderit hilang, berganti menjadi bunyi rekahan batu. Tiang batu mulai pecah, dan serpihan batunya mengenai tubuhku. Saat ini aku tidak lagi merasakan sakit apapun, tubuhku serasa mati rasa. Namun ruangan terasa panas dan pengap. Api sudah menjalar ke plafon di atasku. Ruangan di sekelilingku mulai dilalap api. Karbon mulai memenuhi paru-paruku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;‘tam tambuku sederet tiang batu, patah dinding patah batu…’&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lalu, terdengar suara tiang batu di atas berderak lagi, dan tak lama kemudian tiang batu itupun patah, rantai yang melaluinya lolos di antara patahan, dan akupun terjerembab ke lantai, bahuku tersentak dengan keras. Lalu tiba-tiba terdengar bunyi berdebum keras di sisi kananku. Salah satu patahan tiang batu jatuh ke lantai. Untung tidak menimpaku. Kayu salib yang menopang tubuhku patah pada saat jatuh tadi. Kini ikatan kaki dan tanganku longgar dan aku bisa melepaskan ikatannya dengan mudah. Aku masih tergeletak di lantai dan kulihat Mammon sudah hangus, tinggal seonggok benda hitam dan asap tebal yang keluar dari tubuhnya. Api sudah memakan lebih dari dua pertiga ruangan. Asap menggantung di langit-langit. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku mencoba berdiri, namun pandanganku berkunang-kunang lagi dan kepalaku terasa sakit. Aku jatuh kembali ke lantai. Nafasku mulai tersengal-sengal. Sudah terlalu banyak karbon dalam paru-paruku. Aku melihat berkeliling, kulihat pintu kecil di mana Ygga masuk tadi. Aku tak bisa berdiri, aku harus merayap ke sana. Akupun mulai bergerak. Bahuku yang mengantam lantai tadi serasa mau copot engselnya. Kaki dan tangan terasa kebas karena posisi jungkir balik tadi. Jarak antara aku dan pintu hanya enam meter. Namun itu adalah jarak terpanjang dalam hidupku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Akhirnya aku berhasil mencapai pintu tersebut, dan kuraih handelnya. Namun pintu itu ternyata terkunci. Aku menggedor-gedor dengan putus asa. Tenagaku serasa sudah habis. Aku terbatuk-batuk, paru-paruku mulai terasa perih, mataku basah berair. Aku merasa tak sanggup lagi bergerak. Aku terduduk dengan punggung bersandar ke pintu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Gorden-gorden sudah habis terbakar, dan beberapa jendela kaca mulai pecah dengan bunyi yang memekakkan telinga. Jendela! Namun kusen jendelanya mulai terbakar juga. Bisakah aku melewatinya? Aku merayap lagi ke arah jendela, yang jaraknya lebih jauh lagi. Namun kali ini aku berhasil mencapainya lebih cepat. Kabut asap mulai menebal, dan ketika aku berbalik ke dalam ruangan, aku tak bisa melihat apapun lagi. Mayat Mammon entah di mana.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku meraih kusen jendela yang belum terbakar, mengangkat diriku yang lemah melewati jendela kaca, lalu menjatuhkan diri keluar.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku disambut oleh ranting-ranting pohon yang menahan terjun bebasku yang jatuh 3 meter ke bawah. Ternyata di balik jendela adalah jurang kecil. Udara segar menyambutku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan nikmat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kulihat di atasku api sudah mulai menjalar ke sayap bangunan yang lain. Studio ini tak lama lagi akan rata dengan tanah. Aku melihat sekeliling. Aku berada di sebuah lembah dengan pepohonan kecil, dan di seberang sana kulihat langitnya berberkas cahaya. Aku berjalan terseok-seok menelusuri hutan kecil, dan tak berapa lama kemudian aku melihat jalan beraspal. Kudaki bahu jalan dan berhasil mencapai jalan beraspal tersebut. Kulihat bangunan studio di kejauhan mulai habis terbakar. Asap hitamnya membumbung tinggi ke langit.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jalan aspal tempatku berdiri sekarang cukup tinggi dari lembah tadi. Jalan ini memanjang ke arah utara dan selatan. Ke selatan jalannya agak mendaki. Aku melangkah ke sana. Beberapa saat kemudian aku menyadari jalan ini seperti tak berujung, di depan ada tikungan yang melingkar-lingkar dan kembali lagi ke jalan ini. Ada beberapa simpang juga yang ujungnya juga kembali ke jalan ini. Tempat apa ini? Di kiri kanan jalan terdapat jurang dan lembah, aku tak tahu harus melangkah ke arah mana lagi. Aku memutuskan kembali ke arah aku datang dan mengambil jalan ke utara. Akupun berjalan lagi dengan lambat ke arah aku datang tadi. Langkahku terseret-seret karena letihnya. Aku mengalami rasa haus yang amat sangat yang belum pernah kurasakan sepanjang hidupku sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kemudian aku mendengar suara berderap dan gemuruh. Bunyinya berasal dari depanku. Suara berderap makin lama makin keras, dan kemudian kulihat mereka. Sosok-sosok berjubah merah, para jemaat Gereja Setan yang berjumlah ratusan tadi, sedang berlari ke arahku. Mereka meneriakkan makian dan sumpah serapah. Beberapa mengacungkan tongkat besi dan menunjuk-nunjuk ke arahku. Dan kulihat jauh di belakang mereka, sosok berjubah putih melangkah dengan anggun, dengan rambut dan gaun berkibar tertiup angin.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mereka tidak akan membiarkan aku hidup dan bercerita. Mereka ingin aku mati agar rahasia mereka tidak bocor di luar kalangan mereka sendiri. Mereka sudah membunuh beberapa orang agar rahasia mereka tetap aman. Dan ratusan orang di depanku ini, semuanya ingin membunuhku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku berbalik arah dan mencoba lari ke arah selatan yang mendaki tadi. Dadaku serasa terbakar karena sesaknya, bahuku serasa mau lepas, dan kakiku yang telanjang serasa menimpa kepingan-kepingan kaca karena kebasnya. Aku mencoba lari sebisaku, sementara jarak mereka di belakang semakin mendekat. Jalan terus menanjak, aku rasanya sudah tak sanggup lagi. Di depanku, di kejauhan, aku melihat dua titik cahaya terang. Aku mencoba ke arah cahaya itu. Lututku mulai goyah lagi, dua titik cahaya itu serasa masih jauh. Orang-orang di belakangku tinggal sepuluh meter saja dariku. Di sisi kananku bukit menjulang, dan di kiriku jurang yang cukup dalam. Mau ke mana aku meloloskan diri?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku terjerembab jatuh. Aku mencoba bangkit, namun tak kuasa. Aku mulai muntah-muntah. Tiba-tiba terdengar suara geraman yang berasal dari kedua titik cahaya tadi. Apakah itu suara mobil ? Namun geramannya aneh, bukan suara menderu. Ternyata dua titik cahaya itu tidaklah begitu jauh, hanya sekitar dua puluh meter di depanku. Dan suara geraman tadi berhenti, diganti menjadi auman. Dua titik cahaya tadi berasal dari sepasang mata milik seekor harimau. Aumannya menggelegar, menghentikan suara derap langkah dan seruan-seruan di belakangku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku berlutut tidak percaya. Tidak ada harimau di pulau Batam ! Batam bukanlah habitatnya harimau.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kemudian aku&amp;nbsp; baru menyadari di mana aku berada. Aku sedang berada di Bukit Harimau, tempat paling misterius di Pulau Batam. Orang-orang boleh bilang di Batam tidak ada harimau, tapi di sini, di tengah malam ini, aku melihatnya. Dan tempat ini dinamakan Bukit Harimau tentu ada sebabnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku sendiri sudah tidak tahu mau ke mana lagi. Kedua mata harimau itu menatapku tajam, dan aku tak kuasa melawannya. Aku tertunduk, diam mematung. Jantungku berdegup keras. Inilah pengalaman paling mengerikan dalam hidupku, diikat, dikerubuti dan digigiti monyet sampai terluka, diikat lagi, disalib, digantung terbalik, dan nyaris mati terbakar. Kemudian dikejar-kejar oleh ratusan orang yang hendak membunuhku, dan sekarang, ada seekor harimau besar yang akan memangsaku. Rasanya seperti mimpi buruk, namun bagusnya mimpi buruk adalah, kita bisa tersentak bangun dan semuanya akan hilang. Saat ini, walaupun aku berharap bahwa ini semua adalah mimpi, tapi segala hal terasa nyata. Ini semua memang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Auman harimau itu telah membuat ratusan jemaat Gereja Setan diam terpaku. Kulihat mereka bertumpuk-tumpuk berdekatan di sisi jalan sebelah kiri. Semuanya bergerombol ketakutan. Ygga tak kulihat lagi. Sementara itu, sang harimau, dengan langkah berat yang berwibawa, dan tatapan tajam menusuk yang terlihat bijak, mulai mendekatiku, dan mengendus-endus. Mungkin ia tak senang dengan bauku, bau keringat, bau asap, bau monyet dan bau muntah. Ia mendekati orang-orang itu yang mulai terlihat makin ketakutan. Tiba-tiba sang harimau mengaum lagi, kali ini lebih menggelegar, getarannya menusuk hingga ke tulang sumsum. Orang-orang itu terlonjak kaget, namun tidak mampu bergerak.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kemudian terjadilah hal yang aneh. Tidak, tidak aneh, sebenarnya sesuai dengan hukum fisika.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jalan aspal ini mulai merekah, dan membentuk garis rekahan yang memanjang di tengah, membagi jalan ini menjadi dua bagian yang tak sama rata, kiri dan kanan. Sisi jalan yang sebelah kiri, tempat di mana para jemaat itu berdiri dan meringkuk ketakutan, tiba-tiba amblas ke jurang dengan perlahan-lahan. Para jemaat tersebut tak sempat bergerak, mereka berjatuhan ke bawah mengikuti bongkahan-bongkahan aspal tempat mereka berpijak. Bunyinya sungguh gemuruh, ditingkahi teriakan-teriakan orang-orang yang jatuh, jubah-jubah merah yang berguguran seakan-akan daun-daun kering. Aku terpaku menyaksikan kengerian itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jurang itu dalamnya sekitar 10 meter, tapi orang-orang di bawah kelihatan tak bergerak lagi. Aku memejamkan mata karena gamang, lalu mundur ke sisi jalan yang lebih aman.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jalan ini mungkin sudah tua, atau tanah di bawah jalannya sudah mulai runtuh perlahan-lahan ke jurang. Dan hitunglah, jika berat rata-rata manusia adalah 55 kg, kalikan dengan dua ratus, maka berapa besar beban yang harus ditanggung jalan aspal yang sudah tua ini pada saat yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku menoleh ke sekeliling. Harimau tadi lenyap. Entah ke mana perginya. Aku terduduk lemas.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Beberapa saat kemudian, fajar mulai menyingsing. Cahaya kemerah-merahan mulai muncul dari sebelah timur. Asap hitam masih terlihat dari arah bangunan studio radio. Aku melanjutkan perjalanan, kali ini dengan pandangan yang lebih jelas. Aku melangkah ke arah utara, di mana jalannya tadi kulihat menurun. Yang kubutuhkan sekarang adalah air untuk diminum. Hausnya serasa menyiksa.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Namun jalan ini tak mungkin tak berujung.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sekitar sepuluh menit kemudian, ketika langit mulai terang dan aku mendengar kicauan burung, aku melihat beberapa rumah penduduk di kiri dan kanan. Ada sebuah pos jaga yang tak terawat, lalu aku bertemu pertigaan. Aku belok ke kanan, meneruskan perjalananku dengan langkah terseok-seok. Di depanku terlihat bangunan besar berwarna putih. Huruf-huruf besar di depannya membentuk tulisan ‚Rumah Sakit Otorita Batam’.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku memasuki halaman rumah sakit itu, berjalan ke bagian Emergency, dengan ambulans yang terparkir di depannya. Kulihat seorang petugas keamanan dan perawat jaga. Aku berhasil berjalan ke dekat mereka, lalu bersandar pada sebuah pilar. Tiba-tiba&amp;nbsp; tubuhku merosot ke lantai. Pandanganku mulai kabur dan tenagaku sudah habis.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku masih sempat melihat perawat jaga itu, seorang wanita cantik berjilbab merah muda dengan alis mata tebal, mata menawan, senyum yang menenangkan, dan hidung bagaikan belahan jambu air, bergerak sigap ke arahku. Kemudian segalanya gelap.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pemandangan yang indah sebelum pingsan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;(Oleh Ferdiansyah, Batam, 11 Desember 2010).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Catatan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Jalan yang longsor tersebut masih bisa dilihat hingga sekarang. Tak jauh dari RSOB ada jalan aspal yang dihalangi oleh portal. Masuki jalan itu dan ikuti jalan menurun ke kanan, lalu mendaki, jalan yang pecah dan merekah di samping jurang akan terlihat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Daerah di sekitar Bukit Harimau dan Tanjung Pinggir memang menjadi tempat hidup monyet-monyet seperti yang saya ceritakan. Kita bisa menemukan mereka di pinggir-pinggir jalan sekitar daerah itu, kebanyakan bergerombol.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Akses ke lokasi stasiun radio sudah ditutup untuk umum. Jika melewati depan Guesthouse Otorita, jalan masuknya tepat di samping Gedung Lembaga Pemantau Gelombang Radio.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Tahun 2000 itu cineplex masih berlokasi di daerah Baloi Indah.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Kafe La Fontha sudah lama ditutup, lokasinya tepat di sebelah Pizza Hut di pertigaan Teuku Umar, Raden Fatah dan Kampung Utama.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Pub Five O saat ini berganti nama menjadi NoName.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Mengenai organisasi gereja setan, atau satanic church atau church of satan, informasinya bisa dilihat di situs mereka www.churchofsatan.com dan di beberapa artikel Wikipedia.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Dulu di bukit kecil di belakang salah satu Dormitory di Muka Kuning beredar rumor bahwa pada malam-malam tertentu sering terdengar suara bayi menangis. Muka Kuning adalah lokasi industri dan dormitori di situ dihuni oleh pekerja-pekerja lajang dari berbagai daerah.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Mengenai fenomena backmasking, artikel-artikelnya bisa dibaca di Wikipedia.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Resminya, Eva Braun dan Adolf Hitler tewas bunuh diri di salah satu bunker pada saat tentara merah dan sekutu mulai dekat. Namun ada beberapa spekulasi yang menyebutkan bahwa Hitler dan Braun berhasil menyelamatkan diri ke Argentina, karena petinggi-petinggi Nazi yang lain banyak ditemukan di sana dan masih hidup.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Nama Fausto berasal dari Faust, sebuah kisah legendaris yang berasal dari Jerman, di mana tokoh yang bernama Faust menjual jiwanya kepada setan untuk mendapatan kemuliaan, kecerdasan dan kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Nama Mammon berasal dari puisi-epik yang berjudul Paradise Lost karya John Milton, yang ditulis pada abad ke 17. Dikisahkan dalam salah satu bait puisi tersebut, bahwa setan Lucifer pada saat diusir dari surga dikawal oleh dua pembantunya, yang bernama Mammon dan Beelzebub.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Nama Ygga berasal dari salah satu legenda Skandinavia tentang karakter wanita setengah dewa yang tugasnya adalah menundukkan laki-laki Viking sehingga mereka terhasut dan berperang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Lukisan Mona Lisa menjadi obyek yang paling dibahas dalam novel Da Vinci Code karya Dan Brown. Di situ disebutkan bahwa ada kemungkinan Mona Lisa itu adalah potret diri sang pelukisnya sendiri. Namun para peneliti di University of Heidelberg menemukan catatan pinggir dalam buku silsilah keluarga Fransesco yang ditulis oleh Agostino Vespucci yang menyebutkan bahwa Lisa Gherardini dilukis potretnya oleh Leonardo Da Vinci, dan wajah dalam potret tersebut dikenali sebagai Mona Lisa (Mona=Madam=Nyonya). Namun penelitian terhadap lukisan Mona Lisa tersebut belum berakhir hingga sekarang, ada kemungkinan didapatkan temuan-temuan lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Batu Aji di Batam adalah daerah rawan kecelakaan. Volume lalu lintasnya sangat padat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Acungan jari dalam bentuk 'signs of horns' atau salam metal masih banyak dilakukan hingga saat ini, terakhir saya lihat (di tv) adalah dalam konser Avril Lavigne.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Fausto selamat dari kebakaran itu. Kemudian dia menghilang tanpa kabar. Beberapa tahun kemudian saya mendapat informasi dari seorang rekan bahwa ia sedang di rawat di RS Jiwa di Grogol, hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;-Dalam kisah ini angka 999 muncul, pertama pada tanggal pertama kalinya Chos FM mengudara, yaitu 9 September 1999, kedua pada frekuensi radio tersebut yaitu 99.9 MHz. Angka 999 jika dilihat terbalik menjadi 666. 666 dipercaya sebagai angka setan. Namun angka 9 sendiri adalah angka istimewa. Berapapun angka, jika dikali dengan angka 9, maka penjumlahannya akan menghasilkan angka 9 juga. Keunikan dan keistimewaan yang dimiliki oleh angka 9 tersebut, seperti contoh dalam operasi perkalian dan penjumlahan, sebagai berikut :1 x 9 = 09 ==&amp;gt; 0 + 9 = 9, 2 x 9 = 18 ==&amp;gt; 1 + 8 = 9, dan seterusnya. Keunikan lainnya adalah, jika sembilan atau kelipatan sembilan dikalikan dengan angka 12.345.679, maka hasilnya adalah 999.999.999.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;(&lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-5431731245896883376?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/5431731245896883376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/12/radio-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/5431731245896883376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/5431731245896883376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/12/radio-2.html' title='RADIO (2)'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TQiBVUrUbuI/AAAAAAAAC4k/5x-HLFRRhLs/s72-c/pentagram.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-5987956947523993164</id><published>2010-12-11T11:17:00.004+07:00</published><updated>2010-12-11T16:05:05.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>RADIO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Bagian Pertama&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TQL5BGRJpXI/AAAAAAAAC4g/mdlE6h4TBSE/s1600/ChosFM.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TQL5BGRJpXI/AAAAAAAAC4g/mdlE6h4TBSE/s200/ChosFM.jpg" width="187" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pada 9 September tahun 1999, di Batam, sebuah stasiun radio gelap memulai siaran perdana. Menggunakan pemancar yang dibuat khusus oleh seorang guru yang mengajar elektronika di STM, radio tersebut mengudara di jalur FM dengan multi frekuensi. Pendirinya, seorang wanita cantik misterius bernama Ygga, menambahkan semacam &lt;i&gt;amplifier&lt;/i&gt; khusus buatan Jerman untuk memperkuat sekaligus membuat frekuensi radio tersebut 'beranak' hingga enam saluran.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jadi, jika kita secara iseng melakukan &lt;i&gt;scanning&lt;/i&gt; (pada &lt;i&gt;tuner digital&lt;/i&gt;) ataupun memutar tombol analog untuk menjelajah stasiun-stasiun, kita akan menemukan siaran tersebut sebanyak enam kali. Dua titik frekuensinya menimpa sebuah radio fm berbahasa India dari Singapura, dan satu lagi menimpa sebuah radio berita dari Malaysia. Di udara kota Batam, dalam alokasi frekuensi dari 87,5 hingga 108 MHz, kita bisa menemukan lebih dari 30-an stasiun, baik yang jernih dan stereo maupun yang tidak, jadi pilihannya memang cukup banyak.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Stasiun radio tersebut berada di salah satu bukit di pesisir pulau, dan akses ke sana hanya terdiri dari sebuah jalan aspal kecil mendaki. Konsep radionya sendiri &lt;i&gt;easy listening&lt;/i&gt;, tidak ada penyiar yang cuap-cuap di antara lagu, hanya jingle singkat menarik yang berbunyi: "CHOS FM". Tidak disebutkan angka frekuensinya dalam jingle tersebut, karena alasan yang sudah jelas tadi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dengan segera radio gelap tersebut jadi populer, antara lain karena konsep &lt;i&gt;easy listening&lt;/i&gt; tadi, dari &lt;i&gt;sign-in&lt;/i&gt; pukul 6 pagi hingga &lt;i&gt;sign-off&lt;/i&gt; pukul 00.00 hanya menyiarkan musik, musik dan musik. Pilihan musiknya adalah lagu-lagu kontemporer disertai klasik top 40.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Banyak orang bertanya-tanya dari mana asal siaran tersebut, tapi banyak juga yang tidak peduli dan hanya ingin menikmati siarannya. Tapi yang jelas waktu itu radio tanpa ijin tersebut menjadi trend, dan didengar oleh warga Batam, Singapura dan Johor Bahru.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Enam bulan kemudian, radio tersebut memiliki ijin resmi, dengan frekuensi resmi berada di titik 99.9 MHz. Anehnya, tidak ada siaran komersial sama sekali, seolah-olah stasiun tersebut adalah perusahaan non profit. Tidak ada iklan, sponsor, promo, dan tidak ada acara &lt;i&gt;off-air&lt;/i&gt;, yang berarti tidak ada&lt;i&gt; income&lt;/i&gt;. Namun radio tersebut tetap mengudara, hingga beberapa waktu kemudian ia tiba-tiba berhenti, menghilang dari udara, menyusul kejadian-kejadian aneh dan nyaris tak masuk akal, dan beberapa kecelakaan mengerikan, yang kisahnya sedikit banyak melibatkan aku dan seorang temanku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Beginilah ceritanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pada waktu itu aku sedang bekerja di sebuah hotel berbintang di kawasan Nagoya. Aku ingat waktu itu bulan Mei tahun 2000, euforia orang-orang setelah lolos dari bencana kiamat komputer (Y2K) sudah lama hilang, dan film Gladiator yang dibintangi Russel Crowe menjadi box office dan meraih Oscar untuk aktor, sutradara dan film terbaik. Aku menumpang mobil temanku sepulang nonton film tersebut di cineplex di Baloi Indah. Fausto, kawanku itu menghidupkan radio dan tune in ke frekuensi 99.9 MHz, sebuah lagu lama dari Rolling Stone yang berjudul &lt;i&gt;Paint It Black&lt;/i&gt; pun terdengar, disusul jingle apik yang berbunyi "Chos FM".&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku suka radio ini," kata Fausto." Ada banyak frekuensi, tapi yang sembilan sembilan koma sembilan ini yang paling jernih suaranya."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku dah lama suka, radio di kamarku juga tune in di situ," sahutku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kenapa suaranya lebih bagus dari stasiun lainnya ya." kata Fausto lagi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Alatnya bagus mungkin."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kapan-kapan kita mesti ke sana, aku mau tahu di mana lokasinya. Katanya di Sekupang."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Yang di Sekupang itu Ramako."tukasku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Ramako di Tanjung Pinggir. Chos FM mungkin tak jauh dari situ."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Coba dengarkan pada waktu radionya signing off, mungkin disebutkan alamatnya."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Sudah kudengarkan, tidak ada. Penyiarnya kan memang tidak pernah ngomong."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba Fausto menghentikan mobilnya, jalan di depan macet. Banyak orang dan kendaraan menumpuk di depan Kafe La Fontha.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Mungkin ada kecelakaan." kata Fausto. Ia meminggirkan mobil ke bahu jalan dan mematikan mesin.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Mau ke mana? Kita tunggu aja, sebentar lagi juga jalan."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku mau tahu ada apa di depan."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Akupun ikut turun mengikuti Fausto.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Di depan La Fontha ada keributan. Ada asap dan bau menyengat, dan orang-orang sibuk berteriak. Aku penasaran, tapi tidak mau mendekat. Fausto menghilang di antara kerumunan. Beberapa saat ia muncul lagi dan menarik lenganku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Ada orang dibakar massa."lapornya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Apaaaaa!?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Dia dikira pencopet, ada yang berteriak copet-copet, dan setelah ketangkap, ada yang berteriak bakar, bakar, lalu massa yang kesetanan membakar orang itu."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kasihan." kataku. Kalau memang dia copet, sungguh tak layak dia menerima hukuman main hakim sendiri seperti itu. Orang mencopet mungkin agar bisa bertahan hidup. Hmmm, massa yang kesetanan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Berarti sedang ada setan di sini," kataku ketus.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Setan di antara massa yang beringas, tinggal teriakkan kata "bakar", maka orang-orang yang tak terkendali ini bakalan gampang dihasut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Akhir-akhir ini tingkat kriminalitas di Batam meningkat drastis. Ke mana-mana sudah tidak aman lagi. Peningkatan kejahatan yang terlalu tajam ini sebenarnya aneh, tapi orang-orang seperti tidak peduli. Seolah-olah dianggap sebagai hal yang jamak. Sementara itu kemaksiatan merajalela. Para pelacur berkeliaran di mana-mana di siang bolong, dengan handphone Alcatel, Ericsson dan Nokia menonjol di saku belakang celana mereka. Fasilitas judi bertebaran di penjuru kota, dalam bentuk permainan ketangkasan elektronik, tebak bola, dan lain-lain. Batam waktu itu ibarat Soddom dan Gomorah, yang menunggu waktu untuk dihancurkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Fausto menarikku ke tengah kerumunan. Lalu aku melihatnya, tubuh gosong sebagian, bau menyengat, wajah orang yang malang itu masih terlihat utuh, orang Flores. Tak sanggup aku melihatnya. Lalu Fausto mencuilku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Coba lihat orang pake kemeja jins biru di situ."kata Fausto.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku mengikuti arah telunjuk Fausto. Yang dimaksudkannya adalah lelaki tegap tampan, dengan rambut ikal, postur tinggi dan memakai kemeja jins biru tua.Tidak ada yang aneh dengan orang itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku sering melihat dia." tambah Fausto lagi. "Di kerumunan seperti ini juga."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Lantas kenapa?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku melihatnya dua apa tiga kali ya, pakaian yang sama, suasana yang sama."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Itu dejavu. Terus?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Ada kecelakaan minggu lalu di arah Batu Aji, seorang guru STM korbannya, motornya ditabrak mobil. Di antara kerumunan yang melihat di lokasi kecelakaan, aku melihat orang itu."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku memperhatikan orang yang kami bicarakan. Pandangannya lurus ke arah korban yang gosong, ekspresi wajahnya tak bisa ditebak. Aku juga tidak bisa memastikan berapa umurnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Dia selalu ada jika ada kecelakaan seperti ini."tambah Fausto.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kau baru melihatnya dua kali," kataku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Tiga kali."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Yakin?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Yakin. Coba lihat penampilannya, terlalu mencolok kan. Tinggi menjulang seperti itu, tubuh tegap, dia gampang diingat."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Tiga kali itu kebetulan, Fausto."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Terlalu banyak untuk kebetulan."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Hmmm. Lantas yang satu lagi apa?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Di Batam Center, kecelakaan. Aku tak ingat siapa yang kecelakaan, dia perempuan. Kira-kira tiga minggu yang lalu, kerumunannya pun seperti ini. Orang banyak menonton, bukan membantu. Dan di antara orang-orang, ada dia itu. Pakaiannya sama."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Bagaimana kau bisa selalu ada di tempat tiga kecelakaan ini?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Sama seperti kejadian yang sekarang, kebetulan lewat."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Nah diapun mungkin kebetulan lewat juga."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kemudian, tiba-tiba suasana menggelap, aku jadi merinding. Rupanya awan tebal sedang menutupi matahari. Aku melihat orang yang disebut Fausto misterius itu. Pada saat itu, dia juga memandang ke arahku. Atau memandang Fausto, aku tak yakin. Tapi pandangannya sangat tajam menusuk. Aku lihat Fausto tertunduk. Aku sendiri masih merinding. Kemudian dia menoleh ke arah lain, mundur dari kerumunan orang-orang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kita ikuti dia." Fausto mendorongku ke samping.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Untuk apa?" protesku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kau hari ini libur kan?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Iya."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kita ikuti orang itu, anggap saja iseng."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku pikir Fausto sedang ingin bermain-main ala film Hollywood. Tapi apa salahnya, toh aku tidak memiliki kegiatan lain sore itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku melihat orang yang dimaksud sedang menuju ke arah mobil yang diparkir, sebuah Mazda Astina warna biru tua. Kami bergegas ke mobil Fausto dan bersiap-siap mengikuti mobil tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Membuntuti sebuah mobil dalam kota yang padat lalu lintasnya ternyata tak segampang seperti di film-film. Beberapa kali kami ketinggalan, seolah-olah Mazda Astina itu lenyap di telan bumi. Namun kami berhasil menemukannya lagi begitu Fausto menambah kecepatan. Mobil yang kami kuntit melaju kencang ke arah Tiban, lalu berbelok ke Sekupang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku suka suasana Sekupang, jalan-jalannya teduh dengan pohon-pohon tua yang rindang. Lalu lintasnya juga tidak begitu ramai. Ada beberapan telaga yang indah tempat orang mancing ikan. Perbukitannya, terutama daerah Patam, sangat asri, sejuk dan tenang, dan ada sedikit kesan misterius pada suasananya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mazda Astina itu berbelok ke kanan, melewati Guesthouse Otorita, melewati gedung Lembaga Pemantau Gelombang Radio, lalu masuk ke jalan kecil dengan tanda verboden di sampingnya. Ada tulisan kecil bertuliskan "Yang tidak berkepentingan di larang memasuki jalan ini."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Fausto menghentikan mobilnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Bagaimana ini? Apa kita terus?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Ini lahan pribadi kayaknya, tak semua orang diijinkan."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kita masuk aja ya."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Jangan, suara mobilmu kedengaran."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Fausto memutar mobil, lalu parkir di depan gedung Lembaga Pemantau Gelombang Radio. Kami memutuskan untuk jalan kaki.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jalan aspal kecil tersebut mendaki, lalu mendatar. Di sebelah kanannya ada rumah besar dari kayu dengan atap yang aneh, bentuknya seperti daun yang besar, terbuat dari sirap. Di depan rumah tersebut hanya terparkir sebuah jip tua, tidak ada Mazda Astina. Jalan di depan makin sempit, dinaungi pohon-pohon akasia yang ujung daunnya saling beradu. Kemudian jalannya melebar, turun ke bawah, bercabang menjadi 3 arah. Ada rumah besar di salah satu sudut jalan, dan kami melihat mobil Mazda Astina di balik pagar besi. Di samping rumah tersebut terdapat tower berwarna biru putih yang tingginya kira-kira 30 meter. Di kejauhan terlihat laut biru, dan kapal-kapal tanker yang sedang berlabuh di perairan Sekupang. Gedung-gedung pencakar langit di Singapura terlihat samar-samar di latar belakang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Suasana sepi seperti kuburan. Tidak ada suara burung, hanya desau angin sore yang membuatku kedinginan. Kami memutar ke arah pintu gerbang rumah tersebut. Sebuah plang merk yang besar membuat kami terhenyak.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"PT. (Radio) Cakrawala Hades Omega Sheol"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;CHOS FM - 99.9 MHz&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Stasiun Radio itu!&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tapi kok sepi? Tidak ada suara apapun, dan hanya terlihat satu kendaraan diparkir di situ. Kami punya alasan untuk masuk ke sini, sebagai fans. Fausto pun mendorong pintu gerbang yang ternyata tidak dikunci dan kami masuk ke dalam. Suasananya terlalu sunyi untuk sebuah stasiun radio swasta. Tidak terlihat siapa-siapa, kami melewati semacam ruang tamu yang bersih dan rapi. Di dinding terlihat poster-poster iklan kosmetik dari Procter &amp;amp; Gamble, poster Jimi Hendrix, Elvis Presley, Led Zeppelin, Queen, dan poster aneh bergambar bintang segi lima.&amp;nbsp; Ada juga sebuah poster bergambar bulan sabit dan bintang dengan posisi terbalik, sebuah lambang palang merah dengan sisi yang tegak berlebih ke atas, mirip salib terbalik.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Di ujung ruang tamu ada tiga pintu, satu bertuliskan Music Director, satu bertuliskan Studio dan lampu neon hijau bertulisan On Air, dan satu lagi pintu bertuliskan Conference Room.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Hmmm, seharusnya meeting room, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ada jendela kaca di ruang studio, kami menengok ke dalam, tidak ada siapa-siapa di situ, hanya peralatan siaran yang sedang hidup, sebuah komputer desktop, dan sebuah lemari besar penuh dengan cd. Tidak ada yang sedang siaran, tapi dari dalam studio tersebut sayup-sayup terdengar suara musik. Kami menuju ruang Music Director, tapi ternyata terkunci. Lalu kami berdua berjalan ke arah Conference Room yang pintunya ternyata tidak dikunci. Aku terbelalak.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Betul lah ini conference room, karena lumayan luas. Ada jejeran puluhan kursi, mungkin ratusan. Di ujung ruangan terdapat semacam panggung kecil, ada keyboard di situ, ada layar untuk proyektor, dan dari langit-langit tergantung patung berbentuk bulan sabit dan bintang terbalik, dan salib terbalik. Langit-langitnya berwarna hitam dengan jejeran lampu downlight yang cahayanya redup. Samar-samar di sudut ruang aku melihat sebuah gong berwarna keemasan. Untuk apa tempat seperti ini ada di sebuah stasiun radio? Pada saat bertanya-tanya dalam hati begitu, aku lihat Fausto memandang ke arahku seperti terperanjat, dia berteriak,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Awas!!!"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lalu semuanya gelap.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lalu aku melayang di kegelapan, tanpa gravitasi. Kepalaku sakit dan tubuhku berputar-putar tak tentu arah, lalu kulihat cahaya yang menyilaukan di depan, dan telingaku berdenging. Tiba-tiba aku merasa terhempas.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pada saat aku siuman, kulihat Fausto berdiri memandangku dengan tatapan kuatir. Aku duduk di kursi dalam sebuah ruangan berwarna abu-abu, tanpa hiasan apapun. Ada jendela dari kaca nako, bohlam kuning di langit-langit, dan di lantai ada sepasang sepatu yang terasa familiar. Sepatuku. Kenapa sepatuku dilepas? Akupun lalu bangkit dari kursi, namun tak bisa. Ternyata kedua tangan dan kakiku terikat di kursi dengan kawat tembaga yang cukup tebal.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku ingin mengatakan sesuatu kepada Fausto, tapi tidak ada suara yang keluar. Mulutku bergerak-gerak mengucapkan sesuatu tanpa suara. Fausto memandangku kuatir lalu berkata,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Maafkan aku kawanku. Aku terpaksa melakukan ini."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku masih tak mengerti. Lalu aku mendengar suara di belakangku, suara yang berat, merdu dan berwibawa.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Halo, selamat datang ke Chos FM."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku berusaha menoleh, tapi leherku sakit. Rupanya bagian belakang kepalaku telah dipukul hingga aku pingsan. Sumber suara tersebut berjalan memutar, dan kali ini ia tepat di depanku, di samping Fausto.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dia adalah laki-laki yang kami buntuti tadi. Tinggi, ganteng, berkemeja biru, dan bersuara berat. Dia tersenyum ke arahku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Oke, langsung saja ya, " katanya lagi." Pasti kau bertanya-tanya apa yang sedang terjadi sekarang. Namaku Mammon. Dan kau ada di sini karena kau adalah teman Fausto. Fausto adalah fans Chos FM yang pertama kali berhasil menemukan studio kami, dan dia adalah jemaat kami."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Oh, maaf," katanya lagi. Lalu ia mengusap leherku. Akupun berteriak, dan kali ini suaraku keluar. Aku memaki-maki, menyumpah-nyumpah dan mengancam, lalu aku kecapean sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Fausto, tolong lepaskan aku." kataku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mammon tersenyum memandang Fausto, lalu ia menepuk-nepuk pundak Fausto. "Sudah kubilang ia jemaat kami."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Jemaat?"tanyaku&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Ya, anggota Chos. Anggota kami di Batam sudah 400-an, Fausto adalah anggota pertama."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Seberapa jauh aku mengenal Fausto, yang bernama asli Farid Arius Ardito, (ia lebih suka namanya disingkat jadi Fausto)? Aku ingat aku baru mengenalnya setahun terakhir ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kalian ini siapa?" tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mammon lagi-lagi tersenyum. Ia berkata," Fausto yang menjelaskan, atau aku?" Fausto diam saja, maka Mammon berkata lagi. "Chos itu sebenarnya singkatan dari &lt;i&gt;Church of Satan&lt;/i&gt;." Kemudian Mammon diam menunggu reaksiku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tentu saja aku terkejut. Aku pernah membaca artikel mengenai Church of Satan atau Gereja Setan. Sebutannya bisa apa saja, karena organisasi ini lahir di Amerika dan orang-orang di sana lebih mengenal gereja sebagai tempat ibadah, maka organisasi ini memakai istilah gereja. Yang jelas jika mesjid, gereja, atau tempat ibadah lain adalah tempat memuja Tuhan, di Church of Satan tentu saja mereka menyembah setan. Aku ingat samar-samar pengantar di situs resmi mereka, yang beralamat di &lt;a href="http://www.churchofsatan.com/"&gt;www.churchofsatan.com&lt;/a&gt; . Didirikan tanggal 30 April 1966 oleh Anton Szandor Lavey, organisasi ini menyatakan diri sebagai &lt;i&gt;"the first above-ground organization in history openly dedicated to the acceptance of Man’s true nature—that of a carnal beast, living in a cosmos which is permeated and motivated by the Dark Force which we call Satan."&lt;/i&gt; Website tersebut baru saja diluncurkan tahun 1999 yang lalu. Itu tahun yang sama dengan siaran perdana radio ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Ya, kami mau buka cabang di sini. Di Manado dan Medan juga. Tapi tentu saja kami tak bisa terang-terangan kalau di Indonesia. Apa jadinya kalau di depan bangunan ini tertulis Church of Satan atau Gereja Setan? Makanya kami samarkan dengan stasiun radio, Cakrawala Hades Omega Sheol FM." kata Mammon.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku ingat Hades dalam literatur Yunani adalah penjaga neraka, dan Sheol sendiri artinya neraka.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Langkah kami adalah buka cabang dan rekrut anak-anak muda sebanyak-banyaknya. Radio adalah sarana yang tepat, karena anak-anak muda suka musik. Kami tak bisa mengharapkan orang-orang tua sebagai anggota kami, sebentar lagi mereka toh mati. Kelangsungan organisasi ini ada di tangan anak-anak muda yang masih fresh pikirannya, mereka adalah pemimpin masa depan.“&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;„Kau belum bertemu Ygga, dia pendiri stasiun radio ini. Dia mengimpor perangkat siaran khusus dan amplifier dari Jerman. Kami bisa mengirim pesan-pesan tertentu melalui frekuensi tertentu lewat pemancar kami. Sudah pernah dengar istilah efek Mozart? Kami mempengaruhi kalian, para pendengar, melalui musik, dengan frekuensi tertentu kami sampaikan pesan-pesan Church of Satan ke benak kalian, yang tak menyadari bahwa di balik musik-musik populer yang kami siarkan, terdapat pesan tersembunyi. Pesan-pesan yang merusak, yang tertanam di benak menunggu untuk dimunculkan. Terekam dalam alam bawah sadar kalian, bahwa kalian akan melakukan tindakan-tindakan destruktif. Tidakkah kau menyadari hal ini berhasil, bukankah tingkat kejahatan di kota ini meningkat akhir-akhir ini?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kenapa Batam? Kenapa tidak tempat lain?" tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mammon tertawa. "Batam memiliki tingkat aborsi yang tinggi."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sebelum aku sempat memikirkan apa hubungannya tingkat aborsi dengan segala hal ini, tiba-tiba pintu terbuka. Cahaya dari luar pintu terang benderang, membentuk siluet seorang wanita tinggi semampai, terlihat bentuk rambutnya yang lurus panjang, namun wajahnya belum kelihatan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kulihat Mamon tersenyum, lalu bergerak ke arah siluet hitam itu. Dia menggumamkan sesuatu kepada wanita tersebut, lalu menyingkir ke pinggir. Wanita itu maju mendekatiku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Belum pernah aku melihat wanita secantik itu. Rambutnya halus agak kepirangan, wajahnya bening bagaikan porselen cina, matanya berwarna cokelat di sebelah kiri, dan hitam kebiruan di sebelah kanan. Hidungnya mancung, dagu berbelah dan senyumnya sungguh luar biasa. Aku serasa pernah melihat senyum seperti itu sebelumnya, tapi tak ingat kapan dan di mana.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku Ygga. Aku pemilik stasiun radio ini," katanya dengan suara yang lembut. Belum pernah aku mendengar suara semerdu itu sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kenapa aku diikat,"tanyaku. "Aku mau kalian apakan?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Fausto ingin membuktikan kesetiaannya pada kami. Ia kami jamin hidupnya sampai usianya berakhir. Namun ia harus menyerahkan sahabatnya."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku memandang Fausto dengan sengit. "Aku bukan sahabatnya. Dia cuma kenalan biasa,"kataku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ygga tersenyum lagi. Aku harap aku tidak pingsan melihat senyum menawan itu."Tidak begitu menurut Fausto. Hmm, acaranya masih beberapa jam lagi, tepat tengah malam, tepat setelah siaran radio dihentikan untuk hari ini. Kalian berdua kutinggal dulu di sini. Fausto, berilah sahabatmu makan dan minum, beberapa jam lagi aku dan Mammon kembali."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ygga dan Mammon meninggalkan ruangan. Tinggalah aku dan Fausto. Aku langsung memaki-maki Fausto dengan segala macam sumpah serapah yang bisa aku ingat, aku juga menyebutkan beberapa penghuni kebun binatang, dan kulihat Fausto diam saja dengan pandangan khawatir. Dalam beberapa jam selanjutnya, lama setelah aku puas memaki-maki yang akhirnya kusadari tak ada gunanya, Fausto kemudian memberikan penjelasan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ia menemukan stasiun radio Chos FM secara tak sengaja di akhir bulan September 1999. Waktu itu ia sedang mencari lokasi memancing yang baru. Kendaraannya mogok persis di depan bangunan ini, jadi ia mengetuk pintu untuk minta bantuan. Yang membukakan pintu adalah Ygga, dan serta merta Fausto jatuh hati kepadanya. Menurut Fausto Ygga adalah orang Filipina, namun bisa berbahasa Indonesia dengan fasih, dan ternyata Ygga memang menguasai lebih dari 5 bahasa di luar bahasa Indonesia dan Tagalog. Kemungkinan besar Ygga keturunan Spanyol, demikian menurut Fausto.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Karena tertarik pada Ygga, Fausto jadi sering berkunjung ke stasiun radio tersebut, saat statusnya masih sebagai radio tak berijin. Lama-lama ia merasa makin akrab hingga Ygga pun mulai berterus terang padanya. Mammon sejak semula ada di situ, namun tak jelas apa hubungan atau status Mammon. Ygga dan Mammon kemudian memberitahu Fausto siapa mereka sebenarnya, dan kemudian Fausto diberi dua pilihan, bergabung dan membantu mereka, atau mati. Fausto tidak ingin mati. Karena ia terkagum-kagum pada Ygga, Fausto selalu menurut pada apapun yang dikatakan Ygga.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Church of Satan adalah organisasi resmi dan diakui di Amerika Serikat. Ia adalah organisasi pertama yang terang-terangan mendedikasikan tujuannya untuk mengembalikan fitrah manusia sebagai satu-satunya makhluk manusia yang hidup di kosmos ini yang dipengaruhi oleh kekuatan gelap, yaitu setan itu sendiri. Pendirinya, Anton Lavey, merupakan selebritis yang terkenal di kalangan tertentu di Hollywood dan sering menjadi penasehat teknis untuk film-film horror. Salah satu film di mana ia terlibat aktif adalah The Devil's Rain yang dibintangi sang TJ Hooker, William Shatner, dan merupakan film pertamanya John Travolta.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lambang Gereja Setan adalah bintang segi lima, atau pentagram, yang sudut-sudutnya membentuk kepala kambing bertanduk (Baphomet). Ritual-ritual pagan sejak dulu selalu memakai simbol pentagram yang ditulis atau diukir pada permukaan kayu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Salah satu anggota aktifnya adalah pemilik saham terbesar dari perusahaan multinasional Procter &amp;amp; Gamble, yang memproduksi household merk-merk terkenal seperti Wella, Zest, Rejoice, Pantene, Pampers, Mr. Clean, Head &amp;amp; Shoulders dan lain-lain. Tak heran beredar rumor bahwa perusahaan korporat tersebut milik Gereja Setan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Untuk Indonesia, mereka membuka cabang di Batam dan Manado. Yang dimaksud dengan tingkat aborsi yang tinggi tadi adalah karena dalam beberapa ritual mereka, organ bayi selalu diperlukan. Dalam sebuah daerah yang penduduknya hidup bebas maka tingkat aborsinya akan tinggi, dengan demikian akan banyak mayat bayi di mana-mana, termasuk bayi-bayi prematur. Penggunaan bayi ini dimaksudkan sebagai perlambang kelahiran kembali manusia sebagai dirinya sendiri, di mana secara naluriah memiliki sifat kebinatangan yang alami.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;“Di Muka Kuning ada bukit kecil, di mana bayi-bayi hasil aborsi banyak dibuang.”kata Fausto.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Fausto dengan sukarela bergabung, dan karena ia adalah rekrutan pertama, maka ia mendapatkan posisi istimewa, tentu saja dengan beberapa syarat. Ia harus ikut membantu Mammon melakukan tiga pembunuhan, dan pembunuhannya tersebut harus dilakukan sedemikian rupa sehingga orang-orang akan melihatnya sebagai kecelakaan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Korban sebelum ini adalah Sudartato, seorang guru Sekolah Teknik Menengah yang sangat jenius. Ia piawai merakit pemancar radio FM berkekuatan 300 Watt. Mammon membayar Sudartato dengan mahal untuk mendapatkan pemancar tersebut, yang kemudian diintegrasikan dengan peralatan yang dibawa Ygga dari Jerman. Sudartato lama-lama tahu bahwa kliennya bukanlah pemilik stasiun radio biasa, Ygga pun mengajak Sudartato untuk bergabung. Sudartato menolak, dan ingin mengembalikan uangnya dan meminta kembali pemancar hasil karyanya. Ygga berjanji akan mengembalikan pemancar tersebut, namun Sudartato tetap boleh menyimpan uangnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Maka Mammonpun mengatur kecelakaan untuk Sudartato. Ia naik mobil dengan nomor plat yang sudah diganti dan mengikuti Sudartato yang naik motor ke arah sekolah. Tepat di persimpangan yang ramai di Batu Aji, dengan kecepatan tinggi mobil Mammon menyenggol setang kanan Sudartato. Sudartatopun oleng dan menabrak pembatas jalan di tengah, tubuhnya terpental dan helmnya terhempas, dan ia tewas seketika. Mammon memutar mobilnya ke sebuah jalan sempit tak beraspal, di mana Fausto sudah menunggu dengan plat nomor cadangan. Fausto mengganti plat nomor tersebut, kemudian naik mobilnya sendiri bersama Mammon, dan kembali ke lokasi kecelakaan untuk memastikan. Fausto dan Mammonpun turun ke tengah kerumunan orang dan menunggu hingga ambulans datang dan jenazah Sudartato di bawa ke rumah sakit. Kemudian Fausto mengantar Mammon mengambil mobil yang diparkir di jalan tak beraspal tadi. Itu adalah pembunuhan yang rapi, tak seorangpun mencurigai bahwa itu bukan kecelakaan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Korban sebelumnya lagi adalah wanita paruh baya tukang bersih-bersih. Ia juga digaji mahal untuk bekerja sebagai pembantu di stasiun radio tersebut, dan diwanti-wanti agar tutup mulut jika ia melihat hal-hal yang aneh. Wanita paruh baya kebanyakan suka menggosip, dan suatu hari wanita malang itu terlepas omong di hadapan Ygga, bahwa ia telah melihat upacara aneh di conference room pada waktu ia datang terlalu subuh. Ygga memutuskan wanita itu tak dapat dipercaya, maka ia menyuruh Mammon dan Fausto untuk menyingkirkannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jadi tiga minggu yang lalu, terjadi sebuah kecelakaan di Batam Center, di mana seorang wanita paruh baya yang menyeberang jalan ditabrak lari oleh sebuah sedan berwarna hitam, dan wanita itupun tewas seketika. Dengan modus yang sama, Mammon dan Fausto kembali ke lokasi kecelakaan untuk melihat hasil perbuatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sementara itu Fausto diingatkan agar ia melakukan persembahan dalam ritual selanjutnya. Ia harus mencari korban, sedapat mungkin adalah orang dekatnya, bisa sedarah bisa tidak. Dan Fausto memutuskan akulah orangnya, maka ia mengajakku nonton, tepat di hari yang sama Mammon melakukan pembunuhan terencana kepada Maros, seorang penjaga malam keturunan Flores.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Maros sudah lama menjadi penjaga malam di kawasan sekitar stasiun radio tersebut. Namun ia jarang mendekati bangunan studio, karena ia malas menapaki jalan yang mendaki. Ia lebih senang duduk di posnya, yang lokasinya sekitar 800 meter di bawah stasiun radio. Suatu malam Mamon mendekati Maros dan mengajaknya mengobrol. Tentu saja Mamon mengajak Maros untuk bergabung, dan mengiming-imingi uang dan kesejahteraan bagi keluarga Maros. Maros langsung mengiyakan dan tanpa malu menanyakan uangnya. Mamon bilang bahwa masalah uang itu gampang, yang penting Maros bergabung dulu. Seperti diduga, Maros hanya menginginkan uangnya tanpa niat bergabung. Malah ia sudah membayangkan akan mendapat semacam jatah bulanan karena sudah terlanjur mengetahui rahasia keberadaan Gereja Setan di Batam. Lama-lama Mamon mulai curiga dengan Maros, apalagi setelah sebuah gramofon keemasan inventaris stasiun radio hilang, dan Mamon curiga gramofon tersebut dicuri oleh Maros.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jadi pagi itu Maros naik motor ke kawasan Aviari untuk menjual gramofon curian, dan Mamon mengikuti dari belakang. Di Aviari, Maros berhasil menjual gramofon antik tersebut dengan harga tinggi. Karena sukacita, Maros bermaksud untuk minum-minum sebentar. Siang itu ia minum dan sedikit mabuk di Kafe La Fontha, kemeja yang ia kenakan pun lusuh karena berbaring di kursi dan ketumpahan minuman. Mamon melihat Maros ke luar dari kafe La Fontha dan mendorongnya dari belakang, Maros pun tersungkur. Maros menoleh dan melihat siapa yang mendorongnya, iapun ketakutan dan lari. Mamon berteriak "maliiing, copeet, tangkap, tangkap" dan seketika itu juga massa yang ada segera mengejar Maros. Karena mabuk, ia tak bisa lari jauh, malah ia memutar balik ke arah La Fontha dan disitulah ia tersungkur lagi, dan massa yang geram mulai memukulinya habis-habisan. Saat itulah ada yang berteriak "bakar, bakar". Salah satu dari orang yang memukul Maros mengambil jerigen entah dari mana, dan menyiramkannya ke tubuh Maros. Orang yang lain lagi melemparkan puntung rokok ke tubuh Maros. Marospun terbakar.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Aku bertanya pada Fausto apa yang akan terjadi pada diriku malam ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Hmmm matamu akan ditutup, dan tepat tengah malam kau ikut kami melakukan upacara. Kau akan diikat dan disuruh berdiri, lalu pada saat ritual pengorbanan dimulai, seseorang akan menyumpal mulutmu, dan sebuah belati akan ditancapkan ke nadi lehermu. Darah akan mengalir melalui belati itu dan akan ditampung dalam sebuah cawan. Cawan berisi darahmu akan diminum bergantian secara berkeliling. Dan kau akan mati kehabisan darah."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Kalian gila. Kau gila, Fausto. Kau raja tega."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Maafkan aku kawan,"kata Fausto.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Mana bisa aku memaafkanmu, kau ingin membunuhku."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Aku tak bisa apa-apa. Aku sendiri juga terancam dan tak punya pilihan lain. Jadi aku harus terus. Mereka ini bukan organisasi sembarangan. Penyandang dananya adalah orang-orang keturunan Yahudi superkaya pemilik bank di AS. Mereka punya rencana besar untuk dunia ini. Mereka harus mengalahkan kaum mayoritas di dunia, pemeluk agama besar seperti Islam dan Kristen. Terutama Islam. Islam adalah musuh mereka, mereka punya plot dan rencana besar untuk mendiskreditkan Islam. Rencananya tahun depan, sekitar bulan September, mereka akan melakukan sesuatu yang efeknya jangka panjang."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Yang dimaksud Fausto betul betul terjadi tahun berikutnya. Dunia mengutuk orang-orang Islam karena peristiwa itu, padahal operasi tersebut asal muasal dananya berasal dari Yahudi. Tak heran dari sekian banyak korban, tidak ada satupun orang Yahudi yang tewas. Dan sejak peristiwa itu pendiskreditan Islam mencapai puncaknya. Perlawanan-perlawanan muncul, dan Islam dikaitkan dengan terorisme. Fitnah dan provokasi besar ini akan berhasil dalam jangka waktu 30 tahunan. Perhatian dunia akan teralihkan dengan persengketaan antara sebuah negara besar dengan Islam. Sementara itu, sang dalang, kekuatan besar di balik layar, dengan sumber dana yang tak pernah kering, hanya tinggal memantau. Ini merupakan salah satu rencana awal dari Church of Satan. Mereka ingin menguasai dunia.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Fausto, aku ingin pipis."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;"Pipislah di celana."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jawaban Fausto dengan serta merta membuat aku emosi. Aku mencoba bangkit dari kursi, namun kursinya ikut terangkat. Lalu kursinya kuhempaskan, kuangkat lagi, lalu kuhempaskan lagi. Kuangkat lagi, lalu kuhempaskan lagi. Bunyinya ribut dan kulihat Fausto mulai terganggu. Akhirnya ia mengalah, dan mulai melepaskan ikatanku dari kursi. Aku berdiri tegak, dengan tangan terikat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;'Ikut aku,"kata Fausto. Iapun melangkah ke pintu. Aku meraih kursi dengan kedua tanganku yang terikat, mengangkatnya sejajar bahu, lalu kuhantamkan kursi itu ke arah belakang kepala Fausto. Salah satu kaki kursi patah, dan Fausto terjerembab jatuh. Fausto mengerang, dan mencoba bangkit. Aku menendang kepalanya dengan kakiku yang bebas. Ia terjerembab lagi. Begitu aku melangkahinya dan membuka pintu, tangannya tiba-tiba mencengkeram kakiku dengan kuat, dan akupun terjatuh menimpa tangannya. Ia mengerang kesakitan. Aku bangkit berdiri lagi, dan keluar dari ruangan sialan itu. Ruang tamu lampunya terang benderang, tapi tidak terdengar suara apapun. Aku mencari-cari pintu keluar dan menemukannya. Pintu itupun tak terkunci. Di luar gelap, tidak ada siapa-siapa. Aku berlari menuju gerbang, dan begitu sampai di sana, aku terkesiap.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tadinya aku tidak melihat apapun, selain kegelapan malam dan bentuk-bentuk hitam pepohonan. Aku tertegun di gerbang karena merasa ada yang sedang mengawasiku. Samar-samar kulihat dalam batas cahaya lampu stasiun radio, sosok-sosok kecil di atas tanah, di jalan aspal, dan di sekitar pepohonan. Kemudian bulan muncul dari balik awan, dan apa yang kulihat membuat sekujur tubuhku merinding. Di depanku, puluhan pasang mata berukuran kecil memandang tajam ke arahku. Mereka menyeringai, diam tak bergerak, tidak melakukan apapun kecuali memandangku. Dari mana datangnya monyet-monyet ini? Mereka ada yang bergerombol, ada yang terpisah-pisah, semuanya duduk di aspal, di tanah, di rerumputan, ada yang ekornya saling terkait satu sama lain. Monyet-monyet ini tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Dan semuanya, seperti yang kubilang tadi, menatap tajam ke arahku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;(Bersambung ke Bagian Dua)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;Baca lebih lengkap tulisan ini dan tulisan lainnya di&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-5987956947523993164?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/5987956947523993164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/12/radio.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/5987956947523993164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/5987956947523993164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/12/radio.html' title='RADIO'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TQL5BGRJpXI/AAAAAAAAC4g/mdlE6h4TBSE/s72-c/ChosFM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-1701412979783265880</id><published>2010-11-26T12:53:00.000+07:00</published><updated>2010-11-26T12:53:31.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Atheis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TO9J4bbdhAI/AAAAAAAAC4Y/v9BEf9c60NE/s1600/425px-Atheis_novel_Achdiat_K_Mihardja.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TO9J4bbdhAI/AAAAAAAAC4Y/v9BEf9c60NE/s200/425px-Atheis_novel_Achdiat_K_Mihardja.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tahun 1945 itu Hasan, seorang pegawai Jawatan Air Kotapraja Bandung,  akhirnya tewas disiksa Kenpetai. Tubuhnya yang lemah dan sakit karena TBC itu tak mampu lagi menahan tekanan batin dan fisik. Malam sebelumnya kakinya ditembak karena ia terlihat mencurigakan  berlari di jalan raya kota Bandung, padahal waktu itu berlaku jam malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan tewas disiksa Jepang bukan karena ia pejuang. Ia juga bukanlah pelawan, apalagi pahlawan. Ia adalah karakter yang paling peragu dan pengecut yang pernah digambarkan dalam sastra Indonesia. Lahir di tengah keluarga yang fanatik Islam, ia lalu menjadi atheis, dan sebelum hari-hari terakhirnya, menjadi Islam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun walau demikian, kita tetap bersimpati padanya. Karakternya yang peragu, bimbang, cengeng, dan gampang berubah ini merupakan hasil dari perubahan jaman yang mengguncang Indonesia pada masa 30-an dan 40-an. Bagaimana seorang anak keturunan ningrat, putra seorang haji yang sejak kecil diajarkan untuk beriman dan mengikuti perintah agama tanpa reserve, bisa menjadi gamang dan berubah haluan di tengah derasnya arus pemikiran-pemikiran baru yang waktu itu sedang trend di tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah novel (atau roman?) brilian yang benar-benar sukses menggambarkan keadaan sosial Indonesia di tahun 1930-an hingga 1940-an. Ditulis oleh sastrawan Achdiat K. Mihardja, novel ini terbit pada tahun 1949, telah beberapa kali dicetak ulang, dan kisahnya sungguh tak terlupakan. Dan saya sudah lama ingin menulis sesuatu tentang novel berharga ini. Saya anggap berharga karena ini adalah yang satu-satunya berani mengupas masalah atheisme dan marxisme yang dulu memang banyak merasuk di pikiran pemuda di era itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai anak kecil aku sudah dihinggapi perasaan takut akan neraka," demikian tuturnya. Dan dari orangtua dan para pembantunya ia sering mendapatkan kisah-kisah siksa neraka, betapa Tuhan tidak digambarkan sebagai Maha Pengasih, tapi sebagai zat yang mengancam dan menakutkan, hingga iapun melancarkan ritual-ritual keagamaan bukan karena pengertiannya akan hakekat agama, atau kerinduannya akan Sang Maha Pencipta, melainkan karena takut neraka, takut disiksa, dan sebagai semacam proteksi bagi dirinya yang kuper itu. Iman dan Islamnya adalah rasa waswas, agama jadi garis pembatas bagi dirinya dengan dunia luar. Ia bukanlah karakter yang bebas, tapi menjadi orang yang tersisih dan terasing dari hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya ia jadi rapuh ketika berhubungan dengan dunia di luar garis tersebut. Dan dunia luar tersebut diwakili oleh seorang wanita modern nan cantik rupawan, bernama Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan bertemu dengan kawan lamanya sejak kecil, Rusli, di kantor jawatan air. Rusli datang bersama Kartini, wanita cantik dengan dandanan modern, merokok, dan bersikap bebas. Hasan takjub dan terpesona dengan gadis itu, lalu jatuh cinta. Ia rikuh, salah tingkah, bengong, dan tak mampu berkata banyak jika berada di dekat Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Hasanpun masuk ke dalam lingkungan pergaulan Rusli, Kartini, Anwar, dan Kang Parta. Mereka ini sering mengadakan rapat-rapat tak resmi di rumah Rusli, berdebat dan berdiskusi mengenai permasalahan sosial, saling memaki, tertawa-tawa, merokok, dan menyumpah Tuhan. Merekalah orang yang merasa mewakili masa depan, kaum modern yang yakin, seperti yang diucapkan Kang Parta, "bahwa tekniklah Tuhan kita." Tokoh Anwar, seniman radikal yang anarkis, selalu mengutip ucapan Karl Marx, bahwa agama adalah "candu bagi manusia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang pintar. Rusli dan Parta adalah orang pergerakan. Mereka bersekolah di luar negeri, kebanyakan di Eropa, sementara kita ketahui di Eropa lah tempat lahirnya pemikiran-pemikiran baru seperti Marxisme, Leninisme, atheisme, komunisme dan isme-isme lainnya. Pemikiran-pemikiran baru tersebut pada waktu itu sudah merasuk ke benak pemuda-pemuda Indonesia, termasuk juga di antara orang-orang pergerakan. Tak heran ide komunis dulu begitu mudahnya meluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan tak mampu menghadapi atau menangkis argumen seperti itu, karena ia memang tak pernah bergulat dengan pertanyaan dan keraguan tentang iman dan agamanya.Tak terbiasa jadi diri yang merdeka dalam hati dan pikiran, ia akhirnya mengikut saja pandangan Rusli yang menyatakan diri ”atheis”. Tapi pergeseran pandangannya lebih didorong oleh rasa tertariknya kepada Kartini ketimbang keyakinan yang timbul—keyakinan sebagai hasil renungan yang digeluti dan menggelutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Hasanpun menikah dengan Kartini, tapi seperti yang sudah diduga, Hasan yang peragu, bimbang dan curiga tak pernah bisa berbahagia dengan Kartini yang berjiwa bebas, meskipun wanita itu setia. Hasan memasuki neraka yang ditakutinya sendiri, bukan di alam lain, tapi di dunia tempat hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sampai akhir ceritanya, ia terombang-ambing antara memilih untuk mengingkari Tuhan dan kembali ke ajaran agamanya. Ia segan disebut ”atheis” bukan karena ia tak bisa hidup tanpa Tuhan, tapi karena, sekali lagi, ia takut siksa neraka. Hasan ibarat Hamlet dalam drama William Shakespeare, yang selalu terombang ambing dalam pilihan-pilihan, namun ia sebenarnya lebih pengecut dari Hamlet.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Novel ini juga penuh berisi argumen-argumen yang bagus, istilah-istilah yang waktu itu sedang trend seperti perbedaan kelas, borjuis, proletar, pemikiran-pemikiran Marx, Freud, Engelst dan lain-lain. Sebuah novel klasik yang memberikan kita sumbangan wawasan yang besar, penggambaran realita sosial yang penuh detail, dengan latar belakang sejarah yang tak akan kita dapat dari buku teks sejarah manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dan ini ditulis lebih dari setengah abad yang lalu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;(Batam, 26 November 2010)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Originally posted at &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/laila-majnun.html"&gt;Laila &amp;amp; Majenun&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2010/07/day-of-jackal.html"&gt;The Day of the Jackal&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2010/03/lost-symbol.html"&gt;The Lost Symbol&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2010/02/jiydref.html"&gt;Jiydref&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-1701412979783265880?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/1701412979783265880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/11/atheis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1701412979783265880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1701412979783265880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/11/atheis.html' title='Atheis'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TO9J4bbdhAI/AAAAAAAAC4Y/v9BEf9c60NE/s72-c/425px-Atheis_novel_Achdiat_K_Mihardja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-934413201302316659</id><published>2010-10-30T20:24:00.000+07:00</published><updated>2010-10-30T20:24:15.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Debu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TMwb87VgFiI/AAAAAAAAC4U/kF6OyctJZbU/s1600/sujud.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TMwb87VgFiI/AAAAAAAAC4U/kF6OyctJZbU/s200/sujud.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Seorang pemimpin masjid Lakemba di Sydney, Australia,  mengatakan: Tuhan memang Mahakuasa, tapi ”selama tsunami mengikuti hukum fisika”, kita tak bisa menyalahkan bencana itu kepada-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tak ada intervensi Tuhan dalam hukum fisika, bisa dikatakan juga tak ada campur tangan-Nya dalam kebrutalan manusia. Tapi dengan begitu bukankah Ia akan tampil tidak sebagai pelaku, atau sebagai Ia yang tak peduli, seperti letusan Merapi yang ganas yang tanpa pandang bulu meluluhlantakkan manusia, baik manusia yang sholeh maupun yang kafir? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam tersebut tak hendak mengatakan bahwa Tuhan sudah tidak peduli pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Ebiet G. Ade juga bersyair bahwa "mungkin Tuhan telah mulai bosan melihat tingkah kita", belum tentu memang demikianlah hakikat yang tersirat dari syair lagu tersebut, karena itulah, Ebiet menggunakan kata "mungkin". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan imam masjid di Sydney tersebut, dan syair Ebiet, menunjukkan bahwa tak ada yang benar-benar memahami Tuhan, bahkan orang-orang yang merasa atau mengklaim dekat kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan tak bisa memahami tersebut, maka manusia menggunakan pemahaman yang didasarkan pada sifatnya sendiri. Bahwa Tuhan telah bosan, sebagaimana manusia bisa bosan. Bahwa Tuhan itu adil ketika sebuah negeri mendapat rahmat, dan adil tersebut adalah adilnya ukuran manusia. Dan ketika sebuah negeri tertimpa bencana, kitapun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi kecuali kalimat berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Tak ada yang berani bilang bahwa Tuhan tidak adil. Di hadapan kekuatan alam yang dahsyat dan membinasakan tersebut, kita bisa merasakan betapa tak pedulinya alam pada manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah panjang kehidupan manusia memang penuh bencana. Dalam kitab-kitab suci, dikisahkan betapa Tuhan menghukum suatu kaum yang durhaka dengan bencana alam. Kaum Nuh diberi banjir besar, kaum Luth, di mana mayoritas penduduknya gay dan lesbian, diberi gempa "yang membolak balikkan tanah, yang atas menjadi di bawah, dan yang bawah menjadi di atas", sementara orang-orang Mesir diberi wabah belalang dan sungai Nilpun merah darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada letusan Merapi dan tsunami di Mentawai baru-baru ini, bisakah kita mengatakan bahwa para korban Merapi tersebut adalah kaum yang durhaka, sehingga Tuhan menimpakan azab dan bencana kepada mereka? Tsunami di akhir tahun 2005 yang menewaskan hampir jutaan manusia, bisakah kita mengatakan bahwa orang-orang di Aceh secara pukul rata adalah orang-orang durhaka yang patut binasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat inilah, banyak yang menyadari, bahwa manusia, umatNya, benar-benar tidak sanggup memahami Sang Maha Kuasa. Tak bisa kita nilai tindakan Yang Maha Kuasa tersebut berdasarkan nilai-nilai manusia, setinggi apapun harkat dan derajat manusia tersebut. Tak bisa kita nilai dengan konsep &lt;em&gt;crime and punishment&lt;/em&gt; ala manusia. Jika terjadi bencana, barulah manusia, para khafilah di muka bumi, merasa takluk, takjub, dan tak kuasa menghadap Sang Pencipta. Barulah rasa kecil, tak bernilai laksana  debu, muncul ke permukaan. Dalam keadaan 'laksana debu' tersebut, mungkin, barulah kita menyadari bahwa Tuhan itu tidak terukur, bahwa Tuhan sungguh tak terpermanai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kesadaran laksana debu inilah yang tak sempat hadir dalam hati sanubari para perusak alam, yang membabat hutan dan membakarnya demi sebuah perusahaan pengolah sawit yang bernama Wilmar Group. Juga tak sempat hadir dalam hati sanubari para politikus, yang jadi raja di dunia fana ini dan menindas dan menipu orang-orang kecil. Juga tak sempat hadir di hati sanubari para pemimpin bangsa, yang sibuk mengelola dan meningkatkan citra dirinya di hadapan publik daripada mengelola kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sebagaimana ia telah diamanatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tak sempat hadir di hati sanubari pejabat yang berwenang, yang kealpaan dan keserakahannya menyebabkan Mentawai tidak memiliki alat pendeteksi tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kata bang Iswanda Asmara, tak peduli betapa dahsyat dan menakutkannya bencana tersebut, itu hanyalah sentilan. Namun sentilan tersebut telah meluluhlantakkan debu tadi sehingga beterbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan anda, kita semua, hanyalah debu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(Batam, 30 Oktober 2010)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-934413201302316659?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/934413201302316659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/10/debu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/934413201302316659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/934413201302316659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/10/debu.html' title='Debu'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TMwb87VgFiI/AAAAAAAAC4U/kF6OyctJZbU/s72-c/sujud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-1031580578331272712</id><published>2010-10-09T12:36:00.001+07:00</published><updated>2010-10-09T12:37:53.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Santai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Machete</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TK_-4-dIEaI/AAAAAAAAC4Q/N2AKX21TKR8/s1600/Machete+movie.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TK_-4-dIEaI/AAAAAAAAC4Q/N2AKX21TKR8/s200/Machete+movie.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Menonton Machete sama dengan having fun. Tidak usah terlalu mikir mendalam karena jalan ceritanya terlalu biasa, sama dengan The Expendables, sepasukan bad guys melawan good guys, dan di tengahnya adalah tokoh yang abu-abu. Film ini melulu fun dan entertainment. Kesan entertainment nya lebih kental lagi dengan kehadiran cewek-cewek latin yang cantik dan seksi, termasuk Jessica Alba dan Michelle Rodriguez, dan juga kehadiran si troubled girl Lindsay Lohan, yang dalam film ini dengan sukarela tampil topless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik di sini adalah kehadiran aktor-aktor Robert De Niro, Don Johnson, dan Steven Seagal yang ketiganya memiliki karakter antagonis. Robert De Niro berperan sebagai senator fasis, John McLoughlin, yang membenci kaum imigran. Dia bekerja sama dengan koboi fasis lainnya, Don Johnson yang berperan sebagai Von Jackson yang kejam. Keduanya berkolusi dengan raja narkoba Meksiko, Torrez, yang diperankan oleh Steven Seagal. Inilah untuk pertama kalinya Steven Seagal bermain sebagai tokoh jahat. Dan ini juga untuk pertama kalinya Steven Seagal bermain di film layar lebar sejak Half Past Dead tahun 2002. Antara tahun 2002 hingga sekarang, Steven Seagal yang karirnya semakin menurun, bermain di film-film Eropa dan Asia atau perusahaan film Amerika kelas B, yang filmnya diproduksi langsung dalam bentuk DVD dan VCD, atau langsung ke jaringan televisi. Juga ada Jeff Fahey, sebagai Michael Booth, asisten senator John McLoughlin, penghubung antara sang senator dengan Torrez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tokoh protagonisnya, Machete, yang juga menjadi tokoh sentral di film ini, diperankan oleh si tampang kriminil, Danny Trejo. Danny Terjo selalu muncul dalam film-film garapan sutradara Robert Rodriguez, mulai dari Desperado, From Dusk Till Dawn, Sin City, trilogi Spy Kids, hingga Once Upon A Time In Mexico. Karakternya biasanya menjadi ahli pisau atau pelempar pisau, istilah Machete sendiri artinya pisau atau golok. Film ini awalnya dibuat dalam bentuk trailer palsu yang muncul di permulaan film duologi Grindhouse: Planet Terror (Robert Rodriguez), dan Deathproof (Quentin Tarantino). Karena banyak yang suka dengan trailer tersebut, banyak yang mendesak agar trailer palsu tersebut benar-benar dibuat dalam bentuk film. Jadi, filmnya sendiri belum dibuat, tapi peminatnya sudah sangat banyak, inilah yang mungkin menjadi penyebab mengapa aktor kaliber besar seperti Robert Deniro bersedia tampil di film ini. Lagipula, Robert Deniro memang terkenal bisa memerankan karakter manapun dengan sangat meyakinkan, baik maupun jahat. Sebelumnya dia pernah menjadi bandit Al Capone dalam The Untouchables, monster buatan haus darah di film Frankenstein, dan penjahat hippie dalam film Jackie Brown (Quentin Tarantino).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya begini. Machete, mantan federalis Meksiko, setelah istri dan anaknya dibunuh oleh Torrez, bekerja sebagai imigran gelap di Texas. Ia kemudian dijebak oleh Michael Booth untuk membunuh Senator McLoughlin. Pembunuhan yang direkayasa tersebut gagal dan Machete dikejar-kejar oleh berbagai pihak, termasuk oleh agen Sartana Rivera (Jessica Alba). Machete kemudian dibantu oleh Luz, pemimpin jaringan bawah tanah yang juga dikenal sebagai 'She'. Singkat cerita, dengan bantuan Sartana Rivera dan pasukan jaringan She, Machete berusaha memporakporandakan kolusi antara Senator McLoughlin, Michael Booth, Von Johnson dan membalas dendam pada Torrez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya katakan tadi, film ini menarik dari segi hiburan. Adegan actionnya, seperti biasa dalam film-film Robert Rodriguez, adalah sangat absurd dan fantastis. Soal adegan kekerasan, Robert Rodriguez setali tiga uang dengan Quentin Tarantino, banyak darah dan bagian tubuh terpenggal di mana-mana, di tambah lagi dengan hadirnya wanita-wanita seksi, film ini sepertinya memang konsumsi laki-laki, bukan wanita. Jessica Alba dengan potongan rambutnya yang jelek, dan Michelle Rodriguez yang seksi, juga Lindsay Lohan yang topless tapi kemudian berkostum biarawati (transformasi dari bitch menjadi angel), menjadi pemandangan yang menyegarkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tontonlah film ini sebagai hiburan, karena sekali-sekali kita perlu rileks tanpa harus dibebani banyak pikiran. Bagi yang senang mendownload dengan torrentz, &lt;a href="http://take.fm/movies/1483/releases/2089/torrent/download?file=Machete+%282010%29+R5+MAXSPEED.torrent"&gt;film tersebut bisa didownload di sini&lt;/a&gt;: &lt;a href="http://take.fm/movies/1483/releases/2089/torrent/download?file=Machete+%282010%29+R5+MAXSPEED.torrent"&gt;Machete&lt;/a&gt;. (Batam, 9 Oktober 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-1031580578331272712?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/1031580578331272712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/10/machete.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1031580578331272712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1031580578331272712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/10/machete.html' title='Machete'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TK_-4-dIEaI/AAAAAAAAC4Q/N2AKX21TKR8/s72-c/Machete+movie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-133546599269121488</id><published>2010-10-01T11:57:00.007+07:00</published><updated>2010-10-01T18:36:28.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Arisan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TKVp8_GZtJI/AAAAAAAAC4M/kjh83nhEf9I/s1600/gossip.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TKVp8_GZtJI/AAAAAAAAC4M/kjh83nhEf9I/s200/gossip.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Di luar siklus ekonomi formal yang mengatur peredaran uang setiap waktu, ada institusi kecil yang bernama &lt;i&gt;arisan&lt;/i&gt;. Menurut situs wikipedia, arisan adalah "&lt;i&gt; kelompok orang yang mengumpulkan uang secara teratur pada tiap-tiap periode tertentu. Setelah uang terkumpul, salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang biasanya dilakukan dengan jalan pengundian, namun ada juga kelompok arisan yang menentukan pemenang dengan perjanjian." &lt;/i&gt;(Wikipedia: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arisan"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Arisan&lt;/a&gt; )&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dalam definisi di atas yang ditekankan adalah subjeknya, yaitu '&lt;i&gt;kelompok orang',&lt;/i&gt; bukan kegiatannya. Dalam hal ini, jika ada 'kelompok orang' sedang melakukan suatu kegiatan, maka kegiatan tersebut bisa diinterpretasikan bermacam-macam. Sekelompok orang bisa melakukan hal baik, sekelompok orang bisa melakukan hal yang sangat baik, dan sekelompok orang bisa melakukan hal yang super baik. Dan sekelompok orang tersebut bisa mengklaim mereka telah dan selalu melakukan hal baik. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tapi selalu tersembunyi monster yang tak kasat mata jika sekelompok orang sedang berkumpul. Jika kelompok tersebut melakukan shalat jamaah, monster tersebut tidak saja akan tak kasat mata, tapi juga tak ada, menjauh sejauh-jauhnya. Namun, sekelompok orang pada dini hari, tepat 45 tahun yang lalu, dengan berpakaian gelap dan senjata di tangan, memporakporandakan negeri ini dengan langkah yang diatur oleh sang bos yang punya maksud tertentu, tidak saja menghadirkan monster tak kasat mata, tapi mereka sendiri telah bertransformasi menjadi monster. Sang bos, yang beberapa waktu kemudian menjadi pemimpin tertinggi dengan julukan the smiling general, telah meninggalkan misteri besar tentang 'apa yang sesungguhnya terjadi' pada dini hari, 1 Oktober, 45 tahun yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tapi bukan itu yang ingin saya bahas di sini, itu hanya pengingat bahwa hari ini adalah 1 Oktober, di mana dulu pernah terjadi tragedi yang dilakukan 'sekelompok orang' tadi. Tentu saja, kelompok tersebut tidak melakukan arisan, melainkan pembunuhan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Suatu kegiatan pada dasarnya adalah baik, dan arisan merupakan sebuah kegiatan sosial (dan ekonomi) yang baik. Di tempat-tempat tertentu, arisan divariasikan menjadi semacam 'yasinan' atau 'wiridan' di mana sekelompok orang membaca yasin dan mengumandangkan wirid. Dan tentu saja ada penganan di atas nampan, dan es buah atau sirup, atau paling tidak teh untuk menggelontor penganan tadi dari kerongkongan. Penyelenggara wirid atau yasinan tersebut digilir secara teratur, sesuai dengan konsep arisan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Di kampung saya, rekan-rekan satu sekolah secara berkala mengadakan arisan sekaligus semacam reuni. Yang mengikat kelompok tersebut adalah mereka semua satu angkatan, dan kegiatan tersebut berlangsung sejak lama. Dalam kegiatan tersebut, rekan-rekan mayoritas wanita yang mulai mendekati usia paruh baya tersebut, mereka katanya melakukan "baca yasin, doa selamat, makan-makan". Tentu saja itu perbuatan terpuji, yang tidak saja harus dipertahankan dan dilanjutkan, tetapi juga harus didukung.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tapi, seperti yang saya bilang, jika 'sekelompok orang' berkumpul, terutama wanita, mereka tidak hanya makan-makan, minum-minum, atau baca yasin, tetapi juga menghadirkan monster kecil bernama gosip. Dan gosip bukanlah gosip jika tidak berbumbu. Sebuah benda akan lebih menarik perhatian jika dibungkus dengan asesoris tambahan. Dan gosip selalu memiliki asesoris tambahan. Sebuah kisah masa lalu bisa menjadi topik gosip yang hangat, setelah diberi bumbu atau asesoris tambahan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Awalnya mungkin kisahnya sudah basi, sehingga kisah tersebut perlu dipanaskan kembali, diberi bumbu tambahan, hingga yang basi bisa menjadi segar dan siap dikonsumsi kembali. Tapi keasliannya sudah tidak ada lagi, tambahan-tambahan dan tambalan tersebut, yang dalam prosesnya bisa menjadi fitnah (fitnah selalu lebih kejam dari pembunuhan), makin menebal dan terus tebal sehingga orang tidak melihat lagi apa sebenarnya yang ada di balik tambalan tersebut. Para pegosip ini, mereka tak ubahnya ibarat sekelompok babi di kandang yang mengkonsumsi makanan basi dengan suara riuh rendah dan ribut. Yang jadi korban adalah obyek gosip tersebut, yang tidak berada di situ untuk meluruskan kisahnya atau membantah hal-hal yang tidak benar, atau membela diri. Dan kita tahu dalam sejarah panjang pergosipan yang kelam dan penuh tragedi, gosip adalah monster yang merusak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Gossip really can kill&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Soal menggosip atau 'ngrasani' ini memiliki aspek psikologis yang menyangkut hal 'ketidakpuasan'. Dr. Naek L. Tobing pernah menulis artikel mengenai hubungan antara ketidakpuasan seksual dengan kebiasaan menggosip. Wanita-wanita yang tidak puas dalam hidupnya, khususnya para wanita yang tidak pernah mengalami orgasme, (atau para ibu-ibu yang diduakan atau ditigakan oleh suaminya sehingga menjadi jablai), (atau para ibu yang memiliki suami lemah syahwat), kebanyakan akan mengkompensasikan ketidakpuasan tersebut dengan menggosip, menceritakan keburukan atau aib tetangga, dan lain-lain. Ketidakpuasan itu dilampiaskan dengan menambah-nambah cerita yang standar menjadi &lt;i&gt;full accessories&lt;/i&gt;. Kompensasi atau pelampiasan tersebut secara semu akan membuat orang tersebut merasa lebih baik dari obyek yang digosipkan. Celakanya, seperti yang saya katakan tadi, memelihara gosip sama dengan memelihara monster, monster yang jahat tentunya (karena di serial anime Jepang, di mana monster tidak semuanya jahat, ada yang baik juga, misalnya Pikachu, dan ada yang tak jelas baik atau jahat, sepeti Godzilla).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya mendukung gerakan feminisme, dan saya suka dengan ide kesetaraan gender, bahwa wanita adalah kaum yang cerdas, pendamping suami yang bisa diandalkan, dan merupakan tiang kehidupan. Wanita bisa duduk dan berdiri sejajar dengan laki-laki. Tindakan wanita semestilah masuk akal, smart, dan beradab. Sedangkan menggosip dan memfitnah (gosip yang tidak benar atau mengada-ada = fitnah) adalah tindakan yang jauh dari rasional, tidak smart, dan tidak beradab. Karena itulah, demi harkat dan martabat kaum wanita itu sendiri, jangan pernah mau kaum wanita sampai diidentikkan dengan gosip. Jangan sampai ada variabel yang menyatakan bahwa [wanita + wanita = gosip].&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Karena itu, kurangilah menggosip. Tetap lakukan kegiatan arisan yang baik itu, karena arisan adalah kegiatan sosial tempat dilakukannya silaturahmi, baca yasin, berbagi informasi, dan mensejahterakan, dan tentu saja mengobrol. Mengobrolnya diusahakan dibatasi pada &lt;b&gt;fakta yang benar-benar diketahui&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;terkonfirmasi&lt;/b&gt; saja, sehingga tidak sampai merugikan orang lain. (Batam, 1 Oktober 2010).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Diposting di situs &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Baca tulisan lainnya di blog &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;Coffee Break With Ferdy&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-133546599269121488?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/133546599269121488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/10/arisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/133546599269121488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/133546599269121488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/10/arisan.html' title='Arisan'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TKVp8_GZtJI/AAAAAAAAC4M/kjh83nhEf9I/s72-c/gossip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-4777096845679167636</id><published>2010-09-23T20:03:00.001+07:00</published><updated>2010-09-23T21:18:48.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><title type='text'>Laila &amp; Majnun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TJtO2eDolYI/AAAAAAAAC4E/YxpbqRWnIaw/s1600/laila-majnun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TJtO2eDolYI/AAAAAAAAC4E/YxpbqRWnIaw/s200/laila-majnun.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;“Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu. Katakan kepadaku, kekasihku, mana di antara kita yang lebih dimabuk cinta, engkau ataukah aku?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian isi surat Laila kepada kekasihnya, Majnun, begitu ia menikah dengan Ibnu Salam. Kisah Laila dan Majnun adalah kisah cinta yang mengharu biru, lebih dalam daripada Romeo &amp;amp; Juliet-nya Shakespeare, lebih &lt;i&gt;absurd&lt;/i&gt; daripada kisah cinta Nyi Dayang Sumbi dengan Sangkuriang, dan lebih membara daripada kisah kasih Markus Antonius dengan Cleopatra. Saya merasa beruntung dikirimi bukunya oleh seorang sahabat yang baik dari Jakarta, empat tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikayat Laila Majnun ditulis oleh seorang sufi sekaligus penyair, Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizami. Banyak yang menganggap bahwa kisah Laila dan Majnun ini merupakan simbol atau perlambang antara hubungan manusia dengan sang Khalik, yang berkisah tentang kerinduan dan cinta manusia kepada Tuhannya. Bahwa manusia sangat membutuhkan keberadaanNya, bahwa manusia tak bisa hidup tanpa merasakan kehadiranNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang pernah mendengar akan Hikayat Laila &amp;amp; Majenun, tapi belum mengetahui detil kisahnya, berikut saya sarikan ceritanya. Sedapat mungkin saya usahakan agar keindahannya masih bisa ditangkap. Walaupun saya ringkas tetaplah kisahnya agak panjang, jadi siapkan minuman dan tisu, karena kisahnya, seperti yang saya bilang, cukup mengharubiru, membuat kita &lt;i&gt;"remuk, hilang bentuk, lebur dalam api cinta membara yang tak kunjung padam".&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt&amp;nbsp; memberikan anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman. Sejak awal, Qais telahmemperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana , dan hanya beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila- ”Sang Malam”. Meski ia baru berusia dua belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab-sebagaimana lazimnya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudah saling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagi tempat belajar. Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedang mengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba waktunya menulis pelajaran, mereka justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman atau kesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang-orang mulai mengetahui cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantas seorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan menanggapinya. Ketika orang-tua Laila mendengar bisik-bisik tentang anak gadis mereka, mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malu pada masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia meninggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ia hanya berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, ” Lihatlah Qais , ia sekarang telah menjadi seorang majnun, gila!”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Akhirnya, Qais dikenal dengan nama ini, yakni “Majnun”. Melihat orang-orang dan mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila telah dipingit oleh orang tuanya di rumah, yang dengan bijaksana menyadari bahwa jika Laila dibiarkan bebas bepergian, ia pasti akan menjumpai Majnun. Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Laila dan membangun sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Laila. Sepanjang hari Majnun duduk-duduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju desa itu. Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Laila. Ia menyapa burung-burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Laila serta memberitahunya bahwa ia dekat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Ia menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila. Jika kebetulan ada seekor anjing tersesat yang berasal dari desa Laila, ia pun memberinya makan dan merawatnya, mencintainya seolah-olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya anjing itu pergi jika memang mau demikian. Segala sesuatu yang berasal dari tempat kekasihnya dikasihi dan disayangi sama seperti kekasihnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Bulan demi bulan berlalu dan Majnun tidak menemukan jejak Laila. Kerinduannya kepada Laila demikian besar sehingga ia merasa tidak bisa hidup sehari pun tanpa melihatnya kembali. Terkadang sahabat-sahabatnya di sekolah dulu datang mengunjunginya, tetapi ia berbicara kepada mereka hanya tentang Laila, tentang betapa ia sangat kehilangan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Suatu hari, tiga anak laki-laki, sahabatnya yang datang mengunjunginya demikian terharu oleh penderitaan dan kepedihan Majnun sehingga mereka bertekad embantunya untuk berjumpa kembali dengan Laila. Rencana mereka sangat cerdik. Esoknya, mereka dan Majnun mendekati rumah Laila dengan menyamar sebagai wanita. Dengan mudah mereka melewati wanita-wanita pembantu dirumah Laila dan berhasil masuk ke pintu kamarnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Majnun masuk ke kamar, sementara yang lain berada di luar berjaga-jaga. Sejak ia berhenti masuk sekolah, Laila tidak melakukan apapun kecuali memikirkan Qais. Yang cukup mengherankan, setiap kali ia mendengar burung-burung berkicau dari jendela atau angin berhembus semilir, ia memejamkan.matanya sembari membayangkan bahwa ia mendengar suara Qais didalamnya. Ia akan mengambil dedaunan dan bunga yang dibawa oleh angin atau sungai dan tahu bahwa semuanya itu berasal dari Qais. Hanya saja, ia tak pernah berbicara kepada siapa pun, bahkan juga kepada sahabat-sahabat terbaiknya, tentang cintanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Pada hari ketika Majnun masuk ke kamar Laila, ia merasakan kehadiran dan kedatangannya. Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat bagus dan indah. Rambutnya dibiarkan lepas tergerai dan disisir dengan rapi di sekitar bahunya. Matanya diberi celak hitam, sebagaimana kebiasaan wanita Arab, dengan bedak hitam yang disebut surmeh. Bibirnya diberi pewarna merah, dan pipinya yang kemerah-merahan tampak menyala serta menampakkan kegembiraannya. Ia duduk di depan pintu dan menunggu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Ketika Majnun masuk, Laila tetap duduk. Sekalipun sudah diberitahu bahwa Majnun akan datang, ia tidak percaya bahwa pertemuan itu benar-benar terjadi. Majnun berdiri di pintu selama beberapa menit, memandangi, sepuas-puasnya wajah Laila. Akhirnya, mereka bersama lagi! Tak terdengar sepatah kata pun, kecuali detak jantung kedua orang yang dimabuk cinta ini. Mereka saling berpandangan dan lupa waktu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Salah seorang wanita pembantu di rumah itu melihat sahabat-sahabat Majnun di luar kamar tuan putrinya. Ia mulai curiga dan memberi isyarat kepada salah seorang pengawal. Namun, ketika ibu Laila datang menyelidiki, Majnun dan kawan-kawannya sudah jauh pergi. Sesudah orang-tuanya bertanya kepada Laila, maka tidak sulit bagi mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Kebisuan dan kebahagiaan yang terpancar dimatanya menceritakan segala sesuatunya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Sesudah terjadi peristiwa itu, ayah Laila menempatkan para pengawal di setiap pintu di rumahnya. Tidak ada jalan lain bagi Majnun untuk menghampiri rumah Laila, bahkan dari kejauhan sekalipun. Akan tetapi jika ayahnya berpikiran bahwa, dengan bertindak hati-hati ini ia bisa mengubah perasaan Laila dan Majnun, satu sama lain, sungguh ia salah besar.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; Ketika ayah Majnun tahu tentang peristiwa di rumah Laila, ia memutuskan untuk mengakhiri drama itu dengan melamar Laila untuk anaknya. Ia menyiapkan sebuah kafilah penuh dengan hadiah dan mengirimkannya ke desa Laila. Sang tamu pun disambut dengan sangat baik, dan kedua kepala suku itu berbincang-bincang tentang kebahagiaan anak-anak mereka. Ayah Majnun lebih dulu berkata, “Engkau tahu benar, kawan, bahwa ada dua hal yang sangat penting bagi kebahagiaan, yaitu cinta dan kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;br /&gt;"Anak lelakiku mencintai anak perempuanmu, dan aku bisa memastikan bahwa aku sanggup memberi mereka cukup banyak uang untuk mengarungi kehidupan yang bahagia dan menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mendengar hal itu, ayah Laila pun menjawab, “Bukannya aku menolak Qais. Aku percaya kepadamu, sebab engkau pastilah seorang mulia dan terhormat,” jawab ayah Laila. “Akan tetapi, engkau tidak bisa menyalahkanku kalau aku berhati-hati dengan anakmu. Semua orang tahu perilaku abnormalnya. Ia berpakaian seperti seorang pengemis. Ia pasti sudah lama tidak mandi dan iapun hidup bersama hewan-hewan dan menjauhi orang banyak. Tolong katakan kawan, jika engkau punya anak perempuan dan engkau berada dalam posisiku, akankah engkau memberikan anak perempuanmu kepada anakku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Qais tak dapat membantah. Apa yang bisa dikatakannya? Padahal, dulu anaknya adalah teladan utama bagi kawan-kawan sebayanya? Dahulu Qais adalah anak yang paling cerdas dan berbakat di seantero Arab? Tentu saja, tidak ada yang dapat dikatakannya. Bahkan, sang ayahnya sendiri susah untuk mempercayainya. Sudah lama orang tidak mendengar ucapan bermakna dari Majnun. “Aku tidak akan diam berpangku tangan dan melihat anakku menghancurkan dirinya sendiri,” pikirnya. “Aku harus melakukan sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayah Majnun kembali pulang, ia menjemput anaknya, Ia mengadakan pesta makan malam untuk menghormati anaknya. Dalam jamuan pesta makan malam itu, gadis-gadis tercantik di seluruh negeri pun diundang. Mereka pasti bisa mengalihkan perhatian Majnun dari Laila, pikir ayahnya. Di pesta itu, Majnun diam dan tidak mempedulikan tamu-tamu lainnya. Ia duduk di sebuah sudut ruangan sambil melihat gadis-gadis itu hanya untuk mencari pada diri mereka berbagai kesamaan dengan yang dimiliki Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis mengenakan pakaian yang sama dengan milik Laila; yang lainnya punya rambut panjang seperti Laila, dan yang lainnya lagi punya senyum mirip Laila. Namun, tak ada seorang gadis pun yang benar-benar mirip dengannya. Malahan, tak ada seorang pun yang memiliki separuh kecantikan Laila. Pesta itu hanya menambah kepedihan perasaan Majnun saja kepada kekasihnya. Ia pun berang dan marah serta menyalahkan setiap orang di pesta itu lantaran berusaha mengelabuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya sebagai berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan. Sesudah terjadi petaka ini, ayahnya memutuskan agar Qais dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah dengan harapan bahwa Allah akan merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang menghancurkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mekah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah, tetapi apa yang ia mohonkan? “Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja,”Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.” Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menunaikan ibadah haji, Majnun yang tidak mau lagi bergaul dengan orang banyak di desanya, pergi ke pegunungan tanpa memberitahu di mana ia berada. Ia tidak kembali ke gubuknya. Alih-alih tinggal dirumah, ia memilih tinggal di reruntuhan sebuah bangunan tua yang terasing dari masyarakat dan tinggal di dalamnya. Sesudah itu, tak ada seorang pun yang mendengar kabar tentang Majnun. Orang-tuanya mengirim segenap sahabat dan keluarganya untuk mencarinya. Namun, tak seorang pun berhasil menemukannya. Banyak orang berkesimpulan bahwa Majnun dibunuh oleh binatang-binatang gurun sahara. Ia bagai hilang ditelan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang musafir melewati reruntuhan bangunan itu dan melihat ada sesosok aneh yang duduk di salah sebuah tembok yang hancur. Seorang liar dengan rambut panjang hingga ke bahu, jenggotnya panjang dan acak-acakan, bajunya compang-camping dan kumal. Ketika sang musafir mengucapkan salam dan tidak beroleh jawaban, ia mendekatinya. Ia melihat ada seekor serigala tidur di kakinya. “Hus” katanya, ‘Jangan bangunkan sahabatku.” Kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang musafir pun duduk di situ dengan tenang. Ia menunggu dan ingin tahu apa yang akan terjadi. Akhimya, orang liar itu berbicara. Segera saja ia pun tahu bahwa ini adalah Majnun yang terkenal itu, yang berbagai macam perilaku anehnya dibicarakan orang di seluruh jazirah Arab. Tampaknya, Majnun tidak kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan dengan binatang-binatang buas dan liar. Dalam kenyataannya, ia sudah menyesuaikan diri dengan sangat baik sehingga lumrah saja melihat dirinya sebagai bagian dari kehidupan liar dan buas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam binatang tertarik kepadanya, karena secara naluri mengetahui bahwa Majnun tidak akan mencelakakan mereka. Bahkan, binatang-binatang buas seperti serigala sekalipun percaya pada kebaikan dan kasih sayang Majnun. Sang musafir itu mendengarkan Majnun melantunkan berbagai kidung pujiannya pada Laila. Mereka berbagi sepotong roti yang diberikan olehnya. Kemudian, sang musafir itu pergi dan melanjutkan perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di desa Majnun, ia menuturkan kisahnya pada orang-orang. Akhimya, sang kepala suku, ayah Majnun, mendengar berita itu. Ia mengundang sang musafir ke rumahnya dan meminta keterangan rinci darinya. Merasa sangat gembira dan bahagia bahwa Majnun masih hidup, ayahnya pergi ke gurun Sahara untuk menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat reruntuhan bangunan yang dilukiskan oleh sang musafir itu, ayah Majnun dicekam oleh emosi dan kesedihan yang luar biasa. Betapa tidak! Anaknya terpuruk dalam keadaan mengenaskan seperti ini. “Ya Tuhanku, aku mohon agar Engkau menyelamatkan anakku dan mengembalikannya ke keluarga kami,” jerit sang ayah menyayat hati. Majnun mendengar doa ayahnya dan segera keluar dari tempat persembunyiannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dengan bersimpuh dibawah kaki ayahnya, ia pun menangis, “Wahai ayah, ampunilah aku atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong lupakan bahwa engkau pernah mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan beban kesedihan ayah. Ini sudah nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk mencinta.” Ayah dan anak pun saling berpelukan dan menangis. Inilah pertemuan terakhir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Laila menyalahkan ayah Laila lantaran salah dan gagal menangani situasi putrinya. Mereka yakin bahwa peristiwa itu telah mempermalukan seluruh keluarga. Karenanya, orangtua Laila memingitnya dalam kamamya. Beberapa sahabat Laila diizinkan untuk mengunjunginya, tetapi ia tidak ingin ditemani. Ia berpaling kedalam hatinya, memelihara api cinta yang membakar dalam kalbunya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk mengungkapkan segenap perasaannya yang terdalam, ia menulis dan menggubah syair kepada kekasihnya pada potongan-potongan kertas kecil. Kemudian, ketika ia diperbolehkan menyendiri di taman, ia pun menerbangkan potongan-potongan kertas kecil ini dalam hembusan angin. Orang-orang yang menemukan syair-syair dalam potongan-potongan kertas kecil itu membawanya kepada Majnun. Dengan cara demikian, dua kekasih itu masih bisa menjalin hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Majnun sangat terkenal di seluruh negeri, banyak orang datang mengunjunginya. Namun, mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu bahwa Majnun tidak kuat lama dikunjungi banyak orang. Mereka mendengarkannya melantunkan syair-syair indah dan memainkan serulingnya dengan sangat memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang merasa iba kepadanya; sebagian lagi hanya sekadar ingin tahu tentang kisahnya. Akan tetapi, setiap orang mampu merasakan kedalaman cinta dan kasih sayangnya kepada semua makhluk. Salah seorang dari pengunjung itu adalah seorang ksatria gagah berani bernama Amr, yang berjumpa dengan Majnun dalam perjalanannya menuju Mekah. Meskipun ia sudah mendengar kisah cinta yang sangat terkenal itu di kotanya, ia ingin sekali mendengarnya dari mulut Majnun sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drama kisah tragis itu membuatnya sedemikian pilu dan sedih sehingga ia bersumpah dan bertekad melakukan apa saja yang mungkin untuk mempersatukan dua kekasih itu, meskipun ini berarti menghancurkan orang-orang yang menghalanginya. Ketika Amar kembali ke kota kelahirannya, ia pun menghimpun pasukannya. Pasukan ini berangkat menuju desa Laila dan menggempur suku di sana tanpa ampun. Banyak orang yang terbunuh atau terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pasukan ‘Amr hampir memenangkan pertempuran, ayah Laila mengirimkan pesan kepada ‘Amr, “Jika engkau atau salah seorang dari prajuritmu menginginkan putriku, aku akan menyerahkannya tanpa melawan. Bahkan, jika engkau ingin membunuhnya, aku tidak keberatan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa kuterima, jangan minta aku untuk memberikan putriku pada orang gila itu”.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Majnun mendengar pertempuran itu hingga ia bergegas kesana. Di medan pertempuran, Majnun pergi ke sana kemari dengan bebas di antara para prajurit dan menghampiri orang-orang yang terluka dari suku Laila. Ia merawat mereka dengan penuh perhatian dan melakukan apa saja untuk meringankan luka mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amr pun merasa heran kepada Majnun, ketika ia meminta penjelasan mengapa ia membantu pasukan musuh, Majnun menjawab, “Orang-orang ini berasal dari desa kekasihku. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi musuh mereka?” Karena sedemikian bersimpati kepada Majnun, ‘Amr sama sekali tidak bisa memahami hal ini. Apa yang dikatakan ayah Laila tentang orang gila ini akhirnya membuatnya sadar. Ia pun memerintahkan pasukannya untuk mundur dan segera meninggalkan desa itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Majnun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila semakin merana dalam penjara kamarnya sendiri. Satu-satunya yang bisa ia nikmati adalah berjalan-jalan di taman bunganya. Suatu hari, dalam perjalanannya menuju taman, Ibn Salam, seorang bangsawan kaya dan berkuasa, melihat Laila dan serta-merta jatuh cinta kepadanya. Tanpa menunda-nunda lagi, ia segera mencari ayah Laila. Merasa lelah dan sedih hati karena pertempuran yang baru saja menimbulkan banyak orang terluka di pihaknya, ayah Laila pun menyetujui perkawinan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, Laila menolak keras. Ia mengatakan kepada ayahnya, “Aku lebih senang mati ketimbang kawin dengan orang itu.” Akan tetapi, tangisan dan permohonannya tidak digubris. Lantas ia mendatangi ibunya, tetapi sama saja keadaannya. Perkawinan pun berlangsung dalam waktu singkat. Orangtua Laila merasa lega bahwa seluruh cobaan berat akhirnya berakhir juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Laila menegaskan kepada suaminya bahwa ia tidak pernah bisa mencintainya. “Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri,” katanya. “Karena itu, jangan membuang-buang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin, masih ada banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia.” Sekalipun mendengar kata-kata dingin ini, Ibn Salam percaya bahwa, sesudah hidup bersamanya beberapa waktu lamanya, pada akhirnya Laila pasti akan menerimanya. Ia tidak mau memaksa Laila, melainkan menunggunya untuk datang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kabar tentang perkawinan Laila terdengar oleh Majnun, ia menangis dan meratap selama berhari-hari. Ia melantunkan lagu-lagu yang demikian menyayat hati dan mengharu biru kalbu sehingga semua orang yang mendengarnya pun ikut menangis. Derita dan kepedihannya begitu berat sehingga binatang-binatang yang berkumpul di sekelilinginya pun turut bersedih dan menangis. Namun, kesedihannya ini tak berlangsung lama, sebab tiba-tiba Majnun merasakan kedamaian dan ketenangan batin yang aneh. Seolah-olah tak terjadi apa-apa, ia pun terus tinggal di reruntuhan itu. Perasaannya kepada Laila tidak berubah dan malah menjadi semakin lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh ketulusan, Majnun menyampaikan ucapan selamat kepada Laila atas perkawinannya: “Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku, sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah lupa bahwa ada seseorang yang, meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya akan memanggil-manggil namamu, Laila”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai jawabannya, Laila mengirimkan sebuah anting-anting sebagai tanda pengabdian tradisional. Dalam surat yang disertakannya, ia mengatakan, &lt;i&gt;“Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu. Kini, aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang lebih dimabuk cinta, engkau ataukah aku?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu, dan orang-tua Majnun pun meninggal dunia. Ia tetap tinggal di reruntuhan bangunan itu dan merasa lebih kesepian ketimbang sebelumnya. Di siang hari, ia mengarungi gurun sahara bersama sahabat-sahabat binatangnya. Di malam hari, ia memainkan serulingnya dan melantunkan syair-syairnya kepada berbagai binatang buas yang kini menjadi satu-satunya pendengarnya. Ia menulis syair-syair untuk Laila dengan ranting di atas tanah. Selang beberapa lama, karena terbiasa dengan cara hidup aneh ini, ia mencapai kedamaian dan ketenangan sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu pun yang sanggup mengusik dan mengganggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Laila tetap setia pada cintanya. Ibn Salam tidak pernah berhasil mendekatinya. Kendatipun ia hidup bersama Laila, ia tetap jauh darinya. Berlian dan hadiah-hadiah mahal tak mampu membuat Laila berbakti kepadanya. Ibn Salam sudah tidak sanggup lagi merebut kepercayaan dari istrinya. Hidupnya serasa pahit dan sia-sia. Ia tidak menemukan ketenangan dan kedamaian di rumahnya. Laila dan Ibn Salam adalah dua orang asing dan mereka tak pernah merasakan hubungan suami istri. Malahan, ia tidak bisa berbagi kabar tentang dunia luar dengan Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sepatah kata pun pernah terdengar dari bibir Laila, kecuali bila ia ditanya. Pertanyaan ini pun dijawabnya dengan sekadarnya saja dan sangat singkat. Ketika akhirnya Ibn Salam jatuh sakit, ia tidak kuasa bertahan, sebab hidupnya tidak menjanjikan harapan lagi. Akibatnya, pada suatu pagi di musim panas, ia pun meninggal dunia. Kematian suaminya tampaknya makin mengaduk-ngaduk perasaan Laila. Orang-orang mengira bahwa ia berkabung atas kematian Ibn Salam, padahal sesungguhnya ia menangisi kekasihnya, Majnun yang hilang dan sudah lama dirindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, ia menampakkan wajah tenang, acuh tak acuh, dan hanya sekali saja ia menangis. Kini, ia menangis keras dan lama atas perpisahannya dengan kekasih satu-satunya. Ketika masa berkabung usai, Laila kembali ke rumah ayahnya. Meskipun masih berusia muda, Laila tampak tua, dewasa, dan bijaksana, yang jarang dijumpai pada diri wanita seusianya. Semen tara api cintanya makin membara, kesehatan Laila justru memudar karena ia tidak lagi memperhatikan dirinya sendiri. Ia tidak mau makan dan juga tidak tidur dengan baik selama bermalam-malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ia bisa memperhatikan kesehatan dirinya kalau yang dipikirkannya hanyalah Majnun semata? Laila sendiri tahu betul bahwa ia tidak akan sanggup bertahan lama. Akhirnya, penyakit batuk parah yang mengganggunya selama beberapa bulan pun menggerogoti kesehatannya. Ketika Laila meregang nyawa dan sekarat, ia masih memikirkan Majnun. Ah, kalau saja ia bisa berjumpa dengannya sekali lagi untuk terakhir kalinya! Ia hanya membuka matanya untuk memandangi pintu kalau-kalau kekasihnya datang. Namun, ia sadar bahwa waktunya sudah habis dan ia akan pergi tanpa berhasil mengucapkan salam perpisahan kepada Majnun. Pada suatu malam di musim dingin, dengan matanya tetap menatap pintu, ia pun meninggal dunia dengan tenang sambil bergumam, Majnun…Majnun. .Majnun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar tentang kematian Laila menyebar ke segala penjuru negeri dan, tak lama kemudian, berita kematian Lailapun terdengar oleh Majnun. Mendengar kabar itu, ia pun jatuh pingsan di tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri selama beberapa hari. Ketika kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju desa Laila. Nyaris tidak sanggup berjalan lagi, ia menyeret tubuhnya di atas tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di kuburan Laila di luar kota. Ia berkabung dikuburannya selama beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, perlahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal dunia dengan tenang. Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama setahun. Belum sampai setahun peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan kerabat menziarahi kuburannya, mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas kuburan Laila. Beberapa teman sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu adalah jasad Majnun yang masih segar seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini bersatu dalam keabadian, kini bersatu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang sufi bermimpi melihat Majnun hadir di hadapan Tuhan. Tuhan membelai Majnun dengan penuh kasih sayang dan mendudukkannya disisi-Nya.Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, “Tidakkah engkau malu memanggil-manggil- Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Sufi pun bangun dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan sangat baik dan penuh kasih oleh Tuhan, ia pun bertanya-tanya, lantas apa yang terjadi pada Laila yang malang ? Begitu pikiran ini terlintas dalam benaknya,Tuhanpun mengilhamkan jawaban kepadanya, “Kedudukan Laila jauh lebih tinggi, sebab ia menyembunyikan segenap rahasia Cinta dalam dirinya sendiri.” (Batam, 23 September 2010)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;----------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/10/dracula.html"&gt;Dracula&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/04/hypnerotomachia-poliphili.html"&gt;Hypnerotomachia Poliphili&lt;/a&gt; | &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Coffee Break With Ferdy&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-4777096845679167636?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/4777096845679167636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/laila-majnun.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/4777096845679167636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/4777096845679167636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/laila-majnun.html' title='Laila &amp; Majnun'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TJtO2eDolYI/AAAAAAAAC4E/YxpbqRWnIaw/s72-c/laila-majnun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-6687145298578045446</id><published>2010-09-17T21:18:00.000+07:00</published><updated>2010-09-17T21:18:35.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Krakatau: Kesaksian</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TJN4HIbhysI/AAAAAAAAC38/thZv5Zy7QCc/s1600/krakatu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TJN4HIbhysI/AAAAAAAAC38/thZv5Zy7QCc/s200/krakatu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Seorang bintara Belanda yang ditempatkan di Batavia mengisahkan pengalaman pribadinya. Seperti banyak orang lainnya ia mengira bahwa dunia akan kiamat saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanggal 26 Agustus itu bertepatan dengan hari Minggu. Sebagai sersan pada batalyon ke-IX di Weltevreden (Jakarta Pusat) hari itu saya diperintahkan bertugas di penjagaan utama di Lapangan Singa. Cuaca terasa sangat menekan. Langit pekat berawan mendung. Waktu hujan mulai menghambur, saya terheran-heran bahwa di samping air juga jatuh butiran-butiran es." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekitar pukul dua siang terdengar suara gemuruh dari arah barat. Tampaknya seperti ada badai hujan, tetapi diselingi dengan letupan-letupan, sehingga orangpun tahu bahwa itu bukan badai halilintar biasa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di meja redaksi koran Java Bode orang segera ingat pada gunung Krakatau yang sudah sejak beberapa bulan menunjukkan kegiatan setelah beristirahat selama dua abad. Mereka mengirim kawat kepada koresponden di Anyer, sebuah pelabuhan kecil di tepi Selat Sunda, tempat orang bisa menatap sosok Krakatau dengan jelas pada cuaca cerah. Jawabnya tiba dengan cepat: 'Di sini begitu gelap, sampai tak bisa melihat tangan sendiri.' Inilah berita terakhir yang dikirimkan dari Anyer..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pukul lima sore gemuruh itu makin menghebat, tapi tidak terlihat kilat. Letusan susul-menyusul lebih kerap, seperti tembakan meriam berat. Dari Lapangan Raja (Merdeka, Red.) dan Lapangan Singa (Banteng) terlihat kilatan-kilatan seperti halilintar di ufuk barat, bukan dari atas ke bawah, tetapi dari bawah ke atas. Waktu hari berangsur gelap, di kaki langit sebelah barat masih terlihat pijaran cahaya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah menjadi kebiasaan bahwa tiap hari pukul delapan tepat di benteng Frederik Hendrik, (sekarang Mesjid Istiqlal) ditembakkan meriam sebagai isyarat upacara, disusul dengan bunyi terompet yang mewajibkan semua prajurit masuk tangsi. Para penabuh genderang dan peniup terompet batalyon itu sudah siap pada pukul delapan kurang seperempat. Mereka masih merokok santai sebelum mereka berbaris untuk memberikan isyarat itu. Tiba-tiba terdengar tembakan meriam menggelegar, jauh lebih dini daripada biasanya. Mereka segera berkumpul membentuk barisan dan setelah terompet dibunyikan, mereka berbaris sambil membunyikan genderang dan meniup terompet. Baru saja mereka mencapai asrama ketika meriam yang sebenarnya menggelegar dari dalam benteng. Gunung Krakatau ternyata mengecoh mereka!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Batavia Jadi Dingin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Sementara itu 'penembakan' berlangsung terus. Kadang-kadang bunyinya seperti tembakan salvo beruntun, kilatan-kilatan menyambar-nyambar ke langit. Semua orang tercekam ketakutan. Tiada seorangpun percaya bahwa ada badai mengamuk jauh di sana. Hampir tidak ada orang yang berani tidur malam itu. Banyak yang berkumpul di halaman rumah mereka sambil mengarahkan pandangan mereka ke arah barat dan memperbincangkan kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan gejala alam yang aneh itu. Hanya anak negeri yang tak ragu-ragu: 'Ada gunung pecah,' kata mereka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjelang tengah malam tiba perwira piket, Letnan Koehler. Ia mengatakan kepada saya bahwa seluruh kota sedang dalam keadaan panik. Penduduk asli berkumpul di masijid-masjid untuk bersembahyang. Penduduk Belanda tetap terjaga di rumah masing-masing atau pergi ke rumah bola Concordia atau Harmonie untuk saling mencari dukungan dari sesamanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjelang pukul dua pagi rentetan letusan bak tembakan cepat artileri itu mencapai puncaknya. Rumah-rumah batu bergetar dan jendela-jendela bergemerincing. Gelas lampu penerangan jalan jatuh dan bertebaran di tanah, kaca etalase toko pecah, penerangan gas &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;di banyak rumah padam. Sesudah itu ledakan-ledakan mereda, namun dari arah barat masih terdegar suara gemuruh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian saya merasakan bahwa udara makin menjadi dingin. Dalam beberapa jam saja suhu udara telah menurun sedemikian rupa, sampai saya gemetar kedinginan di pos jaga. Belum pernah di Batavia udara sedingin itu. Waktu saya melihat keluar ternyata seluruh kota diliputi oleh kabut tebal. Penerangan jalan di seberang Lapangan Singa tak dapat saya lihat lagi,meskipun saya mendengar dari rekan lain bahwa lampu-lampu masih menyala. Tak lama kemudian ternyata kabut itu bukan kabut biasa, melainkan hujan abu, yang jatuh tak lama setelah lewat tengah malam - mula-mula jarang-jarang, tetapi makin lama makin deras, sehingga segalanya terselimuti oleh kabut abu yang tebal." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada pukul enam pagi, sesuai peraturan, semua lampu harus dipadamkan, tetapi matahari tidak terbit! Baru sekitar pukul tujuh nampaknya fajar seperti akan menyingsing, tetapi hari itu tak akan menjadi terang. Hawa makin menjadi dingin, sehingga saya memerintahkan anak buah saya untuk mengenakan jas hujan mereka. Sementara itu abu turun dengan tiada putus-putusnya. Abu itu ke mana-mana, bangsal jaga juga dilapisi oleh serbuk halus yang berwarna kelabu keputih-putihan. Prajurit jaga yang saya lihat dari jendela sedang mondar-mandir, nampak seperti boneka salju kelabu yang bergerak secara mekanis." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekitar pukul sembilan pagi ledakan-ledakan dan guruh makin bertambah. Pada pukul sepuluh hari gelap seperti malam. Lampu-lampu gas dinyalakan kembali. Lapisan abu setebal 15 mm menutupi segala yang ada. Jalan-jalan sunyi senyap, tak ada yang berani menampakkan diri. Saya merasa seorang diri di dunia, di dunia yang tak lama lagi bakal runtuh!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada pukul 10.40 akhirnya tiba telegram dari Serang, yang isinya memuat sedikit keterangan mengenai penyebab gejala-gejala alam yang mengerikan itu. Kawat itu berbunyi: 'Kemarin petang Krakatau bekerja. Bisa didengarkan di sini. Semalam suntuk cahayanya terlihat jelas. Sejak pukul sebelas ledakan-ledakan makin hebat dan tak terputus-putus. Setelah hujan abu deras pagi ini matahari tak tampak, gelapnya seperti pukul setengah tujuh malam. Merak dimusnahkan gelombang pasang. Sekarang di sini sedang hujan kerikil. Tanpa payung kuat tak ada yang berani keluar.'" &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Lewat pukul duabelas, ketika di Batavia masih gelap gulita dan sangat dingin, tersiar berita kawat dari pelabuhan Pasar Ikan dan Tanjung Priok. Sebuah gelombang pasang telah membanjiri kota bagian bawah. Permukaan air dua meter di atas garis garis normal. Kapal uap Prinses Wilhelmina dicampakkan ke pangkalan, seperti juga kapal Tjiliwoeng yang cerobong asapnya merusak atap kantor pabean. Sejumlah kapal motor dan perahu terdampar acak-acakan di Pelabuhan Pasar Ikan, berlumuran lumpur dan abu tebal. Pengungsi mulai mengalir sepanjang jalan raya dengan membawa harta benda yang bisa dijinjing ke arah Weltevreden yang lebih tinggi letaknya. Pada pukul dua dan empat sore datang lagi gelombang pasang, tetapi kali ini kurang tinggi dibandingkan yang pertama." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sebelah barat kini menjadi tenang dan kelam makin berkurang, sehingga matahari mulai nampak sebagai bercak merah kotor pada langit yang kelabu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada pukul lima petang saya diganti dan menerima perintah untuk segera menyiapkan suatu pasukan yang akan diberangkatkana ke daerah yang terkena musibah di Sumatra Selatan. Pada saat itu di Batavia tidak seorangpun tahu dengan tepat apa yang sebenarnya terjadi di sebelah barat. Semua hubungan telegram dengan daerah yang terlanda malapetaka terputus." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Serang Sunyi Mencekam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Jakarta, air pasang itu tak mengambil korban terlalu besar, tapi di daerah pantai sebelah barat Jawa Barat yang lebih dekat dengan gunung yang sedang murka itu, akibatnya sangat mengerikan. Di Tangerang, pantai utaranya digenangi sampai sejauh satu hingga satu setengah km dengan meminta korban manusia cukup besar. Sembilan buah desa pantai musnah. Korban di daerah ini tercatat 1.794 orang penduduk asli dan 546 Cina dan Timur Asing lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Serang suara gemuruh mulai terdengar pada pukul 3 siang, hari Minggu. Malamnya terus-menerus tercium bau belerang dan guruh serta kilat terlihat dari arah Krakatau. Hari Seninnya langit di sebelah barat berwarna kelabu, lalu hujan abu turun tanpa hentinya. Pukul setengah sebelas hari mulai kelam, dan makin menggelap, sehingga hampir tak terlihat apa-apa. Lewat pukul sebelas datang kawat dari Serang bahwa telah terjadi hujan kerikil batu apung; tak lama kemudian hubungan telegram dengan Jakarta terputus. Setelah hujan kerikil menyusul hujan lumpur, yakni abu basah yang melekat pada daun-daun dan dahan-dahan pohon sehingga kadang-kadang runtuh karena beratnya. Sekitar pukul 12 hujan lumpur ini berhenti, tetapi abu kering tetap turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, selama itu di Serang tak terdengar letusan-letusan, bahkan suasana sangat sepi mencekam, yang membuat banyak orang makin gugup dan tertekan. Hewan peliharaan juga makin gelisah, mereka ingin sedekat mungkin dengan manusia di dalam rumah, di dekat lampu. Dengan kekerasan sekalipun hewan-hewan itu tak berhasil diusir. Setelah pukul dua siang langit mulai terlihat agak terang di sebelah timur, ayam-ayam jantan mulai berkokok. Suara gemuruh mulai terdengar lagi, sedang hujan abu turun terus-menerus dan bau abu belerang menusuk hidung. Pada pukul empat sore lampu-lampu masih dinyalakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat-surat kabar yang terbit di Batavia tertanggal 28, 31 Agustus, dan 4 September penuh dengan berita-berita tentang malapetaka yang menimpa daerah Banten. Tetapi jarang sekali ada kisah dari saksi mata, sebab tempat-tempat yang letaknya di tepi pantai seperti Merak, Anyer, dan Caringin, hancur luluh dan hanya ada beberapa orang Belanda yang melarikan diri dan tertolong pada saat yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketika Siuman Semua Gelap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di Merak seorang pemegang buku pada perusahaan pelabuhan bernama E. Pechler merupakan satu-satunya orang Belanda yang lolos. Ia sedang bertugas membawa telegram atasannya untuk dikirimkan ke Batavia lewat Serang. Berita ini mungkin yang terakhir dikirimkan dari Merak. Isinya laporan kepada Kepala Jawatan Pelabuhan di Betawi, yang menyebutkan bahwa pada hari Minggu tanggal 26 Agustus dan keesokan harinya, sebagian Merak yang lebih rendah letaknya, Pecinan, jalan kereta api, tergenangi; jembatan berlabuh dan teluk tempat pengambilan batu untuk pelabuhan rusak; jembatan dan derek-derek masih di tempat saat itu, tetapi gerbong-gerbong sudah masuk laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul sembilan pagi Pechler berada di kaki sebuah bukit di luar Merak. Tiba-tiba ia ditimpa hujan lumpur dan badai. Ia melihat gelombang air mendekat, sehingga ia lari tunggang-langgang ke atas sebuah bukit, tapi sebelum ia mencapai puncaknya, ia sudah terkejar air pasang. Apa yang terjadi setelah itu ia tak tahu lagi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya ia baru siuman kembali. Tempat sekitarnya sudah kering, tetapi ia tak dapat mengenali sekelilingnya karena sangat gelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Selasa ia baru bisa berjalan kembali ke Merak. Di tengah jalan ia melihat sebuah lokomotif yang rusak parah, sekitar 500 m dari tempat berhentinya. Di Merak ia tidak menemukan apa-apa lagi. Bahkan mayat pun tak dijumpainya semuanya telah dihanyutkan ke laut. Di antara petugas pemerintah di Merak hanya Pechler dan seorang insinyur bernama Nieuwenhuis yang selamat, karena sedang berpergian ke Batavia. Waktu insinyur itu kembali ke Merak, rumahnya yang dibangun di atas bukit setinggi 14 m hanya tinggal lantainya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hujan Deras Batu Apung di Teluk Betung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anyer dilanda gelombang pasang pada Senin pagi, tanggal 27, sekitar pukul sepuluh pagi. Gelombang ini menyapu bersih pemukiman di tepi pantai itu, sehingga yang tinggal hanyalah benteng, penjara, kediaman Patih dan Wedana. Dataran sekitar Anyer, yang di belakang tempat itu lebarnya kurang lebih 1 km seakan-akan dicukur gundul; di dekat pantai bongkahan-bongkahan karang dilemparkan ke darat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caringin yang berpenduduk padat juga hancur luluh; letaknya di dataran yang lebarnya sekitar 1.500 m, disusul oleh bukit-bukit 50m, tempat sejumlah kecil penduduknya menyelamatkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya di darat, tetapi di laut lepas Krakatau juga meneror kapal-kapal yang kebetulan berlayar di dekatnya. Penumpang kapal yang melayari Selat Sunda pada hari naas itu tidak dapat melupakan pengalaman dan ketakutan mereka selama hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal api Gouverneur Generaal Loudon, dengan nakhoda Lindeman, sebuah kapal Nederland Indische Stoomvaartsmaatschappij (pendahulu KPM) berlayar dari Batavia ke Padang dan Aceh dengan menyinggahi Teluk Betung, Krui, dan Bengkulu. Kapal itu berangkat pada tanggal 26 Agustus pagi hari dari Jakarta. Seorang penumpang kapal itu mengisahkan pengalamannya sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuaca pagi itu sangat cerah. Siang harinya kami berlabuh di Anyer, sebuah pelabuhan kecil di pantai Banten. Beberapa orang pekerja kasar naik dari pelabuhan ini. Kapal kemudian melanjutkan pelayarannya ke arah Teluk Lampung, melewati Pulau Sangiang dan Tanjung Tua. Di sebelah kiri kapal kami lihat Pulau Rakata dari kejauhan, yang kami singgahi dua bulan yang lalu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu Gunung Krakatau mulai bekerja bulan Mei yang lalu, setelah dua abad beristirahat, perusahaan pemilik kapal Loudon mengadakan suatu tour pariwisata bagi penduduk Batavia. Dengan membayar dua puluh lima gulden kita bisa berlayar ke Pulau Krakatau. Pada waktu itu masih mungkin untuk mendarat ke pulau, bahkan mendaki kawahnya yang mengeluarkan uap putih." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang gunung berapi itu nampaknya jauh lebih gawat. Asap hitam pekat membubung dari kawahnya ke langit biru dan hujan abu halus turun di geladak kapal..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada pukul 7 petang kami berlabuh di Teluk Betung. Hari amat cepat menjadi gelap, sedang lautpun agaknya makin berombak dan hujan abu makin deras. Kapal Loudon memberi isyarat ke darat agar dikirimi sekoci bagi penumpang yang akan mendarat, tetapi tidak ada jawaban apa-apa. Lalu kapten memerintahkan agar sekoci kapal diturunkan, tetapi gelombang besar tak memungkinkan untuk mencapai darat, sehingga sekoci itu harus kembali lagi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lampu pelabuhan menyala seperti biasa, tetapi tampaknya ada kejadian-kejadian luar biasa di Teluk Betung. Sekali-sekali terlihat tanda bahaya dari kapal-kapal lain dan terdengar suara kentongan bertalu-talu. Penerangan kota dipadamkan. Sementara itu hujan abu kini berubah menjadi hujan batu apung yang deras..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menara Suar Patah Seperti Batang Korek Ap&lt;/b&gt;i&lt;br /&gt;"Dengan rasa kurang enak kami melewatkan malam itu. Air laut makin liar dan ombak-ombak besar mendera lambung kapal tanpa hentinya. Ketika fajar menyingsing kami melihat bahwa Teluk Betung menderita kerusakan cukup parah oleh gelombang pasang. Kapal api pemerintah Barouw, terlepas dari jangkarnya dan dihempaskan ke darat. Gudang-gudang dan gedung-gedung pelabuhan lain rusak. Tetapi tak tampak tanda-anda kehidupan di kota kecil itu..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pukul tujuh pagi tiba-tiba kami melihat dinding air melaju ke arah kapal kami. Loudon sempat melakukan manouvre untuk menghindar, sehingga gelombang itu mengenai sejajar dengan sisi kapal. Kapal itu menukik hebat, tetapi pada saat bersamaan gelombang itu telah lewat dan Loudon selamat. Kami sempat melihat betapa air pasang itu mendekati, lalu melanda kota Teluk Betung dengan tenaga tak terbendung..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak lama kemudian masih ada tiga gelombang dahsyat yang menghambur, yang di hadapan mata kami memporak-porandakan segala apa yang ada di pantai. Kami melihat bagaimana menara suar patah seperti batang korek api dan rumah-rumah lenyap digilas gelombang. Kapal Barouw terangkat, kemudian dicampakkan ke darat melewati puncak-puncak pohon nyiur. Yang tadinya Teluk Betung kini hanya air belaka..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di kota itu tentunya ada ribuan orang yang meninggal serentak dan kotanya sendiri seperti dihapuskan dari muka bumi. Semua itu terjadi dengan cepat dan mendadak, sehingga melintas sebelum kita sempat menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Seakan-akan dengan satu gerakan maha kuat dekor latar belakang sebuah sandiwara telah digantikan..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya Kapten Lindeman memutuskan untuk meninggalkan teluk itu, karena ia beranggapan bahwa keadaannya cukup berbahaya. Kapal menuju ke Anyer dengan tujuan untuk melaporkan malapetaka yang menimpa Teluk Betung. Tak lama kemudian kapal sudah berlayar di laut lepas. Walaupun hari masih pagi, cuaca makin menggelap, dan menjelang pukul sepuluh sudah gelap seperti malam. Kegelapan itu bertahan selama delapan belas jam dan selama itu turun hujan lumpur yang menutupi geladak sampai hampir setengah meter." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di ruang kemudi nakhoda melihat bahwa kompas menunjukkan gerakan-gerakan yang paling aneh; di laut terjadi arus-arus kuat, yang selalu berubah arahnya. Udara dicemari oleh gas belerang pekat yang membuat orang sulit bernapas dan beberapa penumpang menderita telinga berdesing. Barometer menunjukkan tekanan udara yang sangat tinggi. Kemudian bertiuplah angin kuat yang berkembang menjadi badai. Kapal diombang-ambingkan oleh getaran laut dan gelombang tinggi. Ada saat-saatnya Loudon terancam akan terbalik oleh luapan air yang datang dari samping. Apa saja yang tak terikat kuat dilemparkan ke laut..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Api Santo Elmo (St. Elmo's Fire)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Tujuh kali berturut-turut halilintar menghantam tiang utama. Dengan rentetan letupan yang gemeretak, geledek itu kadang-kadang seperti bergantungan di atas kapal yang diterangi cahaya mengerikan. Alat pemadam kebakaran disiapkan di geladak, sebab nakhoda khawatir setiap waktu Loudon bisa terbakar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecuali halilintar, kami juga menyaksikan gejala alam aneh lain, yakni apa yang disebut sebagai api Santo Elmo. Di atas tiang kapal berkali-kali terlihat nyala api kecil-kecil berwarna biru. Kelasi-kelasi pribumi mendaki tiang untuk memadamkan 'api' itu, tetapi sebelum mereka sampai ke atas gejala itu telah lenyap kemudian terlihat berpindah ke tempat lain. Api biru yang berpindah-pindah itu sungguh merupakan pemandangan yang menyeramkan dan membangunkan bulu kuduk." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Antara badai dan ombak besar kami mengalami saat-saat tenang. Tiba-tiba saja semuanya menjadi sunyi senyap dan lautpun licin seperti kaca. Tetapi sepi yang tak wajar ini lebih mencekam daripada gegap gempita ombak dan topan yang harus kami alami. Tak terdengar suara lain, kecuali keluh kesah dan doa para penumpang anak negeri di geladak depan, yang yakin bahwa ajal mereka segera akan sampai." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya pada malam menjelang tanggal 28 kami melihat sekelumit cahaya membersit dilangit! Seberkas sinar bulan pucat berhasil menembus awan gelap. Ketika itu sekitar pukul empat pagi. Di kapal orang bersorak-sorai gembira dengan rasa syukur dan lega." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang masih ada batu apung dan abu turun ke geladak, tetapi paling tidak kami bisa melihat sekelilingnya dengan agak jelas. Kami masih berlayar menyusuri pantai Sumatra. Nampaknya pantai sangat sunyi. Yang dulunya ditumbuhi pohon-pohon kini hanya tersisa tunggul bekas batangnya yang patah. Laut penuh dengan kayu dan batu apung, yang di pelbagai tempat mengumpul menjadi semacam pulau besar yang menutupi jalan masuk ke Teluk Lampung." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tampang kapal Loudon benar-benar mengejutkan. Ia lebih mirip kapal yang tenggelam sepuluh tahun di dasar laut dan baru diangkat kembali. Kami melayari Selat Sunda dan pagi-pagi sekali Krakatau nampak kembali. Sekarang kami baru mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Seluruh pulau itu meledak sampai hancur lebur dan sebagian besar hilang. Dinding kawahnya sama sekali runtuh, kami hanya melihat celah-celah raksasa yang mengeluarkan asap dan uap." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di laut, antara Pulau Sebesi dan Pulau Krakatau yang tadinya masih merupakan jalur pelayaran, kini bermunculan pulau-pulau vulkanik kecil dan berpuluh gosong arang timbul dari permukaan air. Pada delapan tempat tampak asap dikelilingi uap putih dari laut." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan lambat kami mendekati pantai Jawa. Pemandangan yang terlihat hampir tak terperikan. Segalanya telah diratakan menjadi gurun tak bertuan. Waktu kami berlabuh di Teluk Anyer, kami baru menyadari bahwa pelabuhan kecil itu sudah tidak ada lagi. Semuanya telah tersapu bersih, tiada rumah, tiada semak, bahkan tak ada batu yang kelihatan! Hanya sebuah tonggak masih menandai bekas tempat berdirinya mercusuar. Selebihnya tidak ada apa-apa lagi, kehampaan dan kesepian..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dulunya merupakan kampung-kampung yang makmur, kini hanya hamparan lumpur kelabu. Sungai penuh dengan puing dan lumpur. Di mana-mana tak nampak tanda-tanda kehidupan..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pulau-pulau di Selat Sunda juga tak luput dari musibah. Pulau Sebesi yang pernah dihuni dua ribu orang, kini hanya tinggal seonggok bukit abu, sampai puncaknya yang hampir lima ratus meter tingginya itu, dan semua tumbuh-tumbuhan tak berbekas. Tak terlihat perahu atau desa lagi. Demikian pula keadaan pulau-pulau lain, Pulau Sebuku dan Pulau Sangiang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan Lumpur&lt;br /&gt;"Pada tanggal 29 Agustus kami kembali di Lautan Hindia. Makin ke utara, makin kurang kelihatan akibat malapetaka besar itu. Kemudian di Padang dan beberapa tempat lainnya kami bertemu dengan orang-orang yang mendengar ledakan-ledakan dan gemuruh Krakatau. Yang aneh ialah bahwa kami yang berada di tempat yang paling dekat dengan Krakatau, tidak mendengar dentuman-dentuman itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kisah seorang penumpang kapal yang melihat malapetaka itu dari jarak jauh. Dari kota Teluk Betung sendiri ada saksi mata yang selamat. Menurut dia gelombang pasang yang pertama tiba tanggal 27 Agustus pagi sekitar pukul setengah tujuh, yang merebahkan lampu pelabuhan, gudang batu bara, gudang di dermaga, dan melemparkan kapal Barouw dari sisi timur bendungan melewati pemecah gelombang sampai ke Kampung Cina. Gudang Garam rusak dan Kampung Kangkung beserta beberapa kampung di pantai lainnya dihanyutkan. Kapal pengangkut garam Marie terguling di teluk, tetapi kemudian dapat tegak kembali. Orang juga melihat kapal Loudon berlabuh, kemudian berlayar lagi pada pukul tujuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit berwarna kuning kemerah-merahan seperti tembaga, dari arah Krakatau terlihat kilatan-kilatan api, hujan abu turun tiada hentinya, tetapi sekitar pukul delapan keadaannya tenang. Sementara orang-orang yang sempat mengungsi ke tempat yang tinggi waktu itu masih sempat kembali ke rumah masing-masing untuk menyelamatkan apa saja yang masih bisa diambil, atau untuk melihat keadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih pukul sepuluh tiba-tiba terdengar letusan hebat yang membuat orang terpaku. Suatu pancaran cahaya dan kilat terlihat di arah Krakatau. Segera setelah letusan itu hari mulai remang-remang. Kerikil batu apung mulai bertaburan. Menjelang pukul sebelas hari gelap seperti malam, hujan abu berubah menjadi hujan lumpur. Selanjutnya apa yang tepatnya berlangsung, tiada yang tahu, karena yang selamat berlindung di rumah residen dan hanya mendengar deru dan gemuruh sepanjang malam yang disebabkan oleh angin topan yang mematahkan ranting, menumbangkan kayu-kayuan, dan melemparkan lumpur pada kaca-kaca jendela. Para pelarian itu tidak sadar bahwa gelombang pasang sebenarnya sudah mendekati tempat pengungsiannya sejauh 50 m di kaki bukit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru keesokan harinya orang mengetahui betapa besar kehancuran yang terjadi. Seluruh dataran diratakan dengan tanah, tiada rumah maupun pohon yang masih tegak. Yang ada hanya abu, lumpur, puing, kapal ringsek, dan mayat manusia maupun hewan bertebaran di mana-mana. Kapal Barouw sudah tak terlihat lagi. Baru kemudian kapal yang naas itu ditemukan di lembah Sungai Kuripan, di belakang belokan lembah pada jarak 3.300 m dari tempat berlabuhnya, dan 2.600 m dari Pecinan, tempatnya dicampakkan gelombang pertama pukul setengah tujuh itu. Sejumlah perahu kandas di tepi lembah, sebuah rambu laut ditemukan di lereng bukit pekuburan. Awak kapal Barouw, mualim pertama Amt dan juru mesin Stolk hilang tak ketahuan rimbanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pantai Sumatra yang terjilat malapetaka Krakatau paling parah, terutama adalah yang letaknya berhadapan dengan Selat Sunda. Misalnya tempat-tempat di tepi Teluk Semangka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terjepit Dua Rumah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang Belanda yang mengalami pribadi kedahsyatan letusan Krakatau dan berhasil mempertahankan hidupnya adalah seorang controleur yang ditempatkan di Beneawang, ibukota afdeling Semangka, yang letaknya di Teluk Semangka, Lampung. PLC. Le Sueur, pejabat Belanda itu, melaporkan kepada atasannya dalam sepucuk surat tertanggal 31 Agustus 1883 sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada hari Minggu sore, menjelang pukul empat, sewaktu saya sedang membaca di serambi belakang rumah saya, tiba-tiba saja terdengar beberapa dentuman yang menyerupai letusan meriam. Saya mengira bahwa residen yang menurut rencana akan tiba besok dengan kapal bersenjata pemerintah telah mempercepat jadwal kunjungannya. Saya segera mengumpulkan para kepala adat dan pejabat setempat ke pantai. Tetapi kami tidak melihat ada kapal di laut. Saya segera kembali ke rumah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru saja saya sampai di rumah, seorang pesuruh melaporkan bahwa air laut mulai naik dan beberapa kampung di pantai sudah tergenang. Saya segera berangkat lagi untuk menertibkan keadaan di antara rakyat yang mulai panik dan memanggil-manggil nama Allah. Saya menyuruh mereka membawa wanita dan anak-anak ke tempat-tempat yang letaknya lebih tinggi. Kemudian air surut lagi dengan cepat, tetapi mulai hujan abu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekitar pukul empat pagi saya dibangunkan oleh orang-orang yang memberitakan bahwa di kaki langit terlihat cahaya kemerah-merahan. Saya merasa khawatir..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pukul enam pagi, hari Senin, saya pergi ke pantai. Permukaan air laut jauh lebih rendah dari biasanya. Sementara batu karang yang biasanya tak nampak, kini menjadi kering. Selanjutnya saya mendengar guruh sambung-menyambung, sehingga saya khawatir masih ada hal-hal yang lebih mengerikan yang akan menimpa kami..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiba di rumah saya menyuruh memanggil Van Zuylen (pembantu saya) untuk menulis rancangan surat kepada residen tentang apa yang terjadi. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat, tetapi cuaca begitu gelap sehingga lampu-lampu masih menyala. Sejurus kemudian kata Van Zuylen: 'Maaf tuan, untuk sementara saya berhenti menulis saja. Saya merasa gelisah.'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru saja ia mengatakan itu, tiba-tiba kami mendengar ribut-ribut. Laki-laki, perempuan, dan anak-anak berlarian sambil berteriak: 'Banjir! Banjir!'. Van Zuylen dan saya segera keluar dan menawari orang-orang itu agar berlindung di rumah saya saja, karena rumah saya terletak di tempat yang agak tinggi dan dibangun di atas tiang. Tetapi tak lama kemudian air pasang kembali ke laut sehingga semuanya tenang kembali..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketenangan itu tak berlangsung lama: Sejurus kemudian air laut kembali lagi dengan debur dan gemuruh yang menakutkan. Di rumah saya saat itu sudah ada sekitar tiga ratus orang pengungsi. Saya mondar-mandir di antara mereka untuk agak menenangkan mereka. Tiba-tiba saya mendengar serambi depan runtuh dan air segera menerjang ke dalam rumah. Saya menganjurkan mereka untuk pindah ke serambi belakang. Baru saja saya mengatakan itu, tiba-tiba seluruh rumah roboh berantakan dan kami semuanya terseret oleh arus air." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah itu saya tak tahu lagi apa yang terjadi. Saya berhasil meraih sekerat papan dan mengapung mengikuti aliran air, sampai kaki saya tersangkut sesuatu sehingga papan itu harus saya lepaskan. Setelah itu saya berhasil menggapai beberapa keping atap. Saya berpegangan erat-erat sampai air kembali ke laut dan kaki saya menginjak tanah. Saya menggunakan jas saya untuk melindungi kepala dari hujan lumpur." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di kejauhan saya mendengar suara minta tolong dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak, tetapi saya tak berdaya menolong. Saya tak bisa berdiri karena lemas, takut, dan terkejut, lagi pula tak terlihat apa-apa sebab gelap. Saya mendengar air datang lagi dengan kuatnya. Saya hanya bisa berdoa sejenak memohon penyelamatan nyawa kami semua sambil menyiapkan diri untuk menghadapi maut. Lalu saya dihanyutkan oleh air, diputarkan, lalu dicampakkan dengan kekuatan dahsyat. Saya terjepit di antara dua rumah yang mengapung. Saya tak bisa bernapas lagi rasanya. Saya mengira bahwa ajal saya sudah sampai. Tetapi tiba-tiba kedua rumah itu terpisah lagi. Kemudian Saya mendapat batang pisang yang tak saya lepaskan lagi..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan batang pisang itu saya mengapung beberapa lama, berapa lama tepatnya saya tak tahu lagi. Waktu air surut, saya terduduk saja, barangkali sejam lamanya saya di situ tanpa bergerak. Di sekitar saya masih gelap gulita dan hujan lumpur berlangsung terus." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kontrolir Berteriak Minta Tolong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya Saya mendengar suara-suara manusia di dekat tempat itu. Saya memanggil, bangkit, lalu mulai berjalan tertatih-tatih dengan mata tertutup lumpur sambil meraba-raba jalan saya. Semua pakaian saya, kecuali baju kain flanel, telah tercabikkan dari badan saya. Saya berjalan dalam keadaan kedinginan di bawah hujan lumpur, tetapi tidak berhasil menemukan orang-orang yang saya dengar suaranya itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menginjak semak-semak berduri dan kulit saya tercabik oleh duri rotan, sedang saya lebih banyak jatuh bangun daripada berjalan. Akhirnya saya mendengar ada orang berkata dalam bahasa Lampung: 'Kita tak jauh dari sungai besar.' Saya mempercepat jalan saya sedapatnya, menyapu lumpur dari mata saya lalu bergegas menuju ke arah suara tadi. Saya bertemu seorang Jawa, seorang Palembang, dan beberapa wanita Jawa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak lama kemudian kami melihat cahaya obor dari jauh. Tanpa berhenti saya berteriak: 'Tolong! Tolong! Saya kontrolir!' Tetapi agaknya pembawa obor itu tak mendengar suara saya. Beberapa kali kami melihat cahaya itu, tapi kemudian menghilang di dalam kegelapan. Ketika itu semestinya sudah pukul delapan atau sembilan pagi, tetapi masih gelap gulita..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya ada juga seorang pembawa obor yang datang mendapatkan kami. Saya katakan kepadanya siapa saya, lalu ia mengantarkan saya melewati hutan semak berduri dan mengarungi lumpur ke Kampung Kasugihan, kemudian diteruskan ke Penanggungan. Hari sudah pukul delapan malam waktu kami tiba di sana. Di kampung ini saya baru beristirahat sejam ketika kami mendengar gemuruh air, sehingga tempat ini juga masih belum aman. Kami melarikan diri lagi ke arah pegunungan. Setelah dua jam berjalan kami mencapai desa Payung yang terletak di lereng Gunung Tanggamus. Di tempat ini ada yang memberi saya sehelai sarung, sehingga saya berpakaian agak pantas." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mujur bahwa saya mendapat sambutan baik dari kepala desa maupun rakyatnya, sehingga setiap hari saya bisa makan nasi dengan lauk ayam. Pada hari Selasa saya menyuruh orang untuk menyelidiki siapa-siapa yang masih hidup dari tempat-tempat di pantai. Hasilnya amat menyedihkan. Hampir seluruh Beneawang musnah. Saya perkirakan korban jiwa di daerah ini ada sekitar seribu orang. Banyak kampung lenyap. Di banyak desa terjadi kelaparan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mohon dikirim beberapa potong pakaian, sebab saya tak mempunyai apa-apa lagi, juga sepatu dan selop."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dikutip dari Majalah Intisari, Edisi Agustus 1982&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Read more at &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;Coffee Break With Ferdy&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-6687145298578045446?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/6687145298578045446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/krakatau-kesaksian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/6687145298578045446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/6687145298578045446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/krakatau-kesaksian.html' title='Krakatau: Kesaksian'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TJN4HIbhysI/AAAAAAAAC38/thZv5Zy7QCc/s72-c/krakatu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-8764235632815980295</id><published>2010-09-12T14:57:00.000+07:00</published><updated>2010-09-12T14:57:41.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Santai'/><title type='text'>Pembunuhan Atas Mus Musculus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TIhuj3LXUWI/AAAAAAAAC3s/UNO7mhyF3j0/s1600/broom.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TIhuj3LXUWI/AAAAAAAAC3s/UNO7mhyF3j0/s320/broom.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya sudah melihat tanda-tandanya sejak tiga atau empat hari yang lalu. Istri saya sering terlihat sedang tercenung, seolah-olah memikirkan sesuatu. Atau sedang merencanakan sesuatu. Tadinya saya ingin bertanya apa yang ada di dalam kepalanya saat ini. Tapi melihat keseriusan wajahnya, sayapun urung bertanya. Tak selang berapa lama, saya jadi tahu apa yang dipikirkannya. Istri saya tercinta sedang merencanakan sebuah pembunuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya jadi tahu dengan mengingat-ingat permasalahan akhir-akhir ini. Apalagi putri saya yang bungsu, Ana, pernah berbisik pada saya mengatakan, "Mama mau membunuh Jerry, Pa. Katanya Mama sudah tidak tahan lagi."  Ketiga anak saya sebenarnya menentang rencana tersebut, tapi mereka tidak berani membantah mamanya. Dan, sayapun mau tidak mau harus mendukung istri saya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Istri saya ingin membunuh Mus Musculus. Makhluk tersebut tidak ada hubungannya dengan musisi Mus Mujiono, atau Mus Mulyadi. Bagi saya itu tidak masalah, karena Mus Musculus juga tidak memiliki hubungan kekerabatan apapun dengan Pak Mustapha, tetangga sebelah. Dengan demikian tidak ada alasan bagi saya untuk melarang sang istri, bahkan, saya harus membantunya melaksanakan rencananya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Waktu itu anak-anak sedang pergi sekolah, jadi pukul 8 pagi itu tinggal saya berdua dengan istri saya. Istri saya menyiapkan tangkai sapu, dan saya memegang raket yang senarnya sudah putus-putus. Kami meletakkan nasi goreng sisa di lantai, dan menunggu. Makhluk itupun muncul. Dengan kumis melintang, wajah berbentuk segitiga, mata kecil hitam, dan ekor panjang terseret di lantai. Ana menyebutnya Jerry, atau Mickey, atau Minnie, apapun jenis kelaminnya. Dunia ilmiah mengenalnya dalam bahasa latin sebagai Mus Musculus. Kami berdua menyebutnya tikus. Dan tikus sialan itu sudah divonis mati oleh istri saya. Yah, kehidupan memang kejam, terutama bagi tikus-tikus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selama ini si Mus Musculus memang sering mengganggu ketenteraman dan ketertiban. Istri saya fobia terhadap cacing, ulat bulu, ulat kaki seribu dan tikus. Selera makannya bisa langsung hilang jika melihat makhluk-makhluk tersebut. Entah berapa kali terjadi istri saya berhenti makan begitu melihat si Mus Musculus melintas. Si Fay sering menjerit tiba-tiba di kamarnya, berteriak, "Mamaaaa, tikuuuuss." Dia pernah melintas di kaki saya, yang membuat saya kaget setengah hidup. Bahkan si Mus Musculus ini sering lewat pada saat anak-anak saya sedang belajar, dan membuat anak-anak menjerit. Walaupun cuma seekor, makhluk pengerat ini mampu membuat hidup kami tidak tenteram.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jadi, ketika melihat kemunculan si Mus Musculus di dekat piring styrofoam nasi goreng, istri sayapun mengangkat tangkai sapu tinggi-tinggi, dan sambil berteriak "Ciyaaaatttt" layaknya tokoh silat perempuan dalam serial Wiro Sableng, diapun menghunjamkan sapu tersebut ke arah si makhluk malang. Tangkai sapu patah, si Mus Musculus lenyap entah ke mana. "Itu!" kata istri saya menunjuk ke lantai samping rak buku. Maka sayapun mengayunkan raket ke sana, terlihat sekilas si tikus diam tak berkutik. Tapi ternyata itu tikus bukanlah tikus kemarin sore, dia mengelak. Dia melarikan diri ke arah kamar tidur, maka sayapun mengejarnya, diikuti oleh istri saya dengan tangkai sapunya yang sudah patah itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Istri sayapun mengunci pintu kamar dari dalam. Jadi di kamar ada saya, istri saya, dan makhluk malang itu. Sudah jelas si tikus tidak akan bisa keluar dari sini hidup hidup. Saya iseng menirukan film The Wizard of Oz, bilang "Yuuhuu where are you.... come out come out wherever you are...." . Saya mencari-cari di bawah lemari, tidak terlihat apapun. Istri saya ternyata sudah siap dengan senternya. Ia menyorotkan senter ke bawah lemari, dan di situlah, si makhluk pengerat yang menjengkelkan itu, terlihat sedang meringkuk ketakutan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tiba-tiba tikus itu meloncat ke arah saya dan hinggap di pipi saya. Sayapun berteriak, lalu tikus itu meloncat ke arah pintu yang terkunci. Tapi istri saya lebih sigap, belum sempat si tikus mendarat ke lantai, istri saya sudah menghantamnya dengan tangkai sapu. Sekali hantam, bam!, dan si tikuspun tergeletak dengan kaki ke atas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pembunuhan pun terlaksana. Misi selesai. Selesai? Belum. Masih ada hal yang menjengkelkan yang harus dikerjakan. Yaitu menyingkirkan bangkai tikus tersebut. Demi ketertiban dan kesehatan lingkungan, bangkainya saya kuburkan di halaman. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mudah-mudahan tidak ada lagi Mus Musculus yang berani mengganggu ketenteraman hidup kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Baca tulisan lainnya di &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;Coffee Break With Ferdy&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-8764235632815980295?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/8764235632815980295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/pembunuhan-atas-mus-musculus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/8764235632815980295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/8764235632815980295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/pembunuhan-atas-mus-musculus.html' title='Pembunuhan Atas Mus Musculus'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TIhuj3LXUWI/AAAAAAAAC3s/UNO7mhyF3j0/s72-c/broom.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-6342817369012871699</id><published>2010-09-06T09:49:00.002+07:00</published><updated>2010-09-06T09:58:11.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><title type='text'>Surat Surat Soekarno Dari Endeh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Surat 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TIRYfI7AXYI/AAAAAAAAC3k/rA8DSCajfJ4/s1600/bung+karno+ke+endeh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TIRYfI7AXYI/AAAAAAAAC3k/rA8DSCajfJ4/s320/bung+karno+ke+endeh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Bung Karno bersama keluarga naik kapal menuju tempat pembuangan di Endeh Flores&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Endeh, 23 Januari 1935&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Assalamu'alaikum,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kiriman buku-buku gratis beserta kartupos, telah saya terima dengan girang hati dan terima kasih yang tiada hingga. Saya menjadi termenung sebentar, karena merasa tak selayaknya dilimpahi kebaikan hati Saudara yangsedemikian itu. Ya Allah Yang Mahamurah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada ini hari semua buku dari anggitan Saudara yang ada pada saya, sudah habis saya baca. Saya ingi nsekali membaca lain-lain buah pena Saudara. Dan inginpula membaca "Bukhari" dan "Muslim" yang sudah tersalin dalam bahasa Indonesia atau Inggeris? Saya perlu kepada Bukhari atau Muslim itu, karena di situlah dihimpunkan hadits-hadits yang dinamakan sahih. Padahal saya membaca keterangan dari salah seorang pengenal Islam bangsa Inggeris, bahwa di Bukhari pun masih terselip hadits-hadits yang lemah. Dia pun menerangkan, bahwa kemunduran Islam, kekunoan Islam, kemesuman Islam, ketakhayulan orang Islam, banyaklah karena hadits-hadits lemah itu, yang sering lebih"laku" dari ayat-ayat Al-Qur'an. Saya kira anggapan ini adalah benar. Berapa besarkah kebencanaan yang telah datang pada ummat Islam dari misalnya "hadits"yang mengatakan, bahwa "dunia" bagi orang Serani, akhirat bagi orang "Muslim" atau "hadits", bahwa satu jam bertafakur adalah lebih baik daripada beribada tsatu tahun, atau "hadits", bahwa orang-orang Mukmin harus lembek dan menurut seperti onta yang telah ditusuk hidungnya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan adakah Persatuan Islam sedia sambungannya Al Burhan I-II?  Pengetahuan saya tentang "wet" masih kurang banyak. Pengetahuan "wet" ini, saya ingin sekali perluaskan: sebab di dalam praktek sehari-hari, ummat Islam sama sekali dikuasai oleh "wet" itu, sehingga "wet" mendesak kepada "Dien".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Haraplah sampaikan saya punya komplimen kepada Tuan Natsir atas ia punya tulisan-tulisan yang memakai bahasa Belanda. Antara lain ia punya inleiding di dalam "Komt tot het gebed" adalah menarik hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wassalam dan silaturrahmi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sukarno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-----------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Surat 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Endeh, 26 Maret 1935&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Assalamu'alaikum w.w.,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tuan punya kiriman pospaket telah tiba di tangan saya seminggu yang lalu. Karena terpaksa menunggu kapal, baru ini harilah saya bisa menyampaikan kepada tuan terima kasih kami laki-isteri serta anak. Biji jambu mede menjadi "gayeman" seisi rumah; di Endeh ada juga jambu mede, tapi varieteit "liar", rasanya tak nyaman. Maklum, belum ada orang menanam variteit yang baik. Oleh karena itu, maka jambu mede itu menjadikan pesta. Saya punya mulut sendiri tak berhenti-henti mengunyah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Buku-buku yang tuan kirimkan itu segera saya baca. Terutama "Soal-Jawab" adalah suatu kumpulanjawahir-jawahir. Banyak yang tahadinya kurang terang ,kini lebih terang. Alhamdullilah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sayang belum ada Bukhari dan Muslim yang saya baca. Betulkah belum ada Bukhari Inggeris? Saya pentingkan sekali mempelajari Hadits, oleh karena menurut keyakinan saya yang sedalam-dalamnya--sebagai yang sudah saya tuliskan sedikit di dalam salah satu surat saya yang terdahulu--dunia Islam menjadi mundur oleh karena banyak orang "jalankan" hadits yang dlaif dan palsu. Karena hadits-hadits yang demikian itulah, maka agama Islam menjadi diliputi oleh kabut-kabut kekolotan, ketakhayulan, bid'ah-bid'ah, anti-rasionalisme, dll. Padahal tak ada agama yangl ebih rasional dan simplistis daripada Islam. Saya ada sangkaan keras bahwa rantai-taqlid yang merantaikan Roh dan Semangat Islam dan yang merantaikan pintu-pintunya Bab-el-ijtihad, antara lain-lain, ialah hasilnya hadits-hadits yang dlaif dan palsu itu. Kekolotan dan kekonservatifan pun dari situ datangnya.Karena itu, adalah saya punya keyakinan yang dalam, bahwa kita tak boleh mengasihkan harga yang mutlak kepada hadits. Walau pun menurut penyelidikan ia bernama SHAHIEH. Human reports (berita yang datang dari manusia) tak bisa absolut; absolut hanyalah kalam Ilahi. Benar atau tidakkah pendapatan saya ini? Didalam daftar buku, saya baca tuan ada sedia"Jawahirul-Bukhari". Kalau tuan tiada keberatan, sayaminta buku itu, niscaya di situ banyak pengetahuanpula yang saya bisa ambil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan kalau tuan tak keberatan pula, saya minta"Keterangan Hadits Mi'raj". Sebab, saya mau bandingkandengan saya punya pendapat sendiri, dan denganpendapat Essad Bey, yang di dalam salah satu bukunyaada mengasih gambaran tentang kejadian ini. Menurutkeyakinan saya, tak cukuplah orang menafsirkan mi'rajitu dengan "percaya" sahaja, yakni denganmengecualikan keterangan "akal". Padahal keteranganyang rasionalistis disini ada. Siapa kenal sedikitilmu psikologi dan para-psikologi, ia bisa mengasihketerangan yang rasionalistis itu. Kenapa sesuatu halharus di-"gaib-gaibkan", kalau akal sediamenerangkannya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya ada keinginan pesan dari Eropah, kalau Allah mengabulkannya dan saya punya mbakyu suka membantu uang-harganya, bukunya Ameer Alie "The Spirit o fIslam". Baikkah buku ini atau tidak? Dan dimana uitgever-nya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tuan, kebaikan budi tuan kepada saya--hanya sayalah yang merasai betul harganya--saya kembalikan kepada Tuhan. Alhamdullilah, segala pujian kepadaNya. Dalam pada itu, kepada tuan 1.000 kali terimakasih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sukarno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Surat 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Endeh, 15 September 1935&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Assalamu'alaikum,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Paket pos telah kami ambil dari kantor pos, kami di Endeh semua membilang banyak terimakasih atas potongan 50% yang tuan idzinkan itu. Kawan-kawan semua bergirang, dan mereka ada maksud lain kali akan memesan buku-buku lagi, insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya sendiri pun tak kurang-kurang berterima kasih, mendapat hadiah lagi beberapa brochures. Isinya brochures Kongres Palestina itu, tak mampu menangkap"centre need of Islam". Di Palestina orang tak lepas dari conventionalism--tak cukup kemampuan buat mengadakan perobahan yang radikal di dalam aliran yang nyata membawa Islam kepada kemunduran. Juga pimpinan kongres itu ada "ruwet", orang seperti tidak tahu apa yang dirapatkan, bagaimana caranya tehnik kongres .Program kongres yang terang dan nyata rupanya tak ada. Orang tidak zakelijk, dan saya kira di kongres itu ,orang terlalu "meniup pantat satu sama lain", terlalu "caressing each other", terlalu "mekaar lekker maken". Memang begitulah gambarnya dunia Islam sekarang ini: kurang Roh yang nyata, kurang Tenaga yang Wujud, terlalu "bedak membedaki satu sama lain", terlalu membanggakan sesuatu negeri Islam yang ada sedikit berkemajuan--orang Islam biasanya sudah bangga kepada"Mesir" dan "Turki"!--terlalu mengutamakan pulasan-pulasan yang sebenarnya tiada tenaga!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Brochures yang lain-lain sedang saya baca, insya Allah nanti akan saya ceriterakan kepada tuan saya punya pendapat tentang brochures-brochures itu. Terutama brochurenya Tuan A.D. Hasnie saya perhatikan betul. Buat sekarang ini, sesudah saya baca brochure Hasnie itu secara sambil-lalu, maka bisalah sudah saya katakan,  bahwa "cara pemerintahan Islam" yang diterangkan di situ, tidaklah memuaskan saya, karena kurang "up to date". Begitukah hukum-kenegaraan Islam? Tuan A.D. Hasnie menerangkan, bahwa demokrasi parlementer itu cita-cita Islam. Tetapi sudahkah demokrasi parlementer itu menyelamatkan dunia? Memang sudah satu anggapan-tua, bahwa demokrasi parlemente ritu puncaknya ideal cara-pemerintahan. Juga Moh. Ali, di dalam ia punya tafsir Qur'an yang terkenal, mengatakan bahwa itulah idealnya Islam. Padahal ada cara-pemerintahan yang lebih sempurna lagi, yang juga bisa dikatakan cocok dengan azas-azasnya Islam!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Brochure almarhum H. Fachroeddin akan berfaedah pula bagi saya, karena saya sendiri pun banyak bertukarfikiran dengan kaum pastoor di Endeh. Tuan tahu, bahwa pulau Flores itu ada "pulau missi" yang mereka sangat banggakan.  Dan memang "pantas" mereka membanggakan mereka punya pekerjaan di Flores itu. Saya sendiri melihat, bagaimana mereka "bekerja mati-matian" buat mengembangkan mereka punya agama di Flores. Saya ada"respect" buat mereka punya kesukaan bekerja itu. Kita banyak mencela missi--tapi apakah yang kita kerjakan bagi menyebarkan agama Islam dan memperkokoh agama Islam? Bahwa missi mengembangkan rooms katholicisme, itu adalah mereka punya "hak", yang kita tidak boleh cela dan gerutui. Tapi "kita", kenapa "kita" malas, kenapa "kita" teledor, kenapa "kita" tak mau kerja, kenapa "kita" tak mau giat? Kenapa misalnya di Flore stiada seorang pun muballigh Islam dari sesuatu perhimpunan yang ternama (misalnya Muhammadiyah) buat mempropagandakan Islam di situ kepada orang kafir? Missi di dalam beberapa tahun sahaja bisa mengkristenkan 250.000 orang kafir di Flores--tap iberapa orang kafir yang bisa "dihela" oleh Islam di Flores itu? Kalau difikirkan, memang semua itu "salah kita sendiri", bukan salah orang lain. Pantas Islam selamanya diperhinakan orang!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kejadian di Bandung yang tuan beritakan, sebagian say asudah tahu, sebagian belum. Misalnya, saya belum tahu, bahwa tuan punya anak telah dipanggil kembali ke tempat asalnya. Saya bisa menduga tuan punya duka-cita, dan saya pun semakin insyaf, bahwa manusia punya hidup adalah sama sekali di dalam genggaman Ilahi. Yah, kita harus tetap tawakal, dan haraplahtuan suka sampaikan saya punya ajakan tawakal itu kepada saudara-saudara yang lain-lain, yang juga tertimpa kesedihan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sampaikanlah salamku kepada semua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sukarno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Publisher "The Spirit of Islam" kini saya sudah tahu: Doran &amp;amp; Co., New York. Saya sudah dapat persanggupan ongkosnya dari saya punya mbakyu, dan sudah pesan buku itu. Saya ingin tahu pendapat Ameer Ali, apakah yang menjadikan kekuatan Islam, dan apakah sebabnya "semangat kambing" sekarang ini. Cocokkah dengan pendapat saya, atau tidak?)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-----------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari buku Di Bawah Bendera Revolusi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dikutip dari catatan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://mulaharahap.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mula Harahap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-6342817369012871699?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/6342817369012871699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/surat-surat-soekarno-dari-endeh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/6342817369012871699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/6342817369012871699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/surat-surat-soekarno-dari-endeh.html' title='Surat Surat Soekarno Dari Endeh'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TIRYfI7AXYI/AAAAAAAAC3k/rA8DSCajfJ4/s72-c/bung+karno+ke+endeh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-2187991100844106380</id><published>2010-09-02T20:52:00.003+07:00</published><updated>2010-09-02T21:36:19.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Umri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s320/umri.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s1600/umri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s320/nostal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1vHpu8TI/AAAAAAAAC3c/DKRnqFmXnjM/s1600/nostal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Umri adalah seorang anak laki-laki yang saya temui pada awal tahun 1980, sewaktu saya baru masuk SD Muhammadyah. Nama lengkapnya adalah Umri Zukhairi. Kami bersahabat. Sejak kelas 1 hingga kelas 4 saya sebangku dengan dia. Pada waktu naik ke kelas 5, dia menghilang. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dia pindah sekolah ke Pekanbaru. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tentu saja saya kehilangan. Saya sering main ke rumahnya, atau dia main ke rumah saya. Keluarganya termasuk keluarga yang rajin beribadah dan saya sering diajak mengaji atau sholat berjamaah di rumahnya. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Keluarga Umri punya kebun yang luas di luar kota dan setiap Jumat siang kami ke kebunnya menghabiskan waktu, makan buah sawo, kelapa muda, jeruk, main rakit batang pisang, main perang-perangan, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pada waktu itu dia tidak pernah bilang mau pindah. Kami masih anak-anak, jalan pikiran kami tentu berbeda dengan orang yang lebih dewasa. Bagi Umri, mungkin dia berpikir tak perlu memberitahu&amp;nbsp; saya soal rencana kepindahannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Padahal kami berdua adalah sahabat karib. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dan sejak naik ke kelas 5 itu saya tak pernah melihatnya lagi. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pertengahan tahun 90-an, gara-gara mengantarkan seorang veteran perang dunia ke 2 bernama Gerald Martin yang kelaparan ke sebuah restoran steakhouse di Batam, saya berkenalan dengan Endang Pujowati. Nona manis ini punya wawasan yang luas tentang berbagai jenis steak, dan merupakan teman yang enak diajak ngobrol. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya jatuh hati dengannya, dan sering menghabiskan waktu di Steakhouse. Jika ada duit, saya makan steak, jika lagi cekak, saya cuma makan kentang goreng. Yang penting saya ketemu dengan Endang Pujowati. Sayapun sering mengajaknya keluar, nonton, makan-makan, ke danau, ke pantai. Kamipun berpacaran. Setahun kemudian, kami menikah. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Acaranya diadakan di dua tempat, di Batam dan di Pacitan. Pada saat akad nikah dilaksanakan, dari pihak keluarga istri saya, ada seorang laki-laki pemalu yang terus menerus memandang saya. Sayapun merasa pernah melihatnya sebelumnya, tapi tak ingat di mana atau kapan.&amp;nbsp; Jadi sayapun bertanya pada istri saya, siapa laki-laki itu. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Istri saya bilang laki-laki itu adalah sepupunya, dan namanya adalah Umri Zukhairi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ada berapa orang yang bernama Umri Zukhairi di dunia ini? Bagi saya itu adalah nama yang langka, dan pemiliknya hanyalah satu orang, yaitu sahabat saya waktu kecil.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jadi kamipun bertemu lagi, setelah sekian lama. Dulu kami bertemu saat masih jadi anak-anak yang nakal, sekarang kami bertemu di saat sudah dewasa. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Rupanya tante dari istri saya menikah dengan pamannya Umri, dan disinilah kami bertemu. Waktu itu saya hampir menangis terharu, mungkin karena waktu itu suasananya terasa sakral, dan saya tidak saja mendapatkan seorang istri, tapi juga mendapatkan kembali sahabat lama yang dulu hilang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;(Karena hal inilah, saya percaya dengan teori &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/03/six-degrees-of-separation.html"&gt;Six Degrees of Separation&lt;/a&gt; atau F&lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/03/six-degrees-of-separation.html"&gt;enomena Dunia Kecil&lt;/a&gt;,&amp;nbsp; yang pernah saya tulis di blog ini beberapa waktu yang lalu).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sungguh misterius bagaimana sesuatu bisa terjadi, dan Tuhan punya jalannya sendiri untuk mempertemukan orang-orang.(Batam, 2 September 2010).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;--------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;a href="http://www.ferdot.com/"&gt;www.ferdot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Artikel terkait : &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/03/six-degrees-of-separation.html"&gt;Six Degrees of Separation&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2009/12/menunggu-godot.html"&gt;Menunggu Godot&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2009/06/mata-hari.html"&gt;Mata Hari&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/04/pareidolia.html"&gt;Pareidolia&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/avatar.html"&gt;Avatar&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2010/01/kutjing.html"&gt;Kutjing &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-2187991100844106380?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/2187991100844106380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/umri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/2187991100844106380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/2187991100844106380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/09/umri.html' title='Umri'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TH-1o43yl-I/AAAAAAAAC3U/yI3-2piqxPo/s72-c/umri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-2457615082952926449</id><published>2010-08-26T21:17:00.001+07:00</published><updated>2010-08-26T21:48:40.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Boya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/THZ3QWQcJyI/AAAAAAAAC24/9-VQTRTj1bQ/s1600/tokoh_mboya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/THZ3QWQcJyI/AAAAAAAAC24/9-VQTRTj1bQ/s320/tokoh_mboya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pada dini hari yang dingin di pertengahan September 1947, sebuah kapal meninggalkan pelabuhan kayu kecil di Tanjung Lajau. Hanya ada 13 orang di atas kapal kecil itu, dengan persenjataan minim, ransum terbatas, dan sebuah lampu minyak yang sengaja dipadamkan. Mesinnya sengaja dimatikan, mereka mengayuh hingga matahari merah mulai menampakkan dirinya, agar suara mesin tidak terdengar oleh patroli Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Masa itu serba tak jelas. Penduduk yakin sekali bahwa Jepang memang sudah pergi, dan negara baru yang bernama Indonesia memang sudah merdeka. Tapi mengapa di perairan Tanjung Lajau, Sungai Bela, Concong Luar, hingga Mandah, Guntung dan Bekawan masih banyak kapal Belanda berpatroli. Terkadang mereka menembaki rumah penduduk di tepi pantai. Teror itu berlangsung berbulan-bulan, sehingga penduduk takut keluar malam. Tak ada yang berani melakukan kenduri. Nelayan jarang mencari ikan karena takut bertemu Belanda. Aktivitas lumpuh. Hanya para 'jagau' yang berani keluar dengan parang di tangan. Dan para 'jagau' tidak banyak jumlahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mengapa bule-bule itu kembali? Siapa yang akan membela kami? Siapa yang akan menghentikan teror tak berkesudahan ini?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Suatu malam, di rumah Haji Julak di pinggiran Sei. Indragiri, berlabuhlah kapal kecil. Para penumpang kapal disambut hangat, disuruh istirahat sebentar, diberi makanan dan perbekalan. Mereka berangkat lagi pada dini hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Salah satu dari 13 penumpang kapal tersebut bernama Mohammad Boya. Ia bekas Heiho, prajurit yang dilatih oleh Jepang. Bersama dengan prajurit-prajurit bekas Heiho, Gyugun dan Kaigun lain, ia membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) Tembilahan yang terdiri atas 29 orang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Maka, pada subuh yang dingin tersebut, kapalpun berlayar. Misinya cuma satu: untuk melawan tindakan provokasi yang dilakukan Belanda terhadap penduduk di sekitar Sungai Indragiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kapal Mohd Boya sering berhenti ke pinggir sebentar untuk bertanya kepada penduduk, yang dengan senang hati memberi mereka petunjuk mengenai posisi Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Patroli Belanda terlihat terakhir kali di Perigiraja. Merekapun menyusul ke sana. Belanda sudah pergi dari situ, tapi mereka disambut penduduk setempat. Salah seorang penduduk melaporkan bahwa mereka melihat kapal Belanda ke arah perairan Tanjung Datuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setelah bermalam, mereka melanjutkan perjalanan ke arah Tanjung Datuk. Mereka ternyata kemudian dihadang oleh kapal Belanda. Dalam Jarak sekitar 200 meter terjadi tembak-menembak. Karena peralatan Belanda jauh lebih lengkap dan kuat, pertempuran berlangsung heroik namun tidak seimbang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kapal Pasukan Boya tertembak dan terbakar. Komandan Boya masih tertolong dan pasukan sebanyak lima orang diselamatkan oleh penduduk setempat. Pertempuran laut yang pecah selama dua jam itu menewaskan lima prajurit pasukan Boya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Akankah kita berani maju, padahal kita tahu bekal kita tak cukup, persenjataan kita kurang, kapal kita kuno dan lambat. Akankah kita masih mau tetap pergi walaupun kita tahu bahwa musuh jauh lebih unggul dalam segala hal. Maukah kita mempertaruhkan nyawa demi membela penduduk dan orang-orang yang tidak kita kenal?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mungkin pasukan Mohd Boya tak pernah mempedulikan variabel-variabel negatif tersebut. Mereka tahu bahwa mereka kalah jumlah, tapi mereka tetap pergi mempertaruhkan nyawa, berlayar tengah malam di sungai yang dingin, sementara yang lain masih meringkuk di tempat tidur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bagi Boya dan kawan-kawan, alangkah absurdnya rasa segan itu, bahwa ia tak hendak mundur bukan karena ia ingin agar namanya kelak menjadi nama jalan. Ia tak hendak mundur bukan karena ia ingin agar namanya dikenang. Ia tak hendak mundur bukan karena prestise. Ia tak sempat memikirkan hal-hal yang berbau public relation, "citra" dan "jaim".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bahkan bagi generasi muda masa kini, Boya hampir terlupakan. Perjuangannya terlupakan. Hanya sedikit yang tahu bahwa M. Boya bukanlah sekedar nama jalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ia pejuang, bukan politisi. Salah satu tugas politisi adalah memberi nama jalan dengan nama pahlawan. &amp;nbsp;Dan tugas lain untuk para politisi yang duduk di kursi-kursi empuk di Pekanbaru itu adalah memastikan bahwa M. Boya diangkat jadi pahlawan nasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Selamat ulangtahun Indonesia, kita belum merdeka. (Batam, 17 Agustus 2010).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;----------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Baca tulisan lain di &lt;a href="http://www.ferdy.mirrorz.com/"&gt;www.ferdy.mirrorz.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-2457615082952926449?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/2457615082952926449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/08/boya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/2457615082952926449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/2457615082952926449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/08/boya.html' title='Boya'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/THZ3QWQcJyI/AAAAAAAAC24/9-VQTRTj1bQ/s72-c/tokoh_mboya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-6492188468416850393</id><published>2010-07-23T10:59:00.000+07:00</published><updated>2010-07-23T10:59:40.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>State of Fear</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TEkSbBZrzkI/AAAAAAAAC2o/XHpvH48vih4/s1600/stateoffear.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TEkSbBZrzkI/AAAAAAAAC2o/XHpvH48vih4/s200/stateoffear.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Benarkah dunia mengalami pemanasan global? Benarkah bencana alam terjadi karena ketidakpedulian pada alam? Bagaimana jika semua itu hanyalah konspirasi besar untuk melakukan imperialisme gaya baru?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;State of Fear, novel fiksi-ilmiah karya Michael Chrichton, menyoroti ekologi pikiran untuk membahas isu pemanasan global. Layaknya Dan Brown dengan Da Vinci Code-nya, Chrichton adalah penulis yang ahli dalam mengkombinasikan fakta dan fiksi sehingga keduanya menyatu dalam cerita. Dengan logika yang runut disertai puluhan catatan kaki yang merujuk berbagai data, jurnal, dan literatur, Crichton mengajak pembaca untuk melihat secara lebih jernih isu pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Michael Crichton adalah penulis novel Jurassic Park yang kemudian difilmkan oleh Steven Spielberg. Buku-bukunya yang lain juga difilmkan seperti &lt;i&gt;Congo&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Disclosure&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Sphere&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Rising Sun&lt;/i&gt;. Ciri-ciri bukunya adalah adanya unsur teknologi terbaru yang kemudian menjadi dasar kisah fiksi, disertai kontroversi mengenai teknologi tersebut. Beberapa waktu yang lalu saya membeli dua buku Michael Crichton, yaitu &lt;i&gt;Next&lt;/i&gt; yang bertemakan rekayasa genetika, dan &lt;i&gt;State of Fear&lt;/i&gt;, yang bertemakan isu pemanasan global. Novel ini menarik karena memaparkan tentang ekologi pikiran. Apa itu ekologi pikiran?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Selain ekologi hayati yang berupa hutan, gunung, dan lautan, ternyata ada juga ekologi lain, yaitu dunia ciptaan manusia yang berupa abstraksi mental, gagasan serta cara mengolah realita. Inilah ekologi pikiran. Dalam ekologi pikiran, berbagai hal seperti tren, bahasa, ideologi, gaya hidup, dan sejenisnya, muncul, menghilang ataupun bertahan. Ekologi pikiran menjadi penting karena manusia hanya mampu memahami realitas sejauh apa yang mampu dipikirkannya. Tapi, di luar apa yang mampu dipikirkannya selalu ada sesuatu yang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Isu pemanasan global adalah bagian dari politik yang memanfaatkan ekologi pikiran. Dalam budaya modern, manusia bisa diatur hanya ketika ada suatu ancaman yang membuat mereka takut. Di era perang dingin, isu yang digunakan adalah "komunisme" yang dikonstruksi sedemikian rupa agar orang takut dan dengan demikian berjalan di "rel" tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small; line-height: 17px;"&gt;Ketika perang dingin usai, dikhawatirkan manusia bebas dari rasa takut dan menjadi berani sehingga sulit dikuasai. Oleh karena itu, wacana baru perlu digulirkan. Dipilihlah isu pemanasan global. Masyarakat dikondisikan sedemikian rupa agar meyakini bahwa pemanasan global adalah ancaman terbesar bagi bumi kita saat ini. Dengan ketakutan yang ada, maka orang bisa diarahkan untuk berjalan di "rel" tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isu pemanasan global terutama mengangkat pelelehan es di Antartika karena meningkatnya panas bumi. Emisi karbon dioksida yang berlebih menyebabkan lubang di ozon sehingga bumi bertambah panas. Guna menurunkan kadar karbon dioksida --yang juga menjadi sumber polusi-- maka negara-negara sepakat menandatangani Protokol Kyoto, kecuali Amerika.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Lewat tokoh Peter Evans pengacara yang berpetualang mencegah aksi terorisme lingkungan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;yang berniat menimbulkan tiga bencana alam di seluruh dunia, termasuk gelombang tsunami yang akan melanda Florida.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, Chrichton merangkai fiksi dengan data-data dari berbagai jurnal, literatur, dan situs yang juga bisa diakses pembaca lewat internet. Melalui data-data tersebut ditemukan bahwa pelelehan es di kutub bukan terjadi sejak era industri, melainkan sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Bahkan menariknya, volume es di kutub sebenarnya justru bertambah dalam beberapa tahun terakhir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sedangkan perihal suhu bumi yang meningkat, lewat sejumlah data ditunjukkan bahwa tidak ada peningkatan seperti digembar-gemborkan. Penelitian menunjukkan bahwa pada kota-kota kecil dengan penduduk sedikit dan relatif tidak ada penambahan penduduk, tidak ditemukan peningkatan suhu seperti halnya pada kota-kota besar dengan penduduk padat serta mengalami peningkatan jumlah penduduk. Kesimpulannya, peningkatan suhu lebih disebabkan kepadatan penduduk dan bukan sebuah pemanasan yang terjadi secara global. Dengan demikian, "kondisi ketakutan" (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;state of fear&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;) atas pemanasan global adalah ekologi pikiran yang diciptakan lewat politik, legal, dan media.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Apa yang ditulis Michael Crichton ini tentu saja sangat berbeda dengan persepsi orang awam seperti saya tentang pemanasan global. Saya tahunya bumi makin panas, titik. Entah mana yang benar, yang jelas buku ini membuka pemikiran dan kemungkinan baru dalam isu pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; line-height: 17px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebuah buku yang mesti dibaca.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Artikel terkait: &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=407853211162"&gt;The Lost Symbol&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=319199966162"&gt;Jiydref&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=57108896162"&gt;Serial TV Jadul&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=57108841162"&gt;Negara Para Banci&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;a href="http://www.ferdy.mirrorz.com/"&gt;www.ferdy.mirrorz.com&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 17px;"&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=coffe0f1-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B002M3SOC4&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-size: 11px; line-height: 17px;"&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=coffe0f1-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B00279MABE&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="align: left; height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-6492188468416850393?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/6492188468416850393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/07/state-of-fear.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/6492188468416850393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/6492188468416850393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/07/state-of-fear.html' title='State of Fear'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TEkSbBZrzkI/AAAAAAAAC2o/XHpvH48vih4/s72-c/stateoffear.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-7053104709240481072</id><published>2010-07-08T11:04:00.000+07:00</published><updated>2010-07-08T11:04:53.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><title type='text'>The Day of the Jackal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TDVOMFzylPI/AAAAAAAACzE/ViqAy63ouko/s1600/jackal.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TDVOMFzylPI/AAAAAAAACzE/ViqAy63ouko/s200/jackal.jpeg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The Day of the Jackal adalah fiksi yang menggambarkan plot yang sangat rinci tentang usaha pembunuhan atas presiden Perancis Charles de Gaulle, didasarkan pada insiden-insiden yang benar-benar terjadi pada masa itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tulisan karya Frederick Forsyth tersebut begitu penuh dengan detil faktual, hingga pemerintah Inggris harus melakukan perubahan besar-besaran dalam birokrasi pengurusan dokumen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Metode untuk mendapatkan identitas baru dan paspor aspal dijelaskan langkah-langkahnya secara detil di buku ini, dan berhasil ditiru oleh banyak orang. Metode yang dikenal dengan istilah "Day of the Jackal fraud" tersebut dianggap sebagai celah keamanan paling rentan di Inggris, hingga, seperti yang saya katakan di atas, membuat pemerintah Inggris melakukan perubahan besar-besaran pada sistem dokumentasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Filmnya sendiri diproduksi oleh Universal Pictures pada tahun 1973 dengan Edward Fox sebagai the Jackal. Pada awalnya, penampilan Edward Fox terlihat tidak meyakinkan dan saya berpikir kok aktor dengan tampang nyaris culun seperti ini yang dikasting sebagai pembunuh misterius. Tapi kemudian saya berpikir lagi, memang harus demikianlah penampilan pembunuh misterius, dia tak perlu kelihatan misterius dan meyakinkan, malah harus kelihatan sepele dan tak berkesan hingga tak satupun di dunia ini yang bisa menyangka bahwa dia adalah si Jackal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Plot filmnya sendiri sangat setia pada bukunya, sesuatu yang sangat jarang terjadi pada film-film yang diangkat dari novel. Sinopsis ceritanya, baik di film maupun di novel kira-kira sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Grup sempalan OAS yang selama ini berusaha melakukan pembunuhan terhadap Charles de Gaulle namun selalu gagal, akhirnya menyewa pembunuh misterius asal Inggris yang hanya dikenal sebagai the Jackal (rubah). Dana untuk membayar Jackal didapat dari perampokan-perampokan bersenjata yang dilakukan secara sporadis oleh pengikut OAS di seluruh Perancis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Persiapan the Jackal yang efisien &amp;nbsp;digambarkan secara detil, bagaimana ia mendapatkan paspor aspal, melakukan penyamaran, perjalanannya dari Inggris ke Belgia, kemudian Italia dan akhirnya ke Perancis, usahanya untuk mendapatkan senjata yang dibuat khusus oleh seorang ahli senjata, dan kejar-kejaran antara pihak berwajib dengan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Namun ternyata pemerintah Perancis berhasil mencium usaha pembunuhan ini, dan memperoleh informasi mengenai the Jackal. Presiden de Gaulle sendiri adalah jenis orang yang tidak suka dikawal dan menolak mempercayai informasi tersebut. Yang jadi masalah lain adalah, tak satupun yang tahu siapa dan bagaimana tampang si Jackal ini. Untuk itu ditugaskanlah Inspector Claude Lebel (Michael Lonsdale, yang pernah jadi villain dalam film James Bond Moonraker, Ronin, dan Munich) untuk memimpin penyelidikan secara diam-diam. Maksudnya diam-diam adalah, hanya menteri dalam negeri dan kepolisian Perancis yang tahu masalah ini, dan tidak boleh ada yang bocor ke pers demi stabilitas negara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bekerja sama dengan Scotland Yard (kepolisian Inggris), Interpol, dan komunitas intelijen Eropa, yang terjadi kemudian adalah permainan kucing dan tikus antara kelompok Inspector Lebel dengan the Jackal. Filmnya cukup menegangkan dan enak ditonton.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Film ini kemudian dibuat remake nya (dengan perubahan plot dan kondisi yang disesuaikan) pada tahun 1997 dengan Bruce Willis sebagai the Jackal, didampingi oleh Richard Gere dan Sidney Poitier.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jika ingin mendownload filmnya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://torrents.thepiratebay.org/4253132/The.Day.Of.The.Jackal.1973.DVDRip.XViD-BTSFilms.4253132.TPB.torrent"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ini link torrentnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jika ingin mendownload novelnya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/353430795/FF-TDotJ.rar"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; ini link ebooknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Password:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0a1414; line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;icarus@equinox&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Baca selengkapnya di http://&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ferdy.mirrorz.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;www.ferdy.mirrorz.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-7053104709240481072?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/7053104709240481072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/07/day-of-jackal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/7053104709240481072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/7053104709240481072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/07/day-of-jackal.html' title='The Day of the Jackal'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TDVOMFzylPI/AAAAAAAACzE/ViqAy63ouko/s72-c/jackal.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-1840929120544712986</id><published>2010-07-03T11:04:00.001+07:00</published><updated>2010-07-03T11:12:02.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komputer dan Teknologi'/><title type='text'>Download Film Dengan Torrent, Siapa Takut?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=coffe0f1-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B002VPE1B6&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;Jika ada film bagus di &lt;i&gt;cineplex&lt;/i&gt; yang terlewatkan oleh saya, biasanya saya akan cari film itu di internet dan mendownloadnya. Terakhir film-film&amp;nbsp; yang saya download adalah Shutter Island, The Lovely Bones dan A Perfect Getaway.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TC60u8X_PsI/AAAAAAAACxk/2ktVcLi9knA/s1600/LovelyBones1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TC60u8X_PsI/AAAAAAAACxk/2ktVcLi9knA/s200/LovelyBones1.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Film Shutter Island (Leonardo DiCaprio) sendiri ternyata adalah film jenius yang plotnya tumpang tindih. Saya bilang jenius karena penonton sejak awal diajak memasuki labirin pikiran pasien rumah sakit jiwa dengan keamanan maksimum. Jadi apa yang kita lihat di layar berasal dari sudut pandang si tokoh utama, Leonardo DiCaprio, bukan sudut pandang penonton. Menjelang akhir film baru sudut pandangnya diubah menjadi sudut pandang penonton. Namun di sepanjang film penonton sudah diberi petunjuk dalam bentuk &lt;i&gt;flashback &lt;/i&gt;mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Hanya dengan persepsi demikianlah film Shutter Island bisa dinikmati, dan hanya sutradara jenius sekaliber Martin Scorsese lah yang bisa membuat film seperti ini. Sedangkan film The Lovely Bones (Mark Whalberg, Stanley Tucci, Saorsie Ronan, Susan Sarandon, Rachel Weisz) adalah kisah sedih dan mengharukan tentang pembunuhan Susie Salmon, ABG yang dibunuh oleh tetangganya sendiri yang psikopat. Walaupun ini film tentang pembunuhan, film ini bercerita dari sudut pandang Susie Salmon sendiri, dan dituturkan dengan bahasa yang polos dan gambar-gambar indah. Bagaimana sebuah film pembunuhan bisa jadi indah? Itulah kehebatan visi Peter Jackson, yang karya sebelumnya, King Kong, dan trilogi The Lord of the Ring, menunjukkan kelasnya sebagai sutradara yang visioner. Sementara film A Perfect Getaway bercerita tentang liburan bulan madu ke Hawaii yang menjadi bencana karena ada sepasang pembunuh berkeliaran di pulau-pulau terpencil. Ketiga film ini memiliki benang merah yang sama: penonton diajak mengikuti sudut pandang pelaku utama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kembali ke masalah download film tadi. Saya mendownload film-film tersebut dengan torrent. Mula-mula kita harus memiliki software torrent client. Ada banyak software torrent yang gratis, di antaranya adalah uTorrent, BitTorrent, TorrentReactor dan lain-lain. Saya sendiri menggunakan BitTorrent yang bisa didownload &lt;a href="http://www.bittorrent.com/btusers/download"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Tapi sebelumnya, mari kita cari tahu apa itu torrent.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mudahnya begini: Kalau biasanya kita mendownload sebuah aplikasi atau  software dari &lt;a href="http://www.download.com/" target="_blank"&gt;Download.com&lt;/a&gt;  kita akan mendownload file tersebut dari server Download.com, secara  tidak langsung mereka harus menyediakan file tersebut untuk bisa  di download banyak orang, bisa kita bayangkan jika dalam satu waktu ada  100 ribu orang yang mendownload file tersebut secara bersamaan dari  situs Download.com, berapa bandwidth yang mereka habiskan? (setahu  saya) yang pasti akan sangat boros. Berbeda dengan Bittorrent, secara logika server tetap menyediakan  file aplikasi atau software tersebut sebagai sumber untuk di download  (server disini bukan berarti sebuah situs ataupun penyedia file, namun  dapat juga sebagai seseorang yang mendistribusikan file tersebut) yang  terdaftar pada &lt;i&gt;&lt;code style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;tracker&lt;/code&gt;&lt;/i&gt; didalam file .&lt;i&gt;torrent&lt;/i&gt;, namun bedanya  jika sudah ada beberapa orang dari 100 ribu pendownload yang  mendownload file tersebut selesai, maka pendownload yang lain tidak  perlu mendownload file langsung dari sumbernya, melainkan dapat  mengambil bagian atau &lt;i&gt;&lt;code style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;bits&lt;/code&gt;&lt;/i&gt; dari beberapa orang yang juga  ikut atau yang selesai mendownload file tersebut, orang orang yang  selesai mendownload ini biasanya di sebut &lt;i&gt;&lt;code style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;seeders&lt;/code&gt;&lt;/i&gt;, dan yang  mendownload dari seeders ini biasa di sebut &lt;i&gt;&lt;code style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;peers&lt;/code&gt;&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;&lt;code style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;leechers&lt;/code&gt;&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Setelah BitTorrent terinstal di pc atau laptop anda, begini langkah-langkah berikutnya bagi yang belum tahu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Cari film yang ingin anda download di situs-situs penyedia torrent, seperti &lt;a href="http://www.thepiratebay.org/"&gt;www.thepiratebay.org&lt;/a&gt;&amp;nbsp; atau dapat langsung ke portal torrent yang sering saya kunjungi, yaitu &lt;a href="http://www.torrentz.com/"&gt;www.torrentz.com&lt;/a&gt; .Masukkan kata kunci berupa judul film di kolom search.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Cari film dengan kode DVDRip, artinya kualitas gambarnya sama dengan DVD. Ada dua jenis &lt;i&gt;file&lt;/i&gt; film yang layak didownload, yaitu DVDRip, dan Screener. Yang dimaksud screener adalah film-film yang didistribusikan untuk dinilai oleh kritikus, badan sensor dan lain-lain. Kebanyakan &lt;i&gt;file&lt;/i&gt; film dengan kode Screener selalu memiliki running teks yang isinya menyatakan bahwa &lt;i&gt;copy&lt;/i&gt; film tersebut hanya untuk &lt;i&gt;screening&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;screening purpose only&lt;/i&gt;), tapi kualitas gambar dan suaranya bagus. Jenis file lain seperti CAM (rekaman bioskop), TS atau RS sebaiknya jangan didownload karena biasanya mutu gambar dan suaranya ancur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Baca komen-komen user yang sudah mendownload. Jika ada komen yang menyebutkan A=9 dan V=9 itu artinya nilai Audio dan Videonya 9, dari skala 1 hingga 10.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Perhatikan ukuran file. Untuk film standar dengan durasi hingga 2 jam dengan kualitas DVDRip, rata-rata filenya hanya 700 an MB. Masih muat untuk dibakar ke dalam sekeping CD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pilih &lt;i&gt;file&lt;/i&gt; film yang berasal dari &lt;i&gt;Verivied Source&lt;/i&gt; (sumber yang telah diverifikasi). Ditunjukkan dengan kode centang hijau. File-file dari sumber yang tidak diverifikasi bisa berbahaya, karena sering ada sisipan &lt;i&gt;trojan, malware&lt;/i&gt; ataupun virus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Perhatikan rasio &lt;i&gt;seeder&lt;/i&gt; vs &lt;i&gt;leecher&lt;/i&gt;. Jika jumlah &lt;i&gt;seeder &lt;/i&gt;lebih banyak daripada &lt;i&gt;leecher&lt;/i&gt;, maka downloadnya akan lebih cepat. Jika jumlah leecher lebih banyak daripada seeder, maka downloadnya akan lebih lambat, karena filenya jadi rebutan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Untuk file ukuran 700an MB, dengan koneksi Speedy misalnya, dan rasio seeder vs leecher nya bagus, maka film tersebut kira-kira akan selesai didownload dalam waktu 4 jam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tenang saja, karena downloadnya selalu bisa disambung lagi jika koneksi internet terputus atau komputer kita matikan. Jika anda memanfaatkan internet di kantor, anda bisa menyambung downloadnya besok jika kantor ditutup. Yang penting pada saat komputer dihidupkan, software Bittorrent nya jalan, dengan logo di sudut kanan bawah menunjukkan proses download.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kebanyakan file film yang didownload formatnya .avi, dengan kompresi DivX dari mp4. Kompresi demikian membuat file nya kecil (file film DVD aslinya 4 GB lebih), namun kualitas gambar dan suaranya masih tetap bagus. File seperti ini bisa diputar di DVD Player yang ada logo mp4 atau DivX.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jika Windows Media Player default anda tidak bisa memainkannya, gunakan VLC Media Player, Gom Player, ataupun KM Player yang bisa didownload &lt;a href="http://www.filehippo.com/download_kmplayer/"&gt;di sini.&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jika ingin memutarnya dengan DVD player di rumah, anda bisa membakarnya sebagai file di keping CD atau DVD kosong. Sekeping DVD kosong dapat memuat 4 atau 5 file avi.&amp;nbsp; Namun pastikan DVD playernya memiliki logo DivX. Atau jika tidak, file .avi nya dikonversi dulu menjadi file DVD, sehingga DVD player biasapun bisa memutarnya. Anda bisa membakar file .avi tersebut menjadi format film DVD dengan menggunakan software seperti Handbrake, DVDRip, dan lain-lain.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Anda bisa mendownload film dari tahun berapapun, semuanya tersedia di internet. Saya sudah pernah mendownload film Casablanca (1942), The Wizard Of Oz (1939), Citizen Kane (1941) dan film-film Alfred Hitchcock dari tahun 30-an hingga 70-an.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tidak hanya film, dengan BitTorrent kita bisa mendownload games, software, musik dan lain-lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=coffe0f1-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B00280LZAE&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;Jadi, jika ada koneksi internet, terutama yang unlimited, manfaatkan sebaik-baiknya. Download lah film-film kegemaran anda yang belum sempat anda tonton. O ya, dengan menulis artikel ini berarti saya termasuk salah satu dari sekian juta orang yang memberi peluang&amp;nbsp; pembajakan film. Tak apalah, asal jangan film-film yang anda download anda jual lagi dalam bentuk DVD di lapak-lapak kaki lima. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Baca artikel lain di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ferdy.mirrorz.com/" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;www.ferdy.mirrorz.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-1840929120544712986?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/1840929120544712986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/07/download-film-dengan-torrent-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1840929120544712986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1840929120544712986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/07/download-film-dengan-torrent-siapa.html' title='Download Film Dengan Torrent, Siapa Takut?'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TC60u8X_PsI/AAAAAAAACxk/2ktVcLi9knA/s72-c/LovelyBones1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-8250777738462261163</id><published>2010-06-29T09:37:00.000+07:00</published><updated>2010-06-29T09:37:47.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Jenny Haniver</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/Jenny_Haniver_%28Oceanopolis%2C_2006%29.jpg/190px-Jenny_Haniver_%28Oceanopolis%2C_2006%29.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/Jenny_Haniver_%28Oceanopolis%2C_2006%29.jpg/190px-Jenny_Haniver_%28Oceanopolis%2C_2006%29.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ada yang kenal dengan Jenny Haniver? Atau pernah dengar namanya? Atau anda membayangkan bahwa Jenny Haniver adalah gadis cantik berambut pirang dari Eropa atau Amerika? Sebenarnya, Jenny Haniver bukanlah manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jenny Haniver adalah julukan bagi bangkai ikan pari kecil yang dikeringkan dan kemudian diukir sehingga menyerupai makhluk fantastis yang mengerikan. Ukiran ini merupakan hasil seni, dan dijual sebagai suvenir dengan embel-embel bahwa Jenny&amp;nbsp; merupakan makhluk laut kerabat "putri duyung" yang ditemukan oleh pelaut dan kemudian dikeringkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Banyak yang tertipu bahwa benda tersebut merupakan putra atau putri duyung, atau setannya duyung yang masih berusia muda. Dari sinilah naman Jenny Haniver itu muncul.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Istilah awalnya berasal dari pelaut Perancis, yang singgah di pelabuhan Antwerps dan menamakan benda menyeramkan tersebut sebagai jeune d'Anvers (makhluk muda dari Antwerp).&amp;nbsp; Dari istilah Perancis tersebutlah, maka pelaut-pelaut bangsa Anglo Saxon kemudian menjuluki benda-benda tersebut sebagai Jenny Haniver. Selama berabad-abad, para pelaut di Antwerp mengukir bangkai pari menjadi makhluk menyeramkan, mengeringkannya dan bahkan melapisinya dengan pernis. Jika sedang tidak musim melaut, para pelaut tersebut menjual Jenny Haniver kepada turis dan pelaut-pelaut dari negara lain. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TCla1cSKBJI/AAAAAAAACxc/AZ2zLJzCSxI/s1600/jenny+haniver.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TCla1cSKBJI/AAAAAAAACxc/AZ2zLJzCSxI/s320/jenny+haniver.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jenny Haniver selalu dibuat mirip monster, jenglot, setan, malaikat ataupun naga. Banyak Jenny Haniver yang jatuh ke laut dan hanyut ke daerah lain. Orang-orang yang menemukannya di pantai akan menganggapnya sebagai bukti adanya makhluk duyung.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Gambar paling awal yang menunjukkan adanya Jenny Haniver terdapat di buku Historia Animalium vol. IV oleh Konrad Gesner yang diterbitkan pada tahun 1558. Dalam buku tersebut Gesner mengingatkan bahwa makhluk-makhluk ini merupakan ikan pari yang direkayasa, dan semestinya tidak boleh dianggap sebagai miniatur naga ataupun monster. Beberapa ahli sejarah dan arkeologi banyak yang menganggap bahwa Jenny Haniver merupakan sumber dari munculnya hikayat dan legenda tentang naga, maupun legenda dan dongeng tentang "putri duyung". (Putri duyung sampai sekarang masih dianggap makhluk dongeng, sementara ikan duyung [latin: dugong dugong] adalah mamalia laut yang habitatnya ada di Samudera Hindia dan Pasifik, dan di beberapa daerah di sebut lembu laut).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Dari berbagai sumber.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;a href="http://www.ferdy.mirrorz.com/"&gt;http://www.ferdy.mirrorz.com&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=coffe0f1-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B000SEVA02&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=coffe0f1-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B0015DROBO&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=coffe0f1-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B0015T963C&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: xx-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Artikel Terkait: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=96609526162" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada Apa Dengan Kentut&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=294248806162" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Oedipus Rex&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=127129006162" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jambul&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-8250777738462261163?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/8250777738462261163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/jenny-haniver.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/8250777738462261163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/8250777738462261163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/jenny-haniver.html' title='Jenny Haniver'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TCla1cSKBJI/AAAAAAAACxc/AZ2zLJzCSxI/s72-c/jenny+haniver.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-1841501903551993396</id><published>2010-06-18T12:26:00.000+07:00</published><updated>2010-06-18T12:26:18.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Predators (2010)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TBsDHxi4Z6I/AAAAAAAACvU/HgDs5KcttB8/s1600/predators-affiche-poster-2010.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TBsDHxi4Z6I/AAAAAAAACvU/HgDs5KcttB8/s320/predators-affiche-poster-2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ini bukan &lt;i&gt;remake&lt;/i&gt; dari film Predator (1987) yang dibintangi Arnold Schwarzenegger. Film Predator&lt;b&gt;s&lt;/b&gt; ini merupakan sekuel atau lanjutan dari Predator (1987) dan Predator 2 (1990), perhatikan bahwa kata predator di sini berbentuk jamak. Sama seperti film Alien&lt;b&gt;s&lt;/b&gt; (1986) yang merupakan sekuel dari film Alien (1979). Jadi kalau diurut, film ini merupakan Predator 3. Dengan demikian &lt;i&gt;spin-off&lt;/i&gt; seperti AVP: Alien vs Predator (2004) dan Alien vs Predator Requiem&amp;nbsp; (2007) dianggap tidak masuk hitungan.&amp;nbsp; Film yang akan beredar tanggal 8 Juli 2010 nanti ini diproduseri oleh Robert Rodriguez yang kita kenal merupakan sutradara Desperado, Spy Kids, dan From Dusk Till Dawn.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Siapa pemainnya? Ada pemenang &lt;i&gt;Oscar&lt;/i&gt; Adrien Brody, Topher Grace yang jadi Eddie Brock di Spiderman 3, Laurence Fishburne yang jadi Morpheus dalam trilogi The Matrix, dan si tampang kriminil Danny Trejo yang selalu muncul di film-filmnya Robert Rodriguez. Sutradaranya adalah Nimrod Atal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rencananya Arnold Schwarzenegger dan Danny Glover akan muncul sebagai &lt;i&gt;cameo&lt;/i&gt;, mengingat keduanya adalah protagonis di film Predator dan Predator 2, tapi rencana tersebut batal. Kecil kemungkinannya Arnold Schwarzenegger masih mau berakting di depan kamera film seluloid. Entah jika dia sudah turun dari kancah politik AS.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kita tunggu aja tanggal mainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(dari berbagai sumber).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-1841501903551993396?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/1841501903551993396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/predators-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1841501903551993396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/1841501903551993396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/predators-2010.html' title='Predators (2010)'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TBsDHxi4Z6I/AAAAAAAACvU/HgDs5KcttB8/s72-c/predators-affiche-poster-2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-7845163156486024069</id><published>2010-06-16T10:59:00.002+07:00</published><updated>2010-09-23T21:19:46.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><title type='text'>Surat Wasiat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari Kerajaan Banjar Virtual (kerajaanbanjar.wordpress.com):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Surat Wasiat Sultan Adam untuk Pangeran Hidayatullah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/surat-wasiat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/surat-wasiat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Naskah Asli tersimpan baik oleh  Ratu Yus Roostianah Keturunan garis ke-3 / cicit dari Pangeran  Hidayatullah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Surat diatas merupakan tulisan tangan dalam huruf arab berbahasa Melayu  Banjar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Terjemahan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bismillahirrahmannirrohim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Asyhadualla ilaha ilalloh naik saksi aku  tiada Tuhan lain yang di sembah dengan se-benar2nya hanya Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wa asyhaduanna Muhammadarasululloh naik  saksi aku Nabi Muhammad itu se-benar2nya pesuruh Allah Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan kemudian dari pada itu aku menyaksikan  kepada dua orang baik2 yang memegang hukum agama Islam yang pertama  Mufti Haji Jamaludin yang kedua pengulu Haji Mahmut serta aku adalah  didalam tetap ibadahku dan sempurna ingatanku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Maka adalah aku memberi kepada cucuku  Andarun bernama Pangeran Hidayatullah suatu desa namanya Riyam Kanan  maka adalah perwatasan tersebut dibawah ini ;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mulai di Muha Bincau terus di Teluk Sanggar  dan Pamandian Walanda dan Jawa dan terus di Gunung Rungging terus di  Gunung Kupang terus di Gunung Rundan dan terus di Kepalamandin dan  Padang Basar terus di Pasiraman Gunung Pamaton terus di Gunung Damar  terus di Junggur dari Junggur terus di Kala’an terus di Gunung Hakung  dari Hakung terus di Gunung Baratus, itulah perwatasan yang didarat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Adapun perwatasan yang di pinggir sungai  besar maka adalah yang tersebut dibawah ini;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mulai di Teluk Simarak terus diseberang  Pakan Jati terus seberang Lok Tunggul terus Seberang Danau Salak naik  kedaratnya Batu Tiris terus Abirau terus di Padang Kancur dan Mandiwarah  menyebelah Gunung Tunggul Buta terus kepada pahalatan Riyam Kanan dan  Riyam Kiwa dan Pahalatan Riyam Kanan  dengan tamunih yaitu  Kusan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kemudian aku memberi Keris namanya Abu  Gagang kepada cucuku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kemudian lagi aku memberi pula suatu desa  namanya Margasari dan Muhara Marampiyau dan terus di Pabaungan kaulunya  Muhara Papandayan terus kepada desa Batang Kulur dan desa Balimau dan  desa Rantau dan desa Banua Padang terus kaulunya Banua Tapin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Demikianlah yang berikan kepada cucuku  adanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Syahdan maka adalah pemberianku yang  tersebut didalam ini surat kepada cucuku andarun Hidayatullah hingga  turun temurun anak cucunya cucuku andarun Hidayatullah serta barang  siapa ada yang maharu biru maka yaitu aku tiada ridho dunia akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kemudian aku memberi tahu kepada sekalian  anak cucuku dan sekalian Raja-raja yang lain dan sekalian hamba rakyatku  semuanya mesti me-Rajakan kepada cucuku andarun Hidayatullah ini buat  ganti anakku Abdur Rahman adanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tertulis kepada  hari Isnain tanggal 12 bulan Shofar 1259.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-7845163156486024069?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/7845163156486024069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/surat-wasiat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/7845163156486024069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/7845163156486024069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/surat-wasiat.html' title='Surat Wasiat'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-4466789721847557431</id><published>2010-06-15T09:47:00.001+07:00</published><updated>2010-06-15T09:54:05.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komputer dan Teknologi'/><title type='text'>Avatar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TBbpK4u-IaI/AAAAAAAACvA/7x89y5u2NQk/s1600/angeldemonsteaser.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TBbpK4u-IaI/AAAAAAAACvA/7x89y5u2NQk/s320/angeldemonsteaser.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kita sekarang hidup dengan avatar. Yang saya maksud dengan avatar di sini bukanlah filmnya James Cameron ataupun serial The Legend of Aang. Avatar merupakan kosa kata Hindu, dari bahasa Sanskrit yang artinya adalah tampilan, manifestasi, atau image, atau perwakilan dari diri kita dalam bentuk gambar, citra, icon, kartun dan lain-lain. Dewa Wishnu memiliki 10 avatar, yaitu sebagai Matsya, Kurma, Varaha, Vamana, Krishna, Kalki, Buddha, Parshurama, Rama dan Narasimha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin hampir semua penjelajah dunia maya memiliki Yahoo! ID, di mana kita bisa menciptakan avatar yang berupa image kartun yang bisa kita buat semirip mungkin dengan diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, avatar adalah sebuah citra atau gambaran yang kita buat untuk mewakili diri kita di depan publik. Dan kita berharap, avatar tersebut selalu menampilkan sisi-sisi terbaik dari diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia maya, avatar memegang peranan penting. Pencitraan diri dalam bentuk avatar merupakan hal yang umum. Seorang facebooker selalu mencantumkan foto terbaiknya sebagai foto profil. Kalau perlu foto tersebut di-retouch dulu dengan Photoshop. Ada juga yang tidak ingin menampilkan foto diri sendiri, sehingga dipajanglah foto artis Hollywood atau Bollywood atau Jakiwood untuk mewakili profil dirinya. Sangat jarang orang menampilkan fotonya yang sedang menguap lebar, sedang ngorok atau sedang jelek-jeleknya sebagai avatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk statuspun, banyak facebooker yang menggunakan avatar dalam bentuk kata-kata bijak, pepatah-petitih, syair-syair, lirik lagu, quote dari film dan lain-lain, yang dianggap sesuai dengan keadaan hati si facebooker pada waktu tersebut. Seringkali kata-kata bijak tersebut menjadi begitu absurd (atau istilah sekarang lebai) hingga kata-kata tersebut tidak bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata bijak tinggallah sebagai kata-kata bijak, sementara orang yang menggunakan kata-kata bijak tersebut tetaplah tidak bijak dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, tetap saja, hal itu terserah individu yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia nyata, avatar sebagai citra atau image seseorang juga merupakan hal yang jamak. Ariel dianggap sebagai musisi yang baik, ganteng, romantis dan menjadi idaman wanita. Itulah avatarnya Ariel sebelum berubah minggu lalu. Dalam sekejap, Ariel Peterpan telah berubah menjadi Ariel Peterporn. Luna Maya, dianggap memiliki citra wanita cantik yang mandiri, cerdas, dan berwawasan tinggi. Kini citra itu telah rusak gara-gara sebuah tato kupu-kupu. Walaupun Luna Maya membantah bahwa dia tidak memiliki tato kupu-kupu (mungkin tatonya berbentuk logo Windows XP original atau Windows 7, atau logo Google, atau logo Twitter, atau sama sekali tidak memiliki tato, atau memiliki tato non-permanen), tetap saja citranya ikut berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita lihat dari diri Paris Hilton? Kita mengenalnya sebagai gadis cantik seks maniak yang kaya tapi bodoh, saking bodohnya merebus airpun ia tidak bisa, seperti yang kita lihat dalam Simple Life. Itulah avatar dari Paris Hilton yang kita kenal. Tapi gadis bodoh tersebut memiliki usaha fashion dan parfum yang menghasilkan keuntungan jutaan dolar setiap bulan. Jadi, sama sekali tidak bodoh bukan. Sepertinya Paris Hilton menginginkan agar dunia memandangnya sebagai gadis yang sama dalam serial Simple Life, dan itulah avatarnya, padahal aslinya dia merupakan business woman yang piawai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simon Cowell selalu mengeluarkan kata-kata pedas dan apa adanya dalam reality show American Idol. Banyak yang menganggapnya sadis. Simon Cowell dianggap tidak memiliki hati nurani dan&amp;nbsp; sopan santun. Itulah avatarnya Simon Cowell. Padahal Simon Cowell adalah orang Inggris, yang terkenal memiliki sopan santun yang tinggi. Aslinya Cowell adalah orang yang ramah, sesuai dengan darah Inggrisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan puasa nanti, akan banyak selebritis yang merubah avatarnya. Ramai-ramai para wanita selebris akan memakai jilbab, dan akan kelihatan sejuk dan cantik dengan jilbab mereka. Sementara selebritis laki-laki akan memakai baju koko dan mengeluarkan album-album religius. Apakah dalam kehidupan sehari-harinya atau di luar bulan puasa mereka kembali menjalankan pola hidup seks bebas, mengkonsumsi narkoba dan lain-lain, itu tidak penting, yang&amp;nbsp; penting adalah sejauh mana publik dapat memandang mereka sebagai idola. Yang penting, mereka tetap dianggap sebagai trend setter, di mana tingkah polah mereka menjadi menu sehari-hari bagi penikmat tayangan infotainment. Dan, itulah sebenarnya fungsi avatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya katakan tadi, kita hidup dalam dunia avatar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ferdy.mirrorz.com/" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Coffee Break With Ferdy&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Artikel terkait: &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=433061821162&amp;amp;1&amp;amp;index=0"&gt;Prince of Persia&lt;/a&gt; |&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/ferdy-ferdian/the-lost-symbol/407853211162"&gt;The Lost Symbol&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=319199966162"&gt;Jiydref&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-4466789721847557431?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/4466789721847557431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/avatar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/4466789721847557431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/4466789721847557431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/06/avatar.html' title='Avatar'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/TBbpK4u-IaI/AAAAAAAACvA/7x89y5u2NQk/s72-c/angeldemonsteaser.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-6687240689244947795</id><published>2010-05-28T14:31:00.000+07:00</published><updated>2010-05-28T14:31:32.766+07:00</updated><title type='text'>Prince of Persia: The Sands of Time</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/S_9vpmFW6nI/AAAAAAAACtg/Q9P_PKTcYYA/s1600/prince_of_persia-_the_sands_of_time_poster.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/S_9vpmFW6nI/AAAAAAAACtg/Q9P_PKTcYYA/s200/prince_of_persia-_the_sands_of_time_poster.png" width="143" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebuah karakter film epik yang didasarkan dari sebuah videogame ternyata bisa mengalahkan gegap gempita film dengan karakter yang lebih mapan. Seperti komentar rekan saya, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001040207806&amp;amp;ref=ts"&gt;Arief Poernama,&lt;/a&gt; film Prince of Persia: The Sands Of Time lebih berkesan daripada Robin Hood nya Ridley Scott dan Russel Crowe. Padahal Prince of Persia diangkat dari videogame berjudul sama, sementara Robin Hood, nah, siapa yang tidak kenal dengan tokoh Robin Hood.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saya setuju dengan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001040207806&amp;amp;ref=ts"&gt;Arief&lt;/a&gt;, yang menonton film ini lebih duluan dari saya. Dia nonton premiere, sementara saya nonton ordinary show. Petualangan Pangeran Dastan (bahasa Farsi: pahlawan) lebih penuh gegap gempita daripada petualangan terakhir Robin of Loxley. Film Prince of Persia memiliki setting fotograpi yang luar biasa, kisah sederhana yang penuh intrik, penampilan parkour (sesuai dengan gamenya) yang bikin kita menahan napas, serta bumbu-bumbu humor yang penempatannya begitu apik. Untuk sinematografi saja, film ini patut diacungi jempol. Padang pasir bisa digambarkan buas, kejam, kering kerontang, tapi di saat lain, padang pasir tersebut terlihat indah, merah, dengan semburat senja yang juga kemerahan (lihat panoramanya setelah adegan badai pasir). &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Desain produksinya juga bagus, bangunan-bangunan kota, istana, dan benteng di tengah padang pasir. Entah itu CGI atau benar-benar set, pokoknya menghasilkan gambar yang sungguh enak di pandang. Ibukota kerajaan Persia, dengan pasar-pasarnya yang sibuk dan istana yang menjulang, mengingatkan saya dengan setting istana Agrabah di film animasi Aladdin. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di balik itu semua, ternyata ada nama besar Walt Disney Pictures dan produser kawakan Jerry Bruckheimer. Jerry Bruckheimer adalah produser film-film sukses, seperti trilogi Pirates of Caribean, National Treasure, Bad Boys I dan II, Black Hawk Down, Pearl Harbor, Gone In Sixty Seconds, Armageddon, Con Air, The Rock, Beverly Hills Cop, Top Gun, dan Flashdance. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jake Gylenhall memainkan karakter utama dengan cukup meyakinkan. Juga ada penampilan bagus aktor veteran pemeran Ghandi, Ben Kingsley, dan Alfred Molina yang terakhir kita lihat bermain sebagai Dr. Octopus di Spiderman 2. Dan, jangan lupakan daya tarik si Bond girl, Gemma Arterton yang sepertinya memang lagi naik daun. Padahal baru beberapa saat yang lalu kita melihat penampilannya sebagai Io di film Clash of the Titans. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk sebuah film yang diangkat dari videogame, Prince of Persia: The Sands of Time melebihi eksp&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;ektasi saya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca selengkapnya di &lt;a href="http://www.ferdy.mirrorz.com/"&gt;www.ferdy.mirrorz.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel Terkait: &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2010/05/robin-hood.html"&gt;Robin Hood&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=413645461162"&gt;My Name Is Khan&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2009/12/menunggu-godot.html"&gt;Menunggu Godot&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=94628001162"&gt;Balada Si Jalil Dan Si Uhan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-6687240689244947795?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/6687240689244947795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/05/prince-of-persia-sands-of-time.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/6687240689244947795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/6687240689244947795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/05/prince-of-persia-sands-of-time.html' title='Prince of Persia: The Sands of Time'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/S_9vpmFW6nI/AAAAAAAACtg/Q9P_PKTcYYA/s72-c/prince_of_persia-_the_sands_of_time_poster.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-3737573819558345133</id><published>2010-05-19T11:46:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T11:46:21.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Robin Hood</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/S_Ns_ZdJ9WI/AAAAAAAACtY/sqgENe804Lo/s1600/robin-hood-crowe.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/S_Ns_ZdJ9WI/AAAAAAAACtY/sqgENe804Lo/s200/robin-hood-crowe.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pertama, jangan ajak anak-anak menonton film ini, film ini untuk dewasa. Kalau kita biasanya mengajak anak-anak kita nonton film selain agar mereka 'having fun'sekaligus juga memperoleh pengajaran, film ini takkan memberikan itu. Kisah Robin Hood dan the Merry Men yang bertualang di hutan sebagaimana yang digambarkan dalam syair-syair dan balada dan adaptasi film-film sebelumnya, mendapatkan bentuk lain di film ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran karakter Robin Hood dalam film ini untuk konsumsi dewasa. Ridley Scott adalah sutradara yang dikenal bisa menghidupkan sejarah atau fiksi berlatar belakang sejarah dengan dukungan riset yang mendalam. Ingat film Gladiator (yang juga dibintangi Russel Crowe) yang menjadi hits box office di awal 2000-an.&amp;nbsp; Dalam film Robin Hood versi baru ini, abad pertengahan di Eropa digambarkan kelam, kelabu, kotor, jorok. Bahkan tidak ada warna warni di istana Buckingham, juga di kastil milik Lord Loxley di Nottingham. Pertempuran dan perkelahiannya digambarkan brutal, walaupun tidak sebrutal film Gladiator.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat film Batman Begins dan Casino Royale, film Robin Hood adalah film reboot atau restart, yang mengulang kembali asal muasal petualangannya, jauh sebelum dia dan 'the merry men' berdiam di hutan Sherwood dan merampok dari yang kaya dan membagi-bagi hasil rampokan ke rakyat miskin. Penduduk Inggris pada jaman itu, mulai dari kaum bangsawan hingga petani, dicekik oleh pajak tinggi untuk membiayai peperangan Raja Richard The Lion Heart di Perancis. Dan pajak serta upeti semakin tinggi paska gugurnya Raja Richard, yang digantikan oleh adiknya Raja John. Soal pajak dan upeti inilah yang kelak menjadi permasalahan utama dalam petualangan Robin Hood. Tapi film ini berfokus pada usaha Robin Hood dan kawan-kawan dalam mempertahankan Inggris dari serangan Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perbedaan dengan kisah Robin Hood yang pernah kita baca dan tonton. Pertemuan Robin Hood dengan si raksasa Little John misalnya, yang secara tradisional terjadi di tepi air terjun atau di titian sungai, di film ini mereka bertemu dalam pasukan. Dan banyak lagi perbedaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, film ini minus theme song. Tidak ada soundtrack seperti film pendahulunya, Robin Hood: Prince of Thieves yang dibintangi Kevin Costner. Lagu dan film Robin Hood versi Costner menjadi hits di awal 90-an dan filmnya menduduki puncak box office selama beberapa bulan. Film Robin Hood versi Ridley Scott dan Russel Crowe kali ini bahkan tidak mampu menggeser posisi Iron Man 2 di puncak tangga box office. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aneh, penampilan Russel Crowe sebagai Robin Hood tidak ada bedanya dengan penampilan Russel Crowe sebagai Jenderal Maximus di film Gladiator. Film ini tidak begitu meninggalkan kesan. Penonton mungkin akan begitu mudah melupakan bahwa di tahun 2010 ada film Robin Hood.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selengkapnya di &lt;a href="http://www.ferdy.mirrorz.com/"&gt;http://www.ferdy.mirrorz.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Artikel Terkait: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/07/parkour.html" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Parkour&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/06/gara-gara-film.html" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Gara Gara Film&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ferdykicking.blogspot.com/2008/05/doea-tanda-mata.html" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Doea Tanda Mata&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5729238096219366428-3737573819558345133?l=ferdykicking.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdykicking.blogspot.com/feeds/3737573819558345133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/05/robin-hood.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/3737573819558345133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5729238096219366428/posts/default/3737573819558345133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdykicking.blogspot.com/2010/05/robin-hood.html' title='Robin Hood'/><author><name>Ferdy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/S_Ns_ZdJ9WI/AAAAAAAACtY/sqgENe804Lo/s72-c/robin-hood-crowe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5729238096219366428.post-1391417613414485346</id><published>2010-04-22T10:14:00.002+07:00</published><updated>2010-04-22T10:21:27.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Psycho</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/S8-9VFnm46I/AAAAAAAACtI/iuvqt6gkWpo/s1600/psycho-hitchcock.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_mh8w6uAs8fM/S8-9VFnm46I/AAAAAAAACtI/iuvqt6gkWpo/s200/psycho-hitchcock.jpg" width="154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya pernah menulis di blog ini bahwa untuk dapat mengapresiasi film klasik, kita tidak bisa menggunakan ukuran-ukuran jaman sekarang. Tidak saja karena situasi yang melatarbelakangi film tersebut jauh berbeda, juga karena perkembangan film telah begitu pesatnya. Jaman sekarang, tidak ada adegan yang tidak bisa difilmkan berkat teknologi CGI, tinggal seberapa tinggi imajinasi dan visi kreator film tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 
